;
Tags

Ekonomi Makro

( 699 )

Defisit APBN Bikin Utang Pemerintah Makin Besar

HR1 08 Feb 2023 Kontan

Utang pemerintah yang terus bertambah banyak mendapat sorotan. Direktur Jenderal Pembiayaan dan Pengelolaan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan Suminto menegaskan, pemerintah melakukan utang bukan berarti pemerintah hobi berhutang. Menurut dia, pemerintah harus berutang lantaran untuk menutup defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang masih terjadi dalam beberapa tahun terakhir ini. Dan, proses penyusunan anggaran utang di APBN pun dilakukan bersama Badan Anggaran (Banggar) Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI. Untuk diketahui, total utang pemerintah hingga Desember 2022 sudah mencapai Rp 7.733,9 triliun. Ada pun rasio utang terhadap produk domestik bruto (PDB) sebesar 39,57%. Dari total utang tersebut, porsi dalam bentuk valas sebesar 29%. Sedangkan sisanya, sekitar 71%, dalam bentuk utang rupiah. Dengan jumlah utang tersebut, Suminto menegaskan, kemampuan pemerintah dalam membayar utang selalu menggunakan standar lazim yang biasa diterapkan di banyak negara.

Kontribusi Luar Jawa Terhadap PDB Nasional Terus Meningkat

KT1 07 Feb 2023 Investor Daily (H)

JAKARTA, ID – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, pertumbuhan ekonomi di luar Jawa terus meningkat, tercermin dari kontribusi terhadap produk domestik bruto (PDB) tahun 2022 yang sebesar 43,52% atau lebih tinggi dibandingkan tahun 2021 yang mencapai 42,11% terhadap PDB. Pertumbuhan ekonomi luar Jawa pada 2022 tersebut pun melesat dibandingkan pada masa prapandemi tahun 2019 yang mencapai 41% terhadap PDB. Berdasarkan data BPS, pertumbuhan ekonomi di Jawa terhadap PDB mencapai 59% dan luar Jawa 41%. Pada 2020, pertumbuhan ekonomi di Jawa sebesar 58,75% dan luar Jawa mencapai 41,25% terhadap PDB. Kemudian, pada 2021, pertumbuhan ekonomi di Jawa 57,89% dan luar Jawa 42,11% terhadap PDB. Sedangka pada 2022, ekonomi di Jawa 56,48% dan luar Jawa 43,52% terhadap PDB. Sementara itu, pada tahun lalu pertumbuhan ekonomi terus menguat khususnya di Jawa, Sulawesi, serta Maluku dan Papua. Namun demikian, struktur ekonomi Indonesia secara spasial masih terpusat di Jawa dan Sumatra. (Yetede)

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Terus Berkibar, Pasar Keuangan Dunia Berkembang

fahri 03 Feb 2023 Tim Labirin

Pasar keuangan dunia sedang mengalami pertumbuhan yang signifikan, dengan indeks saham di Amerika Serikat dan Asia yang menguat. Indeks saham di kawasan Eropa bervariasi. Sementara itu, indeks Dolar AS melemah dan yield US Treasury naik 2 basis poin di tengah membaiknya data ekonomi AS. Di pasar komoditas, harga minyak mentah mengalami penurunan karena prospek pasokan yang membaik. Namun, harga CPO dan batu bara justru mengalami kenaikan dalam sepekan. Pasar keuangan domestik juga mengalami pertumbuhan, dengan IHSG yang menguat sebesar 0,35% dan yield SUN seri benchmark yang bergerak naik antara 6 basis poin hingga 11 basis poin dibandingkan dengan pekan sebelumnya. Nilai tukar Rupiah juga menguat sebesar 0,60%.

Ekonomi Indonesia tercatat positif pada akhir tahun 2022, seperti ditunjukkan oleh realisasi investasi pada Q4-2022 yang bertumbuh mencapai 30,3% (yoy) dan likuiditas perekonomian yang tetap melimpah tercermin dari tren uang beredar dalam arti luas (M2) hingga November 2022 yang tumbuh positif. Secara keseluruhan, pasar keuangan dunia sedang mengalami pertumbuhan yang baik dan ekonomi Indonesia juga terus berkibar. Ini merupakan tanda positif bagi perekonomian dan memberikan harapan yang baik untuk masa depan.

sumber: BKF


Ekonomi Menguat pada Semester II, Inflasi Cenderung Menurun

KT1 02 Feb 2023 Investor Daily (H)

JAKARTA,ID – Pemerintah meyakini laju inflasi cenderung menurun seiring dengan penguatan pemulihan ekonomi pada semester II-2023. Sementara itu, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Januari 2023 mencapai 0,34% (mtm), lebih rendah dibandingkan dengan inflasi bulan sebelumnya 0,66% (mtm). Sedangkan inflasi IHK secara tahunan 5,28% (yoy), lebih rendah dibandingkan dengan inflasi bulan sebelumnya sebesar 5,51% (yoy). Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan, penurunan inflasi atau harga yang stabil dan cenderung menurun serta penguatan pemulihan, akan terjadi setidaknya pada semester kedua tahun ini. Kondisi tersebut sebagai dampak dari tekanan yang berasal dari respons kebijakan, yaitu pengetatan moneter dan kenaikan suku bunga oleh otoritas moneter akan berkurang. “Ini memberikan harapan baru bahwa tahun 2023 setidaknya pada paruh kedua, kita akan melihat kombinasi yang jauh lebih positif dari penurunan inflasi dan penguatan pemulihan,” ungkap Sri Mulyani dalam acara Mandiri Investment Forum 2023 di Jakarta, Rabu (1/2/2023). (Yetede)

Mandiri Investment Forum (MIF) Dorong Keran Investasi

KT1 02 Feb 2023 Investor Daily (H)

JAKARTA, ID – Tahun ini Indonesia menghadapi tantangan baru yaitu risiko terjadinya resesi global dan perlambatan ekonomi global akibat tingginya inflasi dan suku bunga sebagai dampak peningkatan ketegangan geopolitik dan pemulihan ekonomi dunia yang tidak imbang. Namun optimisme harus tetap dijaga dengan terus mencari peluang untuk tetap tumbuh. Karena itulah, Mandiri Investment Forum (MIF) 2023 mengangkat tema ‘Prevailing Over Turbulence’ sejalan dengan optimisme Indonesia untuk tetap tumbuh kuat dan mampu mengarungi berbagai tantangan di tengah turbulensi ekonomi global saat ini. Mandiri Investment Forum merupakan forum investasi tahunan terbesar hasil kolaborasi Bank Mandiri dan Mandiri Sekuritas yang disokong oleh Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), dimana tahun ini merupakan edisi ke-12 penyelenggaraan MIF. Forum ini diikuti sekitar 25 ribu peserta. Dari jumlah itu, sebanyak 800 investor merupakan investor mancanegara. (Yetede)

Racikan APBN 2023 untuk Lawan Resesi

HR1 20 Jan 2023 Kontan

Setelah banyak lembaga internasional memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini tidak akan sebaik tahun lalu, kini Bank Indonesia (BI) yang merilis proyeksi senada. BI memprediksi, laju ekonomi Indonesia di tahun ini bakal melambat dibanding tahun lalu. Gubernur BI Perry Warjiyo memprediksi, pertumbuhan ekonomi 2023 akan melambat ke titik tengah kisaran 4,5% sampai 5,3%. "Hal ini sejalan dengan menurunnya prospek pertumbuhan ekonomi global," ucap Perry di Bank Indonesia, Kamis (19/1). Sementara salah satu tantangan ekonomi Indonesia di tahun ini berasal dari suramnya prospek ekonomi global. BI telah memangkas proyeksi ekonomi global tahun ini. Salah satu pemicunya adalah otoritas moneter di negara-negara diprediksi masih melakukan pengetatan secara agresif. Pengetatan moneter ini diprediksi bakal menuju puncaknya tidak lama lagi. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengaku, masih optimistis perekonomian Indonesia akan mampu bergerak semakin cepat di tahun 2023. Ini setelah melihat ekonomi 2022 yang mampu menghadapi pandemi dan turbulensi yang tak kalah hebatnya.

BI : Neraca Pembayaran Masih Mungkin Surplus

HR1 20 Jan 2023 Kontan

Bank Indonesia (BI) memprediksi, neraca pembayaran Indonesia masih bisa membaik di tahun ini. Proyeksi tersebut didasarkan atas kemungkinan transaksi berjalan di tahun ini tetap terjaga. Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo memproyeksi, transaksi berjalan berada dalam kisaran surplus 0,4% sampai defisit 0,4% dari produk domestik bruto (PDB). Proyeksi tersebut didasarkan atas transaksi berjalan sepanjang tahun 2022 yang diperkirakan surplus sebesar 0,4% hingga 1,2% dari PDB. Proyeksi itu terindikasi dari aliran modal asing yang masuk kembali ke pasar keuangan domestik di awal tahun 2023. Perry menyebut, hingga 17 Januari 2023, investasi portofolio mencapai net inflow sebesar US$ 4,6 miliar.

Angka Kemiskinan Naik, Imbas Kenaikan Harga BBM

KT3 17 Jan 2023 Kompas

BPS mencatat, jumlah penduduk miskin di Indonesia pada September 2022 mencapai 26,36 juta jiwa, meningkat 0,2 juta jiwa dibandingkan situasi Maret 2022. Kenaikan inflasi seiring kenaikan harga BBM dinilai memicu penambahan jumlah penduduk miskin. Guna mengerem angka kemiskinan, pemerintah dinilai perlu memastikan inflasi terkendali dan bantuan sosial tersalur tepat sasaran. Presiden Jokowi menginstruksikan jajarannya menyelesaikan prioritas nasional, termasuk penurunan kemiskinan ekstrem. Kepala BPS Margo Yuwono dalam telekonferensi pers di Jakarta, Senin (16/1) menyebutkan, dengan penambahan 0,2 juta jiwa, jumlah penduduk miskin mencapai 9,57 % total penduduk pada September 2022, meningkat dari Maret 2022 di 9,54 %.

Selain inflasi akibat kenaikan harga BBM, sejumlah hal terjadi pada triwulan III-2022, yaitu penurunan upah harian buruh tani dan PHK yang terjadi sepanjang September 2022. Selain itu, angkatan kerja yang terdampak pandemi Covid-19 belum sepenuhnya terserap di pasar kerja. Upaya meredam dampak inflasi pada masyarakat sebenarnya telah dilakukan pemerintah untuk mengiringi keputusan menaikkan harga BBM bersubsidi, yakni melalui program bantuan langsung tunai hingga subsidi upah. Namun, dampak kenaikan harga barang kebutuhan tak terhindarkan, termasuk bahan pangan Ekonom Center of Reformon Economics (Core) Indonesia, Yusuf Rendy Manilet, saat dihubungi, Senin, berpendapat, program penciptaan lapangan kerja juga penting. Tidak hanya menyuapi masyarakat dengan bantuan, tetapi bagaimana mendorong masyarakat mandiri dan berdikari secara ekonomi. (Yoga)


Pencabutan PPKM & Kebangkitan Ekonomi

HR1 14 Jan 2023 Bisnis Indonesia

Dua hari jelang tutup tahun, pemerintah memutuskan mencabut kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat atau PPKM. Presiden Jokowi, 30 Desember 2022 menyampaikan keputusan ini di Istana Negara. Sejak hari pertama 2023, tak ada lagi pembatasan kerumunan dan pergerakan masyarakat. Presiden menegaskan, seperti dikabarkan www.setkab.go.id, keputusan ini diambil setelah pertimbangan dan kajian panjang dan dengan memperhatikan situasi pandemi di Tanah Air. Indonesia termasuk negara yang berhasil mengendalikan Covid-19 dengan baik sekaligus bisa menjaga stabilitas ekonominya. Selain pandemi yang terkendali, pencabutan PPKM juga dilandasi tingginya cakupan imunitas penduduk dan capaian vaksinasi Covid-19. Presiden meminta masyarakat dan komponen bangsa untuk tetap hati-hati dan waspada. Masyarakat diingatkan untuk meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan dalam menghadapi risiko Covid-19. Penghapusan PPKM disambut antusias oleh publik. Kemeriahan pesta malam tahun baru 1 Januari 2023 terlihat di mana-mana. Di Jakarta, Makassar, Bandung, Bali, dan kota lainnya suasana meriah sambut tahun baru. Misalnya, pasokan makanan dan minuman, hotel atau tempat menginap, angkutan atau trasportasi darat, laut, dan udara menjadi bangkit menyambut ujung era pandemi. Kebangkitan ekonomi masyarakat ini menjadi penanda pulihnya ekonomi bangsa dan negara setelah dilanda krisis kesehatan dan ekonomi akibat Covid-19. Tiga tahun sudah industri kebutuhan hidup masyarakat dalam kondisi meredup. Tak sedikit yang gulung tikar karena rendahnya permintaan, salah satunya akibat kebijakan PPKM. Kini, setelah PPKM dicabut, roda ekonomi masyarakat dan pemerintah segera bergulir lebih kencang. Masyarakat sebagai produsen utama ba­han pangan akan kembali giat bekerja dalam memproduk­si berbagai jenis bahan ma­kanan.

Bank Dunia Koreksi Proyeksi Jadi 4,8% Ekonomi RI Masih Solid

KT1 12 Jan 2023 Investor Daily (H)

JAKARTA, ID – Bank Dunia memproyeksikan, ekonomi Indonesia tahun ini hanya tumbuh 4,8% (year on year/yoy) atau turun 0,5% dibandingkan proyeksi Bank Dunia pada edisi Juni 2022 yang sebesar 5,3%. Meski demikian, Bank Dunia menilai ekonomi Indonesia masih cukup solid, karena perlambatan pertumbuhan lebih baik dibandingkan negara lain di kawasan seperti Tiongkok 4,3% dan Thailand 3,6%. Sementara itu, Bank Dunia juga kembali memangkas angka proyeksi pertumbuhan ekonomi global menjadi hanya 1,7% pada 2023. Proyeksi ini turun 1,3% di bawah perkiraan sebelumnya yang sebesar 3%. Demikian laporan Bank Dunia dalam Global Economic Prospect edisi Januari, Rabu (11/1/2023). Laporan Bank Dunia menjelaskan, pertumbuhan ekonomi Malaysia, Filipina, dan Vietnam diperkirakan juga melambat karena pertumbuhan ekspor ke pasar-pasar utama melambat. Pertumbuhan ekonomi Malaysia diproyeksikan sebesar 4,0%, Filipina 5,4%, dan Vietnam 6,3%. (Yetede)