;
Tags

Korporasi

( 1557 )

LPKR Siap Terjun ke Bisnis Parkir

HR1 18 May 2024 Kontan

PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR)  kembali melakoni aksi korporasi. Setelah melepas sebagian saham PT Siloam Internationals Hospitals Tbk (SILO), salah satu entitas Grup Lippo tersebut berencana menambah kegiatan usaha. Melansir keterbukaan informasi, Jumat (17/5), salah satu emiten properti ini berencana menambah kegiatan usaha, yaitu pengelolaan lahan parkir. Maka, LPKR akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada 19 Juni 2024 untuk meminta restu terkait aksi korporasi itu.

Studi kelayakan sudah disiapkan LPKR terkait aktivitas perparkiran di badan jalan (on street parking) dan aktivitas perparkirandi luar badan jalan (off street parking). Manajemen LPKR menjelaskan, kegiatan usaha aktivitas perparkiran ini merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kegiatan usaha real estat yang saat ini dijalankan oleh perseroan ini. Guna meningkatkan kinerja, LPKR mengintegrasikan jasa usaha perparkiran dalam kegiatan usaha utamanya. Dari studi kelayakan LPKR, net present value (NPV) dari penambahan kegiatan usaha ini sebesar Rp 8,96 miliar. Lalu, internal rate of return  sebesar 64,38%. Sementara itu, profitability index sebesar  1,19 dan break even point 41%. Lantas titik impas bisnis ini bisa lebih cepat dari lima tahun menjadi 3 tahun 5 bulan. 

Buana Finance Raih Kredit Rp 50 Miliar dari Bank Jago

HR1 18 May 2024 Kontan
PT Buana Finance Tbk (BBLD) meraih tambahan fasilitas pinjaman senilai Rp 50 miliar dari PT Bank Jago Tbk (ARTO). Kesepakatan fasilitas pinjaman tersebut ditandatangani Buana Finance dan Bank Jago pada 14 Mei 2024. Fasilitas ini menambah total plafon pinjaman Buana Finance kepada Bank Jago menjadi Rp 1,55 triliun. Sekretaris Perusahaan Buana Finance, Ahmad Khaetami mengatakan, tambahan pinjaman tersebut memiliki tenor 48 bulan. Pinjaman akan digunakan Buana Finance untuk menggenjot pembiayaannya. "Fasilitas pinjaman akan digunakan untuk keperluan modal kerja," ujar Sekretaris Perusahaan Buana Finance, Ahmad Khaetami, Jumat (17/5). Pada 19 Maret, Buana Finance dapat kucuran kredit Rp 500 miliar dari PT Bank Central Asia Tbk dengan tenor 36 bulan. Lalu, pada 22 Maret 2024, Buana Finance dapat kredit Rp 300 miliar dari PT Bank OCBC NISP Tbk.

Daya Beli Pulih, SIDO Makin Sehat

HR1 18 May 2024 Kontan

Bisnis emiten farmasi, PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) mulai kembali bangkit di tahun ini. Produsen obat herbal Tolak Angin ini mencatat penjualan bersih sebesar Rp 1,05 triliun pada kuartal pertama 2024. Jumlah ini naik 16% secara tahunan atau year on year (yoy) bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 907,30 miliar. David Hidayat, Direktur Utama SIDO mengatakan, penjualan ekspor mengalami pertumbuhan sebesar 44%, dengan kontribusi 7% terhadap total penjualan pada kuartal pertama 2024. Dari segi profitabilitas, margin laba kotor meningkat menjadi 59% pada kuartal pertama 2024, naik 53% dibandingkan kuartal I-2023. SIDO juga mencatatkan adanya beban operasional, termasuk beban iklan dan promosi, serta beban administrasi dan umum yang naik sekitar 10%, namun tetap lebih rendah dari pertumbuhan penjualan.

"Adapun, margin laba operasional meningkat menjadi 47% dibandingkan kuartal I 2023 yang sebesar 42%. Sementara Laba bersih setelah pajak mencapai Rp 390 miliar pada kuartal pertama 2024," sambung David. Seperti diketahui, peningkatan daya beli masyarakat menjadi salah satu faktor penting bagi SIDO untuk memproyeksikan penjualan secara berkala. Makanya, perseroan juga berharap pertumbuhan dan kestabilan ekonomi nasional dapat terjaga. Optimisme ini tertuang dalam target SIDO yang berharap dapat mencetak kinerja positif, yakni pendapatan dan laba masing-masing naik 10%-15% di tahun ini. Selain itu, perusahaan juga telah menandatangani Perjanjian Kerjasama Penunjukan Sub Distributor dengan PT Atri Distribusindo yang merupakan grup Alfamart untuk mempersingkat jalur distribusi modern trade channel dalam meningkatkan penjualan serta marjin laba. Kerjasama serupa akan dikembangkan untuk modern trade channel perusahaan lainnya.

Saratoga Berburu Aset Healthcare

KT1 17 May 2024 Investor Daily (H)
Sektor kesehatan (healthcare) masih menjadi salah satu primadona bagi investasi PT Saratoga Investama Sedaya Tbl (SRTG) pada tahun ini. Dana investasi tahunan senilai US$ 100-150 juta atau setara Rp2,39 triliun telah siap diperseroan, salah satunya untuk berburu aset potensial di sektor tersebut. Portfolio aset emiten milik Edwin Soeryadjaya dan Sandiaga Uno ini memang tersebar di berbagai industri. Mulai dari energi, energi baru terbarukan (EBT), konstruksi, media,  infrastruktur digital, logistik, industri, dan tanpa terkecuali sektor healthcare. Setahun belakangan bisa dibilang menjadi episode paling agresif bagi Saratoga. Disatu sisi perseroan melakukan divestasi atas  aset data center Atria DC dan saham Prima Hospital, namun pada saat bersamaan juga gencar berinvestasi di industri healthcare, yaitu klinik kecantikan ZAP. Bahkan teranyar perseroan resmi mengakuisisi mayoritas  saham rumah sakit Brawijaya dari perusahaan asal Singapura, Falcon House Partner. (Yetede)

Kalbe Farma Mengincar Laba Dobel Digit Tahun Ini

HR1 17 May 2024 Kontan

Kinerja yang positif di kuartal I-2024 membuat PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) mematok pertumbuhan positif sepanjang tahun ini. Salah satu emiten farmasi ini mematok pertumbuhan bisnis antara 6%-7% sepanjang tahun ini. Presiden Direktur PT Kalbe Farma Tbk, Irawati Setiady optimistis target tersebut bisa tecapai. Target kinerja yang dipasang Kalbe di tahun 2024 ini, menurut Irawati, juga didorong oleh realisasi kinerja di kuartal I 2024. Pada kuartal I 2024. Kalbe mencatat kinerja yang positif di periode tersebut. Melansir laporan keuangan pada laman Bursa Efek Indonesia (BEI), KLBF mencatat perolehan laba ke entitas pemilik sebesar Rp 957,56 miliar di kuartal I-2024.

Hasil tersebut naik 11,90% secara tahunan dari periode yang sama pada tahun 2023 yang sebesar Rp 855,7 miliar. Kenaikan laba bersih Kalbe juga terangkat oleh peningkatan penjualan. Penjualan neto KLBF naik 6,22% menjadi Rp 8,36 triliun di kuartal pertama 2024. Pada periode yang sama tahun lalu, penjualan neto Kalbe sebesar Rp 7,87 triliun. Dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang dilaksanakan pada Kamis (16/5) Kalbe Farma juga akan membagikan dividen Rp 1,4 trilliun atau setara Rp 31 per saham. Pembayaran dividen tersebut sebesar 52% dari laba bersih di tahun 2023. Kalbe Farma meraup laba bersih sebesar Rp 2,77 trilun di periode tahun 2023 kemarin. Sementara pendapatan Rp 30,45 triliun. Kemarin, harga saham KLBF tutup di level Rp 1.445.

RENCANA MERGER FREN & EXCL : Smartfren Janji Lebih Efisien

HR1 17 May 2024 Bisnis Indonesia

PT Smartfren Telecom Tbk. (FREN) berjanji memberikan pelayanan paling efektif dan efi sien menyusul rencana merger dengan PT XL Axiata Tbk. (EXCL). Presiden Direktur Smartfren Merza Fachys mengatakan bahwa layanan Smartfen kepada 36 juta pelanggan termasuk tarif termurah yang berada di peringkat empat di dunia. “Semuanya demi Indonesia yang lebih baik. Memang kita kurang murah? Kita itu nomor 4 paling murah di dunia,” katanya di Jakarta, Kamis (16/5). Merza menjelaskan bahwa perusahaan siap memberikan layanan yang efi sien dengan adanya aksi korporasi tersebut. Axiata Group Berhad (Axiata) dan Sinar Mas telah mengumumkan penandatanganan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) tidak mengikat untuk menjajaki rencana merger antara XL Axiata dan Smartfren untuk menciptakan entitas baru MergeCo. 

Rencana merger itu masih dalam tahap evaluasi awal, dengan Axiata dan Sinar Mas memiliki tujuan tetap menjadi pemegang saham pengendali dari MergeCo. Manajemen Axiata menjelaskan bahwa validasi terhadap penggabungan dan penciptaan nilai bagi pemegang saham, uji tuntas, persiapan rencana bisnis bersama dan kesepakatan atas persyaratan penting akan menjadi kegiatan utama yang dilakukan selama tahap penjajakan yang diatur dalam MoU. “Setiap perkembangan penting yang berhubungan dengan MoU ini akan diumumkan sebagaimana diperlukan,” ungkapnya. Secara terpisah, Ketua Pusat Kajian Kebijakan dan Regulasi Telekomunikasi Institut Teknologi Bandung (ITB) Ian Yosef M. Edward berpendapat rencana merger antara FREN dan EXCL akan membuat tarif layanan menjadi lebih murah.

Laba Bugar dari Ekspansi RS Baru

HR1 17 May 2024 Kontan

PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA) mencatat kinerja positif di kuartal pertama 2024. Kinerja emiten rumah sakit ini diperkirakan kian bugar sejalan dengan upaya pembukaan rumah sakit baru dan lebih banyak kamar rawat. Analis BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS), Ismail Fakhri Suweleh, mencermati pendapatan MIKA pada tiga bulan pertama tahun ini sejalan dengan panduan. Pendorongnya, margin lebih tinggi. MIKA melaporkan pendapatan kuartal I-2024 sebesar Rp 1,2 triliun, bertumbuh 21% year on year (yoy) dan laba bersih sebesar Rp 289 miliar yang bertumbuh 25% yoy. Sementara itu, margin EBITDA meningkat sebesar 210 basis poin (bps) menjadi 37% didukung oleh margin obat-obatan yang lebih baik.

MIKA menetapkan kenaikan harga rata-rata 8%-10%,dari keseluruhan peningkatan harga jual (ASP) sekitar 5%-7% yang efektif berlaku pada Januari 2024. Sementara porsi BPJS Kesehatan terhadap pendapatan menurun pada kuartal I-2024. Ismail mencatat, porsi pendapatan MIKA dari BPJS Kesehatan menjadi 15,7% pada kuartal pertama 2024. Turun dibandingkan 18,4% pada akhir 2023. Analis Indo Premier Sekuritas, Andrianto Saputra, menambahkan, MIKA mencatat pertumbuhan positif pada pendapatan rawat inap per hari pada kuartal I-2024 yang bertumbuh 6,6% yoy. Hal itu karena pertumbuhan pendapatan pasien swasta sebesar 24,7% yoy melampaui Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) atau BPJS sebesar 4,4% yoy.

Andrianto bilang, selama April lalu secara keseluruhan volume lalu lintas rumah sakit lebih sepi karena dipengaruhi oleh perayaan Lebaran. Selain itu, kasus DBD sudah melandai sejak Maret 2024. Walau demikian, lalu lintas dinilai sudah terlihat pulih pasca libur Lebaran. Ismail mengharapkan, momentum pendapatan MIKA di awal tahun ini akan dipertahankan untuk sisa tahun fiskal 2024. Ini bisa terjadi jika tren kenaikan terus berlanjut, seiring dengan strategi perusahaan untuk memberikan lebih banyak pembukaan tempat tidur untuk pasien non-BPJS, ungkap Ismail dalam riset 3 Mei 2024. Menurut Ismail, apabila tren positif ini bertahan, maka pertumbuhan pendapatan MIKA semestinya melampaui panduan 12,5%-15%. Dengan margin EBITDA sebesar 35,5% hingga 37% di tahun 2024.

Babak Baru Merjer XL Axiata dan Smartfren

KT1 16 May 2024 Investor Daily (H)

Kabar penggabungan usaha (merjer) antara PT XL Axiata Tbk (EXCL) dan PT Smartfren Telecom Tbk (FREN)  resmi memasuki babak baru, lewat penandatanganan MoU  dari masing-masing induk perseroan. Merjer diekspektasikan menghasilkan  efisiensi belanja modal di tengah  industri telekomunikasi  yang sunset. Induk EXCL, Axiata  Group Berhad, menekan MoU yang bersifat tidak mengikat dengan Grup Sinar Mas melalui PT Wahana  Inti Nusantara (WIN), kemudian PT Global Nusa Data (GND), dan PT Bali Media Telekomunikasi (BMT). Tujuannya, untuk menjajaki rencana merjer antara EXCL dan FREN dalam rangka menciptkan entitas baru (MergeCo). 

Manajeman Axiata Group Berhad menyampaikan bahwa rencana transaksi tersebut sampai  saat ini masih tahap evaluasi awal. mengingat, baik Axiata maupun Sinar Mas  sama-sama berkeinginan menjadi pemegang saham pengendali MergeCo. Makanya, diskusi yang sekarang berlangsung diantara para pihak belum menghasilkan kesepakatan  atau penyelesaian rencana  transaksi yang mengikat. validasi atas penggabungan  dan penciptaan nilai bagi  pemegang saham, uji tuntas, persiapan rencana bisnis bersama  dan kesepatakan atas   persyaratan penting akan menjadi kegiatan utama yang dilakukan selama tahap penjajagakan yang diatur dalam MoU. (Yetede)

IUPK VALE INDONESIA : Kepastian Investasi INCO Terjaga

HR1 16 May 2024 Bisnis Indonesia

Polemik izin operasi PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) mereda setelah diterbitkannya izin usaha pertambangan khusus atau IUPK perusahaan hingga 28 Desember 2035. Sederet proyek jumbo yang digarap perusahaan pun mendapat kepastian untuk dilanjutkan. IUPK yang diterima INCO menjadi angina segar di tengah sederet rencana kerja perusahaan, termasuk rencana investasi senilai US$11,2 miliar untuk pengembangan pertambangan dan smelter di Sulawesi. Febriany Eddy, CEO dan Presiden Direktur INCO, menyampaikan IUPK yang diterima Vale Indonesia pada 13 Mei 2024 memberikan kepastian hukum bagi perseroan untuk beroperasi di wilayah konsesinya, dan menjalankan strategi pertumbuhan bisnisnya. Berdasarkan IUPK, INCO wajib menyelesaikan pembangunan fasilitas pengolahan dan/atau pemurnian baru, termasuk fasilitas hilir lebih lanjut dalam jangka waktu yang telah ditentukan. Pengembangan tersebut akan dilakukan dengan mengacu kepada peraturan perundang-undangan yang berlaku, studi kelayakan, serta kebijakan dan praktik perseroan. Sebagai pemegang IUPK, INCO kini diwajibkan untuk membayarkan bagi hasil IUPK sebesar 10% dari laba bersih kepada Pemerintah Indonesia, sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Hal itu membuat kontribusi perseroan kepada negara dan daerah meningkat.

Mengutip prospektus rights issue perusahaan, INCO akan melepas 603.445.814 saham dan nilai nominal Rp25 per saham. Aksi tersebut dilakukan dalam rangka pemenuhan kewajiban divestasi saham INCO kepada MIND ID sebesar 14%. MIND ID akan membeli dan menerima pengalihan dari Vale Canada Limited (VCL), Sumitomo Metal Mining Co. Ltd. (SMM), dan Vale Japan Limited (VJL) atas seluruh HMETD yang akan menjadi porsi mereka dalam private placement. Sementara itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif dalam kesempatan terpisah memberikan tenggat agar INCO merealisasikan komitmen investasinya yang senilai US$11,2 miliar untuk pengembangan tambang dan smelter di Sulawesi pada 2029.

Setidaknya terdapat empat proyek milik INCO yang sedang berjalan, yaitu proyek Sorowako HPAL, SOA HPAL, Bahodopi RKEF, dan stainless steel, serta Pomalaa HPAL. Lebih terperinci, Sorowako HPAL adalah kerja sama INCO dengan Huayou untuk pembangunan pabrik HPAL dengan kapasitas 60.000 Ni per tahun dalam MHP. Proyek dengan nilai investasi Rp30 triliun disebut akan menggandeng pabrikan otomotif atau non-investor China, seperti POSCO, LG Chem, Ford, dan VW. Kemudian, Proyek Pomalaa HPAL dengan kapasitas hingga 120.000 ton Ni per tahun. INCO menggandeng Huayou dan Ford untuk investasi dengan nilai Rp66 triliun termasuk pabrik dan tambang. Saat ini, konstruksi sedang berjalan dengan penghiliranlebih lanjut hingga prekursor atau bahan dasar baterai. Terakhir adalah Proyek SOA HPAL dengan nilai investasi hingga Rp30 triliun. Proyek ini telah menyelesaikan eksplorasi tahap akhir dengan potensi pabrik HPAL minimal 60.000 ton Ni per tahun dalam MHP.

Laba Jasa Raharja Naik 33%

HR1 16 May 2024 Kontan
PT Jasaraharja Putera membukukan pertumbuhan kinerja positif sepanjang tahun 2023. Perusahaan yang kerap disebut Jasa Raharja Insurance ini mencetak laba setelah pajak sebesar Rp 124,6 miliar, tumbuh 33,3% year-on-year (yoy). Hasil laba yang tumbuh moncer ini ditopang dari pendapatan premi bruto yang naik 30,6% secara tahunan menjadi menjadi Rp 1,11 triliun pada 2023. Pendapatan premi reasuransi Jasa Raharja tumbuh 31,1% yoy menjadi Rp 339,1 miliar. Pendapatan underwriting juga meningkat 19,88% yoy menjadi Rp 821,7 miliar. Hasil investasi Jasa Raharja juga tumbuh 26% yoy menjadi Rp 334,5 miliar.