Sektor Riil
( 84 )Tingkat Pengangguran Tinggi
Menakar Bukti Kasus Kekerasan Seksual Ketua KPU
Kemendikbudristek Bakal Panggil Rektor
Pemerintah Tidak Boleh Tutup Mata
RDF Rorotan Reduksi 30 Persen Sampah Jakarta
AS Akan Kenakan Tarif baru Atas barang China
Pemerintah Amerika Serikat (AS) berencana mengenakan tarif baru yang besar atas kendaraan listrik, semikonduktor, peralatan tenaga surya, dan pasokan medis yang di impor dari China. Pemerintahan Presiden Joe Biden kemungkinan mengumumkannya pada Selasa (14/05/2024). "Tarif kendaraan listrik khususnya bisa naik empat kali lipat, 25% yang berlaku saat ini menjadi 100%," kata seorang pejabat AS. Para pejabat AS di pemerintahan Partai Demokrat yang dipimpin Biden dilaporkan frustasi atas kelebihan kapasitas manufaktur kendaraan listrik dan produk lainnya dari China.
Mereka beranggapan hal itu mengancam lapangan kerja dan keamanan nasional AS. Negara-negara industri termasuk AS dan sekutunya di Eropa khawatir gelombang ekspor China yang berharga murah akan membebani manufaktur di dalam negeri masing-masing. Di pihak AS, ada kekhawatiran khusus bahwa produk energi ramah lingkungan dari China akan melemahkan investasi besar-besaran produk ramah iklim, yang didorong oleh AS melalui Undang-Undang Pengurangan Inflasi, yang telah diteken Biden sejak Agustus 2022. (Yetede)
Pedang Bermata Dua Tranformasi Digital
Kurang Agresif Merangkul Pekerja Informal
BPS: Remitensi Pekerja Migran Indonesia Turut Berperan Tekan Angka Kemiskinan
Martinus Hukom: Narkotik Membunuh Lebih Dahsyat dari Teroris
Pilihan Editor
-
Parkir Devisa Perlu Diiringi Insentif
15 Jul 2023 -
Transisi Energi Membutuhkan Biaya Besar
13 Jul 2023 -
Izin Satu Pintu Diuji Coba
13 Jul 2023 -
Ekspansi Nikel Picu Deforestasi 25.000 Hektar
14 Jul 2023 -
Masih Kokoh Berkat Proyek IKN
13 Jul 2023









