Minyak Goreng Curah Akan Dikemas Sederhana
Pemerintah akan mengganti minyak goreng curah dengan minyak goreng kemasan sederhana merek MinyaKita secara bertahap untuk mempermudah pendistribusian ke luar Jawa serta mengantisipasi penyelewengan minyak goreng curah. Ini dikatakan Plt Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi Rachmat Kaimuddin, pekan ini. (Yoga)
”KRISIS” AIR BERSIH DI KOTA SUNGAI
Toriq Abdullah (25), warga Kecamatan Kalidoni, Palembang, tidak merasakan air bersih dalam enam tahun terakhir. Setiap hari dia harus menggunakan air rawa yang berwarna kuning dan berbau untuk mandi. Toriq harus menggunakan dua saringan air agar kekeruhan air berkurang. Namun, saringan itu tak mampu membuat air lebih jernih lagi. Air tetap keruh dan baunya seperti karat yang sangat menyengat. Meski begitu, Toriq hanya bisa pasrah karena jaringan air bersih belum masuk ke lingkungan tempat tinggalnya. Untuk kepentingan memasak, mencuci, dan minum dia harus membeli air setidaknya Rp 300.000 per bulan. Upaya warga untuk mendapatkan jaringan air bersih sudah dimintakan berkali-kali ke PDAM Tirta Musi Palembang, namun tidak membuahkan hasil.
Jati Purwanti (29), warga Tanjung Barangan, Kecamatan Ilir Barat II, Palembang, mengalami hal serupa. Air yang didapatkan dari sumur dengan kedalaman lima meter di belakang rumahnya juga keruh dan menguning, walau sudah menggunakan penyaring air, tetap saja air masih berbau, apalagi ketika pada musim kemarau, kondisi air akan semakin buruk. Jangankan digunakan untuk minum, air dipakai untuk mandi pun tidak layak. Jati harus membeli air 1.400 liter per minggu dengan harga Rp 70.000. ”Saya pun harus berebut air bersih dengan tetangga karena mereka juga mengalami permasalahan yang sama,” ungkapnya. Mendapatkan air bersih di ibu kota Sumsel jauh lebih sulit dibanding tempat kelahirannya Kabupaten Muara Enim. Bahkan, biaya air lebih mahal dibanding biaya listrik.
Direktur PDAM Tirta Musi Palembang Andi Wijaya Adani menyangkal ada diskriminasi dalam penyaluran air bersih. ”Kapasitas pengelolaan air minum di PDAM memang belum memadai untuk mengaliri seluruh daerah di Palembang,” ujarnya. Saat ini kapasitas asupan air baku (intake) PDAM Tirta Musi Palembang sekitar 4.500 liter per detik. Dengan kekuatan itu, PDAM Tirta Musi baru bisa mengaliri 82 % total kebutuhan warga dengan jumlah pelanggan sekitar 312.000 (data tahun 2021). Akibat keterbatasan infrastruktur tersebut, ketersediaan air bersih di Palembang juga belum 24 jam, rata-rata ketersediaan air bersih di Palembang sekitar 13 jam per hari, bahkan, masih ada wilayah yang hanya teraliri air bersih PDAM sekitar 3 jam per hari. (Yoga)
Populasi Mobil Meruyak, Pertalite Tak Terkendali
Rencana pengendalian penyaluran BBM jenis Pertalite dan Solar terus bergulir. Kajian awal menyebutkan, pengguna bensin Pertalite adalah kendaraan pelat hitam dengan kapasitas mesin di bawah 2.000 cc.
Anggota Komite BPH Migas, Saleh Abdurrahman menjelaskan, konsumsi Pertalite hingga Juni 2022 mencapai 13,26 juta kiloliter (kl) atau 57,54% dari kuota awal 23,04 juta kl. Jika konsumsi Pertalite tak dikendalikan, realisasinya bisa melampaui kuota dan menjebol anggaran negara. Data terkini Gaikindo menunjukkan, penjualan ritel LCGC sepanjang Januari-Mei 2022 mencapai 62.327 unit atau 15,7% dari total penjualan ritel nasional di periode yang sama sebanyak 381.677 unit. Selama enam tahun terakhir (2017-2022), populasi mobil LCGC sudah bertambah 1 juta unit. Jika digabungkan dengan total populasi mobil nasional di periode yang sama, maka ada tambahan 5,1 juta mobil yang beredar di Indonesia. Belum lagi populasi sepeda motor yang pada tahun lalu sudah bertambah 5 juta unit.
Dihantui Kecemasan Inflasi Global
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir di zona merah pada perdagangan Rabu (29/6). IHSG turun 0,77% ke level 6.942,35. Investor asing juga masih keluar dari pasar saham dengan total net sel Rp 1,01 triliun. Analis Artha Sekuritas Indonesia Dennis Christoper Jordan mengatakan, pelemahan IHSG kemarin sejalan dengan terkoreksinya bursa saham Amerika Serikat (AS). Kekhawatiran inflasi global kembali memanas setelah data kepercayaan konsumen yang dirilis berada dibawah ekspektasi.
Pemilik SCTV Bagi Dividen
Seiring pertumbuhan laba di tahun 2021, PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) menyetujui pembagian dividen dengan nilai Rp 2,5 per saham. Dengan jumlah saham beredar 73,97 miliar, total laba bersih yang dibagikan perusahaan pemilik SCTV dan Indosiar ini mencapai Rp 184,92 miliar dari laba tahun lalu.
Bank Digital Perkuat Sinergi Dengan Induk
Bank-bank digital semakin memperkuat sinergi dengan para pemilik saham atau investor mereka. Sinergi tersebut memanfaatkan ekosistem yang sudah terbentuk dalam memperluas jangkauan pasar.
PT Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO) misalnya, memperkuat sinergi dengan induknya, Bank Rakyat Indonesia (BRI). Kerjasama ini dengan meluncurkan fitur tabungan digital Bank Raya pada super apps BRImo. Lewat sinergi itu, Bank Raya menargetkan bisa mencatatkan akun rekening 1 juta sampai akhir tahun. Per Juni 2022, baru 713.000 rekening.
Usai Caplok Bank, Modalku Tekuni Bisnis Pembayaran
Grup Modalku semakin kuat menancapkan kukunya di bisnis industri keuangan. Modalku yang awalnya menekuni bisnis financial technology (fintech) lending semakin menambah lengan bisnisnya. Setelah perbankan, Modalku ekspansi ke bisnis sistem pembayaran.
Setelah sebelumnya resmi menjadi pemodal PT Bank Index Selindo (Bank Index), Modalku mengumumkan akuisisi terhadap CardUp. Ini adalah perusahaan rintisan atau startup fintech penyedia solusi pembayaran asal Singapura.
Jasuindo Menargetkan Penjualan Naik Sebesar 12%
Pulihnya ekonomi membuat PT Jasuindo Tiga Perkasa Tbk (JTPE) optimistis mampu menggenjot kinerja sepanjang tahun ini. Emiten industri dokumen niaga terintegrasi ini yakin mampu meraup pertumbuhan penjualan dan laba masing-masing 12% dan 10% secara tahunan atau year on year (yoy). Apalagi, ini sejalan dengan realisasi kinerja hingga semester pertama yang diklaim masih on track dengan target perusahaan. "Realiasasi baik penjualan maupun laba itu masih sesuai target, on track tumbuh dibandingkan semester pertama 2021," ungkap Direktur Keuangan & Akuntansi JTPE Lukito Budiman, dalam paparan publik virtual, Rabu (29/6).
Lampu Kuning BBM Subsidi
Melonjaknya konsumsi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi membuat sejumlah kalangan mengkhawatirkan ketersediaan sumber energi tersebut. Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) memperkirakan BBM bersubsidi jenis Pertalite dan Solar bakal habis pada Oktober 2022, di tengah rata-rata konsumsi masyarakat yang 10% di atas kuota harian. Pemerintah pun tengah mempercepat revisi Peraturan Presiden (Perpres) No. 191/2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian dan Harga Jual Eceran BBM agar rampung pada Agustus 2022. Harapannya, beleid itu bisa menekan bocornya distribusi BBM murah itu di tengah masyarakat.
Persoalan penyelewengan distribusi Solar dan subsidi tidak tepat sasaran belakangan menjadi fokus pemerintah dan BPH Migas. Kedua persoalan itu diyakini menjadi penyebab melonjaknya konsumsi BBM bersubsidi di tengah pemulihan ekonomi nasional dari dampak pandemi Covid-19. “Jika kita tidak melakukan pengendalian, maka kita akan menghadapi subsidi kita habis antara Oktober atau November ,” kata Anggota Komite BPH Migas Saleh Abdurrahman, Rabu (29/6). Berdasarkan data milik BPH Migas, realisasi konsumsi Solar hingga 20 Juni 2022 sudah mencapai 51,24% dari kuota yang ditetapkan sebanyak 15,10 juta kiloliter pada APBN 2022. Sementara itu, realisasi penyaluran Pertalite sudah mencapai 13,26 juta kiloliter, atau sekitar 57,56% dari kuota yang dipatok dalam APBN 2022 di level 23,05 juta kiloliter. Adapun, skema pembatasan pembelian JBKP Pertalite berpatokan pada CC kendaraan. Nantinya, konsumen yang tidak mendapat akses untuk membeli Pertalite adalah kendaraan roda dua dan empat dengan kapasitas mesin di atas 2.000 CC. BPH Migas mengkategorikan kendaraan roda dua dan empat di atas 2.000 CC sebagai barang mewah.
Lelang Proyek : Waskita Toll Road Tak Minati 8 Ruas Tol
PT Waskita Toll Road belum berminat mengikuti lelang proyek delapan ruas jalan tol yang akan dimulai oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat pada tahun ini. Sekretaris Perusahaan Waskita Toll Road Alex Siwu mengatakan perseroan masih fokus dalam program daur ulang aset (recycle asset) melalui divestasi proyek jalan tol.
Waskita berencana melepas aset dari lima ruas jalan tol nya pada tahun ini. Langkah itu diambil untuk mengurangi beban utang yang masih ada hingga kini.Rencana divestasi ini akan dilakukan pada semester II/2022 dengan skema sebagian ruas tol akan diberikan kepada Indonesia Investment Authority (INA) dan PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI).
Sementara itu, Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan Kementerian PUPR, Herry Trisaputra Zuna mengatakan terdapat delapan proyek Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) jalan tol yang siap ditawarkan ke investor pada 2022 dengan total nilai investasi Rp127,98 triliun. Sejumlah proyek tersebut yaitu Jembatan Batam - Bintan dengan panjang 14,74 km dan nilai investasi 14,12 triliun, Jalan Tol Akses Patimban sepanjang 37,05 km dengan nilai investasi Rp18,76 triliun. Kemudian, Jalan Tol Semanan - Balaraja sepanjang 32,39 km dengan nilai investasi Rp15,53 triliun, Jalan Tol Sentul Selatan-Karawang Barat sepanjang 61,5 km dengan nilai investasi Rp15,38 triliun, Jalan Tol Bogor Serpong Via Parung sepanjang 31,3 km dengan nilai investasi Rp8,95 triliun. Selanjutnya, Jalan Tol Cikunir - Karawaci sepanjang 40 km dengan nilai investasi Rp26 triliun, Jalan Tol Kediri-Tulungagung sepanjang 44,51 km dengan nilai investasi Rp10,48 triliun, dan Jalan Tol Kamal-Teluknaga-Rajeg sepanjang 38,6 km dengan nilai investasi Rp18,76 triliun.









