;
Tags

Internasional

( 1369 )

Mempercepat Realisasi Investasi Padat Karya

KT1 09 May 2025 Investor Daily (H)
Gelombang PHK di sejumlah industri- dari manufaktur, perhotelan hingga media- beberapa waktu belakangan ini adalah salah satu dampak dari situasi industri yang sedang surut. Untuk itu salah satu solusi yang paling efektif dalam membendung gelombang PHK ke depan adalah dengan mempercepat realisasi investasi di sektor padat karya, termasuk melindungi industri dari gangguan premanisme. Ini artinya, penciptaan lapangan pekerjaan bagi masyarakat yang terkena PHK dinilai jauh lebih penting untuk dipikirkan, dibandingkan dengan isu angka PHK pada 2025. Oleh karena itu, kehadiran Satuan Tugas (Satgas) PHK diharapkan tidak semata berfokus pada perlindungan hak-hak korban PHK, tapi juga upaya untuk menciptakan lebih banyak lapangan kerja. Apalagi, gelombang PHK tidak hanya terjadi di Indonesia, bahkan negara seperti Singapura. Sementara itu, Sekretaris Kementerian Bidang Perekonomian Susiwijoyo Moegiarso mengungkapkan, pihaknya telah merampungkan penyusunan naskah keputusan presiden (keppres) terkait pembentukan Satuan Tugas PHK. Saat ini, naskah keppres tersebut tengah diproses di Sekretariat Negara (Sekneg) untuk mendapatkan tanda tangan Presiden Prabowo Subianto. Selain Keppres satgas PHK, proses yang juga sama tengah dilewati Keppres Satgas Deregulasi dan Satgas Perundingan Indonesia - Amerika. Pembentukan ketiga keppres yang bertujuan untuk menjaga daya tahan perekonomian Indonesia, di tengah besarnya tekanan ketidakpastian ekonomi global akibat perang dagang, ditargetkan tuntas pekan ini. (Yetede)

Meredam Proteksionisme dan Gejolak Fiskal dengan ASEAN+3

KT3 08 May 2025 Kompas

Pada 4-7 Mei 2025, Milan, Italia, menjadi saksi bisu upaya ASEAN+3 memperkuat perdagangan multilateral dan kerja sama regional. Di tengah menguatnya ketidakpastian ekonomi global, Milan juga menjadi tempat ASEAN+3 mempercepat jaring pengaman fiskal regional. Bahkan, Milan menjadi ruang perjumpaan antara Menkeu RI, Sri Mulyani dan Menkeu China, Lan Fo’an. Mereka berdialog perihal tarif resiprokal AS di era kepemimpinan Donald Trump. ASEAN+3 terdiri atas 10 negara anggota ASEAN ditambah Jepang, China, dan Korsel. Pada 2025, ASEAN+3 di bawah kepemimpinan Malaysia dan China. Pada 4-7 Mei 2025, ASEAN+3 menggelar Pertemuan Para Menkeu dan Gubernur Bank Sentral ASEAN+3 (AFMGM) ke-28 di Milan. Dalam pertemuan itu, para menteri keuangan dan gubernur bank sentral ASEAN+3 melahirkan pernyataan bersama.

Di antaranya menyangkut pentingnya memperkuat kerja sama multilateral dan regional, serta fiskal dan moneter di tengah menguatnya ketidakpastian ekonomi dunia. Di bidang perdagangan, para menkeu dan gubernur bank sentral ASEAN+3 menegaskan komitmen penuh sistem perdagangan multilateral. Sistem tersebut berbasis aturan, tidak diskriminatif, bebas, adil, terbuka, inklusif, setara, dan transparan, dengan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) sebagai intinya. Mereka juga berkomitmen memastikan rantai industri dan pasokan stabil dan tanpa hambatan, juga mendukung implementasi Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional (RCEP). ”Yang terpenting, pasar ekspor dan sumber pertumbuhan kami makin terdiversifikasi selama bertahun-tahun. Permintaan domestik dan perdagangan intraregional kini menjadi pendorong utama pertumbuhan,” demikian bunyi salah satu poin dari pernyataan bersama itu. (Yoga)


Kementerian ESDM Mendorong Bali untuk Mengembangkan Pembangkit Listrik PLTP

KT1 08 May 2025 Investor Daily (H)
Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan  Konversi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Listiani Dewi mendorong Provinsi Bali untuk mengembangkan pembangkit listrik  tenaga panas bumi (PLTP) sendiri guna memperkuat pertahanan dan kemandirian energi di wilayahnya. Hal ini sebagai respon menyusul kejadian padam listrik massal atau blackout yang melanda seluruh wilayah Bali pada Jumat (2/5/2025) selama hampir 12 jam. "Aku cuma dorong, ini ada kesempatan untuk Bali mempunyai PLTP. Karena selama ini wilayah kerja panas buminya itu di wilayah Bedugul," kata Eniya dikutip dari kantor berita Antara di Jakarta. Dia menekankan pentingnya setiap pulau di Indonesia memiliki kemandirian energi yang tidak tergantung pada pasokan dari wilayah lain. Saat ini, sebagian besar pasokan listrik untuk Bali masih berasal dari sistem kelistrikan Jawa melalui jaringan kabel laut. Kondisi ini membuat sistem kelistrikan Bali rentan terganggu jika terjadi gangguan pada jalur transmisi tersebut. Menurut Eniya, Bali memiliki potensi besar untuk mengembangkan energi panas bumi, khususnya di wilayah Bedugul. ia menilai peluang tersebut seharusnya dimanfaatkan untuk membangun PLTO sebagai sumber energi bersih dan andal di daerah tersebut. (Yetede)

Danantara Trust Segera Dibentuk

KT1 08 May 2025 Investor Daily (H)

Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) berencana untuk membentuk badan filantropi Danantara Trust, dan mengajak Bill & Media Gates Foundation untuk bekerja sama. Badan ini nantinya bakal menampung 1% hingga 2,5% dividen BUMN yang diterima Danantara setiap tahun. "Kami sudah running number-nya. Di awal tahun, kami memang  akan taruh dahulu US$ 100 juta dan kami sudah lihat angkanya mungkin dalam waktu 5-6 tahun, kitsa sudah bisa memberikan US$ 1 miliar ke Danantara Trust Fund," kata CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani. Ia menggelar jumpa pers selepas menghadiri pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dan Bill gates, tokoh filantropi dunia dan pendiri Microsoft. Bill Gates tiba di istana Merdeka, pukul 08.15 WIB dan kedatangannya disambut langsung oleh Presiden Prabowo. Menurut Rosan, Dannatara Trust menggunakan uang yang dia kelola untuk menjalankan program-program pemberdayaan di berbagai bidang, termasuk diantaranya pendidikan dan kesehatan. "Rencana kolaborasi itu yang sudah kami bicarakan dengan Gates Foundation kemarin, untuk mereka juga bersama-sama menaruh danan, juga bersama-sama dengan kami," kata Rosan. (Yetede) 

Aksi Premanisme yang Marak Ganggu Iklim Investasi

KT1 08 May 2025 Investor Daily (H)
Aksi premanisme yang marak terjadi di berbagai tempat sangat mengganggu kegiatan dunia usaha. Karenanya langkah tegas dari pemerintah dan aparat penegak hukum  harus segera direalisasikan agar hal tersebut tidak  berkepanjangan dan mengganggu iklim investasi. Aksi premanisme mencakup pemerasan, pungutan liar (pungli), pengeroyokan, bahkan hingga penganiayaan individu maupun kelompok. Aksi premanisme ini sudah menjadi perhatian serius Presiden Prabowo Subianto. Pada berbagai kesempatan, Presiden menyatakan perang terhadap premanisme. Presiden meminta organisasi  kemasyarakatn tidak mengganggu apalagi melakukan pemalakan yang dapat mengganggu dunia usaha. Perintah Prabowo itu disampaikan Penasihat Khusus Presiden Urusan Pertahanan Nasioan Jenderal (Purn) TNI Dudung Abdurachman usai sidang kabinet yang digelar Senin (5/5/2025). " Tadi juga Bapak Presiden menyampaikan masalah ormas, yang tertib, yang kemudian tidak mengganggu, apalagi memalak, dan sebagainya. Presiden sudah menekankan seperti itu," ujar Dudung. Dudung mengatakan, ormas dapat dimanfaatkan dalam memberi masukan dan mendorong pembangunan. Karenanya, ia mengungkapkan bahwa Prabowo ini ormas dan pemerintah dapat bersinergi. "Jadi kalau misalnya ada ormas, silahkan bersinergi dengan pemerintah, memberikan masukan, dan mendorong pembangunan pemerintah itu sendiri," ujar Dudung. (Yetede)

Bill Gates Perkuat Komitmen Melawan Wabah Global

HR1 08 May 2025 Bisnis Indonesia


Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan Bill Gates, pendiri Microsoft dan tokoh filantropi dunia, di Istana Merdeka pada Rabu, 7 Mei 2025. Pertemuan tersebut membahas kerja sama strategis di bidang kesehatan, khususnya penanggulangan penyakit menular seperti polio, TBC, dan malaria. Prabowo mengapresiasi kontribusi besar Gates Foundation, yang sejak 2009 telah mengucurkan hibah lebih dari US$300 juta kepada Indonesia, terutama di sektor kesehatan.

Dalam pertemuan yang juga dihadiri sejumlah menteri dan tokoh bisnis nasional seperti Chairul Tanjung, Boy Thohir, dan Tahir, Presiden menyoroti peran penting Gates Foundation dalam mendukung produksi vaksin polio melalui Bio Farma. Bill Gates mengonfirmasi bahwa Indonesia kini menjadi salah satu lokasi uji coba vaksin TBC dan menyampaikan komitmennya dalam pengembangan vaksin malaria serta penanganan malnutrisi dan anemia, terutama pada perempuan.

Gates juga menyampaikan bahwa kerja sama dengan Indonesia tidak terbatas pada kesehatan, tetapi juga meluas ke sektor pertanian, termasuk membantu petani mendapatkan akses pupuk yang lebih terjangkau. Kerja sama filantropi dengan tokoh-tokoh Indonesia, seperti melalui Tahir Foundation dan Tanoto Foundation, akan terus dikembangkan. Setelah dari Istana, Bill Gates dan Presiden Prabowo bersama Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin melanjutkan kunjungan ke SDN 03 Jati, Jakarta Timur, untuk meninjau program makan bergizi gratis.


TPT Harus Dimulai dengan Mengurangi Pekerja Informal

KT1 07 May 2025 Investor Daily (H)
penurunan jumlah pengangguran terbuka (TPT) harus dimulai dengan mengurangi pekerja informal.  Kenaikan jumlah pekerja akan memberikan efek domino terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat, yang berujung pada peningkatan pertumbuhan ekonomi nasional. Pemerintah menargetkan TPT mencapai 4% pada 2029. Adapun target TPT pada tahun ini sekitar 4,5% sampai 5%. Oleh karena itu, pemerintah harus konsisten meningkatkan kesempatan kerja lebih tinggi dari penambahan jumlah usia angkatan kerja. Berdasarkan data BPS, 7,28 juta penduduk termasuk dalam kelompok TPT pada Februari 2025 dengan presentase TPT mencapai 4,76%. Bila diteiti lagi, penduduk bekerja pada kegiatan informal sebanyak 86,58 juta orang (59,4%), sedangkan yang bekerja ada kegiatan formal sebanyak 59,19 juta orang (40,6%). Dibanding Februari 2024, persentase penduduk bekerja pada kegiatan formal mengalami penurunan sebesar 0,23%. Deputi Bidang kependudukan dan Ketenagakerjaan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappanas Maliki mengatakan, untuk menyerap bonus demografi yang saat ini dialami oleh Indonesia tidak bisa sekedar menciptakan laangan kerja, tetapi harus menghadirkan lapangan kerja formal. Pencipataan lapangan kerja harus dibarengi juga dengan persiapan tenaga kerja. (Yetede)

KAI Commuter Konsisten Tunjukkan Tren Positif Penumpang Sebanyak 32,3 Juta Orang

KT1 07 May 2025 Investor Daily
KAI Commuter konsisten menunjukkan catatan positif pertumbuhan volume sejumlah penumpang per April 2025 dengan jumlah pengguna sebanyak 32,3 juta orang. Angka ini meningkat 9% jika dibandingkan dengan April 2024 lalu, yang mencapai angka 29,6 juta orang. Sepanjang tahun 2025 hingga 30 April ini, KAI Commuter juga sudah melayani total penguna Commuter Line sebanyak 125.818,020 orang. Angka ini pun meningkat 7,1% jika dibandingkan dengan periode yang sama pada 2024, yaitu sebanyak 117.488.707 orang. Manager Public Relations, Leza Arlan,  menyampaikan bahwa tercatat peningkatan tertinggi pada volme pengguna Commuter Line di Wilayah 2 Bandung yang meningkat sebesar 20,16% atau sejumlah 6.089.648 orang jika dibandingkan dengan periode tahun lalu, yang sebanyak 5.068.094 orang. "Sementara itu, untuk capaian volume pengguna Commuter Line Jabodetabek sepanjang 2025 ini sebanyak 109.446.180 orang atau meningkat 6,24% jika dibandingkan dengan periode 2024, yang sebanyak 103.019.965 orang," ujar Leza. Tren positif ini juga terlihat pada volume pengguna Commuter Line Merak yang juga meningkat 5,1% jika dibandingkan dengan tahun 2024, atau total sebanyak 1.428.838 orang. (Yetede)

KAI Commuter Konsisten Tunjukkan Tren Positif Penumpang Sebanyak 32,3 Juta Orang

KT1 07 May 2025 Investor Daily
KAI Commuter konsisten menunjukkan catatan positif pertumbuhan volume sejumlah penumpang per April 2025 dengan jumlah pengguna sebanyak 32,3 juta orang. Angka ini meningkat 9% jika dibandingkan dengan April 2024 lalu, yang mencapai angka 29,6 juta orang. Sepanjang tahun 2025 hingga 30 April ini, KAI Commuter juga sudah melayani total penguna Commuter Line sebanyak 125.818,020 orang. Angka ini pun meningkat 7,1% jika dibandingkan dengan periode yang sama pada 2024, yaitu sebanyak 117.488.707 orang. Manager Public Relations, Leza Arlan,  menyampaikan bahwa tercatat peningkatan tertinggi pada volme pengguna Commuter Line di Wilayah 2 Bandung yang meningkat sebesar 20,16% atau sejumlah 6.089.648 orang jika dibandingkan dengan periode tahun lalu, yang sebanyak 5.068.094 orang. "Sementara itu, untuk capaian volume pengguna Commuter Line Jabodetabek sepanjang 2025 ini sebanyak 109.446.180 orang atau meningkat 6,24% jika dibandingkan dengan periode 2024, yang sebanyak 103.019.965 orang," ujar Leza. Tren positif ini juga terlihat pada volume pengguna Commuter Line Merak yang juga meningkat 5,1% jika dibandingkan dengan tahun 2024, atau total sebanyak 1.428.838 orang. (Yetede)

Pamit Mundurnya ”Sang Penyihir Wall Street”

KT3 06 May 2025 Kpmpas (H)

Warren Buffett (94), miliarder pemilik konglomerasi Berkshire Hathaway, mengumumkan rencana pengunduran dirinya pada Sabtu (3/5) waktu Omaha, Nebraska, AS. Pengumuman ini mengejutkan publik karena semua orang menduga Buffett akan memimpin perusahaan itu sampai akhir hayat. ”Saya akan mundur per akhir 2025. Setelah itu, Greg yang akan mengambil alih,” kata Buffett ketika memimpin rapat perusahaan. Greg ialah Greg Abel (62), Wakil Dirut Berkshire Hathaway, alias orang nomor dua di perusahaan itu. Ketika pengumuman disampaikan Buffett, bahkan Abel tak mengetahui rencana itu. Buffett hanya mengungkapkannya kepada anak-anaknya, Susie dan Howard.

Buffett adalah penanam modal paling sukses di AS. Ia dijuluki ”penyihir Wall Street” dan ”peramal dari Omaha” saking hampir semua investasinya berhasil. Ia membeli Berkshire Hathaway, perusahaan tekstil berukuran menengah pada 1962, dan menyulapnya menjadi konglomerasi sukses. Nilai Berkshire Hathaway sekarang 1 triliun USD. Perusahaan ini memiliki aset liquid sebesar 300 miliar USD. Buffett menjabat direktur utama Berkshire Hathaway, juga memiliki 30 % saham konglomerasi. ”Semua harta saya tetap akan diinvestasikan di Berkshire Hathaway,” ujarnya.

Satu bulan terakhir, Buffett keras mengkritik kebijakan tarif Presiden AS, Donald Trump kepada semua negara. Akibatnya, perdagangan internasional tersendat. Ia mengatakan, perdagangan internasional bukan soal menang-kalah, melainkan soal sama-sama mencapai kesejahteraan. Di AS, ada banyak miliarder, tetapi Buffett berbeda dari mereka. Hidup Buffett bisa dibilang sederhana jika dibandingkan dengan miliarder lain. Ia kemana-mana menyetir mobil sendiri. Buffett setiap hari masih makan siang di restoran langganannya sejak muda. Menu yang wajib ada adalah minuman soda Coca-Cola. (Yoga)