Korporasi
( 1557 )Merdeka Cooper Gelontorkan Investasi Rp 4 Triliun
ESG & Masa Depan Pelindo
Dua tahun merger PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo telah memosisikan Indonesia memiliki operator terminal peti kemas terbesar ke-8 di dunia. Namun, apakah skala arus bongkar muat barang bisa menjamin arah masa depan yang membawa nilai lebih untuk manusia, bisnis, dan lingkungan? Kini dengan pelabuhan dan hinterland (wilayah pendukung pelabuhan) dari Sabang sampai Merauke, Pelindo mungkin menjadi pemangku kepentingan keberlanjutan terbesar di pesisir Asia Tenggara. Mampukah Pelindo menjaga keberlanjutan masa depan industri pelabuhan Indonesia dengan pendekatan lingkungan, sosial, dan tata kelola (Environment, Social, and Governance/ESG)?. Sektor maritim Indonesia sangat beragam, mulai dari pelayaran, kepelabuhanan, galangan kapal, perikanan, pariwisata, hingga pemanfaatan berbagai Sumber Daya Alam. Segala anugerah tersebut berpotensi tinggi untuk menjadi baling-baling mesin pendorong perekonomian Indonesia selama dapat dikelola sesuai Prinsip ESG yang baik. Namun, pelabuhan merupakan belanga kepentingan dari berbagai pemangku kepentingan yang menyebabkan kompleksitas relasi. Penyelarasan pengelolaan pelabuhan yang mengakomodir harapan, tuntutan, dan kebutuhan pemangku kepentingan makin menantang, baik karena kurangnya cakupan regulasi, maupun akibat dari tumpang-tindihnya cakupan regulasi. Pelindo sebagai BUMN merupakan perpanjangan tangan negara yang sepatutnya mengelola potensi pelabuhan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat. Sebenarnya sejumlah lembaga pemerintah, pendidikan/kajian, maupun entitas swasta, sudah merencanakan, merancang, menyempurnakan dan menerbitkan berbagai dokumen terkait peta jalan maritim negeri yang bertolak dari latar belakang dan lingkup kepentingan masing-masing.
Maka tantangannya bukanlah ketiadaan, tetapi terseraknya berbagai arahan. Setiap negara perlu fokus dalam menentukan visi maritim untuk menjadi ekosistem yang terintegrasi yang membentengi kepentingan bangsa. Setiap regional atau forum multilateral juga perlu fokus memandang luas di anjungan kapal untuk menuju ke tujuan pelabuhan yang sama, meski dapat melintasi berbagai rute pelayaran yang berbeda. Komunitas maritim berada di garis depan risiko ancaman perubahan iklim. Bukan hanya karena bahaya pasang air laut, badai, gelombang panas, tetapi juga ancaman laten: naiknya level permukaan air laut.Kerangka kerja ESG memiliki banyak titik temu dengan konsep Triple Bottom Line (3BL) dan 3 bidang prioritas Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang diarahkan oleh Kementerian BUMN. Prinsip ESG sebagai kerangka kerja sangat potensial sebagai panduan arah perusahaan. Konsep 3BL, yang terdiri atas “people, profit, planet,” menekankan bahwa kesuksesan bisnis juga harus diukur berdasarkan dampak positifnya pada manusia (kesejahteraan sosial), keuntungan (kinerja finansial), dan planet (kelestarian lingkungan). Selain itu, ketiga bidang prioritas Program TJSL membuka ruang untuk eksekusi implementasi kerangka kerja ESG: lingkungan sebagai wujud loyalitas pada pelestarian Tanah Air, pendidikan untuk turut mencerdaskan bangsa, serta pengembangan UMK sebagai wujud keberpihakan pada pelaku usaha kecil mitra membangun perekonomian negeri.
Siap Ekspansi Usai Berlayar di Bursa
Amman Mineral Cetak Laba Bersih Rp 1,8 Triliun
Lebih Berkokok di Akhir Tahun
Ekspansi Anorganik Poles Kinerja MTEL
PROSPEK SEKTORAL : PROYEK IKN UNGKIT EMITEN SEMEN
Akselerasi pembangunan proyek infrastruktur dan properti, serta peletakan batu pertama sejumlah proyek pionir di Ibu Kota Negara Nusantara menjadi katalis positif untuk mendorong performa emiten-emiten semen dalam jangka menengah. Akhir pekan lalu, Presiden Joko Widodo melakukan peletakan batu pertama sejumlah proyek bangunan di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, termasuk yang melibatkan kalangan pengusaha swasta. Dari sisi penjualan semen, menurut laporan Asosiasi Semen Indonesia (ASI), volume penjualan semen domestik tumbuh sebesar 1,9% year-on-year (YoY) menjadi 6 juta ton per Agustus 2023. Pada periode yang sama, penjualan semen di Kalimantan melesat 27,7% secara tahunan. Corporate Secretary PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. Dani Handajani mengatakan bahwa priyek IKN Nusantara belum sepenuhnya mengangkat penjualan semen, terutama di Kalimantan. Hal itu lantaran pembangunan IKN masih dilakukan oleh korporasi pelat merah. Di sisi lain, INTP mencatatkan volume penjualan semen sebanyak 1,6 juta ton selama periode Agustus 2023. Volume tersebut mengalami pertumbuhan sebesar 7,8% secara tahunan. Adapun secara kumulatif, volume penjualan naik 8,4% YoY per Agustus lalu. Dani mengatakan bahwa pertumbuhan itu terjadi di luar Pulau Jawa karena didukung oleh penjualan semen kantong khususnya di wilayah Sulawesi dan Indonesia Timur, sedangkan semen curah khususnya di Kalimantan. Direktur Operasi Semen Indonesia Reni Wulandari sebelumnya mengatakan kolaborasi ini nantinya diharapkan bisa memberikan layanan yang lebih komprehensif terhadap IKN. Dalam risetnya, analis Samuel Sekuritas Daniel Widjaja dan Yosua Zisokhi memaparkan SMGR mencatatkan penjualan sebesar 3,1 juta ton pada Agustus 2023. Realisasi itu naik 4,2% secara bulanan atau 13,4% secara tahunan. Dengan demikian, volume penjualan SMGR sepanjang 8 bulan 2023 mencapai 20,2 juta ton atau naik 6,2% YoY atau jauh di atas industri yang terkontraksi 3,1% YoY. Samuel Sekuritas optimistis permintaan semen terus pulih 1%—2% pada 2023 berkaca dari angka penjualan 2 bulan pertama semester I/2023 yang naik 6,1% YoY menjadi 11,8 juta ton.
AKSI KORPORASI : EMITEN TAMBANG LINCAH AKUISISI
Melandainya harga komoditas tak menyurutkan minat sektor pertambangan untuk melakukan aksi korporasi dengan menjalankan strategi akuisisi. Upaya itu dilakukan sebagai taktik memperkuat portofolio hingga diversifikasi aset. Emiten tambang milik konglomerat Prajogo Pangestu, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN) menandatangani telah Perjanjian Jual Beli Bersyarat (CSPA) dengan dua anak usaha PT Indika Energy Tbk. (INDY) untuk mengakuisisi 100% kepemilikan PT Multi Tambangjaya Utama (MUTU). Dua anak usaha INDY tersebut ialah PT Indika Indonesia Resources (IIR) dan Indika Capital Investments Pte. Ltd. (ICI). CUAN akan membeli seluruh 2,26 miliar saham MUTU, termasuk hak pemasaran terkait yang dimiliki oleh ICI, dengan total nilai sebesar US$218 juta. Direktur Petrindo Daniel J. Laurente mengatakan bahwa akuisisi kepemilikan saham di MUTU ini adalah komponen mendasar dari strategi jangka panjang CUAN yang bertujuan untuk meningkatkan kinerja operasional menjadi lebih efisien dan efektif, dengan mengintegrasikan operasi serta memperkuat portofolio bisnis CUAN di bidang batu bara termal berkalori tinggi dan batu bara metalurgi. Hal itu mengukuhkan posisi kami sebagai produsen batu bara termal berkualitas tinggi, memberikan efisiensi yang baik, dan memberikan efisiensi yang unggul dan keunggulan kompetitif kepada para pelanggan kami.
Dari sisi lain, CEO dan Wakil Presiden Direktur INDY Azis Armand mengatakan divestasi saham MUTU merupakan bagian dari strategi INDY sebagai perusahaan investasi dengan portofolio bisnis yang beragam. Dia menuturkan INDY bertujuan untuk mengurangi eksposur dalam bisnis batu bara dan meningkatkan portofolio investasi non-batu bara. INDY menargetkan untuk mencapai 50% pendapatan dari sektor non-batu bara pada 2025. Sebagai informasi, hingga akhir 2022 segmen batu bara INDY masih memberikan kontribusi 88,3% dari total pendapatan, meningkat dari 2021 sebesar 87,1%. PT United Tractors Tbk. (UNTR) merampungkan akuisisi 19,99% saham Nickel Industries Limited senilai 942,7 juta dolar Australia sebagai strategi diversifikasi usaha ke sektor pertambangan mineral logam. Sekretaris Perusahaan United Tractors Sara K. Loebis mengatakan transaksi tersebut telah rampung pada 21 September 2023. UNTR mengakuisisi saham NIC melalui entitas PT Danusa Tambang Nusantara (DTN) dengan total nilai transaksi sebesar 942,7 juta dolar Australia atau setara dengan Rp9,3 triliun. Presiden Direktur United Tractors Frans Kesuma sebelumnya menjelaskan salah satu strategi diversifikasi UNTR saat ini adalah memperluas usaha ke tambang mineral, salah satunya nikel. “Kami melakukan diversifikasi dalam rangka mengurangi keterkaitan dengan batu bara. Melihat kondisi yang ada, paling memungkinkan adalah nikel,” kata Frans. Di sektor migas, PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC) dan emiten migas Grup Bakrie PT Energi Mega Persada Tbk. (ENRG) juga menempuh aksi senada.
EKSPANSI USAHA : AMP Siap Masuk Bisnis Jasa Konstruksi
PT Asia Mega Pasifik (AMP) kini siap berkompetisi di bidang jasa konstruksi setelah 22 tahun mengukir berbagai prestasi dalam industri pengadaan barang dan jasa di sektor minyak dan gas bumi (migas).Marcom Manager AMP Ninno Setyawan mengatakan bahwa awalnya memang pihaknya dikenal sebagai distributor pengadaan barang dan jasa berbagai produk kesehatan dan keselamatan kerja atau K3 di industri migas, khususnya untuk K3 pekerjaan di ketinggian.“Dengan strategi ini kami telah berhasil meraih status sebagai agen tunggal atau exclusive agent di sektor industri migas, dan menjadi vendor perusahaan migas terkemuka di Tanah Air,” katanya kepada Bisnis, baru-baru ini.
Keberhasilan ini diakuinya berkat dukungan dari 3 supplier, salah satunya PT Kencana Tiara Gemilang (KTG) sebagai salah satu mitra penting bagi perusahaan.
Hal itu direalisasikan dengan rencana perseroan ikut serta pada kegiatan pameran Konstruksi Indonesia yang diinisiasi oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) di JIEXPO pada awal November 2023.Menurutnya, salah satu faktor kunci dalam keberhasilan perusahaan, adalah komitmennya terhadap isu lingkungan.
Marketing Manager PT AMP, Denny Christian menekankan pentingnya penggunaan plastik dengan tujuan yang tepat.









