;

ASDP Resmi Akuisisi Jembatan Nusantara

Yuniati Turjandini 23 Feb 2022 Investor Daily

PT ASDP Indonesia Ferry (persero) secara resmi telah mengakusisi PT Jembatan Nusantara,  salah satu perusahaan feri swasta di Tanah Air. Sebelum akusisi ASDP  telah memiliki 166 unit kapal, dan setelah akuisisi menjadi 219 unit kapal sehingga  mengukuhkan posisi ASDP sebagai perusahaan feri dengan jumlah armada terbesar di Indonesia, bahkan dunia. Aksi korporasi tersebut ditandai dengan penandatanganan sales purchasement agreement (SPA) Jembatan Nasional Antara PT ASDP Indonesia Ferry (persero) dengan PT Mahkota Pratama dan PT Indonesia VIP selaku pemilik saham Jambatan Nusantara. "Penandatanganan SPA hari ini menjadi momentum bersejarah sekaligus milestone, bukan hanya bagi ASDP namun bagi industri penyeberangan. Bahwa melalui akuisisi ini, ASDP tidak hanya menjadi operator dengan armada terbanyak namun menjadi  perusahaan terdepan dalam penerapan standarisasi keselamatan dan pelayanan prima kepada seluruh pengguna jasa," tutur Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Shelvy Arifin. (Yetede)

Mendag Segera Umumkan Harga Wajar Tahu Tempe

Yuniati Turjandini 23 Feb 2022 Investor Daily

Menteri Perdagangan (mendag) Muhammad Lutfi mengatakan akan segera mengumumkan harga wajar tahu tempe. Dia mengklaim pihaknya  sudah menjembatani antara importir dan pengerajin untuk mendiskusikan terkait kenaikan harga kedelai. Namun, Lutfi memastikan harga wajar tahu dan tempe tersebut akan direalisasikan. "Dengan begitu pengerajin tidak diberatkan atau dimarahi oleh pedagang, dan mudah-mudahan kita semua  bisa menerima hal tersebut," kata Mendag dikutip dari siaran langsung Instagram @erick thohir saat di pasar Purwerejo, Jawa Tengah, Selasa (22/2). Lutfi mengatakan, harga impor kedelai saat ini US$ 15,86 per bushel, atau lebih rendah dari harga pada Mei 2021 sebesar US$ 16 per bushel. Hal itu berarti tahun lalu, pihaknya berhasil mengatasi kenaikan harga kedelai, Jadi artinya kita sudah pernah melewati  itu, saat itu dapat dijembatani oleh Mendag dan pengerajin. Mudah-mudahan saat ini bisa tertangani," jelas dia. (Yetede)

KKP Genjot Revitalisasi Tambak Udang Tradisional

Yuniati Turjandini 23 Feb 2022 Investor Daily

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus mendorong revitalisasi tambak tradisional guna mencapai target produksi udang sebanyak 2 juta ton pada 2024. Sedikitnya 247.803 hektare (ha) tambak udang tradisional tengah dan akan direvitalisasi, sehingga produksinya yang semula 0,5-0,7 ton per ha per tahun naik menjadi 2 ton per ha per tahun. Dirjen Perikanan Budidaya  KKP TB Haeru Rahayu mengatakan,  target produksi udang 2 juta ton pada 2024 bertujuan memenuhi peningkatan ekspor udang nasional sebesar 250% pada 2024. Saat ini kemampuan produksi udang nasional mencapai 857 ribu ton. Revitalisasi tambak udang tradisional menjadi lebih modern. Langkah selanjutnya adalah membuat modeling budidaya udang berbasis kawasan. Tahun lalu KKP sudah berkolaborasi dengan  Pemkab Kebumen dalam membangun 100 ha tambak udang modern. "Jika skenario peningkatan produksi udang berjalan, termasuk semua tambak udang sudah berhasil di revitalisasi. ini akan berdampak positif bagi kehidupan budidaya udang". (Yetede)

Pasar Menguat Pasca kabar Biden-Putin

Yoga 22 Feb 2022 Kompas

Kabar rencana pertemuan Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Amerika Serikat Joe Biden guna membicarakan krisis Rusia-NATO membawa sentimen positif di pasar sekuritas global. Meskipun hasil pertemuan sama sekali tidak bisa diprediksi, pasar saham Asia sudah bergerak naik memangkas kerugian awal yang tajam pada awal-awal perdagangan, Senin (21/2). Indeks Nasdaq berjangka, misalnya, naik tipis 0,2 % setelah terdata turun lebih dari 1 % sebelumnya. (Yoga)

Jebakan Pendapatan Menengah dan Inflasi

Yoga 22 Feb 2022 Kompas

Isu mengenai jebakan negara berpendapatan menengah (middle income trap) telah mulai dihembuskan Bank Dunia tahun 2006. Pada 1 Juli 2020, Bank Dunia menetapkan Indonesia adalah negara dengan penghasilan menengah atas. Namun, pada 2021 Bank Dunia menurunkan status kelas Indonesia menjadi negara berpenghasilan menengah bawah. Hal ini menciptakan kekhawatiran bahwa Indonesia, sebagai salah satu negara berpenghasilan menengah, akan terperangkap dan tak dapat naik kelas ke negara berpenghasilan tinggi. Dimana Covid-19 merupakan salah satu penyebab pokok turunnya pendapatan nasional Indonesia.

Agar Indonesia kembali naik kelas, Growth National Income (GNI) per kapita Indonesia perlu ditingkatkan. Cara peningkatan GNI per kapita tergantung definisi GNI dan komponen yang memengaruhi GNI, seperti peningkatan SDM, pembangunan infrastruktur, penerapan digitalisasi yang semakin penting di era Covid-19 ini, dan institusi atau birokrasi yang lebih ramping dan bersih. Juga antisipasi kenaikan inflasi di luar negeri sehingga dampaknya minimal terhadap pertumbuhan ekonomi, bahkan diusahakan agar zero  impact. Relatif tingginya pertumbuhan ekonomi Indonesia 2021 yang diukur oleh PDB per kapita mengindikasikan bahwa GNI per kapita diperkirakan meningkat. Diharapkan peningkatan GNI per kapita dapat mengembalikan Indonesia dalam kelas negara berpenghasilan menengah atas. (Yoga)


Momentum Kedelai Lokal

Yoga 22 Feb 2022 Kompas

Sejumlah petani dan kelompok tani berharap meroketnya harga kedelai impor berdampak positif bagi upaya mengembangkan kedelai lokal. Selain upaya mendongkrak produktivitas, tantangan lain petani  terkait jaminan harga dan penyerapan hasil panen. Ketua Gabungan Kelompok Tani Pangudi Makmur Desa Belor, Grobogan, Jateng, Abdul Aris (21/2) berpendapat, petani di wilayahnya biasanya menanam kedelai sekali setahun, tetapi, petani kerap menghadapi harga jual yang kurang optimal. Pada 2021, harga jual kedelai Gepak Ijo, varietas paling banyak yang ditanam petani mencapai Rp 9.000 per kg, bahkan saat panen raya harga kedelai di petani jatuh sampai Rp 6.000-Rp 7.000 per kg.

Kepala Desa Cibulan, Kuningan, Jabar Iwan Gunawan menyatakan, kendala budidaya kedelai ialah sulitnya menjemur saat musim hujan. Dari segi harga, saat ini sebenarnya sudah relatif baik, yakni sekitar Rp 10.000 per kg. Ia meyakini, budidaya yang baik akan menghasilkan kedelai berkualitas yang bahkan lebih baik dibandingkan dengan kedelai impor. Selama ini, kedelai lokal selalu kalah bersaing dengan kedelai impor, khususnya dari sisi harga. Kedelai impor lebih murah dan porsinya makin besar dalam struktur pemenuhan kebutuhan kedelai nasional. Namun, kini harga kedelai impor umumnya lebih tinggi dibandingkan kedelai lokal. (Yoga)


Modus Investasi Bodong Rugikan Nasabah Rp 117,5 Triliun

Yoga 22 Feb 2022 Kompas

Satgas Waspada Investasi (SWI) mencatat total kerugian nasabah akibat investasi bodong sampai pertengahan Februari 2022 mencapai Rp 117,5 triliun. Kerugian berasal dari berbagai modus penipuan, mulai dari pinjaman daring ilegal, jual-beli aset kripto ilegal, hingga MLM ilegal. Entitas investasi bodong yang ditutup makin beragam, termasuk pinjaman daring ilegal yang marak beredar dan diblokir sejak 2018. Modus penipuan pun berkembang, seperti investasi opsi biner (binary option), penipuan robot trading ilegal berskema MLM atau ponzi, serta jual-beli aset kripto dengan skema ponzi.

”Jadi, modus penipuan ini terus berkembang memanfaatkan perkembangan teknologi yang belum dibarengi pemahaman dan literasi masyarakat akan produk jasa keuangan yang legal,” ujar Ketua SWI Tongam L Tobing (21/2). Mengenai modus investasi opsi biner, Kepala Biro Peraturan Perundang-undangan dan Penindakan Kemendag Aldison mengatakan, model ini tak lain seperti berjudi. Nasabah diminta menebak kenaikan atau penurunan harga. Ketika tebakan mereka benar, mereka memperoleh uang. Sebaliknya ketika salah, uang mereka hilang. (Yoga)


Presidensi G-20, Dari Panggung Narasi Menuju Pawai Aksi

Yoga 22 Feb 2022 Kompas

Pertemuan perdana tingkat Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral (FMCBG) Jalur Keuangan G-20 di bawah Presidensi Indonesia telah rampung dan menghasilkan 14 poin kesepakatan bersama, yang jika dikerucutkan menjadi penguatan arsitektur kesehatan global sebagai respons menghadapi pandemi Covid-19, mempercepat transisi energi menuju energi bersih untuk pemulihan ekonomi berkelanjutan, serta memperkuat ketahanan keuangan global jangka panjang, termasuk lewat keringanan pembayaran utang negara miskin. Sejujurnya, kesepakatan yang tercipta dari para otoritas moneter dan fiskal negara-negara G-20 tersebut tidak dapat mengubah dunia apabila narasi yang tertulis tidak dijewantahkan dalam bentuk aksi nyata.

Indonesia punya tugas menjembatani negara maju untuk mendukung dan memastikan inisiasi ini  berjalan. Semua negara harus menyadari ketahanan kesehatan dunia dibutuhkan dalam menghadapi potensi pandemi yang mungkin terjadi setelah Covid-19. Kolaborasi negara G-20 diperlukan untuk menyiapkan langkah-langkah konkret, seperti pendanaan iklim yang berkelanjutan, serta transfer pengetahuan dan teknologi, guna memastikan ketersediaan akses energi yang bersih dan terjangkau pada tingkat global. Selain itu, negara G-20 juga tetap perlu melakukan berbagai pendekatan ultilateral dan bilateral melalui proyek di berbagai sektor, misalnya skema pendanaan hijau, pengembangan teknologi panel surya, pengembangan pendidikan vokasi, dan area kerja sama lainnya. Seluruh dunia berharap forum G-20 dapat memberikan manfaat nyata pada pemulihan ekonomi global. (Yoga)


Separuh Investor Tak Wajib Bayar Bea Meterai

Yoga 22 Feb 2022 Kompas

 BEI mencatat separuh lebih dari sekitar 7,7 juta investor pasar modal membukukan transaksi harian di bawah Rp 10 juta. Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI Laksono Widodo, Senin (21/2), menyatakan, transaksi bernilai hingga Rp 10 juta bebas bea meterai. Ketentuan itu diharapkan menjaga minat investor ritel tetap berinvestasi di pasar modal. (Yoga)

Investasi Proyek KPBU Rp 332,59 Triliun

Yoga 22 Feb 2022 Kompas

Tahun 2022, terdapat 30 proyek kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU) dengan nilai Rp 332,59 triliun. Dirjen Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan Kementerian PUPR Herry Trisaputra Zuna, Senin (21/2), mengatakan, tidak semua infrastruktur yang dibangun pemerintah menggunakan dana APBN/APBD. Keterlibatan swasta tetap dibutuhkan. (Yoga)

Pilihan Editor