;
Tags

Korporasi

( 1557 )

Adu Kuat Sentimen Bunga & Pajak

HR1 19 Jun 2024 Kontan

Emiten saham properti Grup Sinarmas, PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE), mencetak kinerja positif di kuartal I-2024. Tren positif ini diperkirakan berlanjut hingga akhir tahun. BSDE mencatatkan pendapatan Rp 3,77 triliun atau tumbuh 31,25% secara tahunan atau year on year (yoy). Laba bersihnya tercatat  sebesar Rp 1,44 triliun atau melesat 62,55% yoy. BSDE juga mencetak pertumbuhan marketing sales sebesar 3% yoy menjadi Rp 2,22 triliun. Analis Maybank Sekuritas Indonesia William Jefferson mengatakan, kinerja di kuartal I tahun ini merupakan pendapatan kuartalan tertinggi kedua yang pernah dicapai BSDE. Hasil tersebut didorong pendapatan bisnis pengembang sebesar Rp 3,35 triliun, tumbuh 36,17% yoy. Senior Investment Information Mirae Aset Sekuritas Indonesia Nafan Aji Gusta bilang, BSDE menargetkan marketing sales 2024 sebesar Rp 9,5 triliun. Insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP)  akan menjadi pendorong.

Selain itu, Bank Indonesia (BI) diperkirakan akan melonggarkan kebijakan moneter, sejalan dengan rencana pemangkasan suku bunga the Fed sebesar 25 basis poin (bps). William sepakat insentif PPN DTP mendorong marketing sales Grand Wisata dan Kota Wisata, yang memiliki basis konsumen yang sesuai dengan insentif PPN. Hasilnya, kedua kota mandiri itu menyumbang 20% dari prapenjualan kuartal I-2024 atau sebesar Rp 444 miliar. Analis KB Valbury Sekuritas Benyamin Mikael mengatakan, KB Valbury mengantisipasi pertumbuhan laba BSDE sebesar 37,8% menjadi Rp 2,7 triliun di 2024. Ini disebabkan peningkatan marjin penjualan kavling tanah joint venture  serta berkurangnya kerugian selisih kurs pada tahun 2023 setelah refinancing. Di sisi lain, Benyamin menilai depresiasi rupiah seharusnya tidak terlalu berdampak pada BSDE. Sebab, pinjaman dalam mata uang USD saat ini hanya sebesar US$ 88,9 juta atau sekitar Rp 1,4 triliun, atau setara dengan 3,7% terhadap ekuitas. KB Valbury melihat  ada prospek pertumbuhan CAGR marketing sales BSDE yang kuat sebesar 6,8% dalam lima tahun ke depan, juga valuasi yang tidak terlalu tinggi, dan pengembangan yang berkelanjutan di BSD City. Itu menjadi sentimen positif bagi BSDE menurut KB Valbury.

Dari Matahari ke Bulog Next

KT3 18 Jun 2024 Kompas

Logo Perum Bulog telah berubah dari matahari menjadi Bulog Next sejak 21 Mei 2024. Belum sebulan evolusi identitas dan visi-misi perusahaan berjalan, Presiden Jokowi meminta Bulog mengakuisisi sumber beras di Kamboja. Inikah kisah Bulog Next yang mengusung slogan ”mengantarkan kebaikan” ke depan? Dalam setahun terakhir, Bulog yang telah berusia 57 tahun ditempa dengan sejumlah tantangan. Bulog diminta pemerintah menstabilkan stok dan harga beras di saat produksi beras nasional turun akibat dampak El Nino. Di tengah situasi yang dibarengi tahun politik itu, Bulog juga diminta menyalurkan bantuan 10 kg beras bagi keluarga berpenghasilan rendah, yang menyasar 21,3 juta keluarga penerima manfaat (KPM) pada 2023 dan 22 juta KPM pada 2024.

Untuk itu, pada 2023, pemerintah yang masih memiliki utang kepada Bulog Rp 16 triliun meminta Bulog mengimpor beras sebanyak 3,5 juta ton. Bulog mampu merealisasikannya sebanyak 3 juta ton di tengah kesulitan finansial dan lonjakan harga beras dunia. Selain itu, Bulog juga diperintahkan menyerap gabah atau beras di dalam negeri. Pada Januari-medio Juni 2024, Bulog mampu merealisasikannya sebanyak 700.000 ton setara beras atau melebihi target 600.000 ton. Hingga akhir tahun ini, Bulog optimistis bisa menambahnya menjadi 900.000 ton. Sejumlah upaya itu membuat Bulog memiliki stok beras yang cukup kuat, yakni 1,8 juta ton per medio Juni 2024. Dari jumlah itu, 30 % merupakan hasil pengadaan gabah atau beras dalam negeri.

Pada 10 Juni 2024, Bapanas memperkirakan produksi beras pada semester II-2024 akan turun sehingga harga beras berpotensi naik pada 2-3 bulan ke depan (Kompas, 10/6/2024). Bulog juga menemukan sejumlah solusi atas problem yang ada, mulai dari penyelesaian piutang pemerintah, modal usaha, kanal penyaluran beras, modernisasi penggilingan padi, hingga model kemitraan dan bisnis. Bulog juga terus mengembangkan kemitraan dengan petani dan penggilingan kecil. Sejumlah upaya yang dilakukan, melalui mekanisme kontrak pertanian dengan petani dalam program Makmur dan mendistribusi beras bersama penggilingan-penggilingan kecil. Kendati begitu, sejumlah PR membayangi. Pertama, menjaga warung dan kios pangan pengendali inflasi di sejumlah daerah di Indonesia agar bisa menjadi kanal penyaluran beras Bulog permanen.

Kedua, belum ada aturan tegas tentang boleh tidaknya beras operasi pasar Bulog dioplos untuk dijual lagi dengan harga di atas HET. Seharusnya, beras operasi pasar Bulog tidak boleh dioplos dan dijual di atas HET. Ketiga, Bulog perlu memperbanyak kemitraan dengan penggilingan-penggilingan padi kecil di sejumlah daerah sentra beras. Keempat, Bulog perlu memiliki CPP, termasuk CBP ideal yang ditopang dengan peningkatan produksi dan produktivitas padi. Di tengah berbagai PR itu, pergantian logo matahari menjadi Bulog Next bakal membawa sejumlah konsekuensi. Perubahan itu diharapkan lebih membumikan peran Bulog yang semula sebagai sumber kehidupan menjadi sang pengantar kebaikan di dalam negeri. Kisah Bulog Next ke depan tidak hanya sekadar mengakuisisi sumber beras Kamboja, tetapi juga mampu menuntaskan sejumlah PR tersebut. (Yoga)


Tambah Modal Kerja, Emiten RIlis Obligasi

HR1 15 Jun 2024 Kontan

Sejumlah emiten berniat menerbitkan obligasi. Salah satunya PT Sumber Global Energy Tbk (SGER). Emiten batubara ini siap menawarkan Obligasi Berkelanjutan I Tahap I tahun 2024. Dikutip dari prospektus ringkas di Harian KONTAN, Jumat (14/6), SGER menawarkan obligasi dengan nilai pokok maksimal Rp 500 miliar. Obligasi ini terdiri dari seri A dan B, yang dijamin full commitment. Masing-masing seri ditawarkan 100% dari jumlah pokok obligasi. Dari penerbitan obligasi, SGER membidik dana Rp 1 triliun. Sekitar 25% guna pelunasan penuh utang dan 75% untuk modal kerja. Obligasi Seri A SGER memiliki jangka waktu 370 hari sejak tanggal emisi dan seri B bertenor dua tahun sejak emisi. Bunga obligasi dibayar per tiga bulan.

Bunga obligasi pertama akan dibayar SGER pada 10 Oktober 2024. "Bunga obligasi terakhir sekaligus pelunasan dibayar 20 Juli 2025 untuk obligasi seri A dan 10 Juli 2026 untuk seri B," terang manajamen SGER. Bunga obligasi dibayar tiap tiga bulan. Pembayaran pertama 8 Oktober 2024 dan terakhir sekaligus jatuh tempo pelunasan pokok obligasi masing-masing seri pada 18 Juli 2025 Seri A dan 8 Juli 2027 seri B. Hasil penerbitan obligasi BWPT, sekitar Rp 70 miliar untuk membayar sebagian pinjaman di lembaga keuangan bukan bank. Sisanya untuk modal kerja.

AstraPay Bidik Transaksi Tumbuh 30%

KT1 14 Jun 2024 Investor Daily (H)
PT Astra Digital Arta (AstraPay) tahun ini mengincar pertumbuhan nilai transaksi bruto (gross transaction value/GTV) sebesar 30% secara yoy. Selain itu, sejumlah pengguna AstraPay juga didorong hingga 15 juta user di akhir 2024. CEO AstraPay Rina Apriana mengungkapkan bahwa pihaknya terus melakukan pengembangan. Sejak didirikan pada September 2021, saat ini terdapat 13 juta pengguna dan akan terus ditingkatkan hingga 15 juta pada akhir tahun ini. Selain itu, jumlah transaksi mencapai 138 juta dengan GTV mencapai Rp93,2 triliun hingga saat ini. AstraPay juga memiliki lebih dari 100 partner, dengan jumlah merchant UMKM mencapai 24 ribu, dimana 7.000 diantaranya merupakan channel Astra. (Yetede)

Investor China Akuisisi Multifinance Lokal

HR1 14 Jun 2024 Kontan
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) membeberkan kabar baru terkait akuisisi perusahaan pembiayaan atau multifinance oleh investor asing. OJK menyebut, per Mei 2024, terdapat satu perusahaan pembiayaan yang telah selesai diakuisisi oleh investor dari China. "Selain itu, ada satu perusahaan pembiayaan lainnya sedang dalam proses penyelesaian akuisisi," ujar Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK Agusman. Dia menerangkan, kedua perusahaan pembiayaan tersebut bergerak pada pembiayaan multiguna. Kinerja industri pembiayaan dalam negeri yang positif dinilai menjadi daya tarik tersendiri. Hingga April 2024, OJK mencatat piutang pembiayaan perusahaan multifinance tumbuh 10,82% secara tahunan menjadi Rp 486,35 triliun. Di April, non performing financing (NPF) gross industri mencapai 2,82%, naik dari bulan sebelumnya di 2,45%.

EKSPEKTASI TINGGI KORPORASI

HR1 14 Jun 2024 Bisnis Indonesia (H)

Tantangan suku bunga tinggi, konflik geopolitik yang memanas, inflasi tinggi, tekanan nilai tukar rupiah, serta lesunya daya beli masyarakat masih membayangi prospek kinerja korporasi pada tahun ini. Namun, sejumlah korporasi tetap optimistis kinerja tahun ini bakal moncer seiring dengan upaya strategis yang mereka lakukan. Direktur Utama PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BRIS) atau BSI Hery Gunardi mengatakan tantangan bagi industri perbankan datang dari tren suku bunga acuan yang tinggi. Faktanya, Bank Indonesia (BI) telah menaikan suku bunga acuan atau BI Rate ke level 6,25% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada 23-24 April 2024. Kenaikan tersebut merupakan yang pertama kali sejak Oktober 2023. Dus, keputusan BI itu pun mengerek biaya dana (cost of fund/CoF) perbankan. "Digitalisasi yang kuat ini bisa membantu bank untuk catching up customer, mendapatkan konsumen lebih banyak," katanya seusai menerima penghargaan sebagai CEO of the Year dalam ajang Bisnis Indonesia Awards (BIA), Kamis (13/6). 

Selain itu, imbuh Hery, BSI memperluas eksistensi lewat pembukaan cabang di luar negeri. Menurutnya, ekspansi global itu ditempuh guna meraup potensi pasar baru demi mendongkrak kinerja. BSI sudah memiliki cabang di Dubai, Uni Emirat Arab, dan saat ini sedang mengurus perizinan di Arab Saudi. Upaya strategis juga dilakukan oleh PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk. (BJBR). Direktur Operasional BJBR Tedi Setiawan mengatakan perseroan terus memacu kinerja kredit, sembari menjaga kualitas kredit setelah restrukturisasi kredit Covid-19 berakhir pada Maret 2024. Setali tiga uang, optimisme juga dikemukakan Direktur Bisnis PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Prasetya Sayekti. Dia optimistis target penyaluran pembiayaan kepada pelaku usaha ultra mikro dalam program PNM Mekaar sebanyak Rp74,3 triliun pada 2024 dapat dicapai.

Adapun dari sektor manufaktur, Direktur PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk. (SIDO) Irwan Hidayat menyoroti dampak penguatan dolar AS terhadap biaya produksi kemasan sebagai salah satu tantangan yang dihadapi perseroan pada tahun ini. Namun menurut Irwan, SIDO terus gencar memacu kinerja bisnis dengan memperluas ekspor ke berbagai negara, inovatif mengembangkan produk, dan mengoptimalkan utilitas pabrik untuk mendongkrak kinerja perseroan. Dalam kesempatan yang sama, Direktur PT Panca Budi Idaman Tbk. (PBID) Lukman Hakim juga meyakini perseroan mampu mengerek kinerja pada 2024 seiring dengan pertumbuhan kebutuhan kemasan di sektor food and beverage (F&B). PBID sendiri merupakan salah satu produsen plastik di Indonesia. Dia menambahkan perseroan dapat mengantisipasi tantangan suku bunga tinggi karena rasio utang terhadap ekuitas PBID di bawah 20% dan perseroan memiliki EBITDA di atas Rp500 miliar. 

Oleh karena itu, PBID mengandalkan kas internal untuk modal kerja. Terlebih, belanja modal PBID tahun ini juga relatif kecil sekitar Rp50 miliar untuk perawatan mesin dan renovasi bangunan saja. Kepercayaan diri untuk melanjutkan ekspansi juga disampaikan oleh manajemen PT Mora Telematika Indonesia Tbk. (MORA) atau Moratelindo. Chief Strategic Business Officer Moratelindo Resi Y. Bramani mengatakan perseroan fokus menggenjot ekspansi pada tahun ini. Ketua Dewan Juri Bisnis Indonesia Awards 2024 sekaligus Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) periode 2017–2022 Wimboh Santoso menyampaikan korporasi di Tanah Air perlu mencermati kondisi hyperinflation, suku bunga tinggi, serta konflik Rusia-Ukraina dan Timur Tengah yang menimbulkan ketidakpastian.

Chandra Asri Group, ASECH, dan Jimbaran Hijau Resmikan Inovasi Showcase Nasional Jalan Aspal Plastik di Bali

KT1 13 Jun 2024 Investor Daily (H)
PT Chandra Asri Pacific Tbk (Chandra Asri Group), perusahaan solusi kimia dan infrastruktur terkemuka di Indonesia,  berkolaborasi dengan ASEAN Center of Excellent on Smart City (ASECH) dan Jimbaran Hijau meresmikan Showcash Nasional Jalan Aspal Plastik di Kawasan Jimbaran Hijau pada Selasa (11/6/2024). Bali dipilih sebagai Showcase karena lokasinya yang strategis (internasional hub), memiliki banyak lembaga swadaya masyarakat dan komunitas, serta tersohor sebagai destinasi rekreasi terbaik di dunia, sehingga dapat mendorong peningkatan adopsi inovasi aspal plastik ini di Indonesia. Direktur Legal, External Affairs & Circular Economy Chandra Asri Group Edi Rivai menyampaikan sebagai mitra pertumbuhan, Chandra Asri Group berkomitmen untuk mendorong penerapan aspal plastik secara berkelanjutan sebagai solusi  bagi permasalahan  sampah plastik di berbagai wilayah di Indonesia. (Yetede)

Menanti Efek IKN ke BUMN Karya

HR1 12 Jun 2024 Kontan

Sejumlah emiten konstruksi berhasil menjaring kontrak baru di sepanjang tahun berjalan ini. Contohnya PT Adhi Karya Tbk (ADHI). Pada Mei 2024, ADHI meraih perolehan kontrak baru sebesar Rp 9,4 triliun. Realisasi kontrak baru ini naik dibanding periode April 2024 yang sebesar Rp 6,3 triliun. Sekretaris Perusahaan ADHI, Rozi Sparta bilang, perolehan kontrak baru ADHI pada Mei 2024 didominasi oleh proyek Ibu Kota Nusantara (IKN). Total, ADHI mengerjakan total 24 proyek di IKN dengan nilai kontrak Rp 17,7 triliun. Di antaranya, proyek gedung istana wakil presiden dan jembatan pulau balang bentang pendek tahap II. Selain Adhi Karya, PT PP Tbk (PTPP) juga ketiban berkah IKN. Hingga Mei 2024, PTPP mencatat nilai kontrak baru senilai Rp 8,9 triliun. Salah satu perolehan nilai kontrak PTPP berasal dari proyek peningkatan jalan di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN. Beberapa proyek di kawasan IKN berhasil diselesaikan PTPP dengan progress 100%.

Antara lain, proyek penyiapan KIPP Fase 1, proyek penyiapan KIPP Fase 2, proyek dermaga logistik IKN, proyek jalan Sumbu Kebangsaan Sisi Barat tahap 1. Berkah dari proyek IKN juga dipetik PT Wijaya Karya Tbk (WIKA). Per kemarin, WIKA telah mengantongi nilai kontrak Rp 11,05 triliun untuk proyek IKN. Sekretaris Perusahaan Wijaya Karya, Mahendra Vijaya mengatakan, saat ini WIKA tengah mengerjakan sembilan proyek IKN. Analis PT Kanaka Hita Solvera (KHS) Andhika Cipta Labora mengatakan, proyek IKN tidak bisa mendongkrak kinerja emiten BUMN karya. Pasalnya, kinerja sejumlah emiten BUMN karya masih negatif. Di tahun ini, emiten BUMN karya masih akan terkena sentimen negatif karena masih tingginya suku bunga Bank Indonesia (BI). Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia, Abdul Azis Setyo Wibowo menilai, dampak proyek IKN terhadap kinerja emiten BUMN karya masih bervariasi. Ini bergantung pada keterlibatannya para emiten dalam proyek IKN tersebut. Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas, Muhammad Nafan Aji Gusta Utama melihat, kinerja saham emiten BUMN karya masih fluktuatif seiring dengan kinerja keuangan yang  terus turun. Apalagi, emiten BUMN konstruksi banyak tersandung kasus korupsi. Arus kas juga masih negatif dan butuh restrukturisasi utang. 

Potensi Besar, IFG Life Garap Segmen Korporasi

KT1 10 Jun 2024 Investor Daily (H)

PT Asuransi Jiwa IFG (IFG Life) pada tahun ini akan fokus memperkuat bisnis korporasi sebagai anchor business, sekaligus mengembangkan bisnis banc assurance. Pendapatan premi IFG Life per April 2024 mencapai Rp 453,7 miliar atau melonjak hampir tiga kali lipat dibandingkan April 2023. Produk asuransi tradisional, termasuk yang dipasarkan kepada segmen korporasi, menjadi penopang utama pendapatan premi. Produk tersebut berkontribusi sebanyak 95% dari keseluruhan perolehan premi, sedangkan unit-linked atau produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi (PAYDI) hanya sebesar 5%.

IFG Life juga mencatat total tertanggung hingga April 2024 skitar 1,1 juta orang, dimana tertanggung kumpulan mendominasi dibandingkan tertanggung perseorangan. Angka tersebut juga naik hampir dua kali lipat dibandingkan periode sama tahun sebelumnya. Peningkatan yang tinggi tersebut merupakan hasil dari pengalihan polis Jiwasraya. Direktur Bisnis Individu IFG Life Fabiola Noralita mengungkapkan bahwa segmen korporasi memiliki potensi yang sangat besar untuk dikembangkan menjadi jangkar utama penopang bisnis atau anchor business, Hingga saat ini, segmen korporasi di IFG Life menunjukkan pertumbuhan yang optimal. (Yetede)

Induk Tiktok Lakukan PHK di Tokopedia

HR1 10 Jun 2024 Kontan
Spekulasi merebak tentang rencana induk usaha Tiktok, Bytedance Inc, untuk melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) hampir 80% karyawan Tokopedia. Kendali Tokopedia saat ini memang berada di tangan Tiktok Pte. Ltd. Kabar yang beredar, gelombang PHK dimulai Juni 2024, dan menyasar ribuan karyawan. Berdasarkan hasil evaluasi, hampir 70% karyawan Tokopedia tidak lagi dibutuhkan. Dari sekitar 2.772 karyawan, hanya disisakan ratusan. PHK dilakukan beberapa tahap. Bagi karyawan yang terkena PHK di tahap awal, diberikan masa tunggu dua bulan. Selama masa itu, karyawan masih mendapat gaji penuh, tapi tidak memiliki tanggung jawab operasional. Setiap karyawan yang terdampak juga mendapat pesangon. Founder Stocknow.id, Hendra Wardana menjelaskan, pemangkasan ratusan karyawan bisa berdampak signifikan terhadap operasional dan strategi perusahaan. Setelah diakuisisi TikTok, beban keuangan Tokopedia tidak lagi muncul dalam laporan konsolidasi GOTO. Tapi GOTO masih memperoleh pendapatan biaya komisi dari transaksi di Tokopedia. Pasca PHK, Tokopedia mungkin akan mengalami penurunan efisiensi operasional jangka pendek. "Dalam jangka panjang, pengurangan karyawan ini bisa menjadi strategi mengurangi biaya operasional dan meningkatkan profitabilitas," kata Hendra, Minggu (9/6).