Surplus Neraca Dagang April Ditaksir Merosot 28%
Surplus neraca perdagangan April 2022 ditaksir merosot 28% menjadi US$ 3,25 miliar, dibandingkan bulan sebelumnya US$ 4,53 miliar. Hal ini dipicu koreksi harga komoditas ekspor dan tingginya impor selama Ramadan. Angka itu merupakan median dari proyeksi surplus neraca dagang 12 analis yang dihimpun Reuters, Jumat (13/5) Polling itu memprediksikan pertumbuhan ekspor April 2022 mencapai 35,97% lebih rendah dari Maret sebesar 44,36%. Adapun pertumbuhan impor diprediksi 34,97%,lebih tinggi dari Maret 30,85%. Sementara itu, Radhika Rao, ekonom senior DBS menilai, imbas larangan ekspor CPO dan turunannya teradap neraca perdagangan belum terlihat pada April 2022. Kebijakan ini baru akan terasa dampaknya pada Mei mendatang. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), surplus neraca dagang pada Maret 2022 naik dibandingkan Januari dan Februari 2022 masing-masing US 960 juta dan US$ 3,83 miliar. (Yetede)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023