Transaksi Digital Naik, Bisnis Paylater Menjajikan
Kenaikan transaksi digital berdampak ke bisnis paylater atau bayar nanti semakin berkembang. Terutama transaksi yang terjadi di e-commerce. Bisnis paylater diperkirakan akan terus menjulang tinggi yang dijalankan oleh fintech, multifinance hingga dompet digital. Bank Indonesia (BI) memperkirakan, transaksi e-commerce tahun depan akan mencapai Rp 530 triliun. Meningkat 31,4% dari perkiraan total transaksi pada tahun 2021, sebesar Rp 403 triliun. Salah satu pemain paylater adalah Akulaku Finance. Presiden Direktur Akulaku Finance Indonesia, Efrinal Sinaga mengatakan, pihaknya menargetkan bisnis ini sekitar Rp 7 triliun. Realisasi hingga November 2021 sudah mencapai Rp 8,8 triliun. "Di harapkan pada tahun 2022 bisa tumbuh 30% lebih untuk layanan paylater kami," kata Efrinal, Rabu (29/12).
Manufaktur dan Perdagangan Menopang Setoran Perpajakan
Membaiknya mobilitas masyarakat pasca lonjakan kasus Covid-19 lalu, ikut mendorong penerimaan pajak. Bahkan, penerimaan pajak 2021 telah melampaui target, setelah 12 tahun berturut-turut mencatatkan selisih tekor alias shortfall. Sebelumnya, Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Kementerian Keuangan (Kemkeu) melaporkan bahwa realisasi penerimaan pajak hingga sampai 26 Desember 2021, mencapai Rp 1.231,87 triliun. Angka ini telah setara 100,19% dari target dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2021 yang sebesar Rp 1.229,6 triliun. Dari realisasi tersebut, setoran pajak penghasilan (PPh), menjadi pendorong utamanya. Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat Ditjen Pajak Neilmaldrin Noor, Rabu (29/12) menyatakan hal ini seiring dengan meningkatnya aktivitas bisnis di industri dan badan usaha karena perbaikan perekonomian, terutama didominasi sektor industri pengolahan.
Pengamat Pajak Danny Darussalam Tax Center (DDTC) Darussalam sebelumnya menyebut, tiga sektor ekonomi akan jadi penopang penerimaan pajak hingga akhir tahun yakni manufaktur, perdagangan, dan pertambangan. Ketiga sektor ini sudah menunjukkan perbaikan kinerja sejalan peningkatan harga komoditas, permintaan, insentif pajak, hingga membaiknya konsumsi domestik.
Minyak Goreng Akan Disubsidi
Rencana Pemberian subsidi minyak goreng sedang digodok anggota Komite Pengarah BPDPKS yang terdiri atas delapan kementerian, yakni Kemenko Perekonomian, Kementerian Keuangan, Kementerian PPN/Bappenas, Kementerian Perdagangan, Kementerian Pertanian, Kementerian Perindustrian, Kementerian BUMN,dan Kementerian ESDM.
Pada 30 Maret 2021, harga minyak goreng curah di DKI Jakarta menanjak Naik menjadi Rp15.150 per kg, pada 30 Mei 2021 sebesar Rp16.150 per kg, pada 30 Agustus 2021 sebesar Rp17.250, pada 30 Oktober 2021 mencapai Rp 19.000 per kg, pada 30 November 2021 sebesar Rp20.150 per kg, dan pada 29 Desember 2021 menembus Rp 20.500 per kg.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki), Togar Sitangang mengungkapkan, kenaikan harga CPO telah mendongkrak harga produk turunannya, termasuk minyak goreng. Direktur Utama BPDPKS, Eddy Abdurrachman, kepada pers mengatakan, BPDPKS siap mendanai subsidi minyak goreng guna menekan harga di pasaran. (Yetede)
Elon Musk Lepas Lagi Saham Tesla Senilai US$ 1 Miliar
Elon Musk, CEO Tesla dan SpaceX, melepas lagi 934.090 saham senilai US$ 1.02 miliar di bisnis mobil listrik dan bisnis suryanya. Dengan mengambil opsi kuartal ini, kepemilikan Musk di Tesla meningkat dari sekitar 170,5 juta saham menjadi lebih dari 177 juta saham. Berdasarkan aturan 10b5-1, para orang dalam korporasi termasuk CEO dapat mentransaksikan kepemilikan sehamnya sendiri sebagai dari rencana managemen portfolio pengumuman. Tahun ini, harga Tesla telah naik lebh dari 54% dan mengangkat status Musk sebagai orang terkaya sejagat. Awal bulan ini, Senator Demokrat Elizabeth Warren mengatakan via Twitter bahwa Musk merampas hak semua orang karena tidak membayar pajak pendapatan Federal sejak 2018. Kini, Musk diperkirakan membayar kewajiban pajak individual terbesar dalam sejarah AS.
Northvolt Resmikan Pabrik Baterai Raksasa Pertama di Eropa
Group produsen baterai asal Swedia, Northvolt, menyampaikan pada Rabu (29/12) telah meresmikan pembangunan pabrik sel baterai berskala raksasa atau gigafactory pertama di Eropa. Pabrik baru yang dijuluki Northvolt Ett (Northvolt One) tersebut sudah mempekerjakan 500 karyawan dan kemungkinan bakal mempekerjakan sebanyak 3.000 orang setelah mencapai kapasitas penuh. Dalam pernyataan Northvolt yang dirilis pada Rabu, pabrik baterai yang berlokasi di Skelleftea, Swedia utara itu berhasil merakit cell baterai pertamanya semalam. "Hari ini merupakan pencapaian besar bagi Northvolt karena tim telah bekerja sangat keras untuk mencapainya. Tentu saja, cell baterai pertama ini baru permulaan. Selama bertahun-tahun mendatang, kami berharap Northvolt Ett memperluas kapasitas produksinya secara besar-besaran untuk memungkinkan transisi Eropa ke energi bersih," demikian pernyataan CEO Northvolt Peter Carlsson yang dilansir AFP. (Yetede)
Tiongkok Setujui Pembangunan 4 Klaster Pusat Data
Pemerintah Tiongkok telah menyetujui rencana pembangunan empat mega Clusters pusat data dibagian utara dan barat negara itu dengan tujuan mendukung kebutuhan data Tiongkok serta pusat-pusat pesisir utama. Demikian disampaikan Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional (National Development and Reform Commission/NDRC) Menurut laporan yang dikutip Reuters, beberapa kota di wilayah utara dan barat Tiongkok yang kaya akan sumber daya energi terbarukan, yang terletak dibagian timur Tiongkok, mengalami kesulitan untuk perkembangan karena adanya batasan-batasan konsumsi listrik yang diberlakukan oleh pemerintah daerah. Berdasarkan rencana Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi 2021-2025 yang dirilis pada November. Pemerintah Tiongkok memiliki tujuan memperluas industri data besar menjadi lebih dari 3 triliun yuan (US$ 470 miliar). (Yetede)
Investor Sekarang Meraba-Raba Omicron
Pasar saham global bergerak beragam pada perdagangan Rabu (29/12), Reli Sinterklas menunjukkan tanda-tanda mengendur. Para investor sekarang berusaha meraba-raba bagaimana dampak varian Omicron dan virus Covid-19 terhadap pemulihan ekonomi global. Wall Street dibuka menguat pada awal perdagangan Rabu. Indeks Dow Jones menguat 0,1%%. Sedangkan Indeks S&P 500 dan Nasdaq memulih setelah turun di sesi perdagangan sebelumnya. WHO pada Selasa (28/12) mengingatkan bahwa resiko yang ditimbulkan oleh Omicron tetap sangat tinggi walaupun hasil-hasil studi awal menunjukkan kasus-kasusnya ringan. Ketidakpastian yang dihadapi pasar finansial ini juga ditunjukkan pasar saham Tokyo yang ditutup turun, yang menurut para analisis, dipicu kemerosotan saham-saham produsen minuman beralkohol besar. Ekonom Moody's Mark Zandi mengatakan, gelombang Omicron akan menghambat pertumbuhan ekonomi di kuartal pertama. Tapi, untuk keseluruhan 2022 karena ia memperkirakan rebound setelah itu. (Yetede)
Pemerataan Infrastruktur TIK Tercapai Tahun 2024
Pemerintah menargetkan pemerataan infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi (TIK) tuntas tahun 2024. Menara base transceiver station (BTS) ditargetkan bisa menjangkau total 83,218 desa/kelurahan dan ada tambahan pembangunan kabel fiber optik 12.399 kilometer (km) pada akhir 2022. Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johhny G Plate mengatakan, Kemenkominfo berupaya untuk mempercepat pembangunan infrastruktur digital dari hulu hingga hilir yang dimulai dari lapisan backhome , middle mile, hingga the last mile. Menkominfo juga menegaskan bahwa pembangunan the list mile berupa BTS ditargetkan rampung dan menjangkau semua desa/kelurahan yang berjumlah 83.218 akhir tahun 2022. "Kita harapkan satelit tersebut diletakkan di orbit pada kuartal IV-2023. Namun demkikian, masih banyak kebutuhan satelit yang harus kita adakan. Kita menyiapkan dengan harapan sampai tahun 2024 pemenuhan kebutuhan satelit menjadi lebih baik," ujarnya. (Yetede)
Halodoc Bantu Tangani 12% Pasien Covid-19
Halodoc, salah satu perusahaan telemedicine (telehealth) terdepan di Indonesia, telah menghadirkan berbagai inovasi dan pembaharuan produk untuk mempermudah masyarakat dalam mendapatkan akses pelayanan kesehatan jarak jauh. CEO & Co-Founder Halodoc Jonathan Sudharta meniatkan, pada awalnya, tidak satupun negara, perusahaan, maupun perorangan yang memiliki cukup bekal pengetahuan maupun kesiapan dalam menghadapi pandemi Covid-19. "Sebagai telehealth dengan misi menyederhanakan akses layanan kesehatan, Halodoc senantiasa berupaya untuk selalu berada di garis depan dan mengulurkan tangan agar dapat membantu sebanyak-banyaknya masyarakat yang membutuhkan," ungkap Jonathan, dalam pernyataannya, Rabu (29/12). Secara keseluruhan, terdapat 12% pasien positif COVID-19 di Indonesia yang terbantu dan memanfaatkan layanan kesehatan digital dari Halodoc. Sementara itu, salah seorang karyawan swasta di Jakarta yang terkonfirmasi positif Covid-19 pada gelombang kedua lalu, Bambang Sigid, telah merasakan kemudahan dari penggunaan aplikasi Halodoc. (Yetede)









