Siap Ekspansi Usai Berlayar di Bursa
Grup Humpuss kian ekspansif di bisnis transportasi laut. Perusahaan yang dimiliki oleh Tommy Soeharto ini kembali membawa satu anak usahanya menjaring dana di bursa saham, yakni PT Humpuss Maritim Internasional Tbk (HUMI). Humpuss adalah pemain lama yang bergerak di bisnis transportasi laut, petrokimia, perdagangan dan tambang. Perusahaan ini memiliki bisnis gas alam cair atau LNG sejak tahun 1986. Bisnis LNG itu akhirnya dikelola lewat PT Humpuss Intermoda Tbk (HITS). Setelah bisnis HITS semakin terintegrasi, bisnis pengapalan LNG, minyak, dan kimia digarap melalui HUMI. Manajemen HUMI melihat, kondisi bisnis transportasi laut saat ini cukup positif, baik secara regional ataupun global. Direktur Utama HUMI, Tirta Hidayat mengatakan, tahun ini pihaknya akan berupaya untuk terus meningkatkan bisnis di dalam negeri. Sebab, pasar dalam negeri masih memiliki potensi pertumbuhan yang cukup besar. Salah satu yang sudah terealisasi adalah, anak usaha HUMI, yakni PT MCS Internasional (MCSI) dan perusahaan asal Jepang Mitsui OSK Lines Ltd (MOL) menggarap joint venture, yang akan berfokus pada industri penyediaan awak kapal. Dengan upaya itu, HUMI berharap dalam kurun waktu tiga hingga lima ke depan, porsi bisnis global HUMI bisa berkontribusi 30% terhadap total pendapatan. Saat ini, bisnis global HUMI baru berkontribusi 10%, sedangkan sisanya masih berasal dari pasar dalam negeri. HUMI juga akan melakukan ekspansi penambahan armada kapal. Tirta mengatakan, di sisa tiga bulan ini, HUMI tengah berencana menambah dua hingga tiga kapal lagi untuk menambah pendapatan. Sepanjang 2023, HUMI menargetkan belanja modal atau capital expenditure (capex) US$ 50 juta hingga US$ 60 juta. Hingga separuh pertama tahun ini, HUMI menyerap capex US$ 25 juta. HUMI tengah mengkaji rencana penerbitan medium term notes (MTN) sekitar Rp 500 miliar untuk tiga tahun ke depan. Menurut Tirta, ada tiga program besar pemerintah yang selama ini mereka layani. Pertama, program kelistrikan PLN dengan menyediakan layanan angkutan gas dan batubara buat pembangkit listrik. Kedua, layanan angkutan bahan bakar minyak (BBM) Pertamina ke seluruh wilayah di Indonesia. Ketiga, program kepelabuhan yang dijalankan Pelindo.
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023