;

Produk Hilir Nikel Jadi Fokus MIND ID

Ekonomi R Hayuningtyas Putinda 11 Aug 2020 Tempo, 22 Jun 2020
Produk Hilir Nikel Jadi Fokus MIND ID

Sekretaris Perusahaan MIND ID, Rendi A. Witoelar, mengatakan salah satu fokus perusahaan tertuju pada pengembangan baterai kendaraan listrik. Namun, teknologi pengolahan produk itu belum tersedia di dalam negeri, tak seperti di Jepang, Korea Selatan, dan Cina, sehingga diperlukan mitra. 

Holding tambang perusahaan pelat merah itu optimistis memulai penghiliran lantaran sudah mengamankan bahan bakunya. Selain menjadi pemilik 65 persen saham di PT Aneka Tambang Tbk, perusahaan telah mengakuisisi 20 persen saham PT Vale Indonesia Tbk. Sebagai pemilik saham, MIND ID berhak memanfaatkan hasil produksi jika dibutuhkan.

Saham yang dimiliki MIND ID berasal dari pengalihan saham Vale Canada Limited (VCL) sebesar 14,9 persen dan Sumitomo Metal Mining Co Ltd (SMM) sebesar 5,1 persen. Saham tersebut dibeli dengan harga Rp 2.780 per lembar atau total Rp 5,52 triliun. Setelah transaksi yang ditargetkan selesai pada akhir tahun ini, saham di Vale Indonesia terbagi menjadi milik VCL sebanyak 44,3 persen, MIND ID 20 persen, SMM 15 persen, dan publik 20,7 persen.

Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir optimistis akuisisi saham Vale Indonesia dapat mendorong penghiliran industri nikel segera terwujud, terutama untuk pengembangan baterai kendaraan listrik. Chief Financial Office Vale Indonesia Bernardus Irmanto menyatakan rencana kerja maupun investasi perusahaan tak berubah meski terjadi divestasi. Kendali operasional masih berada pada Vale Canada Limited. Meski begitu, peran MIND ID tetap diperlukan dalam menjalankan bisnis.

Vale Indonesia berharap dapat membangun sinergi tak hanya dengan MIND ID, tapi juga dengan anak perusahaan holding tambang tersebut, seperti Aneka Tambang, untuk mengelola nikel.

Download Aplikasi Labirin :