;

Kejagung Periksa Ketua Asosiasi Pedagang dan Lin Che We Soal Minyak Goreng

Yuniati Turjandini 12 May 2022 Investor Daily (H)

Kejaksaan Agung (kejagung)  memeriksa Ketua DPW  Asosiasi  perdagangan, Nanda Sudrajat terkait kasus dugaan korupsi izin ekspor crude palm oil (CPO) atau minyak sawit mentah dan turunannya. Pemeriksaan ini bertujuan untuk mendukung  pembuktian dan pemberkasan perkara. "NS (Nanda Sudrajat) selaku Ketua Dewan Wilayah Asosiasi Dagang diperiksa terkait perkara dugaan tindak pidana  korupsi dalam pemberian  fasilitas ekspor CPO 2021 sampai dengan Maret 2022," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kasuspenkum) Kejagung Ketut Sumedana, Rabu (11/5). Tidak hanya Nanda, Kejagung juga memeriksa saksi atas nama Lin Che Wei selaku penasehat kebijakan/analisa pada independen Research & Advesory Indonesia untuk mengusut perkara yang sama. "Pemeriksaan saksi dilakukan untuk memperkuat pembuktian dan melengkapi pemberkasan dalam perkara dugaan  tindak pidana korupsi dalam pemberian fasilitas ekspor CPO dan turunannya pada bulan Januari 2021 sampai dengan Maret 2022." tutur Ketut. (Yetede)

Bantalan Subsidi untuk Peredam

Yuniati Turjandini 12 May 2022 Tempo (H)

Pemerintah bersiap menghadapi lonjakan inflasi. Sejumlah rencana pun disusun, "Kalau 2020-2021, ancaman masyarakat paling besar adalah pandemi. Sekarang, 2022, ancaman terbesarnya adalah inflasi, naiknya harga-harga." ujar Menteri Keuangan Sri Mulyani. Salah satu rencana pemerintah adalah menyiapkan bantalan subsidi agar lonjakan inflasi tak terlalu mempengaruhi masyarakat. Sri Mulyani menyatakan, stimulus tersebut bakal dianggarkan dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional, yang selama dua tahun terakhir difokuskan untuk mengatasi pandemi. "Implikasinya, nanti postur APBN berubah," ujar Sri Mulyani. Dalam dua bulan ke depan, Kementerian Keuangan akan berembuk kembali dengan DPR guna membahas postur perubahan APBN 2022. Menurut Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kementerian Koordinator Perekonomian, Iskandar Simorangkir, ancaman inflasi tidak hanya dihadapi Indonesia. Sejak rantai pasok dunia terganggu akibat Covid-19 tantangan tersebut dihadapi berbagai negara. (Yetede)

Bank-Bank Kecil Masih Berjuang Penuhi Modal

Hairul Rizal 12 May 2022 Kontan (H)

Nama-nama investor baru terus bermunculan sebagai pemegang saham baru di bank domestik bermodal mini. Seiring berkembangnya tren perbankan digital, investor tak jauh-jauh dari perusahaan yang menawarkan inovasi teknologi. Teranyar, Bank Amar Indonesia Tbk (AMAR) menggandeng Investree Singapore Pte Ltd. (Investree Group) sebagai pemegang saham baru. Tolaram sebagai pengendali Bank Amar telah meneken kesepakatan penjualan sebanyak 18,4% kepemilikan saham di bank ini kepada platform fintech peer to peer (P2P) lending yang beroperasi di Indonesia di bawah bendera PT Investree Radhika Jaya. Pasca aksi ini, Tolaram masih akan jadi pengendali AMAR. Bank Amar juga akan kembali right issue dengan menerbitkan 20 miliar saham di semester II 2022. Selain Bank Amar, setidaknya masih ada belasan emiten bank kecil yang modal intinya masih dibawah ketentuan minimum yang harus dipenuhi hingga akhir 2022 sebesar Rp 3 triliun.

kepercayaan Konsumen Mulai Luntur

Hairul Rizal 12 May 2022 Kontan

Optimisme konsumen makin meningkat pada April 2022. ini tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) bulan laporan yang sebesar 113,1 atau lebih tinggi dari 111,0 pada Maret 2022. Direktur Eksekutif Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Erwin Haryono dalam laporan Survei Konsumen BI, Rabu (11/9) menyebut, peningkatan IKK pada bulan April 2022 ini didorong oleh peningkatan keyakinan akan kondisi ekonomi saat ini. Sebaliknya, keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi ke depan nampak menurun. Ini terlihat dari Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) pada April 2022 yang sebesar 127,2 atau lebih rendah dari 128,1 pada bulan Maret 2022. Melemahnya ekspektasi konsumen terhadap kondisi ekonomi ke depan disebabkan penurunan ekspektasi konsumen terhadap kondisi dunia usaha, penghasilan, dan ketersediaan lapangan kerja.

MIKA Gencar Menambah Kapasitas Rumah Sakit

Hairul Rizal 12 May 2022 Kontan

Emiten pengelola rumah sakit PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA) akan terus menambah kapasitas ke depan,  melalui rencana perluasan rumah sakit greenfield dan brownfield.  MIKA akan membuka rumah sakit ke-27, 28 dan 29 sepanjang tahun 2022 dan 2023. Masing-masing akan dibuka pada bulan Juli, November 2022 dan Januari 2023. Adapun lokasi masing-masing rumah sakit akan berada di Deltamas (Kabupaten Bekasi), Pamulang (Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten), dan Slawi (Kabupaten Tegal, Jawa Tengah). Kapasitas maksimum gabungan dari ketiga rumah sakit ini akan menjadi 600 tempat tidur, untuk tahap awalnya akan dibuka sebanyak 180-200 tempat tidur. Sekadar informasi, selama ini MIKA telah meningkatkan kapasitas tempat tidur di rumah sakit yang ada. Total tempat tidur operasional di kuartal I 2022 sebanyak 3.343 atau meningkat 3,7% secarar tahunan/ year on year (yoy).

Laba Bersih DMAS Naik 43,7%

Hairul Rizal 12 May 2022 Kontan

PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS) mencatatkan kinerja positif selama kuartal I 2022. Pendapatan dan laba bersih DMAS masing-masing tumbuh 16,3% dan 43,7% secara tahunan di periode tersebut. Di kuartal I 2-22, DMAS mencatat pendapatan usaha Rp 621 miliar atau tumbuh 16,3%. Segmen industri menjadi kontributor terbesar dengan nilai Rp 431 miliar atau sekitar 69,4% dari total pendapatan usaha. DMAS membukukan laba bersih kuartal I 2022 sebesar Rp 389 miliar, tumbuh 43,7% dibandingkan dengan periode sama tahun lalu senilai sebesar Rp 271 miliar. Adapun margin laba bersih tercatat sebesar 62,7%, lebih tinggi dibandingkan dengan margin laba bersih di periode yang sama tahun 2021 sebesar 50,7%.


WSKT Mencatatkan Rugi di Restatement Laporan Keuangan

Hairul Rizal 12 May 2022 Kontan

PT Waskita Karya Tbk (WSKT) telah merilis laporan keuangan tahun 2021. Hasilnya, emiten konstruksi BUMN ini berhasil mencatatkan penurunan kerugian meski pendapatan usaha juga menurun. Dalam laporan keuangan tahun 2021 ini, Waskita juga menyajikan kembali laporan keuangan tahun 2020 dan 2019 sebagai pembanding. Yang menarik, berdasarkan hasil restatement, laporan keuangan Waskita di akhir 2019 berbalik dari untung menjadi rugi. Sepanjang tahun 2021 lalu, Waskita membukukan pendapatan usaha sebesar Rp 12,22 triliun. Dibandingkan tahun 2020 lalu, pendapatan Waskita pada tahun lalu turun 24,5%. Waskita juga melakukan penyesuaian pada pos beban umum dan administrasi. Sebelum restatement, beban umum dan administrasi tercatat sebesar Rp 1,66 triliun. Setelah restatement, beban umum dan administrasi membengkak menjadi Rp 4,3 triliun. Beban penjualan juga membengkak dari Rp 45,9 miliar menjadi Rp 389,9 miliar setelah restatement. Sementara beban lain-lain bersih justru turun dari Rp 1,05 triliun menjadi Rp 219,3 miliar setelah restatement.

Berkah Kredit & Go Public Lini Syariah

Hairul Rizal 12 May 2022 Kontan

PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR) mampu mempertahankan pertumbuhan kinerja keuangan kala pandemi kemarin. Analis memproyeksikan potensi pertumbuhan BJBR masih akan tinggi di tahun 2022. Berdasarkan laporan keuangan kuartal I-2022, BJBR berhasil meraup laba bersih sebesar Rp 738 miliar atau tumbuh 28,6% year on year (yoy). Di satu sisi, BJBR mendapat amunisi berupa dana pihak ketiga yang tumbuh 15,9% yoy menjadi Rp 128,3 triliun. Di sisi lain, kualitas kredit di BJBR juga mampu terjaga dengan baik. Raditya Pradana, Equity Analyst Kanaka Hita Solvera memproyeksikan kinerja keuangan BJBR sepanjang tahun ini akan kembali positif. Raditya menambahkan, aset BJBR yang naik 16,6% menjadi RP 167,4 triliun pada kuartal I-2021 juga dapat menyokong pertumbuhan kinerja BJBR ke depan. Selain itu, lanjut Raditya, portofolio bisnis BJBR juga memadai dalam mendukung pertumbuhan kinerja keuangannya. Apalagi, jika rencana BJBR untuk mengembangkan bisnis PT Bank Jabar Banten Syariah (BJBR Syariah) melalui initial public offering (IPO) dapat terlaksana di semester II 2022. 

‘JALUR PUNCAK’ RASIO PAJAK

Hairul Rizal 12 May 2022 Bisnis Indonesia (H)

Kans pemerintah untuk merealisasikan target rasio pajak 9,25% pada tahun ini kian terbuka lebar, menyusul berbagai indikator ekonomi makro telah menunjukkan pemulihan pada kuartal I/2022. Pemulihan ini secara langsung mengatrol pencapaian rasio pajak pada kuartal tersebut yang mencapai 7,1% dibandingkan dengan kuartal I/2021 yaitu 5,7% (year-on-year/YoY). Pertumbuhan rasio pajak yang terbukti melesat cukup cepat mendekati titik puncak target sepanjang 2022 itu turut terefleksi dari realisasi pertumbuhan ekonomi yang mencapai 5,01% (YoY). Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Sarman Simanjorang mengatakan penerimaan negara dan pertumbuhan ekonomi berpeluang lebih tinggi sejalan dengan digenjotnya pembangunan infrastruktur. Pembangunan ini diyakini melahirkan efek berganda yang cukup besar, termasuk di sektor usaha yang selama ini belum menjadi kontributor utama penerimaan negara.


BNI Terbitkan Green Bond Rp 5 Triliun

Yuniati Turjandini 11 May 2022 Investor Daily (H)

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) akan menerbitkan obligasi berwawasan lingkungan (green bond) senilai maksimal Rp 5 triliun. Penawaran awal green bond akan dilakukan mulai hari ini, Rabu (11/5/2020) hingga 25 Mei mendatang. Obligasi bernama Green Bond I PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk tahun 2022 ini ditawarkan dalam tiga seri, yakni seri A dengan tenor tiga tahun sejak tanggal emisi  atau sampai 21 Juni 2025, seri B tenor lima tahun atau sampai 21 Juni 2027, dan seri C tujuh tahun atau sampai 21 Juni 2029. BNI menggunakan tingkat suku bunga tetap atau green bond ini, yang akan dibayarkan tiap tiga bulan atau kuartalan. Meski demikian, Bank BUMN tersebut belum  menyebutkan tingkat bunga dan nilai obligasi masing-masing seri yang akan diterbitkan tersebut. "Green Bond itu dijamin secara kesanggupan penuh dan diterbitkan tanpa warkat, kecuali sertifikat Jumbo Green Bond yang diterbitkan atas nama  PT Kustodian Sentral Efek sebagai bukti utang untuk kepentingan  pemegang green bond, dan ditawarkan dengan nilai 100% dari jumlah pokok green bond," terang manajemen BNI.(Yetede)

Pilihan Editor