;

Berharap Kenaikan Volume Batubara

Berharap Kenaikan Volume Batubara

Pemulihan ekonomi global yang diiringi kekhawatiran resesi ekonomi yang makin mereda, akan menjadi sentimen positif pada permintaan batubara. Kondisi ini akan menguntungkan emiten batubara, termasuk PT Harum Energy Tbk (HRUM). Analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia Rizkia Darmawan dan Abyan H Yuntoharjo mengatakan, kinerja HRUM pada semester I-2023 masih di atas ekspektasi. Sepanjang Januari-Juni 2023, pendapatan HRUM meningkat 30,4% secara tahunan atau year on year (yoy) menjadi US$ 492 juta. Realisasi tersebut setara dengan 50,8% dari proyeksi pendapatan HRUM hasil kalkulasi Mirae Asset Sekuritas untuk setahun penuh tahun ini dan 67,3% dari proyeksi konsensus. Kenaikan pendapatan ini didorong oleh pendapatan kuartal I-2023 yang lebih tinggi secara tahunan karena penundaan penjualan dari kuartal IV-2022. Sepanjang separuh pertama 2023, volume penjualan batubara HRUM melonjak 71,8% yoy menjadi 1,8 juta ton. Kenaikan volume penjualan ini menjadi penopang pendapatan HRUM. Sebab pada dasarnya harga jual rata-rata alias average selling price (ASP) HRUM merosot 23,4% yoy menjadi US$ 136 per ton. Terkait operasi nikel, produksi nickel pig iron (NPI) di smelter pertama milik HRUM di perusahaan asosiasinya, PT Infei Metal Industry (IMI), mencapai 89.000 ton pada separuh pertama 2023 atau meningkat 26,3% yoy. "Produksi komersial diperkirakan akan dimulai secara bertahap pada kuartal IV-2023. WMI akan memiliki empat lini smelter RKEF dengan kapasitas produksi hingga 56.000 ton logam nikel setiap tahun dalam bentuk NPI dan nikel matte bermutu tinggi," tulis kedua analis Mirae Asset Sekuritas tersebut, dalam riset 4 Agustus 2023. Sementara Analis Sinarmas Sekuritas Axel Leonardo menaikkan estimasi laba bersih HRUM untuk setahun penuh 2023 setelah melihat hasil kinerja kuartal II. Axel mengerek estimasi laba bersih HRUM sebesar 11% menjadi US$ 224 juta untuk 2023 dan 8% menjadi US$ 298 juta untuk tahun 2024. Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Indonesia Muhammad Nafan Aji Gusta melihat permintaan batubara akan relatif membaik di semester II-2023 mengingat pemulihan ekonomi global telah terjadi. Secara teknikal, HRUM dalam keadaan uptrend, namun indikator RSI sudah berada di area overbought. Ia menargetkan harga saham HRUM di posisi Rp 1.870 per saham.

Download Aplikasi Labirin :