Harga Emas Menguat
Pedagang perhiasan emas terlihat sedang menata dagangan yang berada di etalase tokonya di kawasan Cikini, Jakarta, Selasa (25/6/2024). Berdasarkan data di laman Logammulia.com yang dikelola PT Antam Tbk, harga emas per Selasa mencapai Rp 1.368.000 per gram atau naik Rp 8.000 per gram dibandingkan dengan hari sebelumnya. Hal ini membuat penjualan menurun dibandingkan pada hari-hari sebelumnya. (Yoga)
Pelemahan Rupiah Ganggu Produksi dan Operasionalisasi Industri
Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap USD mengancam rantai pasok produksi yang akhirnya menambah beban operasional perusahaan. Namun, pelaku usaha optimistis rupiah kembali menguat, ditopang stabilitas ekonomi makro serta intervensi pemangku kebijakan. Ketua Umum Kadin Indonesia, Arsjad Rasjid mengungkapkan, jika depresiasi rupiah berlanjut, biaya operasional perusahaan, seperti bahan baku, logistik, dan transportasi, bakal melonjak. Selain itu, pelemahan nilai tukar rupiah juga meningkatkan beban utang, khususnya dalam USD. ”Kadin Indonesia juga mendorong seluruh pihak untuk bekerja sama menjaga stabilitas ekonomi dan mendukung langkah-langkah yang diambil pemerintah dalam menghadapi tantangan ini,” ujarnya di Menara Kadin, Jakarta, Selasa (25/6) sore.
Guna mengantisipasi hal buruk menimpa industri manufaktur nasional, katanya, intervensi bisa dilakukan pemerintah tak hanya dari sisi penguatan kurs rupiah. Jika ada industri yang berorientasi ekspor dan membutuhkan bahan baku impor, alternatif menekan ongkos produksi manufaktur dapat berupa insentif pada bea masuk atau perizinan impor. Menurut dia, saat ini masih banyak industri lokal yang bergantung pada bahan baku impor. Instrumen berupa insentif masih diperlukan di tengah pelemahan nilaitukar rupiah yang berlanjut. ”Misalnya, kalau untuk impor, untuk ekspor, mungkin biayanya harus dikatakan bisa nol. Ini akan membantu.
Jadi, instrumen untuk membantu penguatan (industri) manufaktur, bukan hanya dari sisi kurs, tapi memang kita harus berhati-hati,” tutur Arsjad. Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta W Kamdani mengungkapkan, industri yang paling terdampak adalah sektor manufaktur padat karya berorientasi ekspor, khususnya tekstil dan garmen. ”Industri tekstil dan garmen sudah lemah karena penurunan market share pasar domestik dan penurunan daya saing ekspor besar. Depresiasi rupiah semakin menekan sektor ini,” ucap Shinta. Tekanan depresiasi rupiah juga dirasakan sektor yang menggantungkan kebutuhan bahan bakunya dari impor. Sektor yang paling terdampak adalah industri otomotif, elektronik, farmasi, alat kesehatan, dan logistik. (Yoga)
Menimbang Pengaktifan Kembali Restrukturisasi Kredit
Babak Baru Divestasi Anak Usaha Jasa Marga
Mei, DPK Perbankan Tumbuh 8,5%
Ekonomi Tergerus Judi Online
Rupiah Melemah, Manufaktur Ketar-ketir
Anggaran Makan Bergizi Gratis Rp 71 Triliun
Desain Bantuan Sosial Menjadi Bantuan Politik
Program Populis Tambah Beban Anggaran Negara
Beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 bakal berat. Di tengah kondisi ekonomi masih labil, anggaran negara tahun depan akan menggotong program populis pemerintah baru, selain membiayai belanja rutin hingga mandatori seperti gaji pegawai, dana pendidikan, kesehatan hingga bayar utang. Salah satu program populis yang pasti akan diusung adalah makan bergizi gratis. Pemerintah bahkan sudah menetapkan pagu anggaran program ini untuk tahun pertama, yakni Rp 71 triliun dalam RAPBN 2025.
Dalam Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM PPKF) 2025, pemerintah sudah menetapkan belanja, mulai dari belanja pendidikan, kesehatan, perlindungan sosial hingga infrastruktur. Angkanya meningkat dibandingkan tahun 2024. Belum lagi, pemerintah harus membayar utang jatuh tempo yang nilainya fantastis tahun depan, yakni Rp 800 triliun. Belanja-belanja ini tentu bakal membebani APBN di saat kemampuan menggali penerimaan negara lemah. Menteri Keuangan Sri Mulyani menjelaskan, anggaran program makan gratis akan masuk pencadangan dalam anggaran Bendahara Umum Negara (BUN), lantaran belum memiliki deskripsi alokasi anggaran.
Namun, pemerintah akan melakukan sinkronisasi sampai program ini disusun tim presiden terpilih. Anggota Bidang Keuangan Tim Gugus Tugas Sinkronisasi Prabowo-Gibran, Thomas Djiwandono menegaskan, Presiden dan Wakil Presiden Terpilih Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka tetap berkomitmen atas target defisit yang sudah direncanakan pemerintah dan DPR. Thomas juga bilang, pihaknya terus mengikuti siklus pembahasan RAPBN 2025 yang bergulir antara pemerintah saat ini dan DPR, termasuk alokasi anggaran makan gratis. Ketua Badan Anggaran DPR RI Said Abdullah mengkritisi banyaknya belanja yang ingin dicapai pemerintah baru.
Dengan rencana belanja negara 2025 sekitar Rp 3.500 triliun - Rp 3.540 triliun, pemerintah mengalokasikan Rp 840 triliun untuk belanja pegawai dan Rp 500 triliun belanja subsidi dan kompensasi. Direktur Eksekutif Indef, Esther Sri Astuti menilai anggaran program makan gratis di tahun pertama Prabowo - Gibran membebani APBN. Ekonom Celios Nailul Huda melihat, beban anggaran 2025 tak diikuti kemampuan penerimaan negara yang kuat. Otomatis anggaran 2025 masih akan mengandalkan utang. Padahal, estimasi dia, rasio pembayaran bunga utang saat ini telah mencapai 14%-15% APBN.









