Korporasi
( 1557 )SMSM Menggenjot Pasar Ekspor
Emiten saham produsen onderdil otomotif, PT Selamat Sempurna Tbk (SMSM), berupaya menjaga pertumbuhan kinerja di sepanjang tahun ini. Sejauh ini, proyeksi penjualan SMSM hingga akhir tahun 2023 dinilai masih sejalan dengan target yang telah ditetapkan.
"Proyeksi penjualan SMSM hingga akhir 2023 masih cukup baik, sejalan dengan target dan tren pertumbuhan yang masih berlanjut, walaupun tidak sebesar dua tahun terakhir," ujar Ang Andri Pribadi,
Chief Financial Officer
(CFO) SMSM, kepada KONTAN, Senin (18/12).
Apabila merujuk catatan KONTAN, Selamat Sempurna mengincar pertumbuhan yang konservatif di tahun ini. SMSM menargetkan, pertumbuhan pendapatan naik 5% dan laba bersih naik 10% dibandingkan tahun sebelumnya.
Dengan penjualan tersebut, SMSM berhasil mengantongi laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 694,83 miliar. Sedangkan pada kuartal III tahun lalu, laba bersih SMSM tercatat senilai Rp 639,07 miliar.
Penjualan SMSM masih didominasi ekspor yang mencapai Rp 2,24 triliun. Sedangkan penjualan di pasar dalam negeri sebesar Rp 1,51 triliun.
Di sisi lain, pertumbuhan ekonomi dan proyek-proyek pembangunan maupun konstruksi turut mendorong penjualan perseroan hingga periode September lalu.
Selamat Sempurna menyiapkan alokasi belanja modal atau
capital expenditure
(Capex) sebesar Rp 150 miliar pada tahun ini. Ang Andri memproyeksikan penyerapan capex akan mendekati nilai yang telah dianggarkan sampai akhir tahun nanti.
Tahun depan, manajemen SMSM memproyeksikan laju bisnisnya tetap berjalan positif. Hal tersebut didukung oleh prospek penjualan ekspor yang merupakan kontributor utama bisnis Selamat Sempurna selama ini.
Ang menyatakan, secara skala pasar, kontribusi penjualan dari pasar luar negeri akan lebih menjanjikan dibandingkan dengan pasar domestik. Hal ini lantaran mayoritas penjualan SMSM ditujukan untuk pasar ekspor.
Meski demikian, pasar ekspor ke depannya masih dihadapkan oleh beragam tantangan. Di antaranya situasi makroekonomi global, termasuk kondisi geopolitik yang masih berlanjut.
Barito Renewables Suntik Modal Start Energi Rp 2,5 Triliun
PWON Kerek Target Marketing Sales
PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) membidik target
marketing sales
atau pendapatan pra penjualan tahun 2024 senilai senilai Rp 1,5 triliun. Target tersebut lebih tinggi dari proyeksi perolehan
marketing sales
tahun ini yang sebesar Rp 1,35 triliun.
Director and Corporate Secretary
Pakuwon Jati, Minarto Basuki mengatakan, prospek bisnis properti di tahun depan cukup menjanjikan.
Bergulirnya insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) menjadi salah satu faktor yang menopang pertumbuhan bisnis properti tahun depan. "Insentif PPN DTP membuat prospek properti di tahun 2024 kami prediksi lebih baik dibandingkan tahun ini," ungkap Minarto kepada KONTAN, Jumat (15/12).
Sebagai tambahan informasi, PPN DTP adalah insentif untuk pembelian rumah seharga Rp 2 miliar hingga Rp 5 miliar. Hal tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 120 Tahun 2023 tentang Pajak Pertambahan Nilai atas Penyerahan Rumah Tapak dan Satuan Rumah Susun yang Ditanggung Pemerintah Tahun Anggaran 2023.
PWON sendiri punya cukup banyak stok unit rumah dan apartemen yang memenuhi kriteria insentif tersebut. Direktur PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) Ivy Wong sebelumnya mengatakan,
inventory stock
atau persediaan rumah milik PWON masih ada Rp 1,15 triliun yang siap jual dan bisa serah terima sebelum Juni 2024.
PWON optimistis insentif PPN tersebut bisa mengerek penjualan di kuartal IV ini, dan berlanjut hingga tahun depan. Jika melihat kinerja keuangan selama sembilan bulan tahun ini, PWON berhasil membukukan pendapatan bersih sebesar Rp 4,56 triliun hingga kuartal III 2023.
Sementara total bank tanah atau
land bank
yang dimiliki oleh perseroan ini sampai dengan kuartal III 2023 atau hingga akhir September 2023 tercatat sebesar 481,7 hektare (ha). "Sekitar 11% dari total
land bank
tersebut sedang dikembangkan pada tahun berjalan, yaitu proyek Pakuwon Mall Bekasi, Pakuwon City Mall Surabaya Extension, dan
landed house
di Pakuwon City dan Grand Pakuwon Surabaya," kata Minarto.
Selain menggenjot bisnis properti, PWON juga akan semakin fokus di bisnis perhotelan. PWON menargetkan, bisa membangun hingga 3.997 unit kamar hotel di tahun 2030 mendatang.
Artinya, akan ada tambahan jumlah kamar sebesar 75% hingga tahun 2030. Adapun jumlah kamar saat ini tercatat sebanyak 2.284 kamar.
Peluang dari Ekspor Sarung Tangan
Menjaring Potensi Lewat Ekosistem
Optimisme BSDE Tersundut Insentif
Dominasi Investor Cina di Lokapasar Dalam Negeri
Energi Mega Persada Siapkan Capex Rp 2,32 T Tahun Depan
MERGER & AKUISISI : ENRG Incar Aset Migas Lokal
PT Energi Mega Persada Tbk. (ENRG) membuka opsi un-tuk melakukan aksi merger dan akuisisi pada 2024 guna menambah cadangan minyak dan gas bumi.Wakil Direktur Utama ENRG Edoardus Ardianto mengung-kapkan bahwa perseroan tidak menutup kemungkinan akan kembali melakukan akuisisi berbagai aset blok migas pada tahun depan, seiring dengan rencana pengembangan perse-roan secara organik maupun anorganik. “Untuk rencana 2024, kami tentu saja akan melihat ke-sempatan untuk melakukan akuisisi atau merger kembali kepada aset itu sendiri,” ujar-nya, dalam paparan pub-lik perseroan pada Jumat, (15/12).
Pada 2024, persoan juga telah menyiapkan belanja modal(capital expenditure/capex) sebanyak US$150 juta, atau sekitar Rp2,52 triliun .Anggaran ini, imbuhnya, akan difokuskan untuk kegiat-an pengeboran (drilling) guna menambah cadangan minyak dan gas (migas) perseroan secara menyeluruh. “Anggaran capex tahun de-pan di kisaran US$150 juta. Fokus di tahun 2024 masih berada untuk kegiatan dril-ling untuk bisa menambah cadangan reserves persero-an secara menyeluruh dan meningkatkan produksi dari ENRG,” jelasnya.
MINYAK BUMI Terdapat Cadangan Baru di Timur Bekasi
PT Pertamina Hulu Energi baru saja menemukan cadangan minyak
bumi baru di sebelah timur Kota Bekasi, Jabar. Temuan ini penting di tengah
produksi minyak Indonesia sebagai negara pengimpor minyak neto cenderung turun.
Kabar temuan cadangan minyak bumi baru ini disampaikan Direktur Eksplorasi PT
Pertamina Hulu Energi Muharram Jaya Panguriseng dalam bincang-bincang bersama sejumlah
pemimpin redaksi media nasional di dalam salah satu gerbong Kereta Luar Biasa
dalam perjalanan dari Jakarta menuju ke Yogyakarta, Jumat (15/12).
”Pada 6 Desember 2023, kita baru saja melakukan discovery
minyak di Jabar. Tepatnya di sebelah timur Kota Bekasi, sekitar 22 km sebelah
timur Kota Bekasi. Nama sumurnya adalah East Pondok Aren,” kata Muharram.
Temuan itu, menurut Muharram, dihasilkan dari drill stem test (DST) 2. Hasil
tes menunjukkan cadangan minyak baru tersebut diperkirakan memiliki deposit minyak
92,79 juta barel setara minyak (MMBOE). ”Saat ini masih progres untuk DST 3.
DST 3 nanti, harapan saya, sama dengan DST 2 sehingga ini menjadi ruang kita
untuk memperpanjang usia industri kita, terutama di Jabar,” kata Muharram. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Waspada, Virus Corona Mengancam Pariwisata
24 Jan 2020 -
Anggaran : Dana Rp 186 Triliun Mengendap
23 Jan 2020 -
Elite Davos Diminta Serius Atasi Kesenjangan
22 Jan 2020









