;

BUMN Alokasikan Rp 18,52 Triliun untuk Produk Lokal

Ekonomi R Hayuningtyas Putinda 11 Aug 2020 Tempo, 03 Agustus 2020
BUMN Alokasikan Rp 18,52 Triliun untuk Produk Lokal

Pemerintah menggenjot penggunaan komponen lokal sebagai bagian dari program pemulihan ekonomi dari dampak pandemi Covid-19. Ketua Satuan Tugas Pemulihan dan Transformasi Ekonomi Nasional yang juga Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Budi Gunadi Sadikin, mengatakan BUMN mengalokasikan anggaran belanja modal dan belanja operasional Rp 18,52 triliun untuk produk dalam negeri, khususnya yang berasal dari usaha kecil-menengah (UKM).

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menuturkan hal itu dilakukan sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo yang ingin belanja negara berupa pengadaan barang dan jasa kementerian/lembaga digunakan semaksimal mungkin untuk membeli produk-produk dalam negeri dan akan menetapkan dua strategi, yaitu memberikan keleluasaan harga di mana produk dalam negeri boleh lebih lebih mahal dari impor dan belanja melalui katalog elektronik (e-katalog) Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang Jasa (LKPP). 

Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika Kementerian Perindustrian, Taufiek Bawazier, mengatakan fokus utama pemerintah pada era pandemi saat ini adalah meningkatkan utilitas industri melalui pendekatan peningkatan permintaan dan suplai. Salah satu caranya adalah menyerap produk dalam negeri.

Meski demikian, menurut Taufiek, terdapat sejumlah hambatan dan tantangan yang dihadapi oleh pelaku industri nasional dalam mewujudkan gagasan tersebut, misalnya bahan baku. Dengan investasi baru di sisi hulu, tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) bisa mencapai 80 persen. Adapun batasan (threshold) penyerapan TKDN yang berlaku saat ini adalah 40 persen.

Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan akan mengganti pimpinan BUMN yang tidak memprioritaskan produk dalam negeri dan meminta agar tidak ada lagi pihak yang “bermain-main” mengenai TKDN di tengah situasi perekonomian yang melemah.

Tags :
#Bisnis #Ekonomi
Download Aplikasi Labirin :