Tags
Korporasi
( 1557 )DMND Perkuat Inovasi Produk
HR1
21 Oct 2023 Kontan
Emiten produk barang konsumsi atau Fast Moving Consumer Goods (FMCG), PT Diamond Food Indonesia Tbk (DMND) mengincar kenaikan kinerja pendapatan di sepanjang tahun ini. Pihaknya menargetkan untuk dapat meraih pertumbuhan hingga dua digit dibandingkan tahun sebelumnya. Direktur DMND, Philip Min Lih Chen menyatakan, jika mengacu hasil kinerja pada paruh pertama 2023, DMND optimistis dapat mempertahankan pertumbuhan kinerja hingga akhir tahun. Bahkan, bisa melampaui perolehan tahun lalu. Optimisme ini salah satunya didukung proyeksi pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai 5,2% tahun ini. Di sisi lain, DMND juga mendukung inisiatif pemerintah dalam meningkatkan daya beli masyarakat, baik melalui pijakan subsidi dan bantuan sosial. DMND belum merilis secara resmi laporan keuangan kuartal III-2023. Namun, hingga paruh pertama lalu, emiten produsen es krim ini tercatat mencetak kenaikan pendapatan 11,44% secara tahunan atau year on year (yoy) menjadi Rp 4,51 triliun. Sebagai contoh, DMND meningkatkan penetrasi ke konsumen ritel untuk kalangan kelas menengah ke bawah, dengan menyajikan inovasi produk yang lebih relevan dengan kebutuhan pasar. Berbicara soal inovasi produk, DMND berkomitmen untuk terus memperluas portofolio produk di seluruh lini bisnis perseroan. Hingga saat ini, pihaknya sudah meluncurkan beragam produk baru, baik dalam bentuk varian maupun format produk baru. Sejauh ini DMND telah merealisasikan penggunaan anggaran belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp 256 miliar hingga akhir kuartal kedua lalu. Direktur Utama DMND Chen Tsen Nan mengungkapkan, penggunaan capex DMND difokuskan untuk membiayai kebutuhan rutin tahunan saja, serta untuk peningkatan kapasitas dan fasilitas pabrik, termasuk produksi dan distribusi.
Harita Nickel Bangun Pelabuhan dan Dermaga
KT1
21 Oct 2023 Investor Daily (H)
JAKARTA,ID-PT Tri Megah Bangun Persada Tbk (NCKL) atau Harita Nikcel berencana membangun pelabuhan dan delapan dermaga pada tahun ini. Pembangunan megaproyek tersebut masuk sebagai bagian dari rencana startegis perseroan di 2023. Direktur Utama PT Trimegah Bangun Persada Tbk Roy Arman Arfandy menyampaikan bahwa sampai saat ini pembangunan berbagai proyek dan fasilitas Harita Nickel di pulau Obi masih bisa berlangsung. "Termasuk menyangkut kebutuhan perseroan terhadap infrstruktur pelabuhan dan dermaga yang akan terus berlanjut kedepannya," jelas Roy kepada Investor Daily baru-baru ini. Roy mengungkapkan pembangunan fasilitas pelabuhan dan dermaga akan menyerap dana belanja modal (capital expenditure/capex) yang sudah dicadangkan perseroan pada tahun ini. Akan tetapi, Roy tidak merinci secara spesifik besaran yang akan digelontorkan perseroan untuk membangun sejumlah infrastruktur tersebut. (Yetede)
IKAI Memperluas Pasar ke Outlet Ritel Bangunan Modern
HR1
20 Oct 2023 Kontan
Pasar properti yang mulai menggeliat membuat PT Intikeramik Alamasri Industri Tbk (IKAI) memasang kuda-kuda. Lewat anak usahanya, IKAI bakal menggenjot penjualan keramik di ritel modern. Untuk itu, produsen keramik merek Essenza ini bakal menambah jaringan di outlet ritel modern untuk mendongkrak penjualan. Direktur Utama Internusa Keramik Alamasri, Angelica Lie menjelaskan, saat ini penjualan keramik Essenza melalui distributor sebesar 70% dan sekitar 30% lewat outlet ritel modern. Saat ini distribusi penjualan Essenza telah masuk di sejumlah outlet ritel modern, khususnya ritel bahan bangunan yang tersebar di seluruh Indonesia. Perinciannya adalah produk Essenza ada di 10 outlet milik Mitra 10, dua outlet di Depo Bangunan, sembilan outlet di Mitra Bangunan dan 15 outlet di RKM Supermarket Bangunan. Angelica menjelaskan, para peritel bahan bangunan beberapa outlet di Jambi, Palembang, Pekanbaru, Lubuklinggau dan Lampung. Teranyar, Mitra Bangunan telah membuka cabang di selatan kota Jambi. Tak hanya itu, entitas usaha IKAI ini juga telah menambah modern outlet baru, yakni Belanja Keramik yang merupakan anak perusahaan Siam Cement Group (SCG). Ritel ini sudah punya jaringan distribusi di Jabodetabek dan Jawa Timur. Setelah memperluas jaringan pemasaran, IKAI juga berencana meningkatkan kapasitas produksi keramik di tahun 2024 nanti. Maka emiten ini berencana menghidupkan line 3 yang sudah ada mesin kiln (pembakaran) di Tangerang, Banten.
Raja Semen Andalkan Proyek IKN
HR1
20 Oct 2023 Kontan
Emiten saham semen pelat merah, PT Semen Indonesia Tbk (SMGR), bakal mendapat berkah dari proyek-proyek Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. Proyek IKN yang dikebut untuk tahun 2024 bakal mendorong kinerja SMGR di sisa tahun 2023. Secara historis, penjualan semen juga lebih besar di akhir tahun. Analis UOB Kayhian Sekuritas Limartha Adiputra menilai, SMGR mampu mencatatkan kinerja yang positif di tahun ini bahkan hingga tahun depan. Hal itu didukung oleh pulihnya permintaan semen. Pasokan batubara domestic market obligasition (DMO) juga telah diamankan sepenuhnya oleh SMGR. Secara nasional, Limartha melihat pandangan yang tetap positif dengan perkiraan pertumbuhan volume penjualan sebesar 2% year on year (yoy) pada tahun 2023. Prospek pasar semen di sisa tahun ini juga tetap positif, dengan Kalimantan sebagai pasar utama, khususnya untuk penjualan semen curah. Analis Samuel Sekuritas, Daniel Widjaja melihat potensi penjualan semen secara nasional akan lebih besar pada semester kedua 2023 karena faktor musiman. Terutama pada kuartal terakhir yang hampir selalu mencatatkan volume lebih tinggi dari periode lainnnya sejak tahun 2018 hingga 2022. Daniel mengungkapkan, penjualan semen domestik tumbuh sekitar 35% secara kuartalan dan 15% secara tahunan pada kuartal III-2023. Pertumbuhan volume juga disebabkan faktor low base pada kuartal kedua lalu. Ini karena adanya momentum Ramadan dan musim panas berkepanjangan yang membantu kelancaran distribusi. Sementara biaya bahan baku dianggap tidak berpengaruh signifikan karena SMGR sudah mengamankan 100% batubara dengan harga DMO. Namun, kenaikan harga minyak dunia kemungkinan bakal menambah beban ongkos distribusi. Analis Ciptadana Sekuritas Asia, Muhammad Gibran mengerek target pendapatan SMGR di tahun 2023-2024 menjadi Rp 39 triliun dan Rp 40 triliun. Perkiraan laba kotor juga direvisi naik menjadi Rp 12,1 triliun untuk tahun 2023 dan Rp 12,4 triliun di tahun 2024.
Siasat KEJU Menggenjot Bisnis
HR1
20 Oct 2023 Kontan
Perusahaan produsen keju dan mayones, PT Mulia Boga Raya Tbk (KEJU), optimistis kinerja di kuartal III-2023 lebih baik dibandingkan dengan kuartal II-2023. Sejumlah inisiatif yang dilakukan oleh perusahaan ini diyakini mampu membuahkan hasil positif bagi kinerja emiten tersebut. "Penjualan kuartal III tumbuh di atas kuartal yang sama tahun lalu, termasuk per bulannya. Dan inilah baseline yang kami yakini nanti di pengujung tahun dapat mengejar di atas performa tahun lalu," ujar Paulus Tedjosutikno, Direktur Utama Mulia Boga Raya Tbk, kepada KONTAN, Kamis (19/10). Sebagai gambaran, pada kuartal II-2023, KEJU mencetak penurunan kinerja, baik pada segmen top line maupun bottom line. KEJU mencatatkan pendapatan Rp 476,04 miliar pada kuartal III-2023, atau turun 17,79% dibanding dengan kuartal II-2022 yang sebesar Rp 579,08 miliar. Paulus memaparkan, ada beberapa faktor yang menjadi pemicu penurunan kinerja semester I-2023 dibandingkan dengan periode sama tahun lalu. Di antaranya adalah pertumbuhan industri fast moving consumer goods (FMCG) yang melandai dibandingkan tahun sebelumnya. "Tahun 2023, seiring dengan situasi back to normal setelah tiga tahun lockdown di rumah karena pandemi, pengeluaran masyarakat cenderung ke arah out of home experience, seperti travel atau mobilitas dan cenderung berkurang masak dan makan di rumah dibanding tahun sebelumnya," paparnya. Sementara di tahun 2022, selain masih pandemi, ada beberapa kebijakan yang memicu kenaikan permintaan. Yakni, kenaikan pajak pertambahan nilai (PPN) menjadi 11% di April 2022, dan kenaikan harga jual produk di Juni 2022. Tingginya penjualan tahun 2022 juga berkat aksi KEJU yang membuka saluran pemasaran baru, seperti e-commerce. Meskipun channel pemasaran itu dapat membantu mendongkrak penjualan, namun dibutuhkan biaya investasi yang cukup tinggi.
Emiten Menyerbu Bisnis Nikel
HR1
20 Oct 2023 Kontan
Komoditas nikel masih menarik perhatian sejumlah emiten. Ini terlihat dari aksi sejumlah emiten merambah bisnis komoditas tersebut, termasuk emiten tambang batubara. Sebut saja, PT United Tractors Tbk (UNTR) yang kembali mengakuisisi perusahaan nikel, yakni PT Anugerah Surya Pacific Resources.Sebelumnya, UNTR mengambilalih 857 juta saham biasa baru Nickel Industries Limited baru pada 21 September 2023 lalu. Total nilai transaksi tersebut mencapai US$ 942,7 juta. Selain UNTR, ada PT Harum Energy Tbk (HRUM) yang sudah lebih dulu masuk ke bisnis tambang. Bahkan, kini HRUM menjadi pengendali penuh atas PT Infei Metal Industry. Ini adalah perusahaan yang bergerak di bidang pemurnian dan pengolahan nikel. PT Infei Metal Industry memiliki dan mengoperasikan pabrik pengolahan alias smelter nikel di Indonesia Weda Bay Industrial, Maluku Utara. Di sektor tambang logam, ada PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) yang merambah bisnis nikel melalui anak usahanya, yakni PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA). Analis Panin Sekuritas, Felix Darmawan menilai, tambang nikel menjadi salah satu lini bisnis yang memiliki prospek cerah. Pesona nikel ditopang khususnya dari sisi industrialisasi baterai kendaraan listrik di Indonesia. Hal inilah yang menarik sejumlah emiten merangsek masuk ke bisnis nikel. Selain itu, faktor diversifikasi bisnis juga menjadi pendorong emiten mengakuisisi aset nikel. Mengingat sektor batubara relatif cukup fluktuatif dan harga saat ini sudah mengalami normalisasi. Hasan Barakwan, Analis BRI Danareksa Sekuritas mengestimasikan, harga nikel kelas 1 seperti (MHP) dan nikel matte serta nikel kelas 2 akan stabil pada sisa tahun ini, di tengah ekspektasi peningkatan permintaan baja anti karat dan prekursor baterai listrik. Maka Hasan menjagokan emiten yang punya prospek peningkatan pertumbuhan volume produksi, yakni MBMA dan PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL). Ia rekomendasi beli saham MBMA dengan target harga Rp 1.000.
Kuartal III, BCA Kantongi Laba Bersih Rp 36,44 Triliun
KT1
20 Oct 2023 Investor Daily (H)
JAKARTA,ID-PT Bank Central Asia Tbk (BCA) dan entitas anak mencetak laba bersih sebesar Rp36,44 trliun pada sembilan bulan pertama tahun ini, tumbuh 25,78% secara tahunan (year on year/yoy). Pertumbuhan laba yang tinggi utamanya didukung dari volume kredit yang meningkat pada kuartal III-2023. Dari sisi profitabilitas, selama sembilan bulan pertama 2023, BCA membukukan kenaikan pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) sebesar 21,3% (yoy) menjadi Rp18,3 triliun, ditopang kenaikan pendapatan fee dan komisi sebesar 7,7% (yoy). Secara total, pendapatan operasional tercatat sebesar Rp74,2 triliun atau naik 18,2% (yoy). "Seiring dengan peningkatan kualitas aset, biaya provisi tercatat turun Rp1,6 triliun dibandingkan taun sebelumnya. Secara keseluruhan, laba bersih tumbuh 25,8% (yoy) menjadi Rp36,4 triliun," ujar Presiden Direktur BCA Jahja Setiatmadja. (Yetede)
GGRP Berharap Penjualan Baja Naik
HR1
19 Oct 2023 Kontan
Emiten produsen baja, PT Gunung Raja Paksi Tbk (GGRP) melihat ada ruang untuk pertumbuhan kinerja perusahaan, baik dari sisi pendapatan maupun laba bersih. Optimisme ini muncul setelah pemerintah merilis kebijakan bea masuk bagi produk baja impor. Seperti diketahui, pemerintah menambah daftar barang yang dikenakan tarif bea masuk. Barang-barang yang baru akan dikenakan tarif bea masuk ini antara lain sepeda, jam tangan, kosmetik, dan produk baja. Kebijakan ini diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 96 Tahun 2023. Beleid ini bertujuan mengatasi banjir barang impor yang beredar melalui penyelenggara perdagangan melalui sistem elektronik (PPMSE) alias perdagangan online. Direktur Corporate Affairs GGRP, Fedaus mengatakan, perusahaan masih mencermati kondisi pasar baja dalam negeri, serta melakukan analisa lebih lanjut untuk menentukan dampak kebijakan pemerintah ini terhadap rencana bisnis perusahaan. Ia menerangkan, selama ini GGRP melihat upaya pemerintah mengurangi impor produk baja cukup baik. Contohnya saat penerapan trade remedies (anti dumping dan safeguard) atas produk baja impor untuk menghindari praktik perdagangan tidak sehat. Selain itu, pemerintah juga cukup ketat mengawasi produk baja impor yang tidak memenuhi standar produk yang wajib berlaku di Indonesia. Antara lain Standar Nasional Indonesia (SNI) dan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN). Pasalnya, menurut Fedaus, penjualan baja GGRP hingga akhir tahun ini sangat dipengaruhi berbagai faktor. Antara lain pasokan dan permintaan (supply and demand), harga, kondisi perekonomian dan lain sebagainya. Fedaus menambahkan, untuk memaksimalkan kinerja, GGRP memiliki strategi bisnis yang komprehensif untuk memperkuat posisi di pasar industri baja. Perusahaan akan terus beradaptasi dengan cepat untuk menghadapi perubahan kondisi pasar. Fokus utama GGRP saat ini meningkatkan kualitas produk dan layanan yang ditawarkan. Selain juga memperluas pasar di dalam negeri dan melihat potensi pasar luar negeri.
Jelang Tutup Tahun, Emiten Rajin Akuisisi
HR1
19 Oct 2023 Kontan
Aksi akuisisi emiten kembali terjadi. Teranyar, emiten Grup Astra, PT United Tractors Tbk (UNTR) menggali lebih dalam potensi bisnis di bidang nikel. Melalui anak usahanya, PT Danusa Tambang Nusantara (DTN), UNTR kembali menjalankan aksi akuisisi perusahaan nikel. Sara K Loebis, Sekretaris Perusahaan UNTR menginformasikan pengambilalihan saham PT Anugerah Surya Pacific Resources (ASPR) oleh Danusa Tambng Nusantara. Anugerah Surya merupakan perusahaan tambang nikel dan kegiatan usaha lain terkait dengan nikel. Sara membeberkan, pada 16 Oktober 2023, Danusa telah menandatangani Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat atau Conditional Shares Sale and Purchase Agreement (CSPA) dengan tiga perusahaan. Meliputi PT Kalira Pascama (KP), PT Bintang Prima Investama (BPI), serta PT Anugerah Dayakaya Angkasa (ADA). Lantas sebanyak 16,67% milik Bintang Prima dari total seluruh saham yang ditempatkan dan disetor penuh dalam ASPR. Serta sebanyak 16,67% milik Anugerah Dayakaya Angkasa dari total seluruh saham yang ditempatkan dan disetor penuh dalam Anugerah Surya. Sebelumnya, pada 21 September 2023 UNTR melalui Danusa Tamabang Nusantara juga telah menyelesaikan transaksi dengan Nickel Industries Limited (NIC) atas pengambilan 857 juta saham biasa baru yang dikeluarkan NIC. Total nilai transaksi ini mencapai A$ 942,7 juta. Melihat aksi akuisisi yang kian marak jelang akhir tahun, analis Investindo Nusantara Sekuritas, Pandhu Dewanto mengatakan tujuan emiten melakukan akuisisi tentunya untuk memperkuat pertumbuhan bisnis. Selain itu, bisa juga untuk efisiensi operasional dengan menggabungkan teknologi, dan infrastruktur yang dimiliki oleh ekosistem perusahaan sehingga dapat mengurangi biaya operasional. Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas, Muhammad Nafan Aji Gusta memprediksi, hingga akhir tahun 2023 akan semakin marak emiten melakukan aksi akuisisi karena memang selalu terjadi menjelang akhir tahun.
Daya Beli Loyo Menjadi Tantangan
HR1
19 Oct 2023 Kontan
Kinerja PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) diprediksi cenderung stagnan sepanjang tahun ini. Sebab, perseroan ini masih akan menghadapi sejumlah tantangan, baik dari dalam maupun luar negeri. Analis NH Korindo Sekuritas Indonesia Cindy Alicia mengatakan, dari domestik tantangan datang dari perubahan perilaku pelanggan serta daya beli konsumen yang lesu. Sementara dari luar negeri, ketidakstabilan nilai tukar di Nigeria memiliki dampak negatif pada kinerja ekspor pada semester II ini. Pasar Nigeria cukup berpengaruh signifikan terhadap pendapatan ekspor SIDO lantaran porsi ekspor ke Nigeria mencapai 30% dari total ekspor perusahaan. Meski begitu, SIDO berusaha menjalankan strategi jangka panjangnya, seperti fokus pada branding untuk beberapa produk baru seperti minuman siap minum dan Esemag melalui peningkatan investasi dan edukasi produk. Kemudian, distributor baru di Filipina yang diharapkan akan beroperasi penuh di semester II ini, setelah mulai beroperasi sejak Mei 2023. "Selain itu bisnis minyak atsiri yang juga aktif dijajaki peluangnya di pasar domestik untuk memperluas portofolio klien," jelasnya, Rabu (18/10). Segmen tersebut mencetak pertumbuhan 9,24% secara tahunan atau year on year (YoY) menjadi Rp 595,19 miliar. Marjin laba kotor segmen tersebut juga naik menjadi 31% akibat menurunnya bebarapa harga bahan baku. Sementara laba bersih diperkirakan masih akan stagnan atau sama dengan tahun lalu sebesar Rp 1,1 triliun. Analis RHB Sekuritas Vanessa Karmajaya menilai, prospek SIDO ke depan didorong ekspansi penguatan produk. Harapannya, ini bisa memperluas pangsa pasar SIDO dan meningkatkan pendapatan jangka panjang. Analis Panin Sekuritas Rizal Rafly juga memandang positif upaya inovasi produk SIDO. Perseroan ini juga telah menunjukkan rekam jejak penetrasi pasar yang kuat, dengan fokus berkembang ke luar Jawa, seperti ke wilayah Sumatera, Kalimantan, dan kawasan timur Indonesia. Vanessa mengatakan, usai pandemi terjadi pergeseran alokasi belanja masyarakat terhadap produk kesehatan. Karenanya, ia memproyeksi pertumbuhan yang cenderung mendatar untuk SIDO tahun ini dengan kisaran 1%-5%. "Kami memprediksi pertumbuhan perusahaan akan flat to soft growth," sebut Vanessa.









