Korporasi
( 1557 )AMRT Tambah 800 Gerai Tahun Ini
Emiten ritel, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) bakal terus melanjutkan ekspansi bisnisnya di tahun ini. Pihaknya menargetkan penambahan 800 gerai baru di tahun 2024. "Kami menutup tahun hingga akhir 2023 dengan 19.100 gerai dan penambahan satu pusat distribusi di Madiun. Sementara rencana penambahan gerai di tahun 2024 sebanyak 800 gerai," ujar GM Corporate Communications AMRT, Rani Wijaya kepada KONTAN, Selasa (2/1). Rani mengungkapkan, penambahan 800 gerai tersebut akan menyasar wilayah di luar kota-kota besar di Indonesia, terutama di luar Pulau Jawa. Di sisi lain, AMRT optimistis tren pertumbuhan bisnis selama tahun 2023 akan berlanjut hingga tahun 2024. Rani menyatakan, kondisi ekonomi dalam negeri sudah semakin membaik paska pandemi Covid-19. Hal ini juga yang membuat daya beli masyarakat terus meningkat. Meskipun 2024 merupakan tahun politik, proyeksi bisnis ritel akan semakin membaik karena melanjuti kinerja yang sudah baik di 2023. Sekadar informasi, tahun 2024 diprediksi menjadi tahun pemulihan bagi sektor ritel.
Pasalnya, pada tahun ini mobilitas masyarakat sudah tak lagi dibatasi serta adanya momentum politik, seperti Pemilihan Umum (Pemilu) dan Pemilihan Kepala Daaerah (Pilkada) serentak. Ajang pesta demokrasi diyakini dapat meningkatkan pertumbuhan sektor ritel.
Hingga kuartal III-2023, AMRT membukukan laba bersih sebesar Rp 2,19 triliun, tumbuh 25,1% dibandingkan periode sama tahun 2022 yang tercatat sebesar Rp 1,751 triliun.
Pengelola gerai ritel Alfamart ini menyiapkan sejumlah strategi untuk memaksimalkan laju bisnisnya di tahun 2024. Salah satunya melalui
digital initiatives, yakni pengoptimalan
omnichannel
Alfamart melalui aplikasi Alfagift yang semakin membuka jalan dan potensi lain untuk pengembangan bisnis Alfamart, khususnya manajemen hubungan pelanggan (
Customer Relation Management
/CRM) dan teknologi.
Pengembangan
omnichannel
seperti Alfagift ini sebenarnya sudah dilakukan sejak tahun lalu. Namun, manajemen AMRT terus berupaya menyempurnakannya. Ini dilakukan setelah melihat tingginya minat belanja masyarakat secara daring atau online.
Terkait anggaran dana belanja modal atau
capital expenditure
(capex) tahun ini, Manajemen AMRT juga belum bersedia memberikan rinciannya.Namun, Rani menjelaskan sebagian besar capex dialokasikan untuk keperluan ekspansi usaha.
Sebagai gambaran, pada tahun 2023 lalu, AMRT mengalokasikan dana capex sebesar Rp 4 triliun–Rp 4,4 triliun.Dana yang dinilai cukup untuk agenda ekspansi AMRT.
MENJAGA NAPAS DAN MEMANCING GELIAT PROPERTI
Secara historis,
pertumbuhan sektor properti cenderung tertahan di masa Pemilu, karena sejumlah
investor bersikap menunggu dan melihat (wait and see) hasil pemilu. Selain itu,
faktor kenaikan tingkat suku bunga, melemahnya konsumsi, dan ketidak pastian
ekonomi global turut memengaruhi sentimen pasar. Laporan Colliers Market
Insights Research mengenai dampak Pemilu 2024 terhadap sektor properti, yang
dirilis awal Desember 2023, memproyeksikan hasil pemilu memengaruhi sentimen
pasar properti secara keseluruhan. Kekhawatiran atas ketidakpastian menjelang
pemilihan hingga rencana kebijakan dan komitmen ke depan dari masing-masing
calon presiden berdampak terhadap pasar properti. Proyeksi perlambatan properti
pada tahun 2024 berlangsung saat sektor properti belum sepenuhnya pulih pascapandemi
Covid-19. Beberapa subsektor properti masih tergerus dalam, seperti perkantoran
dan apartemen. Sebaliknya, sektor perumahan tapak, ritel, pusat perbelanjaan,
pergudangan, dan kawasan industri telah menunjukkan tren pemulihan.
Direktur PT Ciputra Development
Tbk (CTRA) Harun Hajadi mengemukakan, perusahaan itu menargetkan proyek-proyek
rumah tapak tetap tumbuh tahun depan jika tidak ada kenaikan bunga kredit. Saat
ini, terdapat 80 proyek CTRA di seluruh Indonesia. Ia memprediksi, suku bunga
dan kenaikan inflasi masih akan terkendali, kecuali ada pelemahan signi fikan
atas nilai tukar rupiah. Namun, ekspor Indonesia masih cukup stabil. ”Tahun
2024 (pertumbuhan) akan kurang lebih sama dengan tahun 2023, kecuali pemilu tidak
aman. Untuk properti, security atau merasa aman itu penting,” ujar Harun,
beberapa waktu lalu.
Ketua Umum Himpunan Kawasan
Industri Sanny Iskandar mengemukakan, periode pemilu membawa pengaruh bagi
pelaku industri dalam negeri untuk lebih berhati-hati dalam melakukan ekspansi
bisnis. Namun, peluang tetap terbuka bagi kawasan industri karena investor asing
terus melakukan ekspansi industri ke Indonesia, seperti investor asal China.
Ini, antara lain, dipicu kebijakan pemerintah untuk hilirisasi industri tambang
di wilayah luar Jawa. Pengembangan infrastruktur jalan tol yang mendorong koneksi
antarkota di Pulau Jawa juga dinilai memudahkan penyebaran kegiatan industri manufaktur
dan kawasan industri. Saat ini pembangunan industri baru mulai menyasar
Karawang, Purwakarta, Subang, Majalengka, Sumedang, Cirebon (Jabar), Batang,
Kendal (Jateng), hingga Jatim. Daerah dengan tingkat upah relatif lebih rendah
di bidik, industri yang padat karya. (Yoga)
Menadah Cuan Kontrak Baru PTPP
PT Pembangunan Perumahan Tbk (PTPP) diproyeksi tetap mencetak kinerja solid di 2024. Dorongan dari pemerintah untuk segera menyelesaikan Proyek Strategis Nasional (PSN) bakal menjadi pendukung bagi emiten konstruksi pelat merah tersebut.
Analis Mandiri Sekuritas, Farah Rahmi Oktaviani dan Adrian Joezer memaparkan, proyek Kalibaru akan menjadi penggerak pendapatan PTPP di 2024. Seperti diketahui, PTPP telah berpartisipasi dalam pengembangan terminal peti kemas baru Tanjung Priok atau disebut Pelabuhan Kalibaru sejak tahun 2012.
Sejauh ini, tahap 1A telah selesai dan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 2016. PTPP saat ini sedang mengembangkan tahap 1B dengan lingkup pekerjaan termasuk desain dan pembangunan, dan nilai kontrak sebesar Rp 3,8 triliun.
Per November 2023, PTPP membukukan pencapaian kontrak baru sebesar Rp 30,2 triliun, atau tumbuh 8%
year on year
(yoy) dan telah mencapai sekitar 89% dari target tahun 2023. Sumber pendapatan kontrak baru PTPP terutama didorong oleh proyek-proyek dari pemerintah dengan porsi sekitar 41% dan BUMN sekitar 34%.
Farah bilang, PTPP memperkirakan pertumbuhan kontrak baru akan cenderung datar sekitar 1%-2% yoy di 2024. Hal tersebut karena tender proyek yang diperkirakan lebih lambat dari BUMN dan swasta selama Pemilu.
PTPP menargetkan sekitar Rp 10 triliun kontrak baru didapatkan dari proyek IKN. Optimisme tersebut mengingat anggaran IKN dari pemerintah lebih tinggi yaitu Rp 40,6 triliun dan dengan asumsi tingkat kemenangan sebesar 25%.
PTPP juga berencana divestasi sebagian aset seperti pembangkit listrik (PT Inpola Meka Energi dengan kepemilikan 38,7% dan PT Odira Energi Karang Agung dengan kepemilikan 70%) di 2024. PTPP juga masih berupaya divestasi sebagian lahan dan aset segmen properti, semisal pada PT PP Properti Tbk (PPRO).
Senior Investment Information
Mirae Aset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji Gusta menilai, langkah divestasi aset dan potensi peningkatan proyek diharapkan dapat menjaga kinerja positif PTPP berlanjut di 2024. "Tantangan bagi emiten konstruksi terutama anggota BUMN Karya adalah arus kas negatif," kata Nafan, Selasa (2/1).
Analis Binaartha Sekuritas, Revita Dhiah Anggrainy dalam riset 4 Desember 2023 menyebutkan, PTPP masih mampu mengantongi laba bersih dikala ada penurunan pendapatan usaha pada kinerja sembilan bulan pertama di 2023.
Peningkatan laba bersih PTPP didukung oleh biaya keuangan yang lebih rendah dan peningkatan laba dari usaha patungan. Binaartha Sekuritas menargetkan rasio utang terhadap ekuitas (debt to equity ratio) PTPP sebesar 1,3 kali di tahun 2023-2024.
EKSPANSI USAHA : Kapasitas Jumbo PLTS Terapung TOBA
PT TBS Energy Utama Tbk. (TOBA) menggandeng mitra untuk membangun megaproyek pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) terapung ber-kapasitas 46 megawattpeak (MWp).Hal tersebut terungkap dalam perjanjian kerja sama antara Badan Pengusahaan (BP) Batam, PT Batam Sarana Surya, dan TBS Energy Utama yang diteken pada 29 Desember 2023.Dalam kerja sama itu, para pihak bakal membangun PLTS terapung di Waduk Duriangkang dan Waduk Trembesi. SPV Business Development BS Energy Utama Dimas Adi Wibowo mengatakan perusahaan membangun PLTS tera-pung berkapasitas 46 MWp di Waduk Tembesi.
“Kerja sama ini merupakan komitmen dalam transisi menuju green energy. Batam merupakan salah satu kota yang menjadi prioritas pihaknya dalam mengembang-kan energi baru terbarukan dengan penggunaan energi ramah lingkungan,” katanya dalam keteragan resminya, Minggu (31/12).Sementara itu, Direktur Batam Sarana Surya Vivi Simampo mengatakan bahwa perusahaan akan memulai pengerjaan proyek sesuai dengan target yang telah disepakati dalam perjanjian kerja sama.
Di sisi lain, Anggota Bidang Pengusahaan BP Batam Wan Darussalam menjelaskan bahwa wilayah ini memang tengah dipersiapkan untuk menjadi hub pengembangan EBT.
“Kami harapkan PLTS ini segera terealisasi. PT Batam Sarana Surya dan PT TBS Energi Utama Tbk. bisa ber-sinergi dalam membangun Batam. Ini otomatis akan meningkatkan daya saing Batam,” jelasnya.
Harga Jual Menjadi Sandungan PTBA
Performa PT Bukit Asam Tbk (PTBA) terbebani harga batubara yang jeblok di tahun 2023. Harga batubara yang lebih rendah ke depan masih menjadi penghalang bagi PTBA di tahun-tahun mendatang.
Pada periode Januari September 2023, kinerja pendapatan dan laba bersih PTBA kompak merosot. Emiten pelat merah ini melaporkan pendapatan sebesar Rp 27,7 triliun atau turun sekitar 10,84% secara tahunan atau
year on year
(yoy). Laba bersih PTBA juga melorot sekitar 62% yoy menjadi Rp 3,8 triliun.
CEO Edvisor.id, Praska Putrantyo mengamati, penurunan kinerja PTBA dari sisi pos pendapatan hingga laba bersih memang sudah terjadi sejak kuartal IV-2022. Ini seiring dengan penurunan harga batubara sekitar 64% dari rekor tertinggi tahun lalu di kisaran US$ 400 per ton menjadi US$ 136,95 per ton per 29 Desember 2023.
Penurunan harga batubara terjadi di tengah berakhirnya krisis geopolitik antara Rusia dan Ukraina, serta suplai yang kembali meningkat, jelas Praska, Senin (1/1).
PTBA dinilai masih menarik lantaran dividen
yield
jumbo di sepanjang 2023. Hal itu menyusul performa apik PTBA selama tahun 2022 karena diuntungkan oleh tingginya harga batubara kala itu.
Praska memperkirakan, proyeksi harga rata-rata batubara sepanjang 2024 kemungkinan masih relatif melandai di kisaran US$ 100 per ton - US$ 160 per ton. Faktor yang mempengaruhi pergerakan batubara akan cenderung dipengaruhi oleh sentimen ekonomi negara importir batubara terbesar, salah satunya Tiongkok.
Praska berharap, katalis penopang bagi PTBA datang dari potensi permintaan permintaan batubara domestik untuk kebutuhan pembangkit tenaga listrik.
Analis BRI Danareksa Sekuritas, Erindra Krisnawan mengatakan, pertumbuhan organik batubara PTBA akan terus berlanjut. Fase ekspansi batubara PTBA akan didukung oleh pertumbuhan kapasitas kereta api menjadi 52 juta ton pada 2024 dan menjadi 72 juta ton pada 2026.
Analis MNC Sekuritas, Alif Ihsanario dalam riset 4 Desember 2023 menyebutkan, pendirian Badan Layanan Umum (BLU) ataupun Mitra Instansi Pengelola (MIP) diharapkan dapat mendongkrak kinerja PTBA dikala harga batubara yang lesu. Pendirian BLU untuk mengurus pungutan iuran di industri batubara yang diperkirakan terealisasi pada Januari 2024.
Jadi Pengendali Baru, Hengtong Tender Offer Saham Voksel Electric
Hengton Optic-Electric International Co Ltd, holding investasi dan perdagangan berbasis di Hongkong, siap melakukan penawaran terder (tender offer) saham PT Voksel Electric Tbk (VOKS) setelah jadi pengendali baru emiten produsen kabel tersebut. Saat ini, Hengton menjadi pemegang saham pengendali Voksel dengan kepemilikan 73,05% saham. Pada 22 desember 2023, Hengton mengambil alih sebanyak 1,78 miliar (42,97) saham VOKS dengan nilai transaksi Rp003,5 miliar. Hengton memborong saham Voksel Electric dari para penjual pada harga Rp 226 per saham. Sebelumnya, Hengton melalui DBS Vickers (Hong Kong) Ltd A/C Client telah memiliki 1,25 miliar (30,08%) saham Voksel Electric. Selanjutny, Hengton akan menggelar penawaran tender wajib (Mandatory) Tender Offer) saham VOKS. Pada perdagangan Rabu (27/12/2023), saham VOKS ditutup menguat 2 poin ke posisi Rp216. Dalam satu bulan terakhir, saham emiten kabel tersebut telah menguat 10,77&, dan melesat hingga 55,4% secara year to date (ytd). (Yetede)
Ford Kuasai 8,5% Saham Pabrik Baterai EV vale
Ford Motor Company resmi menjadi pemegang langsung 88.716 unit saham atau 8,5% saham PT Kolaka Nickel Indonesia (KNI). Untuk menguasai porsi saham KNI sebesar itu, pabrikan mobil global tersebut menyetorkan modal senilai Rp 88,71 miliar. KNI merupakan perusahaan yang akan mengelola pabrik high preasure acid leach (HPAL) yang beroperasi di Blok Pomala Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara. Pabrik tersebut digarap PT Vale Indonesia Tbk (INCO) bersama Zhejiang Tbk Tiongkok untuk menghasilkan nikel berbentuk mixed hydroxide (MHP) berkapasitas 120 ribu ton per tahun.
Dalam rantai bisnis nikel, MHP diolah menjadi nikel dan kobalt sulfat yang merupakan material (perkursor) kutub positif atau katoda sel baterai kendaraan listrik (electric vehicle) bersama lithium serta mangan/aluminium. Baterai jenis ini bernama lithium ion. "Sebagai akibat dari penerbitan dan pengambilan bagian saham baru tersebut, maka struktur permodalan dan kepemilikan saham KNI menjadi modal dasar KNI sebesar Rp 1 triliun terbagi atas 3,82 juta saham; dan modal yang ditempatkan dan disetor KNI sebesar Rp 1 triliun yang terbagi 1 juta saham dengan nilai nominal masing-masing saham sebesar Rp 1 juta," jelas Sekretaris Perusahaan PT Vale Indonesia Tbk Filia Alanda. (Yetede)
Perusahaan Baterai Asal China Investasi Sebesar US$ 420 Juta
PRODUKSI FARMASI : Dexa Group Produksi Pembalut Luka
Pelaku industri farmasi dan alat kesehatan Dexa Group mulai memproduksi pembalut luka, menyusul rampungnya pabrik alat kesehatan atau alkes pertamanya. Dengan dibangunnya fasilitas industri ini, Indonesia diharapkan mampu menyediakan produk alat kesehatan pembalut luka atau wound dressing yang kebutuhannya berada di urutan ke-5 alat kesehatan paling banyak ditransaksikan dalam e-katalog Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/jasa Pemerintah (LKPP).Fasilitas industri alat kesehatan PT Deca Metric Medica, anak perusahaan Dexa Group, diresmikan oleh Menteri Kesehatan Republik Indonesia Budi Gunadi Sadikin, yang didampingi oleh Pimpinan Dexa Group Ferry A. Soetikno, dan Direktur Utama PT Medela Potentia Krestijanto Pandji.Menkes Budi mengapresiasi peresmian fasilitas produksi alat kesehatan PT Deca Metric Medica yang dapat mendukung ketahanan kesehatan Nasional. Menurutnya, terdapat 10 alat kesehatan yang paling banyak digunakan di Indonesia berdasarkan data e-Katalog di 900 rumah sakit pemerintah.
“Saya yakin yang namanya wound dressing [pembalut luka] itu dipakai di seluruh dunia, kami bukakan ke UNICEF,” sebut Menkes, dikutip dari siaran pers, Jumat (22/12).Menkes tidak saja mendukung produksi alat kesehatan dalam negeri selain untuk memenuhi kebutuhan nasional, tetapi juga bisa diekspor ke mancanegara. Pemerintah akan memfasilitasi produksi dalam negeri untuk terserap di pasar global.
Menurut laporan kinerja semester I/2023 Direktorat Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan RI, transaksi alat kesehatan Nasional melalui e-katalog pada 2019 — 2020 masih didominasi produk impor yang mencapai 88%.Merujuk data Asosiasi Produsen Alat Kesehatan Indonesia (ASPAKI) pasar alat kesehatan Indonesia tahun 2020 sebesar Rp49,7 triliun setara dengan 0,7% pasar alat kesehatan global.
Merayakan Pesta Saham Hoki di Perheletan Nataru
Pilihan Editor
-
Krakatau Steel Minta Pemerintah Tekan Impor Baja
29 Jan 2020









