Digital Ekonomi umum
( 1143 )Jahe Merah Dari Sumba, Tembus Pasar Daring
Aromanya langsung menguar saat bubuk jahe merah diseduh dalam cangkir. Suguhan jahe panas menghangatkan tubuh dalam balutan suhu dingin di ketinggian 600 meter di atas permukaan laut itu pada Rabu (19/3) pagi. Di sana, di pedalaman Pulau Sumba, beroperasi usaha kecil pengolahan tepung jahe merah milik Soleman Mawo (40) di Desa Ombarade, Kabupaten Sumba Barat Daya, NTT, 30 km dari Tambolaka, ibu kota Kabupaten Sumba Barat Daya, dengan kondisi jalan sebagian rusak berat. Pagi itu, ratusan bungkus jahe merah siap dikirim ke beberapa kota di Bali, Jatim dan Jakarta. Setiap bungkus berisi 250 gram. ”Semua dipesan secara online (daring). Kami posting produk di media sosial seperti Instagram dan juga di toko online seperti Shopee,” kata Soleman.
Berkat bantuan platform digital, tepung jahe merah dari Ombarade yang diproduksi sejak 2017 telah menembus pasar nasional. Mulai dari sedikit orderan, kini tiap bulan bisa terjual hingga 1.000 bungkus, bahkan lebih. Menurut Soleman, pertumbuhan usahanya itu positif dan menjanjikan. Banyak orang mengonsumsi jahe merah untuk menjaga imunitas tubuh, menambah stamina, dan memperlancar peredaran darah. ”Begitu kesan yang disampaikan konsumen,” ujarnya. Namun, pelaku UMKM itu mengeluhkan tingginya ongkos pengiriman. Untuk tujuan Jakarta, ongkos pengiriman Rp 75.000 per 1 kg. Ongkos kirim lebih mahal dibanding harga satu bungkus jahe. Jahe yang diolah Soleman diserap dari 20 petani lokal. Soleman membeli jahe mentah dengan harga Rp 12.000 per kg, di atas harga pasar setempat.
Sebelumnya, jahe petani diborong pengepul dengan harga sangat murah. Ketika musim panen, harga anjlok hingga Rp 5.000 per kg. Jahe dimaksud hasil budidaya pertanian organik. Agar bebas dari pupuk kimia, petani disarankan menggunakan pupuk hewan yang banyak ditemukan di sana. Untuk memastikan kualitas jahe, Soleman memantau mulai dari proses penyiapan lahan hingga pascapanen. Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena mengatakan, UMKM, termasuk yang digeluti Soleman, akan diperkuat. Dari sisi permodalan, Bank NTT dan beberapa bank lain dapat membantu pendanaan, sedangkan untuk akses pasar bisa dibantu Dewan Kerajinan Nasional NTT. Platform digital menjadi andalan. (Yoga)
Penyaluran BHR Grab Mengacu pada Imbauan Presiden
Grab, platform transportasi online di Indonesia memberikan klarifikasi terkait nominal peyaluran Bonus Hari Raya (BHR) kepada mitra pengemudi. Grab menyebut, penyaluran BHR sudah sesuai dengan imbauan Presiden Prabowo, saat pertemuan di Istana Negara, pada 10 Maret 2025. "Grab mengacu pada imbauan Presiden (pada 10 Maret 2025 di Istana Negara yang juga dihadiri Anthony Tan, Group CEO & Co-Founder Grab), dimana BHR diberi atas dasar keaktifan kerja mitra pengemudi," kata Chiefof Public Affairs Grab Indonesia, Tirza Munusamy dalam keterangan persnya, Kamis (27/3/2025). Penyaluran BHR dilakukan berdasarkan mekanisme yang telah ditetapkan Grab, dengan mempertimbangkan berbagai faktor, selain tingkat keaktifan juga sangat bergantung pada kemampuan finansial perusahaan.
Karena itu, mitra pengemudi yang belum menerima BHR, berarti tidak memenuhi kriteria sesuai skema yang berlaku, karena kurang aktif atau tidak mencapai tingkat keterlibatan yang ditentukan. Grab membagi penerima BHR menjadi 4 tingkatan. Tingkatan pertama, sesuai arahan Presiden, yaitu berdasarkan keaktifan kerja atau mitra aktif yang berkinerja baik, diperuntukkan untuk mitra jawara dengan mempertimbangkan konsistensi selama 12 bulan terakhir. "Untuk mitra jawara teladan paling aktif mendapatkan nominal BHR tertinggi yaitu Rp1.600.000 untuk mitra roda 4 serta Rp 850.000 untuk mitra roda 2," jelas Tirza. Sedangkan, untuk tingkatan kedua (mitra Ksatria), ketiga (Mitra Pejuang) dan keempat (Anggota), disebut murni inisiatif Grab dalam semangat berbagi menyambut Hari Idulfitri." (Yetede)
Fitur Bayarin, Terobosan Inovasi dari Grab, Diluncurkan
Grab, salah satu super App di Tanah Air meluncurkan inovasi pertama di Indonesia, yaitu fitur bayarin. Fitur ini memudahkan pengguna untuk mengelola beragam tagihan untuk kebutuhan harian dengan lebih praktis, cepat, dan efisien. Melalui fitur ini, pengguna dapat dengan mudah mengirimkan permintaan pembayaran maupun membayarkan tagihan untuk isi ulang pulsa, listrik (prabayar/token dan pascabayar / langganan), BPJS, internet dan TV kabel, serta PBB dan berbagai jenis tagihan lainnya. Pembayaran tagihan dapat dilakukan melalui link atau tautan, tanpa perlu berbagi informasi rekening maupun berpindah aplikasi. Head, Marketing Platform, GE, Lending, Insurance, DG dan Kios, Grab Indonesia, Hadi Koe mengatakan, data internal menunjukkan bahwa satu dari dua transaksi bulanan pengguna di kanal produk digital dilakukan untuk pengguna lain.
“Hal ini lah yang mendorong kami melahirkan inovasi ini dengan harapan dapat semakin memudahkan pengguna melakukan pembayaran tagihan dengan cepat dan tidak ribet. Keberadaan fitur bayarin juga menjadikan kami yang pertama di antara layanan pembayaran digital lainnya yang memiliki inovasi ini," kata Hadi dalam keterangan persnya, Selasa (25/3/2025). Menurut Hadi, fitur bayarin juga dirancang sebagai solusi saat situasi mendesak, terutama bagi orang tua dan anak. Pengguna dapat mengirimkan permintaan pembayaran tagihan apapun kepada kerabat dekat mereka secara instan dengan klik “Minta Dibayarin” sebelum melanjutkan transaksi. Dengan mengirim tautan permintaan ke orang terdekat melalui whatsapp atau channel pilihan lain, permintaan terbayar setelah transaksi selesai. (Yetede)
Aftech Bertekad Memacu Sistem Keuangan Digital RI
Asosiasi Fintech Indonesia (Aftech) bertekad untuk memajukan industri dan ekosistem keuangan digital (financial technology/fintech) di Tanah Air, melalui kolaborasi lintas stakeholder, mendorong inovasi yang inklusif, serta memastikan keamanan dan perlindungan data pribadi pengguna. Hal tersebut disampaikan Ketua Umum Aftech periode 2025-2029, Pandu Sjahrir pada Rapat Umum Anggota Tahunan Aftech 2025 di Jakarta, pekan lalu. "Kami akan menjalankan tanggung jawab ini dengan serius dan berkomitmen membawa industri fintech Indonesia ke level yang lebih baik. Kolaborasi dengan sektor privat dan pemangku kepentingan lainnya akan menjadi kunci utama," ujar Pandu dalam keterangan persnya, Selasa (25/3/2025). Aftech akan fokus pada penguatan Dewan Etik, Kode Etik dan Self Assessment. Aftech juga akan mendorong inovasi dalam pengembangan infrastruktur keuangan digital untuk masyarakat.
"Kami akan berkolaborasi dengan banyak pihak menciptakan keseimbangan keleluasaan dan kontrol, demi layanan finansial yang lebih baik," imbuh Pandu. Pandu menyertakan CEO Privy, Marshall Pribadi, sebagai Wakil Ketua Umum dan CIO Privy, Krishna Chandra sebagai Anggota Dewan Etik. "Privy berkomitmen mendorong penggunaan tanda tangan digital dan identitas digital di seluruh lini aktivitas fintech Indonesia. Langkah ini diharapkan meningkatkan kepercayaan dan keamanan dalam ekosistem fintech," ujar Marshall. Marshal juga menyoroti maraknya kasus fraud dan isu perlindungan konsumen sebagai tantangan utama. "Tugas kami adalah mengembalikan kepercayaan konsumen, regulator dan industri fintech. Kami berkomitmen menerapkan praktik tata kelola yang baik atau good governance, memperkuat Kode Etik, serta menegakkan standar etika di dalam asosiasi," tegasnya. (Yetede)
Keamanan Transaksi Pelaku Ekonomi Kreatif dipastikan oleh BSSN-Parekraf
Badan Siber danSandi Negara (BSSN) menjalin kerjasama strategis dengan Kementerian Ekonomi Kreatif untuk memastikan perlindungan keamanan transaksi elektronik bagi para pelaku ekonomi kreatif di Tanah Air. Keduanya berkomitmen mewujudkan Sistem Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) melalui layanan pemerintah yang aman dan andal. Kepala BSSN Nugroho mengatakan,keduanya telah menyepakati poin-poin yang menjadi kesepakatan bersama, diantaranya pemanfaatan sertifikat elektronik, pengamanan TIK, peningkatan kapabilitas keamanan siber dan sandi, kampanye literasi keamanan siber, serta kerja sama lainnya.
“Kami berharap berbagai kerja sama dapat kita laksanakan demi mewujudkan visi Bersama Indonesia Maju Menuju Indonesia Emas 2045 dan Asta Cita Presiden Prabowo dan Wapres Gibran," kata Kepala BSSN, Nugroho Sulistyo Budi, Senin (24/3/2025). Menurut Sulistyo, kerja sama ini juga mencakup penyediaan sertifikat elektronik dan peningkatan kapasitas SDM untuk memastikan keamanan sistem teknologi yang digunakan oleh Kementerian Ekonomi Kreatif dalam penyelenggaraan layanan publik. Menekraf, Teuku Riefky Harsya menuturkan kerja sama ini menjadi kolaborasi hexahelix pemerintah, akademisi, lembaga keuangan, media, komunitas, hingga bisnis yang dilakukan melalui pengembangan riset, pendidikan hingga pelindungan kreativitas. (Yetede)
Janji Penyalurkan BHR Sudah ditunaikan Aplikator
Dua platform penyedia transportasi online di Tanah Air, Gojek dan Grab memastikan telah merampungkan penyaluran Bonus Hari Raya (BHR) kepada para mitra pengemudi online, pada Senin (24/3/2025). Bonus tersebut dihitung 20% dari rata-rata pendapatan bersih dalam setahun. Pemberian bonus tersebut mempertimbangkan kemampuan finansial perusahaan. Gojek menyalurkan BHR secara tunai melalui saldo GoPay mitra, sedang Grab melalui saldo OVO cash atau dompet tunai yang terhubung dengan akun Grab driver masing-masing mitra. Adapun Gojek membagi penerima BHR dalam lima kategori, dengan mitra juara utama sebagai kategori tertinggi. Besaran BHR yang diterima dalam kategori tertinggi adalah Rp 900.000 untuk mitra roda dua (motor) dan Rp 1.600.000 untuk mitra roda empat (mobil).
Sedangakan, Grab merampungkan penyaluran kepada hampir setengah juga mitra pengemudi. Nilai BHR yang diberikan untuk mitra pengemudi roda empat (mobil) berkisar antara Rp 50.000-Rp 1.600.000 dan mitra pengemudi roda dua antara Rp 50.000-Rp 850.000, dimana besarannya menyesuaikan tingkat pencapaian mitra selama 12 bulan terakhir.“Pemberian dana ini bukan Tunjangan Hari Raya (THR) sebagaimana pekerja formal, namun merupakan kontribusi Gojek untuk mendukung mitra driver dalam merayakan IdulFitri, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo terkait pemberian bonus tambahan bagi mitra driver,"kata Chief of Public Policy & Government Relations Goto, Ade Mulya. (Yetede)
Geliat Produksi Kue Kering Di Kampung Nastar
Sejumlah pekerja terlihat sedang merampungkan
pembuatan kue nastar di Kecamatan Larangan, Kota Tangerang, Banten, Jumat
(21/3/2025). Karena banyaknya usaha sejenis, daerah ini disebut sebagai kampung
nastar. Usaha kue rumahan dengan 25 pekerja tersebut dalam sehari bisa
memproduksi 50 kilogram nastar dan kue kering. Nastar dan kue kering dijual Rp
65.000 per stoples. (Yoga)
2,8 Juta UMKM Telah Dibiayai Amartha
Sejak berdiri hingga sekarang Amartha sudah menyalurkan pembiayaan produktif sebesar Rp 28 triliun dan telah membiayai 2,8 juta UMKM. VP Public Relations Amartha, Harumi Supit mengatakan, pembiayaan produktif dari tahun ke tahun semakin banyak. Meski begitu, perusahaan mampu menjaga rasio kredit bermasalah (NPL) hingga di bawah 3%. "Banyak sekali yang kita lakukan untuk menjaga NPL. Pokoknya kita sekarang fokusnya on quality terutama di tahun 2025, seperti yang kita lakukan di tahun-tahun sebelumnya," kata dia dalam acara Media Briefing di Jakarta, Rabu (19/3/2025). Harumi mengatakan, Amartha sangat berbeda dengan perusahaan fintech lainnya. Amartha lebih fokus membiayai pelaku UMKM yang berada di kota-kota tier kedua.
Amartha sudah memberikan pembiayaan ke lebih dari 50.000 desa. Sebelumnya, Amartha berfokus di pulau Jawa dalam menyalurkan pembiayaan. Kemudian Amartha masuk ke Sumatera, disusul Sulawesi, Bali dan Nusa Tenggara. Kemudian di 2024 Amartha melebarkan sayap bisnisnya ke Kalimantan. Harumi mengatakan, pihaknya akan terus fokus ke Indonesia Tengah dan Timur di masa mendatang, karena disana masih banyak sekali kebutuhan dari masyarakat yang perlu terjawab. Masih banyak masyarakat yang belum paham tahapan pembayaran melalui aplikasi. Ada yang ketika dihadapkan dengan apps ini bingung. Karena itu, Amartha ke pedesaaan-pedesaan untuk memberikan pendampingan kepada pelaku usaha UMKM terkait digitalisasi. (Yetede)
Sulitnya Mendaftar Program Mudik Gratis
Kondisi ekonomi yang lesu membuat program mudik gratis bagi warga
Jakarta laris manis. Pemprov DKI Jakarta pun menambah 1.161 kuota mudik gratis
bagi warga yang ingin pulang ke kampung halaman, tapi warga khawatir tingginya
antusiasme membuat sebagian dari mereka tetap tidak mendapatkan kuota tersebut. Eny Faridah (31), warga Jakbar,
Selasa (18/3) mengatakan, bersiap untuk perang tiket (war ticket) mudik gratis yang
disediakan Pemprov DKI Jakarta pada gelombang dua, Rabu (19/3).Tanpa
menggunakan tiket mudik gratis, ia harus mengeluarkan ongkos Rp 3 juta untuk
dia, suami, dan anaknya, pergi pulang naik kereta api atau bus umum.
Nilai uang itu dua kali lipat dari THR yang keluarganya dapatkan. Padahal,
tahun lalu, ia baru kena PHK. Karena itulah, tiket mudik gratis sangat berharga
sekali baginya dan sekeluarga. Jika tidak mendapatkan tiket mudik gratis, Eny
mengatakan tidak akan pulang kampung pada Lebaran kali ini. Ia akan melewatkan Idul
Fitri tanpa berkumpul dengan keluarga besar. Perjuangan untuk mendapat tiket
mudik gratis sudah ia lakoni sejak gelombang pertama. Ia sudah bersiap seusai
sahur, tetapi apes bagi Eny, laman pendaftaran selalu gagal dibuka. Ia
kesulitan mengakses pendaftaran kuota mudik gratis itu.
”Tulisannya masih dalam antrean terus. Semoga saya bisa mengamankan
tiket gelombang kedua. Saya takut gagal lagi,” ujar Eny. Ada 1.161 kuota
penumpang tambahan pada gelombang ini dengan 27 unit bus yang disediakan.
”Dengan ini, total kuota mudik gratis pada gelombang pertama dan kedua
mengangkut sebanyak 23.564 penumpang,” kata Kadis Perhubungan Jakarta, Syafrin Liputo,
Selasa (18/3). Pendaftaran mudik gratis gelombang kedua dilakukan secara daring
melalui situs resmi mudikgratis.jakarta.go.id. (Yoga)
Persaingan Nike dan Adidas
Bagi sebagian orang, jika sudah menggunakan
Adidas, mereka enggan beralih ke Nike, begitu pula sebaliknya. Salah satunya
Fildaz Raeditya (33) yang selama 10 tahun setia menggunakan produk Adidas tanpa
pernah membeli merek lain. Dari berbagai produk yang pernah ia coba sebelumnya,
Adidas menjadi pilihan yang paling nyaman di kakinya, sesuai dengan selera, dan
memberikan rasa percaya diri yang lebih. ”Durability (daya tahan) Adidas luar
biasa. Total ada delapan pasang sepatu yang saya miliki. Dari yang termurah, Rp
300.000 untuk model Superstar, hingga yang termahal Rp 3 juta, yaitu Microacer,
favorit saya. Yang paling sering dipakai Adizero SL,” ujarnya, Selasa (18/3).
Menurut Didit, kesetiaannya pada
Adidas didasarkan pada konsep klasik yang ditawarkan merek tersebut. Selain
itu, beberapa seri Adidas juga menghadirkan sentuhan futuristik, bahkan menggabungkan
kedua konsep itu dalam satu desain. Yavi Diamanta. Hingga usia 30 tahun, tetap
setia pada Nike dan tak pernah beralih ke merek lain. ”Nike punya kampanye yang
luar biasa. Bold, well-crafted, dan erat dengan dunia atlet. Gue suka banget
atlet-atlet Nike. Cerita bagaimana Nike bisa merekrut Michael Jordan, misalnya,
itu gila banget. Belum lagi deretan sepatu ikonik Nike yang sudah menjadi
bagian dari kultur,” ujar Yavi. Menurut dia, model Air Jordan 1 adalah sepatu
yang tak lekang oleh waktu.
Dua koleksi lainnya yang menjadi
favoritnya adalah Nike Blazer Mid 77 dan Jordan 1 Purple Court. Dari kecil dia memang
suka dan merasa paling cocok dengan Nike, dan tidak tertarik membeli merek lain.
Persaingan merebut hati konsumen tak hanya terlihat dari cerita Yavi dan Didit.
Dua jenama, Nike dan Adidas, juga bersaing ketat berdasarkan sejumlah data.
Mengutip laporan Brand Finance, di sektor aparel atau fashion, kedua merek ini
masuk 10 besar merek dengan nilai tertinggi di dunia pada 2024. Nike, mencatat
nilai merek sebesar 29,873 miliar USD, menempati peringkat kedua. Posisi Nike
digeser Louis Vuitton dari Perancis yang kini berada di peringkat pertama
dengan nilai pasar 32,235 miliar USD.
Pada 2024, Adidas berada di peringkat
kedelapan dengan nilai pasar 14,448 miliar USD. Dengan kekuatan branding-nya
yang solid, kedua jenama ini juga mencatat pendapatan besar. Berdasarkan data
Statista yang dipublikasikan pada 14 Januari 2025, pendapatan Adidas mencapai 23,683
miliar euro pada 2024, meningkat dari tahun sebelumnya di 21,427 miliar euro.
Nike mencatat pendapatan 47,78 miliar euro pada 2024, naik dari 42,65 miliar
euro pada 2023. Pendapatan besar yang diraih Nike dan Adidas juga didukung oleh
luasnya jaringan toko ritel serta jumlah pekerja yang tersebar di seluruh
dunia. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Kisruh Labuan Bajo Merusak Citra
04 Aug 2022 -
Masih Saja Marak, Satgas Tutup 100 Pinjol Ilegal
01 Aug 2022 -
ANCAMAN KRISIS : RI Pacu Diversifikasi Pangan
10 Aug 2022 -
HARGA PANGAN, Fenomena ”Lunchflation”
29 Jul 2022 -
Digitalisasi Keuangan Daerah
26 Jul 2022









