;

90% Data RI Berpotensi 'Lari ke LN

Leo Putra 01 Feb 2019 Investor Daily
Rencana Revisi PP No 82 Tahun 20120 tentang Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik (PP PTSE) dikhawatirakan bisa mengakibatkan 90% data dari Republik Indonesia ditempatkan di luar negeri tanpa ada peraturan perlindungan yang memadai. Hal ini terkait dengan isi pasal 83 yang menyebutkan bahwa selain data strategis boleh ditaruh di luar wilayah RI. Padahal klasifikasi data strategis yang ditetapkan Kemenkominfo hanya 10% dan 90% sisanya berpotensi 'lari' ke luar RI. Ketika data sebagian berada di luar RI, dikhawatirkan akan adanya kesulitan untuk menegakan supremasi hukum dan kedaulatan negara ke depannya.

Pengguna Domain .id Tembus 281 Ribu

Leo Putra 01 Feb 2019 Investor Daily
Dalam laporan tahunan Pandi, total pengguna domain .id di Indonesia telah mencapai 271.193. Sedangkan pengguna domai .id di luar negeri mencapai 10.234. Pengguna diluar tanah air domain .id, telah digunakan oleh berbagai situs antara lain di Amerika Serikat, Singapura, Australia, dan Jepang. Ini menunjukkan bahwa domain .id telah mendunia.

IAFMI Dorong Pelaku Bisnis Migas Terapkan E-Commerce

Leo Putra 01 Feb 2019 Investor Daily
Ikatan Ahli Fasilitas Produksi Minyak dan Gas Bumi Indonesia (IAFMI) mendorong pelaku industri hulu migas masuk ke platform digital (e-commerce). Diperkirakan akan ada efisiensi sebesar 20%, karena akan menghilangkan biaya trader sebagai perantara. IAFMI telah menandatangani MoU pengembangan platform marketplace bisnis digital di industri migas dengan PT gazEgaz Pasifik International padal forum CEO Talk ke-5 IAFMI. Platform ini diharapkan dapat diluncurkan tahun ini untuk bisa dimanfaatkan sekitar 600 anggota IAFMI.

APP Serah Terima Apartemen Mahasiswa

Leo Putra 01 Feb 2019 Investor Daily
Awal 2019, PT Adhi Persada Properti (APP) berencana melakukan serah terima unit apartemen mahasiswa yang digarapnya di sejumlah kota. Tren hunian vertikal di sekitar kampus dinilai sebagai ceruk pasar yang menjanjikan. Sejumlah proyek apartemen mahasiswa APP yang diserahterimakan kepada konsumen tahun ini adalah Grand Taman Melati margonda 2 tower 3, Depok sebanyak 939 unit. Lalu, Taman Melati Sinduadi, Yogyakarta sebanyak 898 unit dan Taman Melati MERR Surabaya sebanyak 1.130 unit.

Rupiah ke Level 13.000, Pasar Saham Bullish

Budi Suyanto 01 Feb 2019 Kontan
Keputusan The Fed mempertahankan suku bunga acuan di level 2,25%-2,5% membuat lega pasar. Hal ini mendorong IHSG dan nilai tukar rupiah menguat. Analis menilai pernyataan The Fed menjadi sentimen positif bagi pasar modal. Konsekuensinya, investor akan lebih berani masuk ke Indonesia.
Pasar Indonesia memang dianggap menarik oleh investor asing. Berdasarkan data BEI, investor asing berkontribusi 35% pada transaksi perdagangan sepanjang tahun ini. Makanya, analis memprediksi pernyataan The Fed bisa mengerek IHSG ke level 7.000, bahkan bisa lebih tinggi lagi.

Bank Pelat Merah Mendapat Berkah dari Bisnis Valas

Budi Suyanto 01 Feb 2019 Kontan
Perbankan pelat merah menikmati kenaikan pendapatan berbasis komisi alias fee based income sepanjang tahun lalu. Salah satu penopang terbesar adalah peningkatan transaksi valuta asing (valas). Dengan wajibnya devisa hasil ekspor masuk ke Indonesia, bisnis valas bank ke depan bakal cerah.

The Fed Dovish, Kilau Emas Kembali Terang

Budi Suyanto 01 Feb 2019 Kontan
Hasil rapat Federal Open Market Committee (FOMC) yang dovish membuat harga emas kembali melesat. Status sebagai komoditas lindung nilai juga ikut menyokong laju si kuning. Keperkasaan si kuning bertambah karena sudah mendekati Imlek.
Tetapi perlambatan ekonomi China dikhawatirkan juga berdampak pada permintaan emas. Penurunan permintaan emas juga terjadi karena kondisi geopolitik semakin baik. Terlebih jika negosiasi perang dagang antara AS dan China berjalan positif. Ini membuat aset safe haven dihindari. Meskipun demikian, belum jelasnya kelanjutan proses Brexit bisa mendorong naik emas.

Industri Keberatan Royalti Tambang Batubara Naik

Budi Suyanto 01 Feb 2019 Kontan
Pemerintah rencananya akan menaikkan royalti pertambangan dari sebelumnya 13,5% menjadi 15%. Pengusaha meminta pemerintah memandang kontribusi pajak secara utuh, bukan secara parsial. Selama ini, perusahaan tambang berkontribusi melalui pembayaran PPh, Dana Hasil Produksi Batubara (DHPB) dan PPN. Terlebih, batubara merupakan komoditas yang nilainya tergantung pasar internasional. Jika royalti dipaksakan secara absolut, akan berimbas pada pola penambangan. Oleh karena itu, nilai royalti sebaiknya bukan hanya 13,5% atau 15%, namun harus dikaitkan dengan kondisi pasar batubara internasional, parameter economic cost, environment cost dan social cost. Formula lain yang dapat diterapkan dengan semacam windfall profit tax. Misalnya, negara bagian Queensland yang mengenakan royalti 7% untuk batubara hingga US$ 100 per ton.
Kepala Biro Hukum Kementerian ESDM mengakui besaran royalti tersebut. Kepala Pusat Kebijakan BKF menyampaikan bahwa Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tersebut segera terbit. Direktur CITA berpendapat bahwa skema pungutan pajak yang mengombinasikan antara nail down dan prevailing cukup ideal.

Penanaman Modal : Obral Insentif Tak Pacu Investasi

Ayu Dewi 31 Jan 2019 Bisnis Indonesia
Kendati pemerintah telah mengobral berbagai kemudahan dan insentif untuk menggaet investasi asing masuk, pertumbuhan investasi selama 2018 melambat dibandingkan dengan 2017 dan hanya mencapai 94,3% dari target yang dipatok. Data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menunjukan secara total realisasi investasi selama 2018 mencapai Rp 721,3 triliun. PMDN tercatat sebesar Rp 328,6 triliun (tumbuh 25,3%) dan PMA Rp 392,7 triliun (-8,8%). Transisi perizinan ke sistem OSS (Online Single Submission) juga mempengaruhi tren perlambatan investasi tahun ini. Menurut Kepala BKPM Thomas T Lembong untuk meningkatkan kinerja investasi tahun ini, pemerintah sepertinya harus lebih agresif dalam memikat investor asing melalui paket insentif. Apalagi negari jiran lainnya juga agresif menggaet investor asing. Hal senada diungkapkan oleh ekonom CORE M.Faisal, penurunan investasi juga disebabkan oleh melambatnya pertumbuhan ekonomi diberbagai negara dan secara tidak langsung berpengaruh di Indonesia. Ekonom Indef Bhima Yudhistira Adhinegara menambahkan koreksi investasi juga tak lepas dari persoalan domestik sendiri, yakni insentif yang kurang tajam, tarik ukur perizinan pusat dan daerah, maju mundur keputusan soal perluasan DNI serta rendahnya kualitas infrastruktur di kawasan industri. Sementara itu, Wakil Ketua Umum Kadin Johny Darmawan menilai penurunan PMA lebih disebabkan oleh masih banyaknya hambatan dari dalam negeri ketimbang luar negeri.

Industri Digital, Usaha Rintisan Teknologi Berkembang Pesat

B. Wiyono 31 Jan 2019 Kompas
Perkembangan usaha rintisan bidang teknologi di Indonesia dinilai berkembang pesat. Ada kecenderungan anak-anak muda memilih terjun menjadi wirausaha yang memberikan solusi digital di beragam sektor. Potensi perkembangan teknologi finansial di Indonesia juga dinilai terbuka lebar. Sesuai data Bank Dunia, setiap tahun ada sekitar Rp 1.000 triliun permohonan kredit dari pelaku usaha kecil dang menengah di Indonesia tidak dapat dipenuhi oleh lembaga keuangan yang ada. Sehingga peluan ini digarap oleh oleh para pelaku usaha pinjam-meminjam uang antarpihak berbasis teknologi (peer to peer lending) yang tahun lalu menyalurkan sekitar Rp 22 triliun.

Pilihan Editor