;

Tantangan Berat Dalam Mengejar Target Setoran Pajak

Hairul Rizal 02 Jan 2025 Kontan
Pemerintah menghadapi tantangan berat dalam mencapai target penerimaan pajak tahun 2025 sebesar Rp 2.189,3 triliun, terutama dengan shortfall penerimaan pajak 2024 yang diproyeksikan lebih lebar. Ariawan Rahmat, Direktur Eksekutif IEF Research Institute, memprediksi realisasi penerimaan pajak 2024 hanya mencapai sekitar 80% dari target, atau sekitar Rp 1.921,9 triliun, meninggalkan shortfall sebesar Rp 67 triliun atau lebih. Tantangan ini diperburuk oleh kelemahan regulasi, rendahnya kesadaran perpajakan, data yang belum terintegrasi, dan praktik penghindaran pajak.

Sufmi Dasco, Wakil Ketua DPR RI, menyoroti bahwa penerapan PPN 12% yang hanya berlaku untuk barang mewah mengurangi potensi penerimaan hingga hanya Rp 3,2 triliun, jauh lebih kecil dari potensi Rp 75 triliun jika berlaku untuk semua barang dan jasa.

Fajry Akbar, Kepala Riset CITA, menyebut tambahan penerimaan pajak yang dibutuhkan untuk mencapai target APBN 2025 mencapai Rp 267,4 triliun, jauh di atas rata-rata tambahan tahunan sebelum pandemi yang hanya Rp 68,62 triliun. Ia menekankan bahwa kebijakan seperti Program Pengungkapan Sukarela (PPS) dan kenaikan tarif PPN yang sebelumnya membantu lonjakan penerimaan tidak akan terulang.

Untuk menambal kebutuhan anggaran, Ariawan dan Fajry menyarankan pemerintah mengejar pajak dari underground economy serta menerapkan pajak minimum bagi kelompok kaya yang belum patuh. Namun, untuk mengatasi tantangan ini, dibutuhkan upaya ekstra dan reformasi mendalam dalam sistem perpajakan.

Prospek Saham Bank Cerah Jika Suku Bunga Mulai Turun

Hairul Rizal 02 Jan 2025 Kontan
Kinerja saham emiten bank besar pada tahun 2024 kurang memuaskan, dengan indeks sektor keuangan turun 4,51%. Meski demikian, saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencatat kenaikan 2,93% dan tetap konsisten menguat selama 16 tahun terakhir. Sebaliknya, saham bank pelat merah, seperti PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), mengalami penurunan paling dalam sebesar 28,73%.

Menurut Andrey Wijaya, Head of Research RHB Sekuritas, prospek sektor perbankan di 2025 tetap positif, terutama jika Bank Indonesia menurunkan suku bunga acuan, yang dapat meningkatkan margin bunga bersih dan mendorong pertumbuhan kredit.

Arinda Izzaty Hafiya, Junior Equity Analyst Pilarmas Investindo, juga memprediksi penurunan suku bunga oleh The Fed hingga 100 basis poin dapat mendorong BI untuk menurunkan suku bunga lebih lanjut, mendukung permintaan pembiayaan. Arinda merekomendasikan beli saham BBRI dengan target harga Rp 5.625, BBCA Rp 12.025, dan BBNI Rp 6.350.

Namun, Rahmanto Tyas Raharja, Investment Analyst Lead Stockbit, mencatat kinerja BBRI tertekan oleh peningkatan biaya kredit yang mencapai 3,25% pada 2024, lebih buruk dari panduan maksimum manajemen sebesar 3%. Meski pertumbuhan kredit BBRI hanya 5%—di bawah rata-rata industri 9,6%—BBRI menunjukkan pertumbuhan positif dana murah. Manajemen BBRI menargetkan percepatan pertumbuhan kredit hingga 10%-12% di akhir 2024.

Saham-saham bank KBMI 4 tetap dianggap menarik, namun investor perlu mencermati fundamental, khususnya pada emiten seperti BBRI.

Pelaku Usaha Dorong Diskon Tarif Listrik PLN di Tahun Baru

Hairul Rizal 02 Jan 2025 Kontan
Pelaku usaha berharap PT PLN (Persero) memperluas kebijakan diskon tarif listrik hingga 50% ke sektor industri, seperti yang telah diterapkan pada pelanggan rumah tangga dengan daya 2200 VA ke bawah selama Januari-Februari 2025. Diskon ini dinilai mampu menekan biaya operasional dan meningkatkan daya saing sektor industri, termasuk smelter dan perhotelan.

Haykal Hubeis, Sekretaris Jenderal Asosiasi Perusahaan Industri Pengolahan dan Pemurnian Indonesia (AP3I), menekankan pentingnya diskon listrik bagi industri smelter, terutama yang berskala kecil, karena biaya listrik menyumbang lebih dari 10% terhadap total operasional. Ia juga mengapresiasi keputusan pemerintah yang tidak menaikkan tarif listrik bagi 13 golongan pelanggan non-subsidi pada kuartal pertama 2025, yang dinilai mendukung daya saing sektor hilirisasi tambang.

Sementara itu, Maulana Yusran, Sekretaris Jenderal Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), berharap diskon listrik dapat menjadi stimulus bagi industri perhotelan yang sedang lesu. Ia mencatat bahwa biaya listrik menyumbang 15%-20% dari total operasional hotel. Maulana juga mengusulkan kebijakan serupa dengan pembebasan biaya abonemen yang pernah diberikan saat pandemi Covid-19 untuk membantu sektor perhotelan.

Diskon tarif listrik diharapkan mampu mendorong keberlanjutan dan efisiensi operasional di berbagai sektor industri strategis.

Jalan Tengah PPN 12% Hanya untuk Barang Mewah

Yuniati Turjandini 02 Jan 2025 Investor Daily (H)
Kendati menuai kritik keras dari berbagai kalangan, pemerintah tetap menaikkan tarif pajak pertambahan nilai (PPN) dari 11% menjadi 12% mulai 1 Januari 2025. Sebagai jalan tengah, PPN 12% hanya dikenakan ke barang mewah. Pemerintah memastikan barang kebutuhan pokok tetap bebas PPN, Pemerintah juga membantah kabar yang beredar di media sosial (medsos) bahwa barang perawatan pribadi seperti shampo dan sabun kena PPN 12%. Barang-barang seperti ini tetap dikenakan PPN 11%. Dengan skema ini, tambahan penerimaaan dari PPN 12% hanya Rp3,2 triliun dalam APBN 2025 dibandingkan Rp75 triliun jika dikenakan ke semua barang. 'Pengrobanan' pemerintahan ini bertujuan menjaga daya beli masyarakat, laju inflasi, dan pertumbuhan ekonomi. Sementara itu, DPR menilai, PPN 12% hanya untuk barang mewah menunjukkan pemerintah berpihak terhadap masyarakat kecil. Ini menandakan pemerintah Prabowo Subianto membuktikan janjinya untuk pro-rakyat. Adapun Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menilai penerapan PPN 12% hanya untuk barang mewah memberikan ruang bagi dunia usaha untuk meneruskan mendorong aktivitas ekonomi. (Yetede)

Publik Optimis Meski Penuh Kekhawatiran

Yoga 31 Dec 2024 Kompas (H)

Menyambut Tahun Baru 2025, masyarakat tidak bisa abai terhadap sejumlah tantangan ekonomi yang tengah dihadapi bangsa. Berbagaitantangan itu pun memunculkan kekhawatiran, terutama pada bayang-bayang kenaikan pajak serta stagnasi pendapatan. Sekalipun demikian. semangat publik tidak pupus. Mereka tetap optimistis akan adanya perbaikan ekonomi pada tahun depan. Kesimpulan itu terekam dari hasil jajak pendapat Litbang Kompas awal Desember lalu. Minat publik merayakan tahun baru relatif diekspresikan secara sederhana dan biasa. Hasil jajak pendapat merekam, hampir separuh responden (49,8persen) mengaku akan menghabiskan momen libur tahun baru dengan berkumpul bersama keluarga di rumah. Tidak hanya itu, sekitar seperlima dari responden jajak pendapat ini juga menyatakan bahwa mereka akan melakukan kegiatan seperti biasa selama libur Tahun Baru. Hal ini menunjukkan kecenderungan masyarakat untuk merayakan momen libur Tahun Baru secara sederhana.

Meskipun demikian, ada juga sebagian responden yang berencana berpelesir sepanjang ibur akhir tahun ini. Jajak pendapat merekam, sekitar seperempat bagian responden mengatakan akan berwisata dimomen liburan tahun baru ini. Dari jumlah tersebut, hampir 15 persen di antaranya mengatakan ingin berwisata ke destinasi yang berada di dalam kota tempat mereka tinggal. Lebih lanjut, sekitar 10,7 persen dari mereka mengatakan berniat untuk berlibur ke luar kota. Hanya sedikit responden yang mengungkapkan rencana untuk berlibur ke luar negeri. Kecenderungan rendahnya minat responden untuk berwisata ke luar kota dan luar negeri ini menunjukkan bahwa masyarakat tidak antusias untuk bepergian meski pemerintah telah memberikan stimulus potongan harga. Diketahui, pemerintah memberlakukan kebijakan diskon tiket pesawat sebesar 10 persen untuk semua jenis penerbangan, dari 19 Desember 2024 hingga 3 Januari 2025 mendatang. 

Potongan harga itu meliputi beberapa komponen biaya dalam tiket, misalnya pelayanan jasa penumpang pesawat udara, biaya bahan bakar, dan jasa pendaratan. Hasil jajak pendapat merekam, sebagian besar responden atau 62,6 persen menyatakan tidak tertarik menggunakan diskon tiket pesawat 10 persen itu. Mereka yang tertarik untuk membeli tiket pesawat dengan potongan harga itu hanya 36,4 persen.  Selain soal respons terhadap kebijakan pemerintah, pola mobilitas masyarakat selama libur tahun baru ini juga dapat memberikan gambaran mengenai kekhawatiran ekonomi yang dirasakan. Apalagi, hasil jajak pendapat ini juga merekam ke cenderungan masyarakat untuk membatasi konsumsi di masa libur akhir tahun. Pembatasan tersebut didasari oleh tiga hal yang bermuara ke persoalan ekonomi. Pertama, publik merasa belum perlu untuk melakukan aktivitas konsumtif. Kedua, mereka ingin berhemat. Terakhir, mereka juga merasa sudah banyak pengeluaran sepanjang 2024. Saat digali lebih dalam, terlihat bahwa beberapa hal yang menjadi kekhawatiran masyarakat itu tidak terlepas dari bayang-bayang situasi ekonomi tahun depan. (Yoga)

Pemerintah Periksa Kesiapan Pesawat BUMN

Yoga 31 Dec 2024 Kompas

Pemerintah memeriksa keamanan semua pesawat milik badan usaha milik negara yang beroperasi selama libur Natal 2024 dan Tahun Baru 2025. Memasuki pekan kedua periode libur akhir tahun, terdapat sekitar 6 juta penumpang yang bepergian. Mayoritas merupakan penumpang penerbangan domestik. Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Kartika Wirjoatmodjo berkunjung ke PT Garuda Indonesia dan PT Angkasa Pura Indonesia di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Senin (30/12/2024). Ia memeriksa ruangan Pusat Kontrol Operasi PT Garuda Indonesia dan juga PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia, anak perusahaan Garuda Indonesia di bidang pemeliharaan pesawat terbang. Ditemani sejumlah unsur pimpinan media massa, Tiko juga mengecek suasana di Airport Operation Control Centre (AOCC) PT Angkasa Pura Indonesia. Saat ditemui seusai pemeriksaan, Kartiko mengatakan, semua pesawat milik BUMN, seperti Garuda Indonesia, Citilink, dan Pelita Air, sudah diinspeksi. Berdasarkan hasil inspeksi itu, ia memastikan semua pesawat berada dalam kondisi aman.

Tidak hanya itu, ketepatan waktunya (on time performance) juga terjaga. ”Kami pastikan bahwa semua pesawat Garuda, Citilink, dan Pelita Air layak terbang. Dan, tentunya, pusat operasi di PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia terus menjaga kelayakan dan keselamatan dari pesawat-pesawat kita,” ujarnya dalam jumpa pers Dalam jumpa pers itu, ia didampingi Direktur Utama Garuda Indonesia Wamildan Tsani Panjaitan, Direktur Utama PT Angkasa Pura Indonesia Faik Fahmi, dan Direktur Utama PT Sarinah Fetty Kwartati. Jumlah penumpang naik Di Bandara Soekarno-Hatta, terdapat pula posko angkutan Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 yang beroperasi selama 19 hari, yakni mulai 18 Desember 2024 hingga 5 Januari 2025. Hingga hari ke-12 atau 29 Desember 2024, PT Angkasa Pura Indonesia mencatat telah melayani 6 juta penumpang. Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, angka itu diklaim naik sekitar 10 persen. ”Ini hal positif, yang mungkin salah satunya disebabkan oleh harga tiket yang lebih terjangkau,” ujar Faik.

Harga tiket lebih terjangkau yang dimaksud tidak terlepas dari pemberlakuan kebijakan potongan harga tiket pesawat 10 persen. Diskon untuk semua jenis penerbangan itu berlaku mulai 19 Desember 2024 hingga 3 Januari 2025 mendatang. Sementara itu, Wamildan Tsani Panjaitan melaporkan, ada 58 pesawat Garuda Indonesia yang beroperasi selama libur Natal 2024 dan Tahun Baru 2025. Tanpa menyampaikan angka secara detail, ia menyebut bahwa jumlah penumpang Garuda Indonesia melonjak 24 persen dibandingkan dengan periode sebelumnya. Mayoritas penumpang berasal dari penerbangan domestik. ”Untuk penerbangan internasional ada juga terjadi peningkatan, terutama untuk destinasi Korea, Jepang, dan Singapura,” ucapnya. Tsani membantah klaim sebagian warga yang berlibur ke luar negeri, terutama untuk destinasi Korea, Jepang, dan Singapura,” ucapnya. Tsani membantah klaim sebagian warga yang berlibur ke luar negeri, terutama negara Asia Tenggara, dengan alasan harga tiket pesawat lebih murah. Menurut dia, sudah pasti penerbangan internasional lebih mahal karena tdak diatur batasannya. (Yoga)

Belanja Menjadi Kesenangan yang Membuat Boncos

Yoga 31 Dec 2024 Kompas
”Pakeeet…!” Kata yang biasanya diteriakkan kurir itu mungkin paling dinanti setelah seseorang berhasil check out atau menyelesaikan pembelian barang di aplikasi belanja daring (marketplace). Namun, apa jadinya jika paket yang berisi barang belanjaan daring terus-menerus datang? Mudahnya berbelanja daring membuat kebiasaan orang pun berubah. Berbelanja yang awalnya hanya untuk mencari barang yang dibutuhkan berubah menjadi kegiatan untuk mengisi waktu luang atau bahkan untuk mencari kesenangan di saat stres. Hal ini mungkin dialami sebagian orang. Berbelanja, khususnya belanja daring, menjadi cara mencari kebahagiaan ke- tika sedang penat atau stres. Rasa bahagia itu bisa didapatkan dari sekadar menggulir (scrolling) produk yang dijual di marketplace, memasukkan produk ke dalam keranjang belanja, sampai membelinya—padahal belum tentu dibutuhkan. Kepala Departemen Medik Kesehatan Jiwa Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (FKUI-RSCM) Kristiana Siste Kurniasanti menuturkan, ketika seseorang sudah tak bisa mengontrol kegiatan belanja daring, saat belanja barang yang tidak dibutuhkan, sementara uang sudah habis, itu harus diwaspadai sebagai adiksi belanja daring.

”Adiksi belanja daring terjadi saat seseorang sudah kehilangan kontrol. Dia tidak bisa menghentikan untuk ber- belanja walaupun dia ingin menghentikannya. Keinginan untuk berbelanja tetap tinggi, padahal uang sudah habis, yang akhirnya berujung pada utang atau menggunakan pinjol (pinjaman online),” tuturnya, Kamis (12/12/2024). Adiksi belanja daring memiliki gejala yang sama dengan kondisi adiksi lain yang merupakan bagian dari masalah kejiwaan. Adiksi merupakan suatu kondisi saat seseorang berperilaku kompulsif dalam beraktivitas dan tidak dapat berhenti untuk melakukan perilaku tersebut. Adiksi terjadi akibat gangguan pada fungsi otak, terutama otak bagian depan yang disebut dengan korteks prefrontal. Area otak depan ini merupakan area otak yang terakhir matang (mature). Pada perempuan, area otak ini baru matang pada usia 20 tahun, sementara pada pria di usia 21 tahun. Korteks prefrontal berfungsi untuk mengendalikan perilaku dan memberikan sinyal pada tubuh untuk menghentikan suatu perilaku yang sudah berlebihan. (Yoga)

Perkuat Kerja Sama Bilateral

Yoga 31 Dec 2024 Kompas
Pemerintah Indonesia berupaya memperkuat kerja sama bilateral dengan negara-negara tujuan penempatan pekerja migran. Salah satu tujuannya adalah memastikan upah yang layak bagi pekerja selama menjalankan tugas di luar negeri. ”Saya menekankan kepada tim di kementerian agar fokus penguatan hubungan bilateralbisa mendorong upah pekerja migran Indonesia yang lebih layak dan mereka harus terakses oleh perlindungan sosial,” ujar Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Abdul Kadir Karding, Senin (30/12/2024), di Jakarta. Perlindungan sosial yang dimaksud mencakup jaminan kesehatan. Upah lebih layak dan perlindungan sosial ini menjadi dua hal pokok yang harus ditekankan dalam setiap negosiasi memperkuat  hubungan kerja sama dengan negara penempatan. Karding mengakui sejumlah pekerja migran Indonesia masih terbebani mahalnya ongkos keberangkatan bekerja ke luar negeri. Pemerintah Indonesia berusaha mencari jalan keluar mengatasi persoalan itu dengan menyediakan skema kredit usaha rakyat pekerja migran Indonesia dengan bunga maksimal 6 persen. 

Meningkatnya biaya hidup, ekspektasi keluarga, tekanan media sosial, dan kurangnya keterampilan finansial yang membebani pekerja migran Indonesia dan negara Asia Tenggara lainnya. Diluarnegeri, sejumlah pekerja migran asal Asia Tenggara yang diwawancara sebenarnya memperoleh penghasilan tiga hingga lima kali lebih banyak daripada melakukan pekerjaan yang sama dinegara asalnya. Namun, pada saat bersamaan, biaya makanan dan sewa hunian tempat tinggal lebih mahal daripada biaya di negara asal masing-masing. Di Hong Kong, misalnya, gaji minimal naik 33,3 persen dari 2013 ke 2024. Namun, harga properti juga naik sebesar 33 persen selama periode yang sama, sementara harga pangan naik 2,5-3 persen setiap tahun. Contoh lain, di Uni Emirat Arab, pekerja kasar saat ini dibayar sedikitnya 1.500 dirham (408 dollar AS) per bulan, naik 36 persen dari gaji minimal yang mereka terima pada 2013. Akan tetapi, harga pangan telah meningkat 3-7 persen per tahun, sementar sewa di negara Teluk itu telah naik 5-10 persen per tahun selama 11 tahun terakhir. (Yoga)

Tutup Tahun, Bursa dan Rupiah Kurang Menggembirakan

Yoga 31 Dec 2024 Kompas
Kinerja bursa saham dan nilai tukar rupiah pada akhir 2024 kurang menggembirakan. Rupiah ditutup melemah dan tembus ke level Rp 16.000 per dollar AS. Sementara itu, kinerja bursa saham pada hari perdagangan terakhir melemah 2,56 persen dibandingkan pada awal tahun ini. Berdasarkan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor), nilai tukar rupiah pada perdagangan Senin (30/12/2024) ditutup sebesar Rp 16.162 perdollar AS. Meski cenderung menguat 89 poin dibandingkan hari sebelumnya, rupiah tercatat melemah 1,61 persen dibandingkan pembukaan awal Desember 2024 yang berada dilevel Rp 15.905 per dollar AS. Kepala Departemen Pengelolaan Moneter Bank Indonesia Edi Susiato menjelaskan, pelemahan nilai tukar rupiah terjadi seiring menguatnya mata uang dollar AS. Dalam beberapa bulan terakhir, indeks dollar AS (DXY) menguat terhadap hampir semua mata uang dunia, baik mata uang negara utama maupun terhadap mata uang negara berkembang. ”Penguatan DXY tersebut didorong oleh faktor-faktor, antara lain adanya divergensi ekonomi. Di satu sisi ekonomi Amerika Serikat cukup berdaya tahan, sementara di sisi lain ekonomi negara-negara Eropa dan China cenderung melambat.

Resiliensi ekonomi AS menyebabkan agresivitas pemangkasan suku bunga menurun,” katanya saat dihubungi di Jakarta, Senin. Selain itu, terpilihnya kembali Donald Trump sebagai Presiden AS atau dikenal sebagai fenomena Trump 2.0 juga menambah ketidakpastian global seiring dengan penerapan kebijakan tarifnya. Kemudian, isu geopolitik di Suriah serta kondisi politik di Perancis dan Korea Selatan turut menyebabkan ketidakpastian. Direktur Eksekutif Segara Research Institute Piter Abdullah Redjalam berpendapat, pelemahan nilai tukar rupiah cen- derung dipengaruhi oleh faktor global, yakni menguatnya dollar AS. Penguatan kurs dollar AS tersebut tidak lepas dari kekhawatiran pasar terhadap arah kebijakan Trump. ”Sebenarnya bukan rupiah yang melemah, melainkan dollar AS yang menguat dan semua mata uang dunia juga melemah. Itu karena ekspektasi terhadap kebijakan Trump yang diperkirakan lebih mementingkan AS,” tuturnya. Oleh sebab itu, Piter melanjutkan, rupiah diperkirakan dapat kembali menguat seiring dengan perkembangan dinamika global ke depan. Hal itu terkait dengan pelantikan Trump sebagai presiden AS dan kejelasan arah kebijakannya. Ditengah ketidakpastian global tersebut, arah kebijakan pemerintah RI di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto justru belum menunjukkan upaya untuk meyakinkan pasar. (Yoga)

Tantangan Ekonomi Maritim 2025

Yoga 31 Dec 2024 Kompas
Terpilihnya Donald Trump sebagai Presiden Amerika Serikat meningkatkan kekhawatiran terhadap ketidakpastian ekonomi pada tahun 2025. Salah satunya perang dagang antara AS dan China yang sempat memanas pula kala Trump memimpin AS pada 2017-2021. Kecemasan ini diperkirakan bakal berlanjut tahun depan. Ketidakpastian ekonomi ditambah bayang-bayang perang dagang antarnegara adidaya ini juga akan berimbas pada Indonesia. Risiko suplai dan permintaan angkutan maritim global, termasuk Indonesia, akan terpengaruh. ”Ekonomi maritim global, termasuk nasional, akan dipengaruhi adanya gangguan, termasuk risiko permintaan jasa maritim, terutama akibat risiko tensi geopolitik, menurunnya ekonomi (resesi) global,” ujar pengajar maritim Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya, Raja Oloan Saut Gurning, Senin (30/12/2024). Selain itu, kebijakan proteksionisme akan diterapkan oleh negara-negara besar, seperti AS, China, Eropa, Timur Tengah, dan Asia. Imbasnya, penyesuaian yang membatasi interaksi ekonomi dan perdagangan melalui laut.

Masalah dari sisi suplai, Saut melanjutkan, terjadi persoalan turunan lain, seperti gangguan atau disrupsi suplai maritim. Hal ini erat kaitannya dengan perang di Timur Tengah, Eropa, dan potensi di Asia. Suplai berlebih ruang muat kapal di berbagai pelabuhan utama dunia menimbulkan masalah baru. ”Termasuk masih belum terutilisasinya Terusan Suez dalam perdagangan Asia-Eropa dan sebaliknya sehingga rute tetap masih panjang dan lama serta relatif mahal. Kondisi ini mendorong faktor tambahan baru lewat diversifikasi suplai, partner bisnis, dan proses bisnis baru,” tutur Saut. Permintaan terhadap barang dan jasa akan menurun. Hal ini seiring makin rendahnya pemanfaatan kapasitas jasa pelayaran, pelabuhan, operator logistik maritim (forwarder), dan galangan kapal. China sebagai salah satu barometer ekonomi Asia juga mendapat tekanan domestik. Imbasnya, perdagangan internasional Indonesia ke China akan terpengaruh. Sejumlah faktor akan menyusutkan permintaan importasi, termasuk eksportasi dari dan ke Indonesia. (Yoga)

Pilihan Editor