Aset keuangan Syariah Capai Rp 2.500 Triliun
OJK mencatat total aset keuangan syariah di Indonesia mencapai lebih dari Rp 2.500 triiun pada akhir tahun lalu. Nilai tersebut bahkan berkontribusi 46% pada Produk Domestik Bruto (PDB). Berdasarkan data Komite Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), kontribusi usaha dan layanan syariah besar terhadap perekonomian nasional. Hal itu menunjukkan peran nyata keuangan syariah sebagai salah satu penopang perekonomian Indonesia. Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK Federica Widyasari Dewi merinci, dari total aset industri keuangan syariah tersebut, berasal dari aset sektor perbankan syariah Rp893 triliun, kemudian aset industri keuangan non bank (IKNB) syariah Rp 156 triliun, serta pasar modal syariah Rp 1.500 triliun. "Eksistensi keuangan syariah Indonesia di kancah global juga terus diakui, tercermin dari beberapa peningkatan indeks global," ujar Kiki. (Yetede)
Peluang di Tengah Pelemahan Rupiah
Pelemahan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bisa menjadi peluang yang bisa dimanfaatkan pemerintah dalam meningkatkan wisatawan. Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Utama Kementerian Kreatif Ahli Utama Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Nia Niscaya menerangkan, semua pihak mempunyai tanggung jawab bersama untuk menguatkan kembali rupiah dari sisi Parekraf. Melemahnya rupiah tentu meningkatkan biaya wisata di luar negeri, sambil membantu negara untuk menekan kebocoran devisa. "Terutama yang mesti punya purchasing power, daya beli. Berliburlah di Indonesia, Bapak Ibu sekalian,karena ketika bapak ibu berlibur di luar negeri itu artinya devisa kita bocor," kata dia. Pelemahan rupiah juga bisa menjadi peluang dalam meningkatkan wisata asing di Indonesia. Nia menjelaskan, dengan keadaan rupiah saat ini bisa melakukan promosi kemewahan yang terjangkau atau affordoble luxury. (Yetede)
KLHK: Karbon Harus Dikuasai Negara
PEMERINTAH menetapkan target ambisius untuk memenuhi komitmen Perjanjian Paris 2015. Dalam dokumen Kontribusi yang Ditetapkan Secara Nasional (NDC) terbarunya, Indonesia menjanjikan penurunan emisi gas rumah kaca sebesar 31,89 persen dengan upaya sendiri dan 43,20 persen melalui dukungan internasional pada 2030. Pemerintah juga berikrar mencapai karbon netral atau net zero emissions pada 2060, sepuluh tahun lebih lambat dibanding negara-negara lain. Upaya meredam emisi karbon dilakukan pada lima sektor utama, yakni energi, pertanian, sampah dan limbah, proses industri dan penggunaan produk (IPPU), serta pemanfaatan hutan dan penggunaan lahan (FOLU). Seabrek aksi mitigasi iklim dirancang di setiap sektor tersebut, termasuk di antaranya pemberlakuan mekanisme perdagangan karbon melalui penerbitan Peraturan Presiden Nomor 98 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Nilai Ekonomi Karbon (NEK).
Dalam hal penyelenggaraan NEK tersebut, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) bertanggung jawab membangun wadah untuk mengelola data serta informasi ihwal rencana aksi mitigasi dan adaptasi perubahan iklim nasional. Wadah tersebut, yang bernama Sistem Registri Nasional-Pengendalian Perubahan Iklim (SRN-PPI), kini tersedia untuk mencatat laporan rencana setiap pelaku usaha dan penyelenggara NEK lainnya dalam pengendalian serta pemanfaatan karbon. Hingga saat ini, sedikitnya 3.810 entitas telah mendaftarkan 13.063 aksi perubahan iklim di SRN-PPI. Masalah muncul belakangan. Dengan dalih penertiban, KLHK mencabut izin restorasi ekosistem PT Rimba Raya Conservation dan PT Global Alam Lestari. Kementerian juga dikabarkan membekukan rencana kerja sejumlah pemegang izin restorasi ekosistem lainnya, seperti PT Rimba Makmur Utama. Para pemegang izin restorasi ekosistem tersebut, sebagian di antaranya merupakan pionir perdagangan karbon pada pasar sukarela, dituding tak memenuhi aturan main yang muncul belakangan. (Yetede)
Kembangkan Bandara Pondok Cabe, Pelita Air Gandeng AirNav
Maskapai penerbangan layanan medium, Pelita Air, menggandeng Perusahaan Umum (Perum) Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNPI) atau AirNav Indonesia mengembangkan Bandara Khusus Pondok Cabe Tangerang Selatan. Keduanya telah melakukan penandatangan perjanjian kerja sama terkait penyelenggaraan pelayanan navigasi penerbangan di bandara Khusus Pondok Cabe. Hal ini dikarenakan Pelita Air merupakan pengelola Bandara Khusus Pondok Cabe. Penadatanganan dilakukan oleh Direktur Niaga Pelita Air Asa Perkasa bersama Direktur Operasi AirNav Indonesia Riza Fahmi, di gedung Kedatangan, Bandara Pondok Cabe, Tangerang Selatan, beberapa waktu lalu. Direktur Niaga Peliat Air, Asia Perkasa mengatakan penandatanganan perjanjian kerja sama ini merupakan wujud sinergi dan komitmen Pelita Air dan AIrNav Indonesia dalam mendukung peningkatan kualitas pelayanan kepada pengguna jasa penerbangan. (Yetede)
Jokowi: Transisi Pemerintahan Harus Mulus Tanpa Turbulensi Politik
Presiden Jokowi mengingatkan pentingnya memastikan transisi kekuasaan dari Pemerintahan Jokowi-Ma'aruf Amin ke Prabowo-Gibran berjalan mulus. Untuk itu turbulensi politik tidak oleh terjadi karena bakal memengaruhi kondisi stabilitas politik di Tanah Air. "Secara khusus, yang harus menjadi perhatian kita yaitu satbilitas politik, ini penting agar jangan sampai ada turbulensi plotiik, agar transisi pemerintahan sekarang ke pemerintahan betikut mulus dan baik. Itu yang selalu dilihat dunia internasional," kata Presiden. Kepala negara juga menyampaikan agar jajaran kementerian juga lembaga berhati-hati mengenai isu-isu yang berkembang setiap hari. Ia menekankan pentingnya menyampaikan isu-isu yang baik agar pasar menjadi yakin dan optimistis terhadap fundamental ekonomi Indonesia yang sebetulnya memang berada dalam posisi baik. Dia mencontohkan ditengah inflasi dunia yang meningkat dan depresiasi nilai tukar menekan ekonomi semua negara, daya saing Indonesia tahun 2024 dapat naik signifikan. (Yetede)
Tanpa Transparansi Sulit Menjaring Investor Muda
Kisruh pemberlakuan mekanisme full call auction (FCA) di bursa saham membuat investor pasar modal makin tak nyaman. Di tengah gempuran sentimen global terkait kebijakan suku bunga acuan dan kondisi perekonomian dunia, polemik FCA menambah kondisi pasar saham domestik kian kurang kondusif. Padahal, Bursa Efek Indonesia (BEI) sebagai penyelenggara bursa saham mestinya bisa mendorong perdagangan yang transparan sehingga bisa membikin nyaman pelaku pasar. Dengan demikian, bukan hanya investor eksisting mau bertahan di pasar saham, BEI juga bisa menggaet lebih banyak investor baru untuk masuk ke bursa saham. Doddy Prayogo, content creator investasi yang ikut sebagai salah satu pembicara Focus Group Discussion (FGD) yang digelar KONTAN, Kamis (20/6) lalu menyebut, cukup sulit untuk mengarahkan investor baru untuk ke pasar modal Indonesia. Informasi saja, FCA mulai diberlakukan pada 25 Maret 2024 lalu. Menurut CEO Tokocrypto, Yudhono Rawis pada bulan tersebut memang terjadi peningkatan nilai transaksi sekitar 142% dibanding bulan sebelumnya, atau mencapai total transaksi sejumlah US$ 1,3 miliar di Tokocrypto.
Peningkatan juga terjadi pada jumlah pengguna, yakni pengguna baru sekitar 20% dan pengguna aktif naik sekitar 40%. “Rata-rata pengguna baru Tokocrypto direntang usia 25 tahun - 35 tahun,” imbuh Yudhono. CEO Indodax Oscar Darmawan melihat, demografi pengguna Indodax menunjukkan kecenderungan ke arah pengguna yang lebih muda di periode Januari-Juni 2024. Transaksi pada periode tersebut juga naik hingga 624,91% dibanding periode sama tahun sebelumnya. “Ini sejalan dengan tren global, generasi muda kian tertarik dengan teknologi dan investasi alternatif,” tandas Oscar, Minggu (23/6). Kasan, Plt Kepala Bappebti juga mengatakan berlakunya FCA tidak sepenuhnya berdampak langsung dan signifikan terhadap pergerakan transaksi kripto. Namun, lebih dipengaruhi kondisi supply dan demand pasar kripto global. Terutama pergerakan kripto dengan pangsa pasar besar seperti Bitcoin, Ethereum dan Binance. Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital dan Aset Kripto OJK, Hasan Fawzi, mengungkapkan, nilai transaksi aset kripto mengalami penurunan dari Rp 103,58 triliun pada Maret 2024 menjadi Rp 52,3 triliun pada akhir April 2024. Meski begitu, secara akumulatif sepanjang 2024, transaksi kripto naik 328,63% menjadi Rp 211,10 triliun yoy.
Pemerintah Sebut Utang Indonesia Masih Aman
Melirik EIDO Saat Pasar Saham Loyo
Kinerja indeks saham asal Indonesia yang diperdagangkan di bursa Amerika Serikat (AS), iShares MSCI Indonesia ETF (EIDO) melanjutkan penguatan di akhir pekan lalu. Pada perdagangan Jumat (21/6), indeks EIDO ditutup menguat ke posisi 18,79, atau naik 2,57% dibanding penutupan di hari sebelumnya. Jika dihitung dalam sepekan, indeks EIDO naik 2,96%. Menguatnya indeks EIDO, salah satunya ditopang laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Pada Jumat pekan lalu, IHSG menguat 0,89% ke posisi 6.879,97 dari hari sebelumnya. Dalam sepekan, IHSG menguat 0,44%. Pengamat Pasar Modal dari Universitas Indonesia Budi Frensidy melihat, di tengah kencangnya volatilitas pasar saham domestik, EIDO jadi alternatif investor asing untuk melirik saham-saham emiten di Indonesia.
Head of Research STAR Asset Management David Arie Hartono menimpali, kinerja indeks EIDO masih terkoreksi di sepanjang tahun berjalan ini. "Sejak awal tahun ini sampai 17 Juni 2024, kinerja indeks EIDO sudah turun 14,37%," ujarnya, pekan lalu. Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas, Muhammad Nafan Aji Gusta Utama menilai, kinerja indeks EIDO tergolong sideways secara major. Terutama, jika Bank Indonesia (BI) konsisten menjalankan strategi triple intervention, nilai rupiah akan kembali di bawah Rp 16.000 per dolar AS. "Jika ekonomi domestik sudah stabil dan rupiah menguat, aliran dana asing akan masuk. Alhasil, prospek indeks EIDO masih bagus," tutur Nafan.
Menakar Dampak Tarif Cukai Terhadap Kinerja Emiten MBDK
Sentimen negatif membayangi kinerja emiten produsen minuman berpemanis dalam kemasan (MBDK). Salah satunya, bisnis mereka dibayangi implementasi kebijakan tarif cukai minuman berpemanis di tahun ini. Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia Abdul Azis Setyo Wibowo melihat, penerapan tarif cukai minuman berpemanis berpotensi menaikkan beban pokok penjualan. Ini akan memengaruhi kemampuan mereka menghasilkan laba. Meski begitu, kata Azis, porsi penjualan MBDK di beberapa emiten tidak begitu besar. Contohnya PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), PT Mayora Indah Tbk (MYOR), dan PT Cisarua Mountain Diary Tbk (CMRY).
Penjualan makanan di ketiga emiten tersebut justru memiliki porsi yang lebih besar. Meski begitu, saat ini daya beli masyarakat masih cenderung melambat. Terlebih, pada semester II-2024, ada sejumlah libur perayaan hari besar. "Kondisi ini cenderung membuat konsumsi masyarakat menurun," jelas Azis. Senada, Fixed Income & Macro Strategist Mega Capital Sekuritas Lionel Priyadi mencermati, daya beli konsumen kelas menengah semakin tergerus akibat aktivitas bisnis terus melemah. Seiring itu, permintaan barang konsumsi akan tertekan di kuartal dua hingga kuartal tiga tahun ini. Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana melihat, ada sejumlah saham emiten MBDK yang patut dicermati. Secara teknikal, dia merekomendasikan speculatif buy saham MYOR dengan target harga Rp 2.480-Rp 2.540 dan saham PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk (ULTJ) dengan target Rp 1.875-1.925.
Emiten Batubara Masih Merana
Prospek kinerja emiten sektor batubara diperkirakan masih akan lesu seiring harga batubara yang masih relatif datar. Emiten batubara dengan kemampuan efisiensi lebih baik akan jadi pilihan menarik lantaran dinilai paling bisa menahan potensi koreksi kinerja. Analis Mirae Asset Sekuritas, Rizkia Darmawan mengatakan, lesunya kinerja emiten sektor batubara di kuartal pertama tahun ini karena harga jual rata-rata cenderung bergerak turun. Di sepanjang tahun 2024, harga patokan batubara Newcastle relatif stabil rata-rata di level US$ 128 per ton. Harga batubara memang sempat ke level US$ 150 per ton, tetapi saat ini sudah melandai lagi ke US$ 130 per ton. Peningkatan sementara tersebut kemungkinan besar didorong oleh kekhawatiran terhadap kondisi cuaca buruk, khususnya gelombang panas yang melanda Asia Tenggara. Di sisi lain, walau permintaan China tidak sekencang tahun lalu, namun bukan berarti China mengurangi ekspornya terhadap batubara Indonesia. Permintaan dari India juga cukup baik.
Serta, Vietnam juga perlu menjadi sorotan karena adanya kenaikan permintaan. Namun demikian, Rizkia menilai bahwa harga batubara kemungkinan tidak akan melompat lagi, kecuali adanya eskalasi perang yang bisa meningkatkan harga komoditas energi. Oleh karena itu, Mirae Asset Sekuritas memperkirakan harga batubara global akan cenderung datar di kisaran US$ 126 per ton untuk tahun 2024. Dari sisi produksi, Rizkia melihat, volume produksi emiten batubara mungkin akan meningkat pada kuartal kedua dan kuartal ketiga. Selama tiga tahun terakhir, produksi batubara Indonesia mencapai puncaknya pada periode kedua dan kedua kuartal ketiga karena kondisi cuaca kering yang menguntungkan bagi para penambang. Tahun ini diperkirakan pola tersebut masih akan berlanjut. Dus, ia menilai wajar pergerakan saham ADRO tetap positif dibanding saham emiten batubara lainnya seperti PTBA, ITMG, HRUM. Sebab, ASP batubara ADRO tetap solid secara tahunan walaupun cukup mendatar secara kuartalan di kuartal I-2024.
Di samping itu, ADRO merupakan yang paling baik dalam efisiensi biaya daripada emiten-emiten besar lainnya. Dari sisi penetapan biaya, beban pokok pendapatan pada kuartal pertama turun 17% secara kuartalan menjadi US$ 815 juta. Terutama didukung oleh tarif royalti yang lebih rendah seiring dengan rendahnya harga jual rata-rata dan harga batubara acuan (HBA). Selain itu, biaya tunai turun 33% secara kuartalan menjadi US$ 51,6 per ton. Analis Indo Premier Sekuritas Reggie Parengkuan memaparkan, kinerja ADRO telah melewati konsensus karena biaya tunai berada di bawah ekspektasi seiring rasio pengupasan tanah yang lebih rendah. Dalam riset 20 Mei 2024 Reggie memperkirakan, pencapaian pendapatan emiten batubara akan terus beragam pada kuartal mendatang. Berkaca pada hasil kuartal pertama 2024, ADRO akan terus mengungguli perusahaan batubara lainnya.









