Industri lainnya
( 1858 )Status Bandara Internasional Dievaluasi Dua Tahun
BTN Dorong Pemberdayaan Perempuan di Lingkungan Kerja
BTN Dorong Pemberdayaan Perempuan di Lingkungan Kerja
Pemerintah didesak untuk Turun Tangan Menyelamatkan Masa Depan Industri Media Nasional
Industri Media Kian Terpuruk
Deregulasi Setangah Hati
Prospek Cerah tapi Penuh Tantangan untuk Telkom Group
Kinerja PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) pada kuartal I 2025 menunjukkan pertumbuhan yang moderat, bahkan mengalami penurunan pendapatan sebesar 2,1% year-on-year akibat melemahnya segmen layanan data. Meskipun IndiHome mencatat pertumbuhan pelanggan, kontribusinya belum mampu mengimbangi penurunan tersebut. EBITDA juga turun 6,1% yoy, namun perbaikan terjadi secara kuartalan.
Steven Gunawan, analis dari KB Valbury Sekuritas, menyatakan bahwa pencapaian TLKM masih berada di bawah ekspektasi pasar, dengan laba bersih yang juga menurun, meski margin laba bersih membaik berkat penurunan beban bunga.
Ranjan Sharma, analis J.P. Morgan, menilai awal tahun yang lemah bisa menjadi katalis negatif bagi TLKM sepanjang 2025. Namun, ia tetap optimistis terhadap potensi perbaikan melalui efisiensi biaya dan restrukturisasi IndiHome, terutama dengan dukungan infrastruktur jaringan TLKM yang kuat.
Di sisi lain, Hans Kwee, Co-Founder Pasar Dana, menyoroti bahwa layanan fixed broadband (FBB) seperti IndiHome bisa menjadi pendorong utama pertumbuhan TLKM, seiring meningkatnya permintaan di sektor tersebut.
Namun, TLKM juga menghadapi tantangan non-operasional, seperti kasus hukum yang melibatkan anak dan cucu usaha, termasuk investasi kontroversial melalui MDI Ventures di TaniHub. Direktur Utama TLKM, Ririek Adriansyah, mengakui adanya masalah substansi dan menegaskan komitmen perusahaan untuk memperbaiki tata kelola ke depan.
Rumor terkait divestasi saham Telkomsel di GOTO juga menambah ketidakpastian. Namun, Oky Prakarsa, VP Investor Relation TLKM, membantah adanya rencana perubahan kepemilikan dalam waktu dekat.
Meskipun kinerja keuangan TLKM pada awal 2025 melemah dan dibayangi berbagai isu hukum serta persaingan di sektor mobile dan fixed broadband, para analis seperti Steven, Ranjan, dan Hans masih melihat potensi positif, terutama dari lini IndiHome. Perlu adanya efisiensi dan restrukturisasi agar TLKM tetap kompetitif di tengah dinamika industri dan tekanan eksternal.
Mobil China Kini Dominasi dan Mengguncang Penjualan Jepang
IKK pada April 2025 Berada pada Level Pptimis
Antam Jadi Mesin Pertumbuhan Baru
PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) berencana menambah lini usaha baru di bidang industri barang perhiasan, custom product, dan barang lainnya dari logam mulia, untuk mengoptimalkan peluang dari segmen emas. Dari bisnis baru ini, perseroan menargetkan tambahan omzet penjualan hingga Rp 1 triliun dalam lima tahun ke depan. Menejemen Antam mengungkapkan bahwa penambahan kegiatan usaha komoditas logam mulia ini, akan dapat meningkatkan segmen emas dan pemurnian perseroan. "Selain itu pengembangan kegiatan usaha komoditas tersebut diharapkan dapat mendukung pencapaian kinerja perusahaan dalam jangka panjang," ujar manajemen Antam. Dalam penjelasannya, manajemen Antam menyebut bahwa sejalan dengan rancana jangka panjang perusahaan (RPJJ) tahun 2025-2029, komoditas emas memiliki peluang optimasi penjualan emas dengan verifikasi produk, pasar, dan ekspansi jaringan ritel distribusi.
Terkait hal itu, salah satu tema strategis dalam jangka panjang adalah penguatan fungsi emas, termasuk penetrasi ke lini pasar baru melalui kolaborasi, akuisisi, maupun kegiatan lainnya. "Untuk mendukung pencapaian target penjualan komoditas emas, perseroan melalui unit bisnis pengolahan dan pemurnian logam mulia (UBPPLM) memiliki strategi yang berfokus pada kualitas dan penyediaan produk, pengembangan produk dan keunggulan daya saing, serta pemasaran. Perseroan telah merencanakan berbagai program kerja, diantaranya pengembangan produk berupa produk perhiasan dan costum product termasuk product termasuk produk industri untuk keperluan teknik dan atau laboratorium yang terbuat dari logam mulia," papar manajemen Antam. (Yetede)
Pilihan Editor
-
Waspada Rambatan Resesi AS
02 Aug 2022 -
Upaya Menegakkan Jurnalisme Berkeadilan
01 Aug 2022 -
Kegagalan Sistem Pangan Indonesia
06 Aug 2022








