;
Tags

Digital Ekonomi umum

( 1180 )

Gibran Divonis Penjara 9 Tahun, Manipulasi Laporan Keuangan eFishery

958631109 29 Apr 2026 cnbcindonesia
Gibran Divonis Penjara selama 9 tahun karena Manipulasi Laporan Keuangan eFishery. Mantan CEO startup tersebut bersalah atas praktik pencucian uang dan bersama dua terdakwa lainnya. Vonis yang dibacakan di PN Bandung lebih ringan dari tuntutan jaksa. Kasus ini terkuak setelah whistleblower melaporkan adanya pemalsuan pendapatan hampir USD 600 juta. Bareskrim Polri melakukan penyidikan sejak 2024. Penipuan ini dilakukan oleh mantan CEO dan CFO sejak awal tahun tersebut. Kasus ini menimbulkan dampak besar terhadap reputasi eFishery sebagai unicorn startup.

YLKI Tolak Wacana DJP Pungut Pajak Tol, Bakal Kirim Surat ke Menkeu Purbaya

alex 22 Apr 2026 kontan
YLKI menolak wacana DJP yang ingin mengenakan pajak tol dan akan mengirim surat ke Menkeu. Mereka menilai bahwa kebijakan tersebut tidak adil karena membebani konsumen. YLKI akan mengajukan langkah hukum jika pajak tol diterapkan. Mereka mendesak pemerintah untuk fokus pada peningkatan layanan jalan tol tanpa menambah beban pada rakyat. YLKI juga mengingatkan agar pemerintah lebih kreatif mencari sumber pendapatan tanpa mengorbankan masyarakat. Semua berita dapat ditemukan di Google News.

BEI Ubah Kriteria Evaluasi Indeks LQ45, IDX30, dan IDX80, Ini Rinciannya

alex 22 Apr 2026 kontan
Bursa Efek Indonesia (BEI) akan melakukan perubahan pada indeks LQ45, IDX30, dan IDX80 mulai Mei 2026. Perubahan ini bertujuan untuk lebih akurat merepresentasikan pasar. Perubahan mencakup kriteria universe dan acuan rasio free float. Sebelumnya, IDX80 memiliki lima poin universe, namun setelah perubahan akan menjadi enam poin. Definisi free float juga disesuaikan dengan regulasi terbaru. BEI berharap perubahan ini dapat meningkatkan kualitas dan representasi dari indeks-indeks utama tersebut.

Cari Alternatif Plastik, Kemenperin Siapkan Kertas hingga Kaca untuk Industri Kemasan

alex 21 Apr 2026 kontan
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) sedang mencari alternatif pengganti plastik dengan menyiapkan kertas dan kaca untuk industri kemasan. Diversifikasi bahan baku ini dilakukan untuk mengurangi ketergantungan industri terhadap plastik. Kemenperin mencatat bahwa kebutuhan industri kemasan mencapai sekitar 7 juta ton per tahun. Penggunaan kemasan kertas sudah mencapai 28%, sementara kemasan fleksibel berbasis plastik masih mendominasi dengan 48%. Pemerintah juga mendorong penggunaan kemasan berbahan kaca yang saat ini masih sekitar 2%–3%. Meskipun demikian, kemasan ramah lingkungan belum sepenuhnya dapat menggantikan plastik untuk produk makanan dan minuman.

MBG Mau Dipangkas Jadi 5 Hari, Purbaya: Bisa Hemat Rp 40 Triliun

galihsena 25 Mar 2026 kompas
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengungkapkan rencana untuk memotong jumlah hari operasional Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi 5 hari untuk menghemat Rp 40 triliun setahun. Langkah ini diambil sebagai upaya efisiensi dalam program tersebut. Sebelumnya, program ini beroperasi selama 6 hari dalam seminggu. Presiden juga telah meminta peningkatan dalam pelayanan gizi MBG, dengan Badan Gizi Nasional (BGN) mempersiapkan sertifikasi. Ilustrasi MBG menunjukkan salah satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Malang saat menyiapkan makan bergizi gratis.

Pemerintah Tawarkan Sukuk Ritel SR024, Alternatif Investasi Aman di Tengah Dinamika Global

S_Pit 06 Mar 2026 Tim Labirin

JAKARTA – Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan kembali membuka penawaran instrumen Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) ritel seri SR024. Masa penawaran instrumen investasi ini berlangsung mulai 6 Maret hingga 15 April 2026.

Penerbitan SR024 merupakan bagian dari strategi pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sekaligus upaya pendalaman pasar keuangan domestik. Di tengah volatilitas pasar global, pemerintah menawarkan instrumen lindung nilai (safe haven) dengan tingkat imbal hasil (kupon) tetap yang kompetitif, yakni sebesar 5,55% per tahun untuk tenor 3 tahun (SR024T3) dan 5,90% per tahun untuk tenor 5 tahun (SR024T5).

Berikut adalah analisis daya tarik SR024 dibandingkan instrumen investasi lainnya di pasar saat ini:

1. Tingkat Imbal Hasil yang Kompetitif Dibandingkan SBN Sebelumnya

Kupon yang ditawarkan pada seri SR024 tercatat lebih tinggi dibandingkan seri Surat Berharga Negara (SBN) ritel pendahulunya. Sebagai perbandingan, pada seri ORI029 yang masa penawarannya ditutup pada Februari 2026, pemerintah menetapkan kupon sebesar 5,45% (tenor 3 tahun) dan 5,80% (tenor 6 tahun).

Selain memberikan selisih imbal hasil (premium spread) yang lebih tinggi dan melampaui seri ST015 serta ORI028, SR024 juga menawarkan durasi penguncian dana (tenor) yang lebih singkat untuk imbal hasil maksimal (5 tahun berbanding 6 tahun pada ORI029). Hal ini menunjukkan langkah proaktif pemerintah dalam merespons kenaikan yield obligasi di pasar sekunder guna menjaga minat investor ritel.

2. Keunggulan Imbal Hasil Bersih (Net Yield) di Atas Deposito

Jika dikomparasikan dengan deposito perbankan, SR024 menawarkan imbal hasil yang lebih optimal. Saat ini, rata-rata tingkat bunga deposito perbankan, khususnya pada bank BUMN, berada di kisaran 4% (sesuai tingkat bunga penjaminan LPS).

Keunggulan SR024 juga terlihat dari aspek perpajakan. Pajak atas imbal hasil SBN ritel hanya dikenakan sebesar 10%, lebih rendah dibandingkan pajak bunga deposito yang mencapai 20%. Melalui skema net yield, investasi pada SR024 memberikan imbal hasil bersih yang lebih tinggi, yang dibayarkan pada tanggal 10 setiap bulannya. Pembayaran pokok dan kupon investasi ini juga dijamin 100% oleh Undang-Undang.

3. Likuiditas Terjaga di Pasar Sekunder (Tradable)

Berbeda dengan instrumen Savings Bond Ritel (SBR) atau Sukuk Tabungan (ST) yang bersifat non-tradable, SR024 merupakan instrumen yang dapat diperdagangkan di pasar sekunder (tradable). Instrumen tanpa warkat (scripless) ini dapat mulai diperjualbelikan pada 11 Mei 2026, setelah melewati masa tunggu minimum (minimum holding period).

Bagi investor dengan profil risiko agresif, status tradable ini memberikan peluang untuk memperoleh keuntungan modal (capital gain) jika harga sukuk mengalami kenaikan di pasar sekunder. Sementara itu, bagi investor konservatif, SR024 dapat disimpan hingga jatuh tempo (hold to maturity) sebagai instrumen pendapatan pasif (passive income) bulanan yang stabil terhadap fluktuasi harga.

4. Kepatuhan Prinsip Syariah dan Kontribusi Pembangunan Riil

SR024 diterbitkan menggunakan akad Ijarah Asset to be Leased, sehingga memenuhi prinsip syariah dan bebas dari unsur riba, maysir (judi), serta gharar (ketidakpastian). Hal ini memberikan kepastian hukum dan ketenangan bagi basis investor syariah di Indonesia.

Aset dasar (underlying asset) yang digunakan meliputi Barang Milik Negara (BMN) dan berbagai proyek atau kegiatan kementerian yang tercantum dalam APBN 2026. Dengan minimum investasi mulai dari Rp1 juta, masyarakat termasuk generasi Milenial dan Gen Z yang mendominasi porsi pembelian SBN sebelumnya, dapat berkontribusi secara langsung dalam pembiayaan pembangunan infrastruktur nasional, seperti jalan, jembatan, hingga fasilitas pendidikan.

Pemerintah telah menunjuk 32 mitra distribusi (midis) resmi, yang terdiri dari bank umum konvensional (seperti BCA, Mandiri, BNI), bank syariah (seperti BSI), hingga platform teknologi finansial (fintech) seperti Bareksa dan Bibit. Mengacu pada keberhasilan penjualan ORI029 yang mampu menyerap dana hingga Rp14,44 Triliun di tengah ketidakpastian awal tahun, SR024 diproyeksikan akan mendapat respons positif yang serupa dari pasar domestik sebelum masa penawaran berakhir pada 15 April mendatang.

Pemerintah Tawarkan Sukuk Ritel SR024, Alternatif Investasi Aman di Tengah Dinamika Global

S_Pit 06 Mar 2026 Tim Labirin

JAKARTA – Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan kembali membuka penawaran instrumen Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) ritel seri SR024. Masa penawaran instrumen investasi ini berlangsung mulai 6 Maret hingga 15 April 2026.

Penerbitan SR024 merupakan bagian dari strategi pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sekaligus upaya pendalaman pasar keuangan domestik. Di tengah volatilitas pasar global, pemerintah menawarkan instrumen lindung nilai (safe haven) dengan tingkat imbal hasil (kupon) tetap yang kompetitif, yakni sebesar 5,55% per tahun untuk tenor 3 tahun (SR024T3) dan 5,90% per tahun untuk tenor 5 tahun (SR024T5).

Berikut adalah analisis daya tarik SR024 dibandingkan instrumen investasi lainnya di pasar saat ini:

1. Tingkat Imbal Hasil yang Kompetitif Dibandingkan SBN Sebelumnya

Kupon yang ditawarkan pada seri SR024 tercatat lebih tinggi dibandingkan seri Surat Berharga Negara (SBN) ritel pendahulunya. Sebagai perbandingan, pada seri ORI029 yang masa penawarannya ditutup pada Februari 2026, pemerintah menetapkan kupon sebesar 5,45% (tenor 3 tahun) dan 5,80% (tenor 6 tahun).

Selain memberikan selisih imbal hasil (premium spread) yang lebih tinggi dan melampaui seri ST015 serta ORI028, SR024 juga menawarkan durasi penguncian dana (tenor) yang lebih singkat untuk imbal hasil maksimal (5 tahun berbanding 6 tahun pada ORI029). Hal ini menunjukkan langkah proaktif pemerintah dalam merespons kenaikan yield obligasi di pasar sekunder guna menjaga minat investor ritel.

2. Keunggulan Imbal Hasil Bersih (Net Yield) di Atas Deposito

Jika dikomparasikan dengan deposito perbankan, SR024 menawarkan imbal hasil yang lebih optimal. Saat ini, rata-rata tingkat bunga deposito perbankan, khususnya pada bank BUMN, berada di kisaran 4% (sesuai tingkat bunga penjaminan LPS).

Keunggulan SR024 juga terlihat dari aspek perpajakan. Pajak atas imbal hasil SBN ritel hanya dikenakan sebesar 10%, lebih rendah dibandingkan pajak bunga deposito yang mencapai 20%. Melalui skema net yield, investasi pada SR024 memberikan imbal hasil bersih yang lebih tinggi, yang dibayarkan pada tanggal 10 setiap bulannya. Pembayaran pokok dan kupon investasi ini juga dijamin 100% oleh Undang-Undang.

3. Likuiditas Terjaga di Pasar Sekunder (Tradable)

Berbeda dengan instrumen Savings Bond Ritel (SBR) atau Sukuk Tabungan (ST) yang bersifat non-tradable, SR024 merupakan instrumen yang dapat diperdagangkan di pasar sekunder (tradable). Instrumen tanpa warkat (scripless) ini dapat mulai diperjualbelikan pada 11 Mei 2026, setelah melewati masa tunggu minimum (minimum holding period).

Bagi investor dengan profil risiko agresif, status tradable ini memberikan peluang untuk memperoleh keuntungan modal (capital gain) jika harga sukuk mengalami kenaikan di pasar sekunder. Sementara itu, bagi investor konservatif, SR024 dapat disimpan hingga jatuh tempo (hold to maturity) sebagai instrumen pendapatan pasif (passive income) bulanan yang stabil terhadap fluktuasi harga.

4. Kepatuhan Prinsip Syariah dan Kontribusi Pembangunan Riil

SR024 diterbitkan menggunakan akad Ijarah Asset to be Leased, sehingga memenuhi prinsip syariah dan bebas dari unsur riba, maysir (judi), serta gharar (ketidakpastian). Hal ini memberikan kepastian hukum dan ketenangan bagi basis investor syariah di Indonesia.

Aset dasar (underlying asset) yang digunakan meliputi Barang Milik Negara (BMN) dan berbagai proyek atau kegiatan kementerian yang tercantum dalam APBN 2026. Dengan minimum investasi mulai dari Rp1 juta, masyarakat termasuk generasi Milenial dan Gen Z yang mendominasi porsi pembelian SBN sebelumnya, dapat berkontribusi secara langsung dalam pembiayaan pembangunan infrastruktur nasional, seperti jalan, jembatan, hingga fasilitas pendidikan.

Pemerintah telah menunjuk 32 mitra distribusi (midis) resmi, yang terdiri dari bank umum konvensional (seperti BCA, Mandiri, BNI), bank syariah (seperti BSI), hingga platform teknologi finansial (fintech) seperti Bareksa dan Bibit. Mengacu pada keberhasilan penjualan ORI029 yang mampu menyerap dana hingga Rp14,44 Triliun di tengah ketidakpastian awal tahun, SR024 diproyeksikan akan mendapat respons positif yang serupa dari pasar domestik sebelum masa penawaran berakhir pada 15 April mendatang.

Pemerintah Bebaskan 100% PPN Tiket Pesawat Mudik 2026, Dorong Efek Pengganda Ekonomi Daerah

S_Pit 02 Mar 2026 Tim Labirin

?


JAKARTA – Pemerintah secara resmi menetapkan kebijakan pembebasan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 100% untuk tiket pesawat kelas ekonomi rute domestik selama periode mudik Hari Raya Idulfitri 2026. Kebijakan strategis ini diambil sebagai langkah fiskal untuk menjaga daya beli masyarakat kelas menengah sekaligus menstimulasi pertumbuhan ekonomi pada kuartal pertama.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan bahwa penghapusan beban PPN ini diproyeksikan dapat menurunkan harga tiket pesawat secara riil pada kisaran 17% hingga 18%. Proyeksi tersebut juga didukung oleh rencana pemangkasan komponen biaya penerbangan lainnya, seperti pajak bandara (airport tax) dan pajak avtur.

Peningkatan Stimulus dari Periode Sebelumnya

Kebijakan PPN Ditanggung Pemerintah (DTP) sebesar 100% ini merupakan langkah yang lebih agresif dibandingkan periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026. Pada periode tersebut, pemerintah baru menerapkan skema PPN DTP sebesar 6%, sehingga konsumen masih harus menanggung sisa beban pajak sebesar 5%. Pada periode Lebaran 2026 ini, pemerintah memberikan insentif penuh guna memaksimalkan penurunan harga tiket di pasaran.

Dampak Ekonomi Pengganda (Multiplier Effect) Penurunan harga tiket pesawat diharapkan tidak hanya berdampak pada sektor transportasi, tetapi juga memicu efek pengganda (multiplier effect) bagi perekonomian daerah. Dana sisa hasil penghematan pembelian tiket pesawat berpotensi dialihkan masyarakat untuk konsumsi ritel, kuliner, dan pariwisata di daerah tujuan mudik.

Selain sektor udara, pemerintah juga memberikan subsidi untuk moda transportasi lain pada periode mudik kali ini, antara lain:

·       Diskon tarif 30% untuk tiket kereta api dan kapal laut.

·       Pembebasan tarif 100% (gratis) untuk jasa kepelabuhanan atau tarif dasar penyeberangan.

Kondisi Finansial Maskapai dan Sinergi Korporasi

Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, menegaskan bahwa insentif PPN DTP 100% ini bersumber sepenuhnya dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Oleh karena itu, kebijakan ini dipastikan tidak akan memotong margin keuntungan maskapai penerbangan. Iklim industri yang kondusif ini turut direspons positif oleh para pelaku usaha. Sebagai contoh, maskapai nasional Garuda Indonesia meluncurkan program promosi "Takjil Ramadan", yang memberikan tambahan potongan harga tiket hingga 20% melalui kode promosi MUDIK26. Sinergi antara insentif pemerintah dan program korporasi ini dinilai akan memberikan nilai tambah yang optimal bagi konsumen.

Pengawasan Ketat Terhadap Dinamika Pasar

Meskipun stimulus telah diberikan, tantangan utama pada musim mudik tetap berada pada ketidakseimbangan antara tingginya permintaan (demand) dan ketersediaan kursi (supply). Dinamika ini kerap mengakibatkan habisnya tiket penerbangan langsung (direct flight), sehingga masyarakat beralih pada opsi penerbangan transit dengan struktur harga yang lebih tinggi. Untuk mencegah praktik yang merugikan konsumen, Kementerian Perhubungan bersama Satuan Tugas (Satgas) terkait akan meningkatkan pengawasan di lapangan. Pengawasan difokuskan pada maskapai dan Agen Perjalanan Daring (Online Travel Agent/OTA) guna memastikan tidak ada kenaikan tarif dasar (base fare) yang tidak wajar sebelum berlakunya potongan PPN DTP.

Strategi Pengendalian Output Komoditas: Optimalisasi Fiscal Capture Melalui Instrumen RKAB dan Tata Kelola Hilirisasi Nikel Indonesia

Flower 24 Feb 2026 Tim Labirin

Jakarta – Memasuki tahun 2026, Indonesia melakukan reorientasi kebijakan sektor pertambangan nikel dengan beralih dari strategi ekpansi volume menuju strategi stabilitas nilai. Sebagai pemegang kendali atas lebih dari 50% pasokan nikel global, pemerintah secara resmi menerapkan pembatasan kuota produksi melalui instrumen Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB). Kebijakan ini merupakan langkah strategis untuk memitigasi risiko oversupply yang sempat menekan harga komoditas pada periode sebelumnya, sekaligus menjadi upaya sistematis dalam mengamankan penerimaan negara dari sisi fiskal dan royalti.

Intervensi Pasar dan Stabilisasi Harga Global

Sejak awal kuartal I-2026, harga nikel di London Metal Exchange (LME) menunjukkan tren apresiasi pada level US$18.000 hingga US$19.500 per ton. Kenaikan ini merupakan dampak langsung dari kebijakan pemerintah dalam membatasi keran produksi di hulu. Dengan menciptakan kelangkaan pasokan yang terukur, Indonesia memiliki posisi tawar untuk memengaruhi mekanisme pembentukan harga di pasar internasional. Strategi ini mengubah paradigma pengelolaan sumber daya alam (SDA) dari sekadar komoditas murah menjadi aset strategis yang memiliki nilai intrinsik tinggi dalam rantai pasok energi global.

Optimalisasi Penerimaan Negara: Mekanisme Pajak dan PNBP

Terdapat kekhawatiran bahwa pembatasan kuota akan mengakibatkan penurunan pendapatan negara. Namun, analisis data fiskal menunjukkan korelasi positif antara pembatasan produksi dengan peningkatan kualitas penerimaan negara melalui tiga kanal utama:

1.    Tarif royalti nikel bersifat progresif dan sangat bergantung pada harga pasar dunia. Meskipun volume produksi dijaga pada level tertentu, kenaikan harga per unit yang signifikan justru meningkatkan agregat PNBP yang masuk ke kas negara. Efisiensi ini memastikan bahwa eksploitasi cadangan nasional memberikan margin keuntungan yang maksimal bagi negara.

2.     Peningkatan harga jual produk turunan nikel (seperti nikel sulfat dan feronikel) secara otomatis memperbaiki struktur laba-rugi perusahaan smelter di kawasan industri. Dengan profitabilitas yang lebih sehat, basis pengenaan Pajak Penghasilan (PPh) Badan menjadi lebih luas. Hal ini meminimalisir praktik penghindaran pajak yang sering kali memanfaatkan kondisi harga komoditas yang rendah untuk mengklaim kerugian fiskal.

3.    Transformasi dari ekspor bijih (raw material) menjadi produk olahan bernilai tambah memberikan dampak pengganda (multiplier effect) pada struktur perpajakan. Produk hilirisasi memiliki profil pajak yang lebih kompleks dan bernilai tinggi dibandingkan bahan mentah, sehingga memberikan kontribusi dividen ekonomi yang lebih besar bagi pembangunan nasional. 

Persaingan Teknologi dan Ketahanan Pasar

Di sisi lain, industri nikel dihadapkan pada tantangan penetrasi baterai Lithium Ferro Phosphate (LFP) yang memiliki struktur biaya lebih rendah. Meski demikian, untuk segmen kendaraan listrik dengan performa tinggi (high-range), kepadatan energi yang ditawarkan oleh nikel tetap menjadi standar industri yang belum tergantikan. Indonesia bertaruh pada keunggulan teknis ini untuk memastikan permintaan nikel tetap solid dalam jangka panjang, meskipun kompetisi teknologi baterai terus berkembang.

Kebijakan yang diambil Indonesia pada tahun 2026 mencerminkan kedewasaan dalam tata kelola sumber daya alam. Pengaturan keran produksi melalui RKAB adalah upaya untuk memastikan bahwa setiap satuan massa nikel yang diekstraksi memberikan kontribusi fiskal yang optimal dan berkelanjutan. Indonesia kini tidak lagi berperan sebagai pengikut harga (price taker), melainkan telah bertransformasi menjadi penentu arah pasar (price maker) yang mengintegrasikan kepentingan kedaulatan ekonomi dengan dinamika transisi energi global.

Gentengisasi: Misi Ganda Mempercantik Wajah Indonesia dan Menggerakkan Roda Ekonomi Nasional

Andhika 04 Feb 2026 tim labirin

JAKARTA – Program "Gentengisasi" yang dicanangkan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto bukan sekadar proyek perbaikan estetika hunian semata. Di balik rencana penggantian atap seng menjadi genteng tanah liat secara massal ini, tersimpan strategi ekonomi makro yang dirancang untuk menciptakan efek berganda (multiplier effect) bagi industri daerah hingga potensi peningkatan pendapatan negara dari sektor perpajakan.

Langkah ini diambil pemerintah sebagai respons atas kondisi permukiman di berbagai wilayah yang masih didominasi atap seng. Presiden Prabowo menilai penggunaan material tersebut sudah tidak relevan dengan visi Indonesia modern karena selain membuat suhu ruangan panas, atap seng yang mudah berkarat memberikan kesan kumuh. Melalui program ini, pemerintah ingin memastikan rakyat mendapatkan hunian yang lebih sejuk dan layak, sekaligus mengubah wajah kota-kota di Indonesia menjadi lebih asri.

Stimulus Ekonomi dan Potensi Pajak

Dari kacamata ekonomi, proyek gentengisasi diproyeksikan menjadi angin segar bagi geliat ekonomi kerakyatan. Legislator Jawa Timur dan kalangan industri optimistis program ini akan mendongkrak ekonomi desa, khususnya di sentra-sentra produksi genteng seperti Jatiwangi dan wilayah lainnya.

Mekanismenya bekerja melalui lonjakan permintaan bahan baku. Ketika proyek ini berjalan, industri genteng rakyat dan pabrikan keramik nasional akan dipacu untuk meningkatkan kapasitas produksinya. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita meyakini hal ini membuka peluang besar bagi industri dalam negeri untuk melakukan ekspansi.

Selain itu, pelibatan Koperasi Merah Putih dalam rantai pasok produksi dan distribusi genteng diharapkan dapat memformalkan ekonomi desa yang selama ini tak tersentuh pajak, mengubahnya menjadi aktivitas ekonomi produktif yang berkontribusi pada pendapatan daerah maupun negara.

Efisiensi Anggaran untuk Dampak Maksimal

Terkait pendanaan, pemerintah memastikan tidak akan membebani APBN secara berlebihan. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan bahwa alokasi dana untuk program ini diperkirakan tidak sampai menembus angka Rp 1 triliun.

Pemerintah berencana menggunakan pos anggaran cadangan atau melakukan realokasi dari pos lain yang memungkinkan efisiensi, salah satunya dari pos Makan Bergizi Gratis (MBG). Skema pembiayaan ini dinilai realistis mengingat program ini tidak menyasar seluruh rumah, melainkan difokuskan pada hunian yang masih menggunakan atap seng di kantong-kantong permukiman padat.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menambahkan bahwa gentengisasi akan diintegrasikan dengan program penataan kawasan agar dampaknya lebih holistik. Dengan demikian, program ini menawarkan solusi lengkap: rakyat mendapatkan rumah yang nyaman, industri lokal tumbuh subur, dan negara mendapatkan manfaat fiskal dari perputaran ekonomi yang tercipta.