;

Giatkan Warga Menanam Toga

Fadilla Anggraini 19 Mar 2021 Sumatera Ekspres

SEKAYU - Salah satu program PKK Desa Sukarami Kecamatan Seayu, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) yakni menggalakkan warga untuk melakukan tanam toga. Dimana setiap pekarangan rumah diwajibkan untuk melakukan penanaman buat bumbu dapur seperti jahe, kunyit dan sebagainya termasuk bisa dijadikan obat-obatan tradisional.

"Toga kami galakkan agar ibu-ibu peduli akan kebutuhan dapur dan menjaga kesehatan melalui obat-obatan keluarga," ujar Ketua Tim PKK desa Sukarami, Sri Kartini. Dikatakannya tanaman toga sudah menjadi kewajiban bagi setiap warga Desa Sukarami.

Selain itu, tim PKK Desa Sukarami juga rutin membuat keripik pisang. bahkan olahan keripik pisang sudah terkenal karena kenikmatannya. "Cara membuat keripik pisang bisa dikatakan gampang karena buah pisang sendiri merupakan buah yang tidak mengenal musim alias ada setiap saat," tuturnya.

Ia juga memberikan tips membuat keripik pisang. Pertama, kupas kulit pisang lalu iris tipis seperti logam koin. Siapkan wadah bersih, lalu tuang air ke dalamnya. "Masukkan kapur sirih, aduk hingga tercampur rata. Masukkan pisang yang sudah diiris tipis ke dalamnya. Rendam selama kurang lebih 1 jam. Lalu taburi garam, terus aduk sampai rata," katanya.

Kemudian, siapkan penggorengan dan biarkan hingga minyak panas. Lalu, goreng pisang hingga coklat keemasan. Angkat dan tiriskan. "Dan keripik pisang siap disajikan," tuturnya.. Sri kartini juga menambahkan pembuatan pisang tergantung pada pesanan. "Kami siap order keripik pisang bila ada pesanan. Biasanya dipasarkan di Rantau Panjang, Sekayu, dan sebagainya," jelasnya seraya menambahkan pemasaran kini dilakukan melalui media sosial.

Di Desa Sukarami, lanjut Sri Kartini, ada kegiatan posyandu yang meliputi lansia, balita, dan ibu hamil. "Ini terlah menjadi kegiatan rutinitas kami,"cetusnya. Begitu juga kegiatan pengajian, arisan dan senam yang dilakukan seminggu sekali.

Kades Sukarami, Kepala Desa Sukarami, Sabar Budi Utomo mengatakan meski PKK Desa Sukarami aktif namun masih perlu pembinaan dari PKK Kabupaten Muba.

Ia juga mengakui kalau ibu-ibu PKK masih mengeluhkan kurangnya sarana dan prasarana penunjang. Seperti peralatan untuk posyandu.

Kembangkan Produk Herbal dan Kerajinan

Fadilla Anggraini 19 Mar 2021 Sumatera Ekspres

BABAT SUPAT - Tim penggerak PKK Desa Babat Banyuasin Kecamatan Babat Supat Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) memanfaatkan barang bekas jadi produk kerajinan. Ketua TP PKK Desa Babat Banyuasin, Nia Daniati mengungkapkan kerajinan tangan seperti keranjang tempat tisu dan berbagai kreasi sudah bnyak dibuat.

"Bahan dasarnya adalah bekas botol dan gelas plastik air mineral, kita minta ibu-ibu ini kumpulkan bekas kemasan minuman setelah itu dibuat kerajinan," ungkapnya. Hasil kreasi produk yang dibuat laku dijual dan bisa jadi alternatif income bagi para anggota.

Selain itu, dari Pokja 3 kegiatan mengolah hasil toga juga cukup aktif. Seperti membuat minuman serbuk instan herbal dari jahe. "Pemasarannya kita jual ke warga sekitar dan melalui online," paparnya. Bahan dasarnya diambil dari hasil toga yang ditanam oleh anggota PKK. Produk lain seperti keripik bawang, selendang mayang juga sudah coba dibuat untuk dititipkan di warung dan rumah makan sekitar.

Lanjutnya, kondisi pandemi membuat beberapa kegiatan rutin PPK belum banyak terlaksana. "Karena itu beberapa pertemuan dibahas secara virtual, seperti program dari Ketua TP PKK Muba, Ibu Tia mengimbau untuk menanam tanaman kelor di pekarangan rumah masing-masing," jelasnya. Kegunaannya bisa dibuat untuk bahan pangan sayur.

Kades Babat  Banyuasin, Mulyadi berharap keterlibatan PKK mampu memberikan  dampak khususnya pada kesejahteraan masyarakat desa.

Ubah Sampah jadi Briket

Fadilla Anggraini 19 Mar 2021 Sumatera Ekspres

SEKAYU - Terus berinovasi dan memberikan solusi, program seperti inilah yang selalu dilakukan di Kabupaten Muba di bawah nahkoda Bupati Dr Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA dan Wakil Bupati Beni Hernedi SIP sejak 3 tahun terakhir. Kini, Pemkab Muba berencana mengolah sampah rumah tangga menjadi bahan bakar.

Hal ini diketahui saat Wakil Bupati Muba Beni Hernedi SIP bersama PT Revorma Sagara Artha menyaksikan demo mesin pengolah sampah di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Muba. "Adanya mesin pengolah sampah dapat mengurangi timbunan sampah plastik dan penanganan sampah yang berkontribusi di Indonesia, khususnya di Muba. Ini menjadi solusi luar biasa." ujarnya.

Dikatakan, bila dianggap oke, program ini akan diterapkan di Muba. "Kita semua harus paham, bukan persoalan sampah rumah tangga saja, tapi sampah sisa perkebunan yang juga perlu penanganan," katanya.

Komisaris Utama PT RSA Technology Irastu Linggawara mengatakan, data KLHK jumlah timbunan sampah di Indonesia secara nasional 175.000 ton per hari atau setara 64 juta ton per tahun. "Kami menawarkan kerja sama untuk solusi dalam pengelolaan sampah di dekat tempat penimbunan sampah. Metode pengolahan sampah ini dapat mengurangi biaya tergantung pada pengangkutan dan penimbunan ke TPA," jelasnya.

Kepala DLH Muba Andi Wijaya Burso SH MHum berharap masyarakat mendukung upaya ini. "Bagaimana sampah kita olah menjadi bahan briket yang tak hanya bisa digunakan skala rumah tangga tetapi skala industri. Dengan alat ini bisa untuk membuat bahan briket yang bisa digunakan dalam proses industrinya. Artinya ini bisa menjadi solusi atasi masalah sampah di wilayah Muba ini," pungkasnya.

Kebutuhan Garam, Jaga Komitmen Penyerapan

R Hayuningtyas Putinda 19 Mar 2021 Bisnis Indonesia

Bisnis, Jakarta - Industri makanan dan minuman akan meningkatkan komitmen penyerapan garam rakyat di samping tetap menggunakan garam impor. Kebutuhan bahan baku garam pada industri tersebut untuk tahun ini akan berkisar 743.000 ton. Angka itu lebih tinggi dari tahun lalu yang berkisar 530.000 ton. Untuk kebutuhan tahun ini, industri tidak akan sepenuhnya mengandalkan garam impor. Telah ada komitmen penyerapan garam rakyat sebanyak 131.000 ton. 

Industri makanan dan minuman dituntut membuat produk yang baik dengan masa simpan yang panjang. Alhasil, jika banyak ditemukan kontaminan, maka kualitas produk akan sulit bersaing. Adapun, sektor manufaktur yang sudah dapat mengonsumsi garam lokal sampai saat ini adalah industri water treatment, penyamakan kulit, pakan ternak, sabun dan deterjen.

Kenaikan impor garam tahun ini tentu sudah berdasarkan audit kebutuhan garam industri yang dilakukan pemerintah bersama Badan Pusat Statistik (BPS). Garam masih menjadi barang yang strategis dengan 84% permintaan datang dari industri. Dari 84% tersebut, 53% berasal dari kebutuhan industri kimia atau sekitar 2,4 juta ton. Angka tersebut telah menghitung investasi baru yang dilakukan para pelaku industri.

(Oleh - IDS)

Realisasi Penerimaan Negara, Performa Pajak Lemah

R Hayuningtyas Putinda 19 Mar 2021 Bisnis Indonesia

Bisnis, Jakarta - Performa penerimaan pajak pada dua bulan pertama tahun ini masih cukup lemah. Hal ini mencerminkan bahwa pemerintah masih membutuhkan napas yang lebih panjang guna mewujudkan akselerasi ekonomi pada tahun ini. Meskipun masih terkonstraksi, otoritas pajak menilai pertumbuhan selama dua bulan pertama tahun ini masih lebih baik dibandingkan dengan torehan pada Januari yang tercatat 15,32%. Hal ini tidak terlepas dari belum berakhirnya tekanan ekonomi akibat pandemi serta guyuran insentif yang masih dipertahankan oleh pemerintah pada tahun ini.

Jika strategi insentif dan extra effort yang dilakukan oleh pemerintah terbukti efektif, dalam jangka panjang prospek penerimaan pajak cukup cerah. Berbagai kemudahan, keringanan, dan ekstensifikasi perpajakan yang selama ini diberikan seharusnya meningkatkan kepatuhan dan memperluas basis pajak. Ekonomi pada tahun ini memang lebih positif menyusul berlanjutnya program pemulihan ekonomi nasional (PEN). Akan tetapi, iklim usaha sebagai penopang penerimaan pajak masih cukup terseok. Kunci dari pemulihan ekonomi dan akselerasi penerimaan pajak adalah vaksinasi.

(Oleh - IDS)

Emiten Perkebunan, CPO Merekah, Lsip Semringah

R Hayuningtyas Putinda 19 Mar 2021 Bisnis Indonesia

Bisnis, Jakarta - Berkah harga minyak sawit mentah yang merekah sedang dirasakan oleh PT PP London Sumatra Indonesia Tbk. Pada 2021, kemampuan entitas Grup Salim itu untuk memacu profitabilitas kembali diuji. Pada 2020, emiten berkode saham LSIP itu mencatatkan pendapatan dari kontrak dengan pelanggan sebesar Rp 3,53 triliun. Pencapaian itu turun 4,4% dibandingkan dengan perolehan 2019 sebesar Rp 3,69 triliun. Pendapatan LSIP itu bersumber dari penjualan produk crude palm oil (CPO) sebanyak 324.939 ton, palm kernel dan produk terkait 97.552 ton, karet 7.838 ton, dan OP seeds 4,94 juta benih. Volume penjualan seluruh produk LSIP tercatat turun pada 2020. Beruntung, penurunan itu sebagian diimbangi oleh kenaikan harga jual rata-rata produk sawit hingga 26% secara tahunan. 

Industri perkebunan diperkirakan masih tetap menantang pada tahun ini karena dampak pandemi Covid-19 di seluruh dunia. Harga CPO menanjak signifikan pada paruh kedua 2020, setelah sempat anjlok di level terendah pada kuartal II/2020. Kenaikan harga CPO dinilai didorong oleh ekspektasi dampak dari kondisi cuaca, pasokan CPO yang terbatas, dan naiknya permintaan kedelai. Kenaikan laba pada 2020 juga didukung upaya perseroan dalam pengendalian biaya dan efisiensi.

(Oleh - IDS)

Janji Bunga Murah di Holding Ultra Mikro

R Hayuningtyas Putinda 19 Mar 2021 Kontan

JAKARTA. Induk usaha (holding) ultra mikro siap berdiri. Agenda penggabungan tiga Badan Usaha Milik Negara (BUMN), yakni Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI), PT Pegadaian dan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) dalam satu payung itu telah mengantongi restu seluruh otoritas terkait. Wakil Menteri BUMN, Kartika Wirjoatmodjo mengungkapkan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia (BI), Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Komite Sistem Stabilitas Keuangan (KSSK) dan Komite Privatisasi telah memberi lampu hijau pembentukan holding ultra mikro.

Menteri BUMN Erick thohir menyebut, pelaku usaha berpeluang mendapatkan bunga pembiayaan lebih rendah di masa depan. Sebab, sinergi ketiga perusahaan bisa menekan beban dana. Di PNM, misalnya, nasabah tidak perlu ke cabang untuk bayar angsuran dan tanpa biaya transaksi. Sementara Pegadaian akan menempatkan outlet di BRI, sehingga dapat memangkas biaya. Semoga target bunga murah itu bukan janji di atas kertas.

(Oleh - HR1)


Konsumsi Mulai Naik, Penerimaan PPN Tumbuh

R Hayuningtyas Putinda 19 Mar 2021 Kontan

JAKARTA. Sejak pandemi virus corona melanda Indonesia pada Maret 2020, penerimaan pajak terus tertekan, terlebih bagi basis pajak atas konsumsi. Bahkan hingga Januari 2021 masih minus 14,88% year on year (yoy). Nah, kabar baiknya berdasarkan data yang dihimpun Kontan.co.id tersebut, Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat, realisasi penerimaan pajak pertambahan nilai (PPN) dan pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) mencapai Rp 58,12 triliun di sepanjang Januari-Februari 2021. Sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati sudah memprediksi adanya pemulihan penerimaan dari PPN&PPnBM karena adanya pemulihan konsumsi masyarakat. Hal ini sejalan dengan indikator ekonomi yang mulai berbalik arah dari posisi kuartal IV-2020 hingga awal tahun ini. Kendati realisasi PPN & PPnBM positif, tetapi total realisasi penerimaan pajak hingga Februari lalu masih negatif. Dari data DJP tersebut mencatat realisasinya sebesar Rp 144,93 triliun, minus 5,62% secara tahunan. 

(Oleh - HR1)

Petani Gundah Hadapi Harga Gabah Murah

Mohamad Sajili 19 Mar 2021 Kompas

Petani di sejumlah daerah gundah karena gabah hasil panennya ditawar murah. Berdasarkan pantauan Kompas di Jawa Barat dan Jawa Timur, Kamis (18/3/2021), sejumlah daerah mulai memasuki masa panen raya. Petani mengeluhkan harga gabah kering panen yang berkisar Rp 3.200-Rp 3.700 per kilogram, jauh di bawah harga pembelian pemerintah Rp 4.200 per kg. Saat ini harga gabah kering panen (GKP) di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, berkisar Rp 3.300-Rp 3.700 per kilogram (kg), jauh di bawah harga pembelian pemerintah (HPP) Rp 4.200 per kg. Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Cirebon Tasrip Abubakar mengatakan, anjloknya harga gabah petani tidak sesuai dengan meningkatnya ongkos tanam. Kini, lanjutnya, modal tanam petani di Cirebon bisa mencapai Rp 10 juta per hektar.

Badan Pusat Statistik (BPS) memperkirakan, produksi gabah kering giling nasional sepanjang Januari-April 2021 akan mencapai 25,37 juta ton. Angka itu naik 26,88 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Proyeksi produksi gabah itu setara dengan 14,54 juta ton beras.

Lobster Jadi Unggulan Budidaya

Mohamad Sajili 19 Mar 2021 Kompas

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Slamet Soebiakto menyampaikan,tiga komoditas unggulan budidaya yang fokus digarap sebagai bagian program terobosan KKP 2020-2024 adalah udang, lobster, dan rumput laut. Menurut data KKP, volume ekspor lobster Indonesia pada 2020 sebanyak 2.022 ton atau 4,21 persen dari pasar ekspor dunia. Ekspor RI senilai 75,25 juta dollar AS. Indonesia merupakan produsen lobster kedua terbesar di dunia setelah Vietnam. Pasar utama lobster antara lain China, Hong Kong, Taiwan, Singapura, dan Timur Tengah. Adapun komoditas udang diprioritaskan karena peluang ekspornya tinggi. Pada 2020, ekspor udang sebanyak 239.227 ton atau senilai 2,04 miliar dollar AS. Volume ekspor itu berkontribusi 7,15 persen terhadap ekspor dunia. Target ekspor udang antara lain Amerika Serikat, China, Jepang, Uni Eropa, Korea Selatan, dan Timur Tengah.

Pengembangan budidaya lobster akan difokuskan melalui pembentukan kampung-kampung lobster di sentra penangkapan benih lobster. Kawasan yang dibidik antara lain Lombok Timur, Jawa Timur, Jawa Barat, dan pantai barat Sumatera. 

Pilihan Editor