Korporasi
( 1557 )Blok Rokan dan Mahakam Simbol Kebangkitan Energi Nasional
Menuai Hasil Investasi Besar Saham Freeport
Presiden Dorong Starlink Berkolaborasi Dengan ISP Lokal
NTT DATA Bangun Pusat Data Jakarta 2
NTT DATA , perusahaan inovator global dalam layanan bisnis dan teknologi yang merupakan bagian dari Grup NTT dan berkantor pusat di Tokyo, Jepang, sedang membangun Pusat Data Jakarta 2 Annex (JKT2A) di Indonesia. Pembangunannya dijadwalkan selesai pada awal 2026. Sebagai bagian dari kompleks Jakarta 2 NTT DATA, JKT2A dirancang untuk memenuhi kebutuhan hyperscalers dan korporasi guna mendukung pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia. Pembangunannya merupakan bagian rencana investasi pusat data lebih dari US$ 10 miliar di seluruh dunia tahun 2023-2027. CEO dan Presiden Global Data Center NTT DATA Doug Adams pembangunan JKT2A menegaskan posisi kepemimpinan NTT di Indonesia, terutama dengan pertumbuhan jejak pusat data global kami yang bertujuan untuk memenuhi permintaan pasar. "Kami siap menyediakan desain faslitas yang fleksibel agar klien dapat mencapai tujuan bisnis mereka. Kami berkomiten menyediakan kecukupan kapasitas data untuk mendukung ekonomi digital Indonesia," ujar Adams. (Yetede)
Peran Strategis Freeport
Keberadaan perusahaan tambang tembaga, PT Freeport Indonesia, sangat strategis, tidak saja bagi provinsi dan kabupaten di Papua Tengah juga bagi negara Indonesia. Selain berkontribusi langsung secara ekonomi melalui pajak dan royalti, Freeport juga memberikan dampak tidak langsung berupa penciptaan ribuan lapangan pekerjaan, serta multiplier effect lainnya. Berkat Freeport pula, Indonesia bakal memiliki pabrik atau fasilitas pengolahan dan permunian (smelter) tembaga terbesar di dunia.
Tercatat, sepanjang 2023 Freeport menyetor sekitar Rp3,35 triliun dari laba bersihnya untuk Pemerintah Provinsi Papua Tengah, kabupaten penghasil, dan kabupaten lain di provinsi Papua Tengah, yakni Kabupaten Nabire, Paniai, Puncak, Puncak Jaya, Dogiyai, Deiyai, dan Intan Jaya masing-masing mendapatkan Rp 160 miliar. Pada 2023, produksi tembaga Freeport sebanyak 1,65 miliar pound, serta 1,97 juta ounces emas. Dari kinerja operasi tersebut, PFTI berhasil mencetak laba bersih US$ 3,16 miliar atau setara Rp48,79 triliun. (Yetede)
Menyigi Kinerja, Prospek dan Rekomendasi Emiten Kontruksi
Emiten jasa konstruksi swasta menyajikan kinerja keuangan yang beragam. PT Total Bangun Persada Tbk (TOTL) misalnya, mengantongi kenaikan pendapatan usaha 32,31% secara tahunan menjadi Rp 818,87 miliar di kuartal I-2024. Laba bersih TOTL pun melonjak 77,60% yoy menjadi Rp 52,71 miliar di kuartal I 2024. PT Nusa Raya Cipta Tbk (NRCA) juga mencatatkan kenaikan pendapatan 9,6% di periode serupa menjadi senilai Rp 715,01 miliar. Tapi laba bersih emiten ini turun tipis 0,28% di kuartal I-2024 menjadi Rp 28,75 miliar. Sebaliknya PT Acset Indonesia Tbk (ACST) mencatatkan lonjakan rugi ke entitas pemilik sebesar 42,3% di kuartal I-2023 menjadi sebesar Rp 42,49 miliar.
Kerugian itu dialami ACST di tengah kenaikan pendapatan bersih 52,59% secara tahunan menjadi senilai Rp 549,86 miliar. Erlin Budiman, Vice President Head of Investor Relations PT Surya Semesta Iinternusa Tabk (SSIA), induk NRCA, menyebut realisasi kontrak baru itu melonjak 92,5% dibandingkan dengan kontrak baru pada kuartal I 2023 yang sebesar Rp 701,7 miliar. Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia, Sukarno Alatas melihat TOTL masih memimpin di di kalangan emiten konstruksi swasta pada kuartal I 2024. Namun Investment Consultant Reliance Sekuritas Indonesia Reza Priyambada melihat emiten konstruksi swasta dan BUMN karya justru bisa bersinergi. Masing-masing pihak juga sudah punya pasar masing-masing.
3 Operator Jadikan Industri Telco lebih Sehat
Rencana merjer antar dua perusahaan telekomunikasi (telko), yakni PT XL Axiata Tbk dengan PT Smartfren Telecom Tbk, disambut positif. Sebab, penggabungan kedua perusahaan tersebut akan menjadikan bisnisnya lebih baik dan efisien. Selain itu, pengerucutan hanya tiga operator saja diyakini akan menjadikan industri telko di tanah Air lebih sehat di tengah kekhawatiran pertumbuhan bisnis seluler yang mulai jenuh dan stagnan. Pada akhirnya, rumor rencana merjer antara XL Axiata dengan PT Smartfren pun akan mendekati kenyataan. Hal itu akan terjadi karena pemilik saham mayoritas kedua perseroan tersebut telah menandatangani MoU merjer yang diumumkan pada Rabu (15/5/2024) pekan ini.
Jika nanti terealisasi, jumlah oprator telko di Indonesia pun berkurang menjadi tiga saja dari saat ini masih empat. Mereka terdiri atas PT Telkom yang merupakan anak usaha PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, PT Indosat Tbk atau dikenal sebagai Indosat Ooredoo Huthinson (IOH), serta gabungan XL Axiata dan Smartfren yang sekarang sedang berproses. Simulasi dan perhitungan data berdasarkan laporan keuangan yang telah diaudit tahun 2023 pun akan menjadikan XL Axiata dan Smartfren lebih kuat, bersaing, dan sehat dilihat dari potensi kinerja pendapatan dan laba bersih, jumlah pelanggan, serta jumlah pelanggan, serta jumlah menara penguat sinyal selulernya. (Yetede)
Vale Kantongi Izin Perpanjangan Operasi Hingga 2035
PT Vale Indonesia Tbk (INCO) mengantongi izin perpanjangan operasi hingga 2025. Selanjutnya, emiten tambang dan pengolahan nikel ini bisa mendapatkan izin operasi 10 tahun lagi atau hingga 2045, dengan syarat menyelesaikan pembangunan smelter. Artinya, total perpanjangan izin operasi Vale mencapai 20 tahun. Bisa dibilang 10 tahun pertama perpanjangan operasi tersebut menjadi masa krusial bagi Vale Indonesia. Masa konsesi Vale Indonesia berakhir pada Desember 2025.
Pemerintah telah memberi izin perpanjangan operasi seiring pelepasan saham Vale Indonesia melalui mekanisme divestasi. Mayoritas saham vale Indonesia kini dipeganng oleh pemerintah melalui MIND ID. Perpanjangan operasi itu dalam bentuk lisensi izin usaha pertambangan khusus (IUPK), bukan lagi kontrak karya. Staf Khusus Menteri ESDM Bidang Percepatan Tata Kelola Mineral dan Batu Bara Irwandy Arif mengatakan, IUPK yang diberikan kepada Vale Indonesia tertuang mengenai komitmen penyelesaian smelter. (Yetede)
Persaingan Pasar Internet Makin Ketat
Kehadiran layanan internet Starlink milik milarder Amerika Serikat (AS) ELon Musk diyakini bakal berkontribusi terhadap ketersediaan akses internet yang makin berkualitas dan merata di Tanah Air. Sehingga, keberadaan Starlink ini bisa ikut menopang geliat ekonomi digital Indonesia yang diproyeksikan melonjak menjadi US$ 109 miliar pada tahun 2025 dan US$ 360 miliar pada 2030, dari pencapaian tahun lalu yang senilia US$ 82 miliar. Lebih dari itu, bertambahnya operator ini juga akan mendorong persaingan pasar internet broadbrand di Tanah Air dikuasai hanya oleh satu operator saja, yakni Indihome.
"Dominasi ini menciptakan persaingan yang tidak sehat, mengingat Indihome didukung oleh infrastruktur Telkom yang menguasai jaringan telepon nasional," ujar Direktur Ekonomi Digital Celios Nailul Huda kepada Investor Daily. Berdasarkan hasil survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) tahun 2023, Indihome mendominasi pasar layanan fixed bradbrand di Indonesia dengan pangsa pasar hingga mencapai 54,21%. (Yetede)
AKSI KORPORASI : SOLA Siap Garap Proyek PLN
Emiten yang bergerak di sektor energi, PT Xolare RCR Energy Tbk., siap membidik proyek pembangkit listrik milik PT PLN setelah sukses menyelesaikan pembAngunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya di Raja Ampat sebesar Rp25,53 miliar. Direktur Utama PT Xolare RCR Energy Tbk. (SOLA) Mochamad Bhadaiwi mengatakan SOLA telah merampungkan pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) melalui anak usaha PT Bumiraya Energi Hijau (BEH) senilai Rp25,53 miliar. Menurutnya, PLTS berkapasitas 495 KWp dan 2.000 kWh baterai yang dikerjakan oleh anak usaha SOLA tersebut dimiliki oleh perusahaan pertambangan nikel di Pulau Gag, yakni PT Gag Nikel.
Nantinya, keberadaaan PLTS tersebut menjadi sumber listrik bagi kebutuhan town site pertambangan nikel perusahaan yang dikendalikan oleh PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) tersebut. Optimalisasi pemanfaatan sumber listrik dari tenaga surya itu diyakini bisa mengurangi konsumsi bahan bakar pada generator diesel berkapasitas 3x250 kWh. Bahkan, Bhadaiwi menyatakan bahwa penggunaan PLTS sebagai sumber energi terbarukan tersebut bisa menghasilkan listrik sebesar 876.76 MWh per tahun, sehingga bisa mengurangi emisi CO2 mencapai 527,83 tCO2 per tahun.
Saat ini, dia mengungkapkan SOLA menargetkan pengerjaan sejumlah proyek Independent Power Producer (IPP) PLTS di PT PLN (Persero) dan PLTS Atap untuk konsumen komersial/industrial dan residensial dengan skema zero capex. Selain itu, Perseroan juga tengah membidik proyek-proyek konstruksi pembangunan PLTS di Indonesia, sejalan dengan komitmen SOLA untuk menjadi salah satu pemain utama di bisnis EBT.
erlebih lagi, tegas dia, kegiatan operasional perseroan sejauh ini juga tidak terlepas dari upaya mendukung program pemerintah yang terkait dengan pembangunan infrastruktur energi, terutama pengembangan solar PV. Seperti diketahui, energi surya menjadi salah satu sumber energi alternatif. Berdasarkan data Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat potensi energi matahari di Indonesia mencapai 4,8 KWh/m2 atau setara 112.000 GWp. Akan tetapi, Kementerian ESDM mencatat pemanfaatannya hanya sebesar 10 MWp.
Pilihan Editor
-
Penjualan Sepeda Melonjak
09 Jul 2020 -
Ponsel Pintar Menggerus Penjualan Kamera Digital
06 Jul 2020 -
Sepeda Listrik SLIS Ngebut di New Normal
07 Jul 2020









