Preservasi Jalan dan Jembatan Tetap Jadi Prioritas, Anggaran Ditambah
BPK Tetap Prioritaskan Pemeriksaan Keuangan Negara Sesuai Amanat UU
Di Tengah isu Pemangkasan Anggaran, Proyek Pakai Hibah
Menjaga Kepercayaan Investor
Ambisi MR. DIY jadi Pemain Retail Terdepan di Sektor Perlengkapan Rumah Tangga
Bunga Saham Asing
Investor asing di pasar modal Indonesia melakukan aksi jual bersih (net sell) yang signifikan sejak awal tahun, mencapai Rp9,93 triliun. Penyebab utama dari aksi jual ini adalah kebijakan moneter yang lebih hati-hati di Amerika Serikat, di mana Ketua Federal Reserve Jerome Powell memberikan sinyal pemangkasan suku bunga yang tidak sebesar yang diperkirakan sebelumnya. Selain itu, kebijakan perdagangan yang diterapkan Presiden AS Donald Trump, seperti kenaikan tarif impor 25% untuk baja dan aluminium, juga mempengaruhi sentimen pasar.
Saham-saham seperti PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI), dan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) mengalami penjualan bersih terbesar oleh investor asing. Narasi mengenai "higher for longer" yang mendorong investor untuk beralih ke aset dengan risiko rendah, seperti emas, juga turut berkontribusi pada pergeseran dana dari pasar modal Indonesia.
Namun, meskipun adanya aksi jual asing, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan sedikit penguatan sebesar 0,38%, dengan kapitalisasi pasar naik menjadi Rp11.431 triliun. Kinerja emiten, terutama pada kuartal I/2025, diperkirakan akan menjadi kunci bagi perkembangan pasar modal Indonesia tahun ini.









