Korporasi
( 1557 )Galang Dana Jumbo Demi Ekspansi
Proyek IKN Belum Bisa Perbaiki Kinerja BUMN Karya
Semakin Andalkan Pendapatan Rutin
Saham Milik Para Politisi Tersengat Sentimen Pilpres
PERPANJANGAN IUPK FREEPORT : NEGOSIASI JALAN TERUS SAAT PEMILU
Di tengah hiruk-pikuk persiapan Pemilu 2024 di Indonesia, Freeport-McMoRan Copper and Gold Inc. terus melancarkan negosiasi dengan Jakarta agar dapat memperpanjang kontrak konsesi tambang saat izin usaha pertambangan khusus (IUPK) mereka berakhir pada 2041.
Kepastian perpanjangan kontrak selepas tenggat waktu konsesi menjadi penting bagi Freeport-McMoran (FCX) karena rencana investasi yang masif pada tambang bawah tanah Kucing Liar yang belum tergarap. Kucing Liar merupakan bagian dari kawasan tambang Grasberg.Selain itu, pembangunan smelter tembaga di Gresik, Jawa Timur, dan rencana investasi nol emisi karbon perseroan juga ikut jadi perhitungan sampai 2060 mendatang. Saat ini progres pembangunan smelter tembaga Manyar PT Freeport Indonesia (PTFI) di Gresik telah mencapai sekitar 84%. Freeport-McMoran melaporkan eksekusi proyek smelter dengan nilai investasi US$3 miliar tersebut berjalan dengan baik dan tim sangat fokus untuk menyelesaikan proyek tersebut secara efi sien. Konstruksi smelter Freeport Indonesia itu diharapkan dapat rampung dan mulai mencapai komisioning pada kuartal II/2024 dengan jadwal ramp-up hingga akhir 2024. “Katalis yang signifi kan untuk kami saat ini adalah menyelesaikan smelter, saya kira itu akan menjadi alasan bagi kita dapat memperpanjang operasi umur dari sumber daya [Grasberg],” kata President Freeport-McMoRan Kathleen Quirk dalam conference call FCX kuartal III/2023 pekan lalu.
Aktivitas pengembangan praproduksi sudah dikerjakan sejak 2022 dan diperkirakan bakal berlanjut hingga sekitar 10 tahun mendatang. Belanja modal diperkirakan rata-rata US$400 juta per tahun selama rentang 10 tahun tersebut. Produksi tahunan Kucing Liar ditargetkan 550 juta pon tembaga dan 560.000 ons emas saat masuk tahap komersial awal. Pada saat yang sama, Quirk menambahkan, FCX tengah melakukan eksplorasi tambahan di kawasan Grasberg selepas identifikasi atas potensi baru di blok Deep Mill Level Zone (MLZ). Lewat tiga blok tambang yang kini beroperasi di kawasan Grasberg, kapasitas produksi tahunan PTFI sekitar 1,6 miliar pon tembaga dan 1,6 juta ons emas.
Namun, pemerintah memasukkan penambahan kepemilikan saham sebagai salah satu syarat perpanjangan kontrak IUPK PTFI. “Pemerintah akan menambah saham kurang lebih 10%,” kata Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia dalam suatu konferensi pers pada April.
Selain investasi besar-besaran pada eksplorasi cadangan baru, FCX juga berencana berinvestasi pada pembangkit berbasis gas,sebagai pengganti pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) yang ditargetkan beroperasi pada 2027 mendatang. Investasi baru pada pembangkit listrik tenaga gas dan uap (PLTGU) berkapasitas 265 megawatt (MW) itu bakal memakan investasi sekitar US$1 miliar, mengutip laporan Freeport-McMoRan Inc. triwulan III/2023.
Di sisi lain, Freeport menyatakan, sesuai ketentuan IUPK yang disepakati pada 2018, bea keluar konsentrat seharusnya tidak lagi dikenakan setelah progres smelter PTFI mencapai lebih dari 50%.
VP Corporate Communications PTFI Katri Krisnati mengatakan bahwa terkait dengan upaya keberatan tentang penerapan tarif bea keluar, pihaknya masih mengharapkan jalan tengah dari pemerintah.
Komitmen Menuju Rantai Pasok Hijau
Dalam kunjungan beberapa media di Asia Tenggara ke fasilitas DHL Supply Chain Logistic Hub 4 Penang, Selasa (17/10) kesan kumuh sebuah gudang langsung sirna. Udara sejuk dengan sirkulasi terjaga membuat siapa pun yang masuk gudang tak merasa gerah dan pengap. Padahal, rak-rak besi dengan tinggi 15 meter memenuhi ruangan. Dalam rak yang bersekat-sekat itu, tersusun barang-barang dalam kemasan kayu dan plastik yang rapi. Di lorong antara rak-rak besi tersebut, sebuah forklif mondar-mandir beroperasi memindahkan barang. Untuk gudang ini, DHL sudah memiliki sistem semirobotik dalam menempatkan barang-barangnya. Teknologi canggih diterapkan dalam operasinya. Operator tinggal memindai kode batang atau kode respons cepat ke sensor robot untuk mengambil barang. Forklif akan bergerak ke area penyimpanan dan mengambil barang yang diinginkan.
Gambaran gudang modern penuh teknologi seperti ini menjadi hal yang kini lazim ditemui di fasilitas pergudang- an milik DHL. GM Operation DHL Supply Chain Malaysia Viknesvaran Katherason mengatakan bahwa gudang itu sangat efisien karena hanya mempekerjakan 50 orang. Gudang sudah menggunakan teknologi semirobotik dan mengutamakan kendaraan listrik untuk alat berat. Saat ini ada empat gudang DHL Supplay Chain di Penang. ”Biaya operasional gudang kami tergantung permintaan pelanggan. Semakin kompleks pekerjaan di gudang dan semakin canggih teknologinya, maka semakin besar biayanya. Apa pun yang diinginkan pelanggan, kami akan memfasilitasi dengan teknologi,” ucap Viknesvaran. Inovasi dengan teknologi canggih itu adalah bagian dari investasi DHL Supply Chain untuk memperkuat rantai pasok di Asia Tenggara.
Dalam lima tahun ke depan, investasi 350 juta euro akan digelontorkan ke beberapa negara di kawasan ini. Di Indonesia, DHL akan menambah 40.000 meter persegi luas gudang untuk fasilitas DHL Maheswara Green Logistics di Jabar yang akan rampung akhir 2023. Investasi sebesar 25 juta euro itu menitikberatkan keberlanjutan lingkungan dengan penggunaan fitur-fitur seperti panel surya, lampu LED dengan sensor gerak, dan pengumpulan air hujan. Sejalan dengan langkah global DHL Group untuk melakukan praktik logistik yang ramah lingkungan, di Indonesia akan diperluas penggunaan armada kendaraan listrik (EV) dengan target 11 kendaraan pada tahun 2025. Langkah ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk mendorong penggunaan kendaraan listrik di Indonesia. Dengan berbagai upaya tersebut, ambisi untuk menjadi perusahaan logistik netral karbon pada tahun 2030 merupakan keniscayaan. (Yoga)
Tekad dan Kerja Keras yang Pertama, Modal Nomor Sekian
CEO UOB Indonesia: Akuisisi Citibank Rampung Tahun Ini
AKSI KORPORASI : MAIN Sasar Pasar Luar Negeri
PT Malindo Feedmill Tbk. (MAIN) agresif menyasar pasar internasional untuk menopang penjualannya tahun ini. Setelah melepas 18 ton produk olahan ayam ke Singapura, perusahaan berencana mengukuhkan produknya di pasar Jepang dan Uni Emirat Arab.Direktur Malindo Feedmill Rewin Hanrahan mengatakan, keberhasilan menjangkau pasar Singapura membuktikan bahwa bahwa produk MAIN memiliki daya saing, karena Singapura dikenal sebagai salah satu negara yang ketat dalam hal kualitas.MAIN memang kembali melakukan ekspor produk olahan ayam ke Singapura. MAIN melalui entitasnya PT Malindo Food Delight Cikarang melepas 3 kontainer 18 ton produk olahan dengan nilai US$90.000 pada Jumat (20/10).
Sejak 2020, Malindo dengan produk olahan SunnyGold juga sudah berhasil ekspor ke pasar Jepang. Rewin menargetkan pada bulan depan pihaknya bisa mengekspor 2 kontainer ayam beku dan 2 kontainer produk olahan ke Singapura.Malindo juga berharap agar ekspor 1 kontainer produk olahan ke Uni Emirat Arab dan juga ke Jepang dapat segera terlaksana.
Plt. Menteri Pertanian Arief Prasetyo Adi optimistis ekspor yang dilakukan oleh MAIN dapat berimplikasi terhadap upaya pemerintah menekan impor dan memperkuat produksi dalam negeri.
Sektor pertanian merupakan komponen ekonomi nasional yang sangat strategis dan penting. Arief menyampaikan, Indonesia memiliki berbagai program unggulan, sehingga kegiatan ekspor harus digencarkan.
Sementara itu, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Nasrullah menyampaikan, ekspor tersebut bisa dicapai karena Kementerian Pertanian melakukan penerapan berbagai standar dan aturan yang sudah menjadi pegangan dalam menghasilkan produk pangan ternak berkualitas.
PERDAGANGAN KOMODITAS : 14 Perusahaan Siap Ramaikan Bursa CPO
Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) memastikan setidaknya akan ada 14 perusahaan sawit yang bakal menjadi anggota Bursa Crude Palm Oil atau CPO.Direktur ICDX Yugieandy Tirta Saputra mengatakan, pihaknya saat ini sedang memberikan pelatihan terkait dengan sistem perdagangan CPO melalui bursa kepada 14 perusahaan sawit yang masuk ke dalam pipeline anggota Bursa CPO.Selain itu, ke-14 perusahaan sawit tersebut juga masih harus melengkapi beberapa persyaratan untuk menjadi anggota Bursa CPO Indonesia, salah satunya adalah menyetorkan uang jaminan transaksi kepada ICDX selaku penyelenggara tunggal Bursa CPO.
Beberapa di antaranya adalah emiten sawit milik Grup Salim, PT Salim Ivomas Pratama Tbk. (SIMP). Ada juga PT Sampoerna Agro Tbk. (SGRO), PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk. (UNSP), dan PT Wilmar Nabati Indonesia.Adapun, target anggota Bursa CPO yang dibidik ICDX hingga pengujung 2023 adalah sebanyak 50 pengusaha sawit.
Perdagangan perdana di Bursa CPO terjadi pada kon-trak CPO bersertifi kat ISPO, dengan total 4 lot atau 100 metrik ton CPO pada harga Rp11.305. Terdapat dua perusahaan yang terlibat dalam transaksi tersebut.









