Bisnis
( 689 )Pangan Olahan Jadi Andalan Ekspor di Masa Pandemi
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, ekspor pada bulan Mei mencapai US$ 10.53 miliar atau turun 13,40 persen di banding pada bulan sebelumnya. Ketua Komite Tetap Bidang Ekspor Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Handito mengatakan pemerintah perlu memberikan stimulus untuk mendongkrak eskpor, terutama untuk produk yang bahan dasar nya dari dalam negeri, seperti industri olahan pangan. Menurut Data dari Kementerian Perdagangan terjadi peningkatan ekspor produk bahan pangan olahan di masa pandemi. Pada Januari – April lalu, ekspor pangan olahan mencapai US$ 1.32 miliar atau meningkat 7,9 persen dibanding periode tahun lalu.
Produk pangan olahan yang di eskpor selama periode tersebut, antara lain olahan udang senilai US$ 137.15 juta ,produk olahan ikan US$ 129.16 juta, olahan kepiting US$ 106.1 juta, dan konsentrat kopi US$ 104.89 juta. Negara tujuan utama eskpor antara lain Amerika Serikat, Filipina, Singapura, dan Jepang.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan Kasan Muhri menyebutkan olahan pangan dan produk pertanian terus menunjukkan kinerja yang baik dan dapat menopang kinerja ekspor. Kementerian Perdagangan juga mengusulkan pemberian insentif berupa asuransi, kredit ekspor, atau pembiayaan lainnya dari Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) bagi eksportir yang terkena dampak Covid-19.
Kasan mengatakan sudah mendapat informasi dari eksportir pangan olahan. Dengan informasi tersebut, kata dia, pemerintah mencari solusi dari hambatan yang dialami pelaku usaha.
Produk Hilir Nikel Jadi Fokus MIND ID
Sekretaris Perusahaan MIND ID, Rendi A. Witoelar, mengatakan salah satu fokus perusahaan tertuju pada pengembangan baterai kendaraan listrik. Namun, teknologi pengolahan produk itu belum tersedia di dalam negeri, tak seperti di Jepang, Korea Selatan, dan Cina, sehingga diperlukan mitra.
Holding tambang perusahaan pelat merah itu optimistis memulai penghiliran lantaran sudah mengamankan bahan bakunya. Selain menjadi pemilik 65 persen saham di PT Aneka Tambang Tbk, perusahaan telah mengakuisisi 20 persen saham PT Vale Indonesia Tbk. Sebagai pemilik saham, MIND ID berhak memanfaatkan hasil produksi jika dibutuhkan.
Saham yang dimiliki MIND ID berasal dari pengalihan saham Vale Canada Limited (VCL) sebesar 14,9 persen dan Sumitomo Metal Mining Co Ltd (SMM) sebesar 5,1 persen. Saham tersebut dibeli dengan harga Rp 2.780 per lembar atau total Rp 5,52 triliun. Setelah transaksi yang ditargetkan selesai pada akhir tahun ini, saham di Vale Indonesia terbagi menjadi milik VCL sebanyak 44,3 persen, MIND ID 20 persen, SMM 15 persen, dan publik 20,7 persen.
Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir optimistis akuisisi saham Vale Indonesia dapat mendorong penghiliran industri nikel segera terwujud, terutama untuk pengembangan baterai kendaraan listrik. Chief Financial Office Vale Indonesia Bernardus Irmanto menyatakan rencana kerja maupun investasi perusahaan tak berubah meski terjadi divestasi. Kendali operasional masih berada pada Vale Canada Limited. Meski begitu, peran MIND ID tetap diperlukan dalam menjalankan bisnis.
Vale Indonesia berharap dapat membangun sinergi tak hanya dengan MIND ID, tapi juga dengan anak perusahaan holding tambang tersebut, seperti Aneka Tambang, untuk mengelola nikel.
BUMN Alokasikan Rp 18,52 Triliun untuk Produk Lokal
Pemerintah menggenjot penggunaan komponen lokal sebagai bagian dari program pemulihan ekonomi dari dampak pandemi Covid-19. Ketua Satuan Tugas Pemulihan dan Transformasi Ekonomi Nasional yang juga Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Budi Gunadi Sadikin, mengatakan BUMN mengalokasikan anggaran belanja modal dan belanja operasional Rp 18,52 triliun untuk produk dalam negeri, khususnya yang berasal dari usaha kecil-menengah (UKM).
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menuturkan hal itu dilakukan sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo yang ingin belanja negara berupa pengadaan barang dan jasa kementerian/lembaga digunakan semaksimal mungkin untuk membeli produk-produk dalam negeri dan akan menetapkan dua strategi, yaitu memberikan keleluasaan harga di mana produk dalam negeri boleh lebih lebih mahal dari impor dan belanja melalui katalog elektronik (e-katalog) Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang Jasa (LKPP).
Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika Kementerian Perindustrian, Taufiek Bawazier, mengatakan fokus utama pemerintah pada era pandemi saat ini adalah meningkatkan utilitas industri melalui pendekatan peningkatan permintaan dan suplai. Salah satu caranya adalah menyerap produk dalam negeri.
Meski demikian, menurut Taufiek, terdapat sejumlah hambatan dan tantangan yang dihadapi oleh pelaku industri nasional dalam mewujudkan gagasan tersebut, misalnya bahan baku. Dengan investasi baru di sisi hulu, tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) bisa mencapai 80 persen. Adapun batasan (threshold) penyerapan TKDN yang berlaku saat ini adalah 40 persen.
Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan akan mengganti pimpinan BUMN yang tidak memprioritaskan produk dalam negeri dan meminta agar tidak ada lagi pihak yang “bermain-main” mengenai TKDN di tengah situasi perekonomian yang melemah.
Pemerintah Tambah Peserta Kartu Prakerja
Direktur Kemitraan dan Komunikasi Manajemen Pelaksana Kartu Prakerja, Panji Winanteya Ruky mengatakan, Pemerintah akan menambah jumlah peserta program Kartu Prakerja gelombang IV yang akan dibuka pada pekan ini. Pada gelombang I-III, Manajemen Pelaksana Kartu Prakerja sudah mengakomodasi 680 ribu penerima manfaat Kartu Prakerja. Angka itu setara dengan 12 persen dari total peserta yang dianggarkan pemerintah, yakni 5,6 juta orang, dengan jumlah anggaran Rp 20 triliun.
Panji mengakui bahwa pembukaan pendaftaran gelombang IV meleset dari rencana awal, yaitu akhir Juli. Menurut dia, hal itu terjadi karena Peraturan Menteri Koordinator Perekonomian yang menjadi regulasi turunan dari dasar hukum terbaru Kartu Prakerja, yakni Peraturan Presiden Nomor 76 Tahun 2020, masih disusun. Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana Kartu Prakerja, Denni Puspa Purbasari, mengungkapkan jutaan orang gagal menjadi peserta. Kebanyakan dari mereka tak lolos pada tahap verifikasi.
Program Kartu Prakerja sempat ditangguhkan setelah muncul kritik dari beberapa lembaga, salah satunya dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). KPK menyoroti empat hal dalam program ini, yaitu pendataan peserta yang tak sinkron dengan data Kementerian Ketenagakerjaan, konflik kepentingan dalam penunjukan mitra penyedia pelatihan, konten pelatihan yang tidak layak, serta pelatihan fiktif yang merugikan negara. Adapun delapan platform digital Kartu Prakerja, yaitu Tokopedia, Skill Academy by Ruang Guru, Mau Belajar Apa, Bukalapak, Pintaria, Sekolahmu, Pijar Mahir, dan Kemnaker.go.id, mendapat sorotan karena terpilih tanpa melalui aturan pengadaan barang dan jasa pemerintah.
Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan program tersebut dimulai kembali setelah ada perbaikan dari sisi kelembagaan dan pelaksana teknis.
BUMN Perkebunan Rambah Pasar Retail Gula
Induk usaha (holding) Perkebunan Nusantara mulai menggarap bisnis retail penjualan gula pasir langsung konsumen. Selama ini, gula BUMN perkebunan dijual melalui lelang.
Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara, Muhammad Abdul Ghani, menyatakan aksi korporasi ini dilakukan untuk membantu pemerintah menjaga stabilitas harga gula. Selama ini, hasil produksi gula melalui tiga-empat rantai pasok sebelum tiba di tangan konsumen.
PTPN membuka kerja sama dengan distributor dan perusahaan lain yang tertarik membuat gula dengan merek hingga kemasan sendiri. Tujuan utama perusahaan adalah mendistribusikan gula dengan harga terjangkau.
Direktur Pemasaran Holding PTPN, Dwi Sutoro, menyatakan tahap pertama perusahaan adalah menyiapkan 40 ribu ton untuk disebar ke retail. Stok itu akan dipasarkan hingga masa giling tahun depan atau sekitar Juli 2021.
Jumlah produksi gula kemasan ini sekitar 5 persen dari target produksi tahun ini yang mencapai 800 ribu hingga 1 juta ton. Dengan kuota tersebut, perusahaan berharap pasokan gula akan selalu terjaga dan harga di pasar bisa sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah, yaitu Rp 12.500 per kilogram.
PTPN kini sedang berdiskusi guna membagi wilayah distribusi dari pabrik gula milik anggota holding. Distribusi akan dilakukan melalui kemitraan dengan 65 koperasi dan tujuh pelaku UMKM yang tersebar di enam anak perusahaan di seluruh Indonesia.
Perusahaan berharap menambah pembeli dan menjangkau partai kecil seperti UMKM. Satu partai sebelumnya diizinkan membeli 10 ribu ton kini diubah menjadi 1.000 ton saja. PTPN berencana menurunkannya hingga 500 ton jika memungkinkan.
Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PHIPS) mencatat harga gula pasir nasional sejak awal tahun selalu berada di atas HET. Harga gula berkisar Rp 14 ribu dan tercatat melonjak hingga Rp 18 ribu per kilogram pada April 2020. Ketua Asosiasi Gula Indonesia, Budi Hidayat, memperkirakan tingginya harga gula ini dipicu oleh distribusi yang terhambat, terutama setelah pandemi terjadi.
Ekspor dan Harga Kopi Tertekan Pandemi
International Coffee Organization (ICO) mencatat harga kopi di pasar global terus mengalami penurunan. Harga semakin terpuruk ketika Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan penyebaran virus corona atau Covid-19 sebagai pandemi global pada Maret lalu. Saat itu, harga kopi sudah jatuh hingga US$ 2,5 per kilogram.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat total nilai ekspor biji kopi dan kopi olahan Indonesia pada Januari-Mei lalu juga turun sebesar 12,2 persen secara tahunan. Impor kopi juga melorot hingga 35,17 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Ketua Dewan ICO sekaligus Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan, Iman Pambagyo menambahkan, penurunan terjadi akibat daya beli konsumen yang melemah, serta adanya mitigasi penyebaran Covid-19 pada negara tujuan ekspor.
Meski begitu, Iman menuturkan, masih ada peluang meningkatkan bisnis kopi dalam negeri. Jumlah konsumsi yang menembus 288 ribu ton pada 2019 menempatkan Indonesia sebagai konsumen kopi tertinggi kedua di dunia setelah Brasil.
Direktur Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia Agung Wahyu Susilo mengatakan konsumsi kopi dunia terus meningkat, tapi ini juga diikuti oleh tumbuhnya negara eksportir kopi. Namun, Agung mengatakan, tren produksi kopi Indonesia terus mengalami penurunan di tengah kenaikan tren konsumsi. Kalau pada sektor budi daya (on farm) tidak ditingkatkan, Agung khawatir suatu saat Indonesia akan menjadi negara pengimpor kopi.
Dewan Pengurus Sustainable Coffee Platform of Indonesia (SCOPI), Wildan Mustofa, mengatakan sebanyak 96 persen produksi kopi nasional ditanam oleh perkebunan rakyat. Adapun produksi kopi Tanah Air hanya meningkat sedikit dalam 10 tahun.
Perjalanan Domestik yang Aman Pulihkan Bisnis
Perjalanan domestik diandalkan untuk memulihkan kinerja lapangan usaha penyediaan akomodasi dan makan-minum. Pada triwulan II-2020, pertumbuhan lapangan usaha ini terkontraksi 22,02 persen atau anjlok dari triwulan I-2020 yang tumbuh 1,95 persen secara tahunan. Data di laman BPS menyebutkan, pertumbuhan lapangan usaha penyediaan akomodasi dan makan minum terjadi akibat jumlah wisatawan yang berkurang, penutupan tempat rekreasi dan hiburan, dan perubahan pola konsumsi masyarakat yang memilih untuk memasak di rumah. Semua penyebab itu berkaitan dengan pandemi Covid-19.
Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia Hariyadi Sukamdani, Kamis (6/8/2020), di Jakarta, mengatakan, “Untuk memulihkan bisnis akomodasi serta makanan dan minuman perlu memulihkan kepercayaan masyarakat bahwa mereka bisa melakukan perjalanan liburan dengan aman. Selama protokol kesehatan diterapkan dengan ketat, risiko yang muncul dari perjalanan akan rendah,” ujarnya. Hariyadi menambahkan, pada 2019, ada 275 juta kunjunan wisatawan domestic di Indonesia. Diharapkan, hingga akhir tahun 2020, sekitar 30 persen dari jumlah kunjungan itu atau sekitar 82,5 juta kunjungan diharapkan terealisasi. Data BPS menunjukkan, pada triwulan II-2020 ada 482.650 kunjungan wisatawan mancanegara atau anjlok 87,81 persen secara tahunan.
Hal serupa dialami lapangan usaha transportasi dan pergudangan. Pada triwulan II-2020, petumbuhan sektor ini anjlok 30,84 persen secara tahunan. Kondisi ini berbalik dari triwulan I-2020 yang masih tumbuh 1,29 persen secara tahunan. Data yang dihimpun dari PT Angkasa Pura I (Persero), lalu lintas penumpang di 15 bandara AP I pada Juli 2020 sebanyak 1.363.912 orang atau tumbuh 110 persen dibandingkan dengan Juni 2020 yang hanya 648.567 orang.
Pada Juli 2020 ada 21.954 pergerakan pesawat atau tumbuh 57,4 persen dibandingkan Juni 2020 yang hanya 13.942 pergerakan. Adapun pergerakan kargo tumbuh 19,1 persen, yakni dari 30.558.928 kilogram (kg) pada Juni 2020 menjadi 36.407.584 kg pada Juli 2020. Direktur Utama PT Angkasa Pura I (Persero) Falik Fahmi melalui siaran pers, Kamis, “Peningkatan lalu lintas terjadi sejak dua bulan terakhir, sejak diterapkan masa adaptasi kebiasaan baru. Hal ini memupuk keyakinan dan optimisme bahwa sektor aviasi akan bangkit, “ ujarnya.
Langkah PT Angkasa Pura I (Persero), dalam meningkatkan rasa aman dan kepercayaan masyarakat untuk berpergian, dengan meneyediakan fasilitas tes cepat Covid-19 di 11 bandara. Terbukti peningkatan lalu lintas penerbangan terjadi di 19 bandara yang dikelola PT Angkasa Pura II (Persero). Pada Juli 2020 tercatat 1,52 juta penumpang atau meningkat 143 persen secara bulanan dan 21.431 pergerakan pesawat atau naik 65 persen secara bulanan. “Pemulihan lalu lintas penerbangan di tengah pandemic telah berlangsung sejak pertengahan Juni,” kata Director of Operation and Service Angkasa Pura II Muhamad Wasid.
Janji Sepekan Insentif Tax Allowance ke Investor
Kementerian Keuangan resmi mendelegasikan kewenangan untuk meberikan pengurangan pajak penghasilan atau tax allowance dan tax holiday kepada Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Kewenangan ini tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 96/PMK/0.01/2020 tentang Perubahan Atas Perubahan PMK Nomor 11/PMK.011/2020 tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2019 tentang Fasilitas Pajak Penghasilan Untuk Penanaman Modal di Bidang Tertentu dan/atau Daerah-Daerah tertentu. Beleid tersebut mulai berlaku efektif pada 11 Agustus 2020 pekan depan. Saat investor ingin berinvestasi, selain bisa mendaftarkan diri juga sekalian mengajukan insentif fiskal melalui Online Single Submission (OSS) di BKPM.
Direktur Pelayanan, Penyuluhan, dan Hubungan Masyarakat Ditjen Pajak Kemenkeu Hestu Yoga Saksama mengatakan, meskipun pengajuan di BKPM skema insentif beserta besarannya, tetap ditentukan Menteri Keuangan sebagai otoritas fisikal. Yoga menyampaikan, dengan adanya PMK 96/2020 ini diharapkan investasi meningkat dan mendorong pertumbuhan ekonomi ke depan. “Sesuai dengan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 7 tahun 2019, dalam rangka percepatan investasi, maka persetujuan tax allowance diberikan kepada BKPM,” kata Yoga kepada Selasa (4/8).
Menurut Direktur Perpajakan II Ditjen Pajak Kemenkeu Yunirwansyah, “Wajib pajak yang mendapat tax allowance sejak 2007 sampai Juli 2020 ada 167 surat keputusan, “ turunya ke KONTAN. Kepala BPKM Bahlil Lahadalia berjanji pengurusan tax allowance termasuk tax holiday seminggu bisa selesai,” yang penting data-data nya valid dan terpenuhi,” katanya, Selasa (4/8). Ekonom Indef, Bhima Yudhistira mengatakan, terbitnya beleid ini bisa menjadi pemanis bagi investor untuk bisa langsung masuk, yang tentunya harus dibarengi kebijakan lain yang mendukung.
Suntikan Modal ke Perusahaan Digital
Aliran dana segar ke entitas digital dalam negeri terus berdatangan meski situasi dunia tengah dilanda wabah corona. Salah satu unicorn atau perusahaan digital bernilai lebih dari US$ 1 miliar di bidang pariwisata dan hiburan, Traveloka, misalnya, baru saja mendapat dana jumbo sebesar US$ 250 juta atau sekitar Rp 3,6 triliun, yang diperoleh dari para investor baru dan existing Traveloka, seperti Grup East Ventures dan Siam Commercial Bank Pcl.
Suntikan modal ini, ujar Kepala Eksekutif Traveloka Ferry Unardi, bakal digunakan untuk menyediakan kemudahan layanan dan keamanan bagi pengguna Traveloka. Tak hanya Traveloka, salah satu entitas fintech peer to peer Awan Tunai pekan lalu juga mengumumkan telah menerima suntikan dana terbaru senilai US$ 20 juta atau Rp 292 miliar dari Accial Capital. Perusahaan lain yang menerima suntikan jumbo selama masa pandemi ini adalah Kopi Kenangan. Kedai kopi tersebut pada pertengahan Mei lalu menerima pendanaan Rp 1,6 triliun dari sindikasi investor yang dipimpin Sequoia Capital.
Hingga pekan lalu, tercatat sudah ada 56 entitas start-up dalam negeri yang mendapat pendanaan. Kepala Eksekutif BRI Ventures Nicko Widjaya mengatakan realisasi ini tidak bisa dikatakan buruk bila dibanding raihan sepanjang tahun lalu sebanyak 110 pendanaan. Efisiensi, kecakapan pendiri, inovasi, dan rencana panjang, kata Nicko, tetap menjadi pertimbangan terbesar para investor ketika ingin memodali start-up.
Gojek, bersama jaringan bisnisnya, seperti Digitaraya dan UBS, sudah menggelar tiga program akselerasi start-up Tanah Air. Bahkan program tersebut juga menghadirkan program akselerasi untuk meningkatkan dan memberdayakan kapasitas mitra di bisnis kuliner.
PT Bank Central Asia Tbk, melalui program Synergy Accelerator, juga sudah tiga kali meluncurkan program pelatihan dan pembinaan selama corona melanda. Program ini terus berlangsung lantaran kebutuhan entitas induk terhadap solusi digital sangat potensial.
Beberapa waktu lalu, Amazon sudah menyampaikan komitmen investasi senilai US$ 1 miliar di Indonesia menyusul eksistensi Google, Alibaba, dan Hutchison yang telah membenamkan investasi pada pusat fasilitas data di Tanah Air.
Jatuh Bangun Akomodasi Online
Kepala Eksekutif Traveloka Ferry Unardi tak bisa memungkiri bila wabah corona menekan kegiatan operasional perusahaan cukup signifikan. Terbatasnya aktivitas masyarakat akibat pemberlakuan protokol kesehatan—baik yang diatur pemerintah maupun dilakukan secara mandiri—menyebabkan tingkat hunian hotel turun ke level terendah.
Untuk bisa meyakinkan masyarakat kembali berpelesiran, Ferry mengatakan, entitasnya bakal menjamin semua protokol kesehatan akan dijalankan. Traveloka baru saja mengumumkan kepercayaan dari para investornya dengan adanya suntikan dana baru senilai Rp 3,6 triliun. Pendanaan ini akan memperkuat upaya Traveloka untuk bangkit dengan tetap memberdayakan mitra dan semua pemangku kepentingan. Pekan lalu, Oyo Rooms pusat di India menjalin kerja sama bisnis dengan Unilever untuk menyediakan alat sanitasi untuk memenuhi protokol kesehatan wabah corona. Country Head Emerging Business Oyo Hotels and Homes Indonesia, Eko Bramantyo, mengatakan pada Maret okupansi hotel mitra Oyo rata-rata turun hingga 60 persen.
Pemerintah menyatakan bakal mengedepankan pembenahan sektor pariwisata sebagai sektor prioritas untuk menangani wabah corona. Kementerian Perhubungan tengah berupaya agar pelonggaran administrasi seperti surat izin moda transportasi udara dihapuskan. Maskapai Grup Lion Air, hingga kemarin, terus menambah titik bagi penumpang untuk melakukan pendeteksian dini corona (rapid test) menjadi 40 titik keberangkatan. Maskapai berbiaya murah lainnya, yakni Citilink, bahkan berani memberi promo gratis rapid test, meskipun dengan jumlah yang terbatas, agar bisa mendongkrak okupansi penumpang.
Mantan Menteri Keuangan, Chatib Basri, mengatakan industri penerbangan dan perhotelan memiliki batasan okupansi minimal 60 persen dan 50 persen untuk bisa bertahan dalam krisis. Tapi, untuk meningkatkan okupansi tersebut, kepastian aspek kesehatan bagi pelancong juga diperlukan.
Pilihan Editor
-
Pelaku Kebocoran Data BPJS Diidentifikasi
16 Jun 2021 -
Gratis PPnBM Mobil Diperpanjang
14 Jun 2021 -
Wacana Pengenaan PPN Sembako Bikin Resah
14 Jun 2021 -
Model Baru Misi Dagang
14 Jun 2021 -
Waspada Varian Delta Mengancam Dunia
16 Jun 2021









