Investasi lainnya
( 1347 )Optimalisasi Investasi Infrastruktur, Jasa, dan Hilirisasi
Investasi Makin Minim Ciptakan Lapangan Kerja
Ditengah gejolak tahun politik yang memanas, porsi investasi
asing pada 2023 merosot. Catatan pentingnya, penyerapan tenaga kerjanya juga
anjlok. Menteri Investasi / Kepala BKPM Bahlil Lahadalia dalam konferensi pers
yang digelar di Jakarta, Rabu (24/1) mengatakan, investasi asing tidak tumbuh
sebesar tahun-tahun sebelumnya. Ada dua faktor yang membuat pertumbuhan
investasi asing terhambat. Pertama, acuan dasar target investasi dari tahun ke
tahun terus meningkat signifikan sesuai instruksi Presiden Jokowi. Pada 2021, basis target investasi Rp 900 triliun, meningkat menjadi Rp
1.200 triliun pada 2022 dan Rp 1.400 triliun pada 2023. Kedua, faktor tahun
politik yang membuat ketidakpastian meningkat. Hal itu membuat investor asing
ragu-ragu menanamkan modal di Indonesia.
”Jujur saja, saya tidak bisa tutupi, sebagian investor itu
wait and see. Namun, di atas itu sebenarnya masih ada kepercayaan (investor). Makanya,
itu jadi tantangan bagi kami untuk tetap meyakinkan investor bahwa sekalipun di
tahun politik seperti ini, kita tetap clear,” ujarnya. Di sisi lain, meski
realisasi investasi berhasil melampaui target, penyerapan tenaga kerja masih
minim. Sepanjang 2023, realisasi investasi ribuan triliun hanya menciptakan 1,8
juta lapangan kerja. Sekalipun naik dari tahun sebelumnya yang sebanyak 1,36
juta lapangan kerja, jumlah itu masih terhitung minim dibandingkan dengan nilai
investasi besar yang masuk dalam beberapa tahun terakhir.
Bahlil mengakui, penyerapan tenaga kerja memang belum
berbanding lurus dengan realisasi investasi. Namun, pemerintah tidak saja fokus
menarik investasi padat modal, tetapi juga yang berbasis teknologi demi
mengerek pertumbuhan ekonomi dan pendapatan per kapita lebih masif. ”Kalau kita
hanya berpikir padat karya, sampai ayam tumbuh gigi pun negara ini tidak akan
maju karena padat karya itu, mohon maaf, gajinya terukur. Kalau kita hanya
ciptakan lapangan kerja dengan gaji Rp 4 juta-Rp 5 juta terus, bagaimana kita
mau naik kelas,” katanya. Berdasarkan data BKPM, total realisasi investasi
langsung di Indonesia sepanjang 2023 mencapai Rp 1.418,9 triliun atau 101,3 %
dari target yang ditetapkan Presiden dan 129 % dari target rencana strategis
(renstra) pemerintah. (Yoga)
INVESTASI PROPERTI : Mitsubishi Jajaki Pasar Batam
Developer asal Jepang Mitsubishi Estate Asia Pte. Ltd. menjajaki peluang pengembangan kondominium di Batam, Kepulauan Riau. Guna merealisasikan rencana itu, rombongan Mitsubishi Estate Asia mengunjungi Badan Pengusahaan (BP) Batam pada Selasa (23/1). President Director Mitsubisi Estate Asia Yasuaki Oda menyatakan bahwa kunjungannya ke BP Batam merupakan kesempatan bagi perusahaan dalam mengeksplorasi potensi dan peluang investasi di Batam. Selain itu, imbuhnya, Batam juga sangat terbuka untuk investor asing.
Pada kunjungan tersebut, Mitsubishi Estate Asia tak sendirian. Dalam rombongan itu juga ada pengembang asal Singapura, Tuan Sing Holding Limited. Head of Asset and Fund Management Tuan Sing Holdings (Opus Bay) Patrick Tan mengatakan bahwa pihaknya mengundang Mitsubishi untuk menjajaki potensi kerja sama yang dapat memberikan dampak positif bagi pengembangan ekonomi dan infrastruktur di Batam. Kolaborasi dengan Mitsubishi dinilai dapat mengakselerasi kemajuan proyek-proyek yang tengah dikembangkan di kawasan tersebut.
Kemudahan akses kepada para investor dari BP Batam, imbuhnya, merupakan langkah pertama yang penting dalam meraup investasi.
PENANGKAPAN DAN PENYIMPANAN KARBON : STRATEGI KUNCI TUMBUHKAN CCS
Pengembangan fasilitas penangkapan dan penyimpanan karbon di Tanah Air membutuhkan strategi khusus agar bisa menyiasat besarnya investasi yang harus digelontorkan oleh investor. Fasilitas penangkapan dan penyimpanan karbon atau carbon capture and storage (CCS) harus dibangun secara terintegrasi dengan sumber karbon dioksida (CO2) yang akan diinjeksikan ke dalam reservoir. Dengan begitu, biaya pengangkutan dan penyimpanan karbon dari industri yang menghasilkan emisi bisa ditekan. Belladonna Troxylon Maulianda, Direktur Eksekutif Indonesia Carbon Capture and Storage, mengatakan bahwa pemerintah harus menarik industri hilir saling berdekatan sebagai collective emitter untuk menekan biaya angkut karbon dalam suatu kawasan reservoir penyimpanan karbon. Belladona membeberkan, biaya investasi dan pengoperasian CCS di dalam negeri saat ini masih terbilang mahal, karena Indonesia belum memiliki teknologi dan kemampuan kapasitas manufaktur untuk membuat rantai pasok fasilitas itu. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sendiri melaporkan bahwa biaya pengembangan CCS sebagian besar dipengaruhi oleh kegiatan penangkapan CO2, yakni sekitar 73% dari keseluruhan biaya. Berdasarkan studi Economic Research Institute for Asean and East Asia (ERIA), biaya penangkapan karbon sekitar US$45,92 per ton, dan penyimpanannya sekitar US$15,93 per ton. Managing Director & Partner at Boston Consulting Group (BCG) Lenita Tobing berpendapat, pengembangan CCS hub menjadi hal krusial untuk menjangkau keekonomian fasilitas penangkapan dan penyimpanan karbon. Di sisi lain, menurutnya, Indonesia diuntungkan dari segi geografis untuk mengembangkan CCS hub tersebut jika dibandingkan dengan sejumlah negara lain di Asia Tenggara. Hitung-hitungan BCG memperlihatkan potensi ruang penyimpanan karbon di Indonesia mencapai 400—600 gigaton. Pemerintah sendiri saat ini tengah memperluas akses CCS ke luar wilayah kerja (WK) minyak dan gas bumi. Payung hukum setingkat Peraturan Presiden (Perpres) diharapkan bakal rampung bulan ini, sehingga pelaksanaan kegiatan tersebut menjadi jelas. Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim dan Energi Kementerian Koordinator Bidang kemaritiman dan Investasi Jodi Mahardi mengatakan, perluasan sektor tersebut nantinya bakal memungkinkan industri di luar migas untuk ikut bertransaksi lewat skema CCS di dalam negeri, dan transboundary antarnegara. Di dalam negeri, sejumlah perusahaan migas kelas wahid, seperti BP, ExxonMobil, hingga Chevron sudah menyatakan minatnya untuk menjadi operator reservoir penyimpanan karbon. Menteri ESDM Arifin mengatakan, ketertarikan sejumlah perusahaan migas global itu dipantik oleh potensi kapasitas penyimpanan atau storage karbon yang terbilang besar dari beberapa lapangan migas yang telah habis dikuras.
Minim Dampak Ekonomi Penghiliran
Selain itu, tujuan utama penghiliran untuk menciptakan nilai tambah produk sumber daya alam masih berada pada tahap awal, yaitu produk turunan pertama dan kedua. “Memang betul ada kenaikan nilai ekspor, tapi penyebabnya, ya, karena biasanya ekspor bijih nikel sekarang produk turunan.”
Saham Emiten Bank Besar Menanti Tuah Rilis Kinerja
Persaingan E-commerce Kian Sengit
Potensi penurunan suku bunga dapat memberikan keleluasaan bagi emiten e-commerce di 2024 untuk berekspansi. Namun persaingan kemungkinan bakal semakin ketat seiring dengan kembalinya Tiktok Shop ke dalam industri ini. Head of Equity Research Kiwoom Sekuritas Indonesia Sukarno Alatas menjelaskan, potensi penurunan bunga di 2024 akan berdampak positif terhadap kinerja emiten e-commerce. Suku bunga yang lebih rendah akan mendorong pertumbuhan ekonomi, yang pada akhirnya meningkatkan konsumsi masyarakat. Selain itu, lanjut dia, penurunan suku bunga juga akan membuat biaya pendanaan emiten e-commerce menjadi lebih murah. Kondisi tersebut dapat mendukung emiten e-commerce untuk memiliki lebih banyak ruang dalam berekspansi dan berinvestasi. Saat ini terdapat tiga emiten yang bermain di bisnis e-commerce, yaitu PT Bukalapak.com Tbk (BUKA), PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO), serta PT Global Digital Niaga Tbk (BELI). Menurut Sukarno, emiten sektor teknologi e-commerce masih memiliki potensi untuk melanjutkan tren pertumbuhan di tahun 2024.
Head of Equity Research Samuel Sekuritas Indonesia (SSI) Prasetya Gunadi menyoroti persaingan di industri e-commerce, setelah Tiktok Shop menjalin kemitraan dengan Tokopedia. TikTok akan menginvestasikan lebih dari US$ 1.5 miliar dan mengakuisisi 75,01% saham Tokopedia yang diumumkan pada 11 Desember 2023. Samuel Sekuritas meyakini investasi Tiktok tersebut merupakan hal positif bagi GOTO. Mengingat sebagian besar biaya GOTO berasal dari Tokopedia. Marketplace itu menyumbang 23,6% dari total kerugian bersih GOTO per 30 September 2023. Prasetya melihat pesaing terdekat Tokopedia di Indonesia yaitu Shopee, yang didukung SEA Group, masih memiliki banyak modal untuk dibelanjakan. Namun, live commerce mulai masuk ke ruang e-commerce Indonesia. Oleh karena itu, dengan TikTok Shop sebagai pemimpin dalam live commerce, GOTO mungkin telah menemukan mitra yang tepat. Analis Mirae Asset Sekuritas Christopher Rusli dan Jonghoon Won memandang BUKA diperkirakan akan mengalami peningkatan kinerja pada sektor gaming dan sektor grosir dengan musim liburan akan datang. GOTO juga diharapkan mendapat manfaat dari momentum musim perayaan itu.
Regulasi Buyback Abai Transparansi
Mudarat Dominasi Investasi Swasta di IKN
Pilih Saham Sebagai Investasi Utama
Investasi membawa Lie Kurniawan mengenal dan memasuki dunia ekonomi. Ia bercerita, awal mula mengenal dunia investasi melalui kakaknya pada tahun 2000. Pada saat itu, dirinya masih mengenyam pendidikan di Sekolah Menengah Atas (SMA). "Kakak saya lima tahun lebih tua dan saya diperkenalkan dengan saham," ceritanya kepada KONTAN, Jumat (19/1). Perkenalan itu memunculkan kesan bagi Kurniawan muda. Sehingga, akhirnya ia memutuskan untuk mencari tahu lebih lanjut mengenai dunia investasi, khususnya saham. Apalagi Kurniawan menilai bahwa investasi sebagai sebuah industri yang memiliki masa depan cerah. Lie kemudian memutuskan memperdalam ilmu finansial dengan memasuki kuliah jurusan keuangan perbankan. Karena saat itu, hanya jurusan itu yang paling dekat dengan dunia investasi. Tak berhenti di saham, ia juga sempat mencoba beberapa instrumen lain. Dirinya pernah mencoba produk derivatif seperti kontrak opsi saham, futures,foreign exchange (forex), hingga aset kripto. Hanya saja, ia merasa instrumen-instrumen tersebut tidak cocok dengan dirinya yang cenderung tipe konservatif. Menurutnya, instrumen-instrumen tersebut membutuhkan kecekatan dan cenderung spekulatif.
Sementara investasi di saham, sudah ada teori yang jelas, setidaknya dengan melihat aspek fundamental keuangan perusahaan. Selain memperhatikan fundamental, momentum untuk masuk pada suatu saham juga di nilainya penting diperhatikan. Ia mencontohkan, tahun 2002, saat peristiwa bom Bali, harga saham turun 7%-10%. Ia sampai harus izin keluar kelas untuk cek saham miliknya. Kala itu ia memilih membeli saham PT Kalbe Farma Tbk (KLBF). Pada akhir 2003, dirinya melepas saham itu dengan keuntungan lima kali lipat. Contoh lainnya saat booming saham batubara pada tahun 2022 lalu. Menurutnya, apabila mengikuti tren dengan memutuskan untuk ikut membeli maka bisa berpotensi mendapatkan kenaikan yang banyak. Sementara apabila memilih sektor lain, kemungkinan besar return-nya akan lebih kecil. Karena berbagai hal itu, pria asal Jakarta ini memantapkan menaruh seluruh investasinya pada instrumen saham. Hanya saja, belakangan ini sedikit bergeser. "Saat ini alokasi ke saham menjadi 80% dan 20% cash," sebutnya. Ia mencontohkan lagi, saat Covid-19, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun lebih dari 20%. Hal itu dinilai sebagai sebuah peluang, tetapi kondisi krisis tersebut berbeda dengan saat krisis ekonomi sebelumnya lantaran kondisi ekonomi Indonesia yang lebih baik. Sementara saat Covid-19 seluruh negara mengalami krisis, sehingga investor harus cermat karena perusahaan bisa terancam bangkrut.
Pilihan Editor
-
Ribuan Ton Daging Kerbau Akan Serbu RI
24 Mar 2021









