Korporasi
( 1557 )Hati-Hati, Saham Afiliasi Kresna Rawan Jeblok
Penetapan pendiri Grup Kresna Michael Steven sebagai tersangka dapat mempengaruhi prospek sejumlah emiten saham yang terafiliasi dengan Grup Kresna. Setidaknya, ada enam emiten Grup Kresna yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Saham-saham ini kebanyakan merupakan saham yang bergerak di bidang teknologi. Mereka adalah PT NFC Indonesia Tbk (NFCX), PT Telefast Indonesia Tbk (TFAS), PT Digital Mediatama Maxima Tbk (DMMX). Lalu ada PT Distribusi Voucher Nusantara Tbk (DIVA), PT M Cash Integrasi Tbk (MCAS), dan PT Quantum Clovera Investama Tbk (KREN).
Saat ini, seluruh saham Grup Kresna yang
listing
di bursa masih memberikan performa negatif sejak awal tahun 2023. Saham DMMX dan DIVA misalnya telah merosot lebih dari 66%. Tapi penurunan kinerja saham ini tak lepas dari kinerja fundamental perusahaan yang juga
boncos.
Per semester pertama 2023, tak ada satupun emiten Grup Kresna yang mencetak pertumbuhan laba bersih. Sebaliknya, laba bersih emiten-emiten ini kompak melorot. Bahkan sejumlah emiten mengalami kerugian.
BEI meminta masing-masing emiten terafiliasi Grup Kresna memberikan penjelasan. Dalam suratnya ke BEI, Direktur Utama DMMX, Budiasto Kusuma mengatakan tidak mengetahui terkait kasus hukum yang menyangkut Michael Steven. Sehingga, DMMX tidak dapat mengklarifikasi berita yang tengah bermunculan di media massa. Investment Analyst
Infovesta Kapital Advisori, Fajar Dwi Alfian mengatakan, kasus tersebut memang tak berdampak ke pasar modal secara keseluruhan. "Buktinya, hari ini dan kemarin kinerja IHSG masih naik, ujarnya kepada KONTAN, Jumat (15/9).
Pengamat pasar modal sekaligus Direktur Avere Investama, Teguh Hidayat mengatakan, saham-saham emiten Grup Kresna sejak awal tidak memiliki kinerja yang bagus secara fundamental. Bahkan Teguh berani menyebut kalau rata-rata semua saham Grup Kresna adalah saham gorengan. Harga saham emiten Grup Kresna kerap tiba-tiba naik tinggi dan turun dalam.
Market Cap Barito Renewables Jauh Lampaui PGEO
JAKARTA,ID-Unit usaha energi terbarukan milik konglomerat Prajogo Pangestu, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), siap menggelar hajatan berupa penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham. BREN bakal melepas 4,5 miliar saham baru yang setara dengan 3,35% dari modal disetor, sehingga pasca_IPO jumlah saham perseroan menjadi 132,27 miliar. Dengan mematok harga pelaksanaan sebesar Rp670-780 per saham, anak usaha PT Barito Pacific Tbk (BRPT) ini berpeluang menghimpun dana sebesar Rp 3,5 triliun. Sementara bila diasumsikan harga IPO diambil di posisi Rp780 per saham dan dengan jumlah saham BREN selepas IPO, maka kapitalisasi pasar (market cap) Barito Renewables Energy mencapai Rp104,73 triliun. Market cap tersebut jauh melampaui kapitalisasi pasar PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) pada saat IPO yang sebesar Rp36,2 triliun. Kala itu, PGEO mematok harga penawaran sebesar Rp875 per saham dengan jumlah saham selepas IPO sebanyak 41,3 miliar unit. Bahkan, hingga penutupan perdagangan hari ini, Jumat (14/9/2023), market cap PGEO baru menyentuh kisaran Rp 59 triliun. (Yetede)
Kantong Tebal MDKA untuk Ekspansi
PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) gencar menggelar
refinancing
utang. Emiten ini juga tengah menggeber sejumlah rencana ekspansi.
Belum lama ini, MDKA sudah melunasi dan membayar bunga atas dua seri obligasi senilai total Rp 1,64 triliun.
Sumber pendanaan MDKA untuk melunasi pokok dan membayar bunga obligasi tersebut berasal dari penerbitan Obligasi Berkelanjutan IV Tahap III Tahun 2023. Dalam penawaran umum berkelanjutan itu, MDKA menargetkan bisa menghimpun dana hingga Rp 15 triliun.
"Sampai akhir Agustus lalu telah diterbitkan Rp 8,1 triliun. Waktu penerbitan Rp 6,9 triliun akan disesuaikan dengan kondisi perusahaan dan kondisi pasar," kata
Head of Corporate Communication
MDKA Tom Malik kepada KONTAN, Kamis (14/9).
Selain itu, per 30 Juni 2023 MDKA memiliki fasilitas pinjaman
revolving credit facility
sebesar US$ 160 juta yang belum ditarik. Sumber-sumber pendanaan itu melengkapi arus kas operasional yang dibutuhkan MDKA untuk memenuhi belanja modal (capex) jumbo.
Tom merinci, capex MDKA itu dialokasikan untuk menunjang tambang emas Tujuh Bukit dan tambang tembaga Wetar sebesar US$ 70 juta,
Proyek Tembaga Tujuh Bukit akan dibangun secara bertahap, dengan potensi puncak produksi tahunan sebesar 112 ribu ton tembaga dan juga 366.000
ounces
emas. Lalu, Proyek Emas Pani. Saat ini tengah melakukan studi kelayakan, yang diharapkan tuntas di kuartal IV-2023. Potensi produksi puncak tahunan proyek ini lebih dari 450.000
ounces
emas per tahun.
Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia, Abdul Azis Setyo Wibowo mengatakan, di tengah fluktuasi harga komoditas,
top line
MDKA masih berpotensi tumbuh. Meski begitu, perlu dicermati bagaimana strategi MDKA dalam meredam lonjakan pada beban pokok pendapatan.
Hilirisasi Batu Bara Jadi target Ekpansi Bumi Resources
JAKARTA,ID-PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mengungkapkan, hilirisasi industri batu bara menjadi agenda utama perseroan dalam mendukung target dekarbonisasi Indonesia. Hal ini juga menjadi salah satu persyaratan perpanjangan salah satu persyaratan perpanjangan Izin Usaha Pertambangan (IUP). Dalam riset CSLA Sekuritas, BUMI menyampaikan peta jalan (roadmap) ekspansi yang akan dilakukan beberapa waktu ke depan. Pertama, perseroan sedang menjajaki potensi hilirisasi batu bara menjadi amonia dengan menggandeng investor strategis. "Pasalnya, biaya menjadi salah satu tantangan tertinggi dalam aksi ini," jelas manajemen BUMI dalam riset CLSA yang dikutip Kamis (14/9/2023). Selain itu, BUMI juga berencana melakukan diverifikasi ke industri mineral bersama dengan anak usahanya, PT Bumi Resource Minerals Tbk (BRMS) yang bergelut dalam bidang pertambangan emas dan mineral lainnya. Tak berhenti sampai di situ, perseroan juga mengungkapkan penjajakan energi terbarukan, salah satunya dengan menggunakan panel surya sebagai sumber energi listrik. (Yetede)
Berharap Kenaikan Volume Batubara
Pemulihan ekonomi global yang diiringi kekhawatiran resesi ekonomi yang makin mereda, akan menjadi sentimen positif pada permintaan batubara. Kondisi ini akan menguntungkan emiten batubara, termasuk PT Harum Energy Tbk (HRUM).
Analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia Rizkia Darmawan dan Abyan H Yuntoharjo mengatakan, kinerja HRUM pada semester I-2023 masih di atas ekspektasi. Sepanjang Januari-Juni 2023, pendapatan HRUM meningkat 30,4% secara tahunan atau year on year (yoy) menjadi US$ 492 juta.
Realisasi tersebut setara dengan 50,8% dari proyeksi pendapatan HRUM hasil kalkulasi Mirae Asset Sekuritas untuk setahun penuh tahun ini dan 67,3% dari proyeksi konsensus. Kenaikan pendapatan ini didorong oleh pendapatan kuartal I-2023 yang lebih tinggi secara tahunan karena penundaan penjualan dari kuartal IV-2022.
Sepanjang separuh pertama 2023, volume penjualan batubara HRUM melonjak 71,8% yoy menjadi 1,8 juta ton. Kenaikan volume penjualan ini menjadi penopang pendapatan HRUM. Sebab pada dasarnya harga jual rata-rata alias average selling price (ASP) HRUM merosot 23,4% yoy menjadi US$ 136 per ton.
Terkait operasi nikel, produksi nickel pig iron (NPI) di smelter pertama milik HRUM di perusahaan asosiasinya, PT Infei Metal Industry (IMI), mencapai 89.000 ton pada separuh pertama 2023 atau meningkat 26,3% yoy.
"Produksi komersial diperkirakan akan dimulai secara bertahap pada kuartal IV-2023. WMI akan memiliki empat lini smelter RKEF dengan kapasitas produksi hingga 56.000 ton logam nikel setiap tahun dalam bentuk NPI dan nikel matte bermutu tinggi," tulis kedua analis Mirae Asset Sekuritas tersebut, dalam riset 4 Agustus 2023.
Sementara Analis Sinarmas Sekuritas Axel Leonardo menaikkan estimasi laba bersih HRUM untuk setahun penuh 2023 setelah melihat hasil kinerja kuartal II. Axel mengerek estimasi laba bersih HRUM sebesar 11% menjadi US$ 224 juta untuk 2023 dan 8% menjadi US$ 298 juta untuk tahun 2024.
Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Indonesia Muhammad Nafan Aji Gusta melihat permintaan batubara akan relatif membaik di semester II-2023 mengingat pemulihan ekonomi global telah terjadi. Secara teknikal, HRUM dalam keadaan uptrend, namun indikator RSI sudah berada di area overbought. Ia menargetkan harga saham HRUM di posisi Rp 1.870 per saham.
Vasanta Siapkan Belanja Modal Rp 10 Triliun
Perusahaan pengembang Vasanta Group mempersiapkan belanja modal setidaknya Rp 10 triliun dalam lima tahun ke depan. Modal ini dipersiapkan untuk membangun beberapa proyek, seperti Shila at Sawangan dan Marche yang merupakan hasil kerja sama dengan Mitsubishi Corporation. Chairman Vasanta Group Agnus Suryadi, Selasa (12/9/2023), menjelaskan, dana untuk belanja modal tersebut didapatkan dari berbagai sumber. (Yoga)
Laba Rp75 Triliun, Emiten BUMN Sokong Pasar Modal Indonesia
JAKARTA,ID-Kehadiran BUMN melalui 12 perusahaan tercatat (listed company), memiliki dampak dampak besar terhadap dinamika pasar modal Indonesia, baik dari sisi kinerja maupun pergerakan saham di lantai bursa. Kinerja BUMN yang moncer dengan perolehan laba bersih hingga Rp76,18 triliun pada semester I-2023, juga terinfeksi dari sahamnya yang masih menjanjikan potensi keuntungan hingga 35%. Berdasarkan catatan Invetsor daily, 12 emiten BUMN membukukan pendapatan Rp343,31 triliun pada paruh pertama tahun ini atau tumbuh 12,08% dibandingkan periode sama tahun yang lalu. Sementara laba bersihnya turun 40,26% menjadi Rp76,18 triliun dibanding sebelumnya Rp127,53 triliun. penurunan tersebut terutama dari perubahan laba bersih PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) dari untung Rp57,5 triliun menjadi rugi Rp1,17 triliun. "Untuk Garuda emang kasus khusus karena pada tahun lalu itu masuk dalam laba luar biasa sebagai dampak dari restrukturisasi utang. kalau kita kesampingkan dulu Garuda, laba BUMN masih tetap tumbuh," kata Head of Investment PT Reswara Gian Investa Adi Joe kepada Investor Daily, baru-baru ini. (Yetede)
INTA Bidik Penjualan Alat Berat Rp 809,6 Miliar
PT Intraco Penta Tbk (INTA) berharap bisa mengantongi nilai penjualan alat berat sebesar Rp 809,60 miliar hingga akhir tahun ini. Target itu menimbang tingginya permintaan dari sektor pertambangan.
Per semester I-2023, INTA membukukan penjualan alat-alat berat senilai Rp 283,10 miliar. Nilai penjualan alat berat INTA tersebut naik 68,4% dari penjualan semester I-2022 yang hanya Rp 168,14 miliar. Astri Duhita Sari, Sekretaris Perusahaan INTA mengatakan, nilai penjualan ini setara dengan 206 unit alat berat.
Astri bilang, peningkatan penjualan alat berat INTA didorong oleh tingginya permintaan dari industri pertambangan baik batubara, nikel, dan emas.
Melihat target penjualan alat berat itu, INTA meyakini bisa mencetak pendapatan sebesar Rp 1,2 triliun. "Target belum kami revisi. Kami masih mengupayakan dengan memonitor ketat perkembangan di pasar alat berat," sambung Astri.
Untuk menggapai target itu, INTA akan melakukan penetrasi pasar secara intensif sekaligus menggandeng prinsipal. Tahun ini, INTA menyiapkan belanja modal alias
capital expenditure
(capex) sebesar Rp 84 miliar.
Di bidang jasa, INTA membukukan pendapatan dari segmen jasa perbaikan senilai Rp 4,78 miliar, dan jasa persewaan sebesar Rp 45,3 miliar. INTA juga membukukan pendapatan dari segmen manufaktur senilai Rp 2,06 miliar.
Kinerja Terangkat Jaminan Kesehatan
Kinerja PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL) bakal lebih sehat berkat potensi meningkatnya kunjungan pasien BPJS Kesehatan. Sebab emiten rumah sakit ini memiliki fokus pasar pada segmentasi pasien BPJS. Analis Samuel Sekuritas Indonesia, Jonathan Guyadi dalam riset 7 Agustus 2023 memperkirakan, trafik pasien program jaminan kesehatan dari BPJS Kesehatan yakni Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) akan tumbuh positif di sisa 2023.
"Dalam jangka pendek, hal ini mungkin terjadi yang mengindikasikan bahwa kunjungan ke rumah sakit bakal lebih tinggi," kata analis BRI Danareksa Sekuritas, Ismail Fakhri Suweleh, dalam riset 8 September 2023.
Analis Reliance Sekuritas, Lukman Hakim menambahkan, kinerja HEAL ke depan akan terangkat ekspansi pembangunan rumah sakit baru. Selain memiliki potensi meningkatnya volume kunjungan dari pasien BPJS.
Emiten rumah sakit swasta ini dijadwalkan akan membuka dua rumah sakit baru di Aceh dan Ciawi di sisa tahun ini. "Kemudian tahun depan rencananya akan dibuka empat rumah sakit baru yaitu RS Internasional PIK 2, rumah sakit di IKN, Pasuruan dan Madiun," ujar Lukman, Senin (11/9).
Sementara Analis Panin Sekuritas, Rizal Rafly melihat HEAL saat ini berfokus pada pasien JKN. RS Hermina berfokus kepada segmentasi ini sebagai penggerak penjualan. Sehingga menjadikan peningkatan jumlah pasien rawat inap (inpatient) dan rawat jalan (outpatient).
Menurut Rizal, HEAL masih berpotensi untuk mengakuisisi lebih banyak pasien baru yang akan berpengaruh pada pendapatan. Hal tersebut didukung oleh strategi doctor partnership yang memungkinkan dokter spesialis milik HEAL akan memiliki saham minoritas di salah satu rumah sakit Hermina.
Sediakan Jasa Manajemen Fasilitas
PT Hoffmen Cleanindo Tbk merupakan perusahan jasa alih daya atau
outsourcing. Kita bisa dengan mudah menemukan wujud bisnis yang dijalankan Hoffmen Cleanindo dalam kehidupan sehari-hari. Produk dan jasa Hoffmen bisa dilihat ketika berkunjung ke pusat perbelanjaan, perkantoran, hingga kawasan perumahan.
Emiten yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kode saham KING ini menyediakan sumber daya jasa manajemen fasilitas untuk memenuhi kebutuhan klien.
Hoffmen Cleanindo yang telah berdiri sejak tahun 2008 memiliki fokus kegiatan usaha seperti sistem kebersihan toilet dan sanitasi. Setelah 10 tahun berdiri, perusahaan ini memperluas lini pelayanan, yaitu jasa kebersihan (cleaning service), jasa penyedia pengharum ruangan, jasa keamanan, jasa ketenagakerjaan, dan jasa manajemen parkir.
Presiden Komisaris Hoffmen Cleanindo, Eddy Japarto memandang, industri jasa kebersihan dan bisnis terkait lainnya sangat potensial. Sebab, belum banyak perusahaan yang memanfaatkan potensi industri ini dengan sungguh-sungguh.
Hoffmen memandang persaingan industri jasa kebersihan cukup berbeda karena masih terbentuknya kompetisi yang menggunakan sistem relasi. Praktik pemasaran belum memasuki mekanisme perdagangan bebas.
Oleh karena itu, perusahaan di industri kebersihan seharusnya memiliki segmen yang tidak hanya satu, melainkan berbagai diversifikasi pelayan jasa yang bervariasi sebagai nilai tambah bagi calon pelanggan.
Hoffmen menyediakan
one stop service
mulai dari depan pintu (petugas keamanan atau
security
), di dalam ruangan (
cleaning service
) hingga sampai di luar pintu (jasa parkir).
Hoffmen Cleanindo memasang target optimistis pada tahun ini. Target pendapatan perusahaan dibidik meningkat hingga Rp 230 miliar pada tahun 2023. Sementara laba bersih dipatok bisa meningkat pesat pada tahun ini.









