;
Tags

Korporasi

( 1557 )

OJK Beri Peringatan kepada Waskita dan Wijaya Karya

KT1 12 Jan 2024 Investor Daily (H)
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberikan peringatakn keras kepada PT Waskita Karya Tbk (WSKT) dan PT Wijaya karya (WIKA) yang melalaikan kewajiban mereka, baik terhadap kreditur perbankan maupun pemegang obligasi. Buntut dari perilaku indispliner tersebut, otoritas bursa menghentikan sementara atau suspensi perdagangan saham Waskita dan Wika. Bahkan, OJK mengingatkan agar emiten  BUMN Karya itu senantiasa memperhatikan kepentingan  para investor. Belum cukup sampai di situ, OJK juga meminta perbankan untuk senantiasa menerapkan prinsip kehati-hatian dan memerhatikan peraturan perundang-undangan dan ketentuan yang berlaku sebagai bagian dari manajemen risiko dalam menjalankan pemberian kredit, termasuk meminta bank untuk membentuk pencadangan kredit yang memadai dalam mengantisipasi potensi kerugian sesuai ketentuan yang berlaku," jelas Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae. (Yetede)

Kini, TPIA Tak Cuma Garap Petrokimia

HR1 11 Jan 2024 Kontan

Emiten milik Prajogo Pangestu PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) resmi bersalin nama menjadi PT Chandra Asri Pacific Tbk. Pergantian nama ini sejalan dengan transformasi TPIA yang saat ini tak cuma berbisnis petrokimia. Direktur Sumber Daya Manusia dan Urusan Korporat TPIA, Suryandi mengatakan, diversifikasi bisnis ini mulai digalakkan pada 2023 lalu, diantaranya dengan mengakuisisi anak usaha PT Krakatau Steel Tbk (KRAS), yakni 70% saham Krakatau Daya Listrik, yang saat ini menjadi Krakatau Chandra Energi, dan akuisisi 49% saham Krakatau Tirta Industri. TPIA juga membenamkan investasi signifikan di sektor infrastruktur energi, melalui Krakatau Chandra Energi. Investasi tersebut dibagi menjadi dua tahap dengan nilai hingga US$ 200 juta. Dengan nilai investasi tersebut kepemilikan saham Krakatau Chandra Energi di PT Krakatau Posco Energy (KPE) kini menjadi 45%. Segmen infrastruktur digarap melalui anak usahanya, PT Chandra Daya Investasi (CDI) yang menggarap bisnis pembangkit dan distribusi listrik, bisnis pengolahan air dan pelayanan tangki serta dermaga. Bisnis infrastruktur ini diharapkan bisa mengimbangi volatilitas bisnis inti TPIA, yakni petrokimia, sehingga bisa mendorong bottom line.

Menurut Suryandi, ada dua faktor utama yang mempengaruhi industri petrokimia saat ini. Pertama, harga bahan baku, yakni minyak mentah memang turun. Tapi, spread margin dari produk petrokimia dipengaruhi oleh konflik geopolitik yang masih berlangsung, sehingga berdampak pada kondisi pasokan dan permintaan. Kedua, pertumbuhan ekonomi China, yang memegang peranan penting di industri petrokimia. Pabrik CA-EDC nantinya dioperasikan oleh anak usaha Chandra Asri Perkasa (CAP) 2, yakni PT Chandra Asri Alkali, yang akan memproduksi 500.000 metrik ton ethylene dichloride per tahun serta lebih dari 400.000 metrik ton caustic soda per tahun. Kehadiran pabrik CA-EDC dapat membantu kekurangan bahan baku di Asia Tenggara. Direktur Chandra Asri Edi Rivai menimpali, caustic soda merupakan material penting untuk hilirisasi nikel. Caustic soda menjadi salah satu bahan baku pemurnian nikel. Selain pemurnian nikel, caustic soda juga digunakan untuk industri sabun dan deterjen. Pada Rabu (10/1), saham TPIA ditutup melemah 5,21% ke Rp 4.000 per saham. Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana mengatakan, saat ini TPIA sedang bergerak di fase downtrend.

ADHI Meraih Kontrak Baru Rp 37,4 Triliun Sepanjang 2023

HR1 11 Jan 2024 Kontan
Meski tengah memperbaiki kinerja, badan usaha milik negara (BUMN) karya bernasib manis terkait urusan perolehan proyek. Misalnya PT Adhi Karya Tbk (ADHI) yang mencatatkan perolehan kontrak baru sebesar Rp 37,4 triliun di tahun 2023. Raihan itu melonjak 58% dari capaian tahun 2022 yang sebesar Rp 23,7 triliun. Farid Budiyanto, Sekretaris Perusahaan ADHI menyatakan, hasil tersebut melampaui target ADHI. Tahun lalu, ADHI semula menargetkan pertumbuhan proyek  antara 15% – 20% dari tahun 2022. Melansir keterbukaan informasi, Rabu (10/1), perolehan kontrak baru ADHI didominasi oleh lini bisnis engineering and construction sebesar 93%. Menurut Farid pencapaian kontrak baru ini menjadi modal ADHI untuk meningkatkan pertumbuhan kinerja yang berkelanjutan. Apalagi ADHI saat ini tengah menerapkan operational excellence. Terkait langkah yang tengah dijalankan olah manajemen ADHI, analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana memberi rekomendasi trading buy untuk ADHI dengan target harga Rp 326 - Rp 340 per saham. Sedangkan pengamat pasar modal dan pendiri WH Project, William Hartanto mengingatkan, saham ADHI tengah dalam tren menurun dengan konsolidasi membentuk pattern double bottom.

OJK Masih Tunggu Rencana Aksi Jiwasraya

KT1 11 Jan 2024 Investor Daily (H)
Restrukturisasi polis PT  Asuransi Jiwasraya (Persero) belum sepenuhnya berakhir. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) masih menantikan rencana aksi yang akan dilakukan usai restrukturisasi dan juga rencana aksi karena masih terdapat 0,49% pemegang polis yang menolak. Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, penjaminan, dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono mengatakan, progres restrukturisasi Jiwasraya sejak 2020 sampai dengan 29 Desember 2023 sebesar 99,5% yang setuju dialihkan ke PT Asuransi Jiwa IFG (IFG Life). Sedangkan masih terdapat pemegang polis yang menolak sekitar 0,49% dengan jumlah klaimnya senilai Rp187 miliar. "Kami minta pada pemegang saham dan direksi, komisaris merancang rencana aksi dari tindak setelah dialihkan dan yang tidak bersedia direstrukturisasi, rencana aksi seperti apa. Itu yang kami tunggu, dalam langkah seperti apa rencana aksi untuk yang tidak setuju itu," Ungkap Ogi. (Yetede)

Emiten Sektor Ritel Masih Bertenaga

HR1 10 Jan 2024 Kontan
Saham-saham yang masuk dalam sub-sektor ritel dapat diperhitungkan sebagai pilihan investasi tahun ini. Emiten ritel memperoleh sejumlah katalis positif dari pertumbuhan daya beli. Emiten ritel yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) juga dinilai cukup terdiversifikasi. Associate Director Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nicodemus mengatakan, sektor ritel akan didukung oleh daya beli konsumen yang masih terjaga. Hal ini juga terlihat dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK). Hasil Survei Konsumen Bank Indonesia, IKK Desember 2023 yang naik menjadi 123,8 dari 123,6 pada November 2023. CEO Edvisor Profina Visindo, Praska Putrantyo mengatakan, prospek emiten ritel yang menyasar kelas menengah ke bawah beperluang membaik. Hal ini tak lepas dari peluang kelonggaran kebijakan moneter, yang diharapkan bisa mendorong konsumsi masyarakat. Sejumlah ekspansi emiten juga akan menyokong kinerja. Mirae Asset Sekuritas dalam riset 2 Januari 2024 mengatakan, sepanjang 2023 lalu, PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) membuka 700 toko baru dan berekspansi ke Asia Tenggara. Sementara PT Ace Hardware Indonesia Tbk (ACES) menambah 13 toko. Karena itu dalam hitungan Mirae Asset, MAPI dan ACES berpotensi mencatatkan kenaikan pendapatan masing-masing sebesar 22,35% dan 26,67%. Praska merekomendasikan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) dengan target harga Rp 2.920 per saham, PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk (RALS) dengan target harga Rp 560, dan ACES dengan target harga Rp 790, dengan strategi trading jangka pendek-menengah. Lalu, Nico menyukai saham AMRT dengan target harga Rp 3.300 dan ACES di target Rp 915.

Kinerja SMGR Terangkat Proyek IKN

HR1 09 Jan 2024 Kontan
Kinerja PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) diperkirakan tumbuh positif di 2024. Ini seiring dengan banyaknya proyek-proyek pembangunan yang akan mendorong pertumbuhan permintaan semen. Analis Mirae Asset Sekuritas Andre Saragih mengatakan, manajemen SMGR memproyeksikan pertumbuhan volume penjualan domestik sebesar 3% di 2024. Ini didorong dari pertumbuhan volume penjualan curah sebesar dua digit ke proyek-proyek infrastruktur. Juga pertumbuhan volume penjualan dalam sak sebesar satu digit yang didukung oleh konsumsi selama pemilu. Adapun proyek utama yang akan mendorong pertumbuhan SMGR adalah dari Ibu Kota Negara (IKN). Tahun ini Andreas memperkirakan kebutuhan semen di IKN mencapai 2 juta ton dan SMGR diproyeksi dapat memasok sekitar 1,4 juta ton ke sana. SMGR dinilai dapat menikmati persaingan yang lebih ringan di Jawa Tengah. Andreas meyakini, persaingan harga pun akan mereda karena ketersediaan merek yang lebih rendah di pasar pasca akuisisi. Lalu ekspektasi pertumbuhan permintaan yang kuat, didorong oleh beberapa proyek jalan tol Solo-Yogyakarta, Yogyakarta-Bawen, dan Semarang-Demak, serta Kawasan Industri Batang dan Kawasan Ekonomi Khusus Kendal, jelasnya dalam riset, Jumat (1/12/2023). CEO Edvisor.id Praska Putrantyo mengatakan, rencana pembukaan fasilitas baru di Tuban juga diharapkan dapat mendorong peningkatan penjualan dan produksi SMGR di sepanjang 2024. Lalu, untuk rencana ekspor ke AS juga dinilai dapat memberikan dampak positif. Terlebih, kontribusi ekspor saat ini hampir 12% dan bertumbuh sekitar 29% per September 2023 dibanding periode sama tahun sebelumnya. "Ditambah peluang kebijakan moneter yang lebih longgar di tahun 2024 bisa menjadi katalis positif bagi bisnis semen," ujarnya, Senin (8/1). Analis Philip Sekuritas Helen menambahkan, dari dalam negeri diperkirakan permintaan akan bertumbuh. Konsumsi semen domestik diproyeksi tumbuh 3% di tahun ini, lebih baik dari 2023 di 1%-2%. Karenanya, Philip Sekuritas memproyeksikan pendapatan SMGR di 2024 mencapai Rp 40,97 triliun atau tumbuh 6,72% dari ekspektasi di 2023 sebesar Rp 38,39 triliun. Adapun laba bersih diperkirakan tumbuh 13,06% menjadi Rp 2,77 triliun dari proyeksi 2023 sebesar Rp 2,45 triliun.

Triputra Agro Pacu Produksi Sawit

HR1 09 Jan 2024 Kontan
Emiten perkebunan sawit, PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG) menganggarkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp 669 miliar pada tahun 2024 ini. Corporate Secretary TAPG, Joni Tjeng mengatakan, sebagian besar dana belanja modal  digunakan untuk belanja infrastruktur yang dapat menunjang proses produksi di tahun 2024. "Perseroan menyiapkan capex Rp 669 miliar yang terdiri dari 12% untuk tanaman, 69% untuk infrastruktur bangunan, kendaraan dan instalasi peralatan, 11% untuk mill (pabrik), serta 8% sisanya untuk capex lainnya," kata Joni kepada KONTAN, pekan lalu. Sebagai tambahan informasi, di akhir tahun 2023 lalu, TAPG  telah mendapatkan fasilitas kredit modal kerja dari PT Bank Mandiri Tbk (BMRI). Melansir keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), pinjaman tersebut tercatat sebesar Rp 200 miliar. Fasilitas kredit ini akan dialokasikan untuk modal kerja sejumlah anak usaha TAPG. Antara lain  PT Agro Multi Persada, PT Brahma Binabakti, PT Etam Bersama Lestari, PT First Lamandau Timber International, PT Gawi Bahandep Sawit Mekar, dan PT Hamparan Perkasa Mandiri. Selanjutnya, PT Kedap Sayaaq Dua, PT Kutim Agro Mandiri, PT Mega Ika Khansa, dan PT Muaratoyu Subur Lestari, PT Pradana Telen Agromas, dan PT Subur Abadi Wana Agung. Perubahan iklim ini memang menjadi tantangan tersendiri. Salah satu yang diwaspadai adalah kemarau panjang atau El Nino tahun lalu, yang dampaknya baru akan terasa di tahun ini. Selain dampak El Nino, TAPG juga mewaspadai adanya intensitas hujan yang tinggi atau La Nina di tahun ini. Seperti diprediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), tahun ini terdapat peluang kecil Indonesia mengalami La Nina. Fenomena ini bakal memicu terjadinya anomali iklim basah di tahun 2024 ini. Demi memacu target produksi, TAPG tetap membuka kesempatan untuk melakukan peningkatan kapasitas produksi dengan menambah lahan baru di tahun ini. Berdasarkan catatan KONTAN, hingga akhir tahun 2023, TAPG telah memiliki 23 perkebunan kelapa sawit, satu perkebunan karet, 18 Pabrik Kelapa Sawit (PKS), satu pabrik minyak inti sawit dan satu pabrik slab and ribbed smoked sheet (RSS). Seluruh aset itu tersebar di kawasan Jambi, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur.

Asuransi Bumiputera Janji Bayar Klaim Rp 133,9 Miliar

KT1 09 Jan 2024 Investor Daily (H)
Asuransi Jiwa Bersama (AJB) Bumiputera 1912 akan membayarkan klaim yang tertunda  dari sejumlah pemegang polis senilai Rp113,9 miliar hingga Juni 2024. Sekretaris Task Force AJB Bumiputera 1912 Auditomo mengatakan, pihak AJB Bumiputera  akan tetap memprioritaskan  pembayaran klaim yang tertunda dari pemegang polis. "AJB Bumiputera 1912 menargetkan pembayaran klaim kepada 33.884 polis dengan nominal mencapai Rp113,98 miliar sampai dengan Juni 2024," ungkap Sekretaris Takes Force AJB Bumiputera 1912, Auditomo. Adapun selama 10 bulan terakhir ini AJB Bumiputera terus berupaya melakukan penjualan  dan optimalisasi beberapa  aset yang dimiliki. Hal ini dilakukan untuk memenuhi ketersediaan dana dalam rangka menyelesaikan klaim yang tertunda. (Yetede)

Gelontorkan Rp940 Miliar, Petrindo Jadi Pengendali Baru Petrosea

KT1 06 Jan 2024 Investor Daily (H)
PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) akan menjadi pengendali baru PT Petrosea Tbk (PTRO) setelah mengambil alih 342.295.700 saham kontraktor pertambangan  itu dari PT Caraka Reksa Optima. Akuisisi 34% saham Petrosea senilai Rp940 miliar tersebut, dilakukan melalui PT Kreasi Jaya Persada, anak usaha yang 99,98% sahamnya dimiliki CUAN. Untuk memuluskan aksinya, emiten milik konglomerat Prajogo Pangestu ini akan meminta persetujuan akuisisi dalam  rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada 12 Februari mendatang. "Kreasi Jasa Persada (KJP) dan caraka Reksa Optima (CRO) telah mendandatangani perjanjian pembelian saham bersyarat (PPSB) sehubungan dengan pembelian 34% saham Petrosea tanggal 7 November 2023 senilai Rp 940.000.000. Penjual (CRO) wajib membantu pembeli (KJP) untuk memastikan bahwa pembeli menjadi pengendali PTRO," tulis manajemen Petrindo Jaya. (Yetede)

Barito Renewables Diprediksi Masuk Indeks MSCI, Potensi Gain 25%

KT1 05 Jan 2024 Investor Daily (H)
PT Barito Renewables Energi Tbk (BREN) diprediksi masuk sebagai salah satu konstituen kuat indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI) Indonesia. Masuknya BREN ke Indeks MSCI membuka peluang kenaikan (Potential gain) saham emiten energi baru terbarukan (EBT) ini hingga 25% oleh posisi saat ini Rp7.525.  Probabilitas emiten milik konglomerat Prajogo Pangestu menjadi anggota indeks MSCI menyusul adanya penyesuaian (rebalancing) anggota MSCI  Indonesia yang dijadwalkan pada 12 Februari 2024 dan berlaku efektif 1 maret 2024. Indeks MSCI Indonesia merupakan  indeks yang didesain untuk mengukur kinerja segmen pasar Indonesia yang berkapitalisasi besar dan menengah. Beranggotakan sebanyak 22 konstituen, indeks ini mencakup sekitar 85% pasar saham Indonesia. (Yetede)