;

Menkeu Sebut Subsidi Energi Dinikmati Orang Kaya

Hairul Rizal 01 Jul 2022 Kontan

Pemerintah tombok hingga Rp 520 triliun agar harga Pertalite, liquefied petroleum gas (LPG), dan listrik tidak naik saat harga komoditas melonjak. Dana sekitar Rp 520 triliun tersebut dianggarkan untuk menambah anggaran subsidi dan kompensasi energi. Semula, pemerintah hanya menganggarkan Rp 152,5 triliun sepanjang 2022. Namun sayangnya, subsidi tersebut justru tidak dinikmati oleh masyarakat rentan dan kurang mampu, melainkan dinikmati oleh masyarakat golongan kaya. Sehingga penyaluran subsidi di nilai tidak tepat sasaran.


Inilah Saham Pilihan Kuartal Tiga 2022

Hairul Rizal 01 Jul 2022 Kontan

Bursa saham berfluktuasi di akhir semester pertama 2022. Kondisi ini tampak dari Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang melandai dalam tiga bulan terakhir. IHSG bahkan memerah empat hari beruntun di pekan terakhir bulan Juni ini, dan ditutup pada posisi 6.911,58. Sedangkan dari sisi pergerakan saham, pada periode kuartal I dan kuartal II ada rotasi sektoral meski relatif terbatas. Certified Elliott Wave Analyst Master Kanaka Hita Solvera Daniel Agustinus mengatakan, pergerakan tersebut tak lepas dari efek global lonjakan harga komoditas. Sedangkan dari dalam negeri, pengendalian pandemi Covid-19 dan pemulihan ekonomi menjadi hal yang krusial Kepala Riset Aldiracita Sekuritas Agus Pramono menjagokan sektor barang konsumsi primer, komoditas, komunikasi, dan perbankan. Saham pilihan yang bisa diperhatikan adalah PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN), PT Japfa Confeed Indonesia Tbk (JPFA), PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), PTBA, dan INCO. "Untuk kuartal ketiga, saham-saham large cap dan defensive bisa dicermati. Sedangkan komoditas masih akan tetap bergerak sesuai gejolak geopolitik," ujarnya.


Dompet Tebal Berkat Segmen Digital

Hairul Rizal 01 Jul 2022 Kontan

PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) diperkirakan melanjutkan kinerja positif di tahun ini. MNCN akan terbantu segmen digital, yang bakal mendorong kinerja emiten media ini. Analis Mirae Asset Sekuritas Christine Natasya mengatakan, salah satu pendorong kinerja MNCN di kuartal I-2022 datang dari segmen digital yang tumbuh hingga 102,1% menjadi Rp 648 miliar. Kontribusi segmen ini mencapai 23,2% dari total pendapatan. Apiknya kinerja segmen digital ini berasal dari pertumbuhan RCTI+. Kini pengguna aktif bulanan RCTI+ telah mencapai 64 juta pengguna, naik 124% secara tahunan. "Kami meyakini, kontribusi segmen digital terhadap total pendapatan MNCN akan terus tumbuh seiring dengan adanya pergeseran permintaan dari para pengiklan ke iklan digital," tulis Christine dalam riset 20 Juni 2022. Ke depan, manajemen MNCN akan mematangkan segmen digital dengan membuat video games.

Bank Sinarmas Terbitkan Obligasi Rp 500 Miliar

Hairul Rizal 01 Jul 2022 Kontan

PT Bank Sinarmas Tbk (BSIM) berencana meliris obligasi subordinasi Berkelanjutan I Tahap I Tahun 2022, dengan jumlah pokok Rp500 miliar. Surat utang ini memiliki tingkat bunga sebesar 6,50% per tahun dengan tenor 5 tahun sejak tanggal emisi. Surat utang ini merupakan bagian dari penawaran umum berkelanjutan obligasi subordinasi I Bank Sinarmas senilai Rp 3 triliun.

Argon Group Bangun Pabrik Alat Kesehatan

Hairul Rizal 01 Jul 2022 Kontan

Distributor produk farmasi dan alat kesehatan, PT Medela Potentia yang dikenal dengan Argon Group, terus menggelar ekspansi bisnis di sepanjang tahun 2022. Mereka akan membangun pabrik manufaktur alat kesehatan. Pada 2020 silam, Argon Group mendirikan PT Deca Metric Medica sebagai produsen alat kesehatan. Langkah mendirikan perusahaan ini bertujuan mendukung kebijakan pemerintah dalam meningkatkan penggunaan alat-alat kesehatan buatan dalam negeri. "Saat ini 90% alat kesehatan di Indonesia diimpor dari luar negeri. Bahkan, masker saja di awal pandemi Covid-19 lalu masih banyak yang diimpor," ungkap Presiden Direktur Argon Group, Krestijanto Pandji ketika ditemui KONTAN, Kamis (30/6). Salah satu produk alat kesehatan yang akan menjadi fokus untuk diproduksi Argon Group adalah kain kasa dan pembalut luka.

Arena Baru Perburuan Pajak

Hairul Rizal 01 Jul 2022 Bisnis Indonesia (H)

Berakhirnya Program Pengungkapan Sukarela (PPS) atau Tax Amnesty II tak lantas mengendurkan semangat otoritas pajak untuk terus memburu aset masyarakat yang sulit terlacak. Langkah agresif justru tengah disiapkan. Caranya dengan memanfaatkan data serta informasi keuangan yang diperoleh selama pelaksanaan PPS terakhir. Aksi ini dilakukan sebagai respons dari terbatasnya partisipasi wajib pajak dalam PPS, termasuk realisasi repatriasi harta serta minimnya pemanfaatan instrumen investasi selama waktu yang ditetapkan (holding period). Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan Suryo Utomo mengatakan sejatinya pemerintah telah mengantongi data keuangan wajib pajak yang diperoleh dari hasil Tax Amnesty 2016 atau Jilid I, industri perbankan, serta dari otoritas pajak di negara lain. Data itu pun siap untuk ditindaklanjuti ketika PPS resmi berakhir. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kepatuhan wajib pajak serta menggali potensi penerimaan negara.

Pelaksanaan Co-Firing : 32 PLTU PLN Pakai Biomassa

Hairul Rizal 01 Jul 2022 Bisnis Indonesia

PT PLN (Persero) gencar menerapkan teknologi substitusi batu bara dengan biomassa atau cofiring sebagai bahan bakar pembangkit listrik tenaga uap untuk mempercepat pengurangan emisi karbon dan pemenuhan bauran energi baru terbarukan sebanyak 23% pada 2025.Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menjelaskan bahwa perseroan telah menggunakan teknologi cofiring sejak 2020. Hingga Mei 2022, sebanyak 32 pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) sudah menerapkan cofiring, dan dapat memproduksi listrik hijau setara 487 megawatt hours (MWh) lewat teknologi tersebut.Implementasi cofiring juga mampu memberikan dampak penurunan emisi karbon sebesar 184.000 ton CO2. Pada tahun ini, PLN menargetkan teknologi cofiring diterapkan di 35 PLTU, dengan total kebutuhan biomassa sebanyak 450.000 ton dan dapat menekan emisi CO2 hingga 340.000 ton. Jumlah tersebut akan meningkat lima kali lipat pada tahun depan, dan PLN memerlukan setidaknya 2,2 juta ton biomassa. Kebutuhan biomassa pun akan terus meningkat hingga 10,2 juta ton pada 2025, sehingga dapat menekan emisi karbon sebesar 11 juta ton CO2 dan gas rumah kaca setiap tahunnya.

RI Jembatani Komunikasi Rusia-Ukraina

Yoga 01 Jul 2022 Kompas (H)

Sebagai mitra bagi Rusia dan Ukraina, Indonesia hendak menjadi jembatan komunikasi bagi kedua negara yang tengah berperang, hal ini disampaikan Presiden Jokowi dalam jumpa pers bersama Presiden Rusia Vladimir Putin, Kamis (30/6) di Moskwa. Menurut Presiden Jokowi, meskipun situasi saat ini sangat sulit, penyelesaian damai tetap penting untuk terus dikedepankan dan ruang-ruang dialog terus dibuka. ”Saya telah menyampaikan pesan Presiden Zelensky untuk Presiden Putin dan saya sampaikan kesiapan saya untuk menjadi jembatan komunikasi di antara kedua pemimpin tersebut,” kata Presiden Jokowi.

Presiden Jokowi juga menyampaikan bahwa Presiden Putin memberi jaminan pada kelancaran pasokan bahan  makanan dan pupuk. Kedua komoditas sangat penting bagi ketahanan pangan global. Tanpa pasokan gandum dan pupuk, baik dari Ukraina maupun Rusia, rantai pasok global terganggu dan berdampak serius pada kecukupan pangan. Presiden Jokowi menegaskan, apabila pasokan terganggu, dampaknya tidak hanya dirasakan ratusan juta warga, tetapi juga miliaran penduduk Bumi. (Yoga)


Muda, Beda, dan Berkasidah

Yoga 01 Jul 2022 Kompas (H)

Rampak bunyi rebana, darbuka, ketipung, dan tamborin mengiringi cengkok vokal Saniya (21) berdendang tembang ”Ya Khoiro Hadi” di kompleks Universitas PGRI Semarang, Kamis (23/6) malam. Kasidah akrab di telinganya sejak bayi karena sering diputar di rumahnya. Tak pelak, mahasiswi jurusan Pendidikan Matematika Universitas PGRI Semarang itu jatuh cinta pada kasidah. Asatid (RNA) adalah unit kegiatan mahasiswa di bidang seni kasidah di kampusnya. Bersama RNA, Saniya puluhan kali pentas di panggung.

Kasidah, musik bergenre religi, juga memikat hati Makhi (21) sejak belia. Mahasiswi jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, IAIN Pekalongan itu rajin berlatih menyanyi kasidah sejak SD. Makhi awalnya tak terpikir berkarier di dunia musik kasidah. Hingga di tahun 2014, ia mendengar pengumuman di radio lokal. Nasida Ria, kelompok kasidah legendaris asal Semarang yang dia idolakan, menggelar audisi untuk mencari bintang-bintang baru. Empat tahun setela lolos audisi, salah satu pimpinan Nasida Ria datang ke rumahnya untuk menawari bergabung dengan Ezzura, kelompok kasidah ”yunior” Nasida Ria.  Sejak bergabung dengan Ezzura, Makhi sudah ratusan kali manggung. Hingga akhirnya pentas dengan Nasida Ria, termasuk pada acara pembukaan Documenta Fifteen di Kassel, Jerman, Sabtu (18/6).

Road Manager Nasida Ria, Zuhad Mahdi, mengungkapkan, Nasida Ria yang tahun ini berumur 47 tahun terus mengupayakan regenerasi melalui kelompok-kelompok penerusnya, yakni Ezzura dan Qasidah Tanpa Nama (QTN). Anak-anak muda yang berminat belajar kasidah direkrut menjadi anggota QTN. Kemampuan mereka diasah hingga ”naik kelas” menjadi personel Ezzura, lalu Nasida Ria. Riset berjudul ”Eksistensi Grup Musik Kasidah Nasida Ria Semarang dalam Menghadapi Modernisasi” oleh Umi Cholifah dalam Jurnal Komunitas Universitas Negeri Semarang (2011) menunjukkan, Nasida Ria tetap eksis karena masih tampil di televisi ataupun di berbagai acara. (Yoga)


Stagflasi Dunia dan Presidensi G20 Indonesia

Yoga 01 Jul 2022 Kompas

Untuk 2022, inflasi dunia diperkirakan bertengger di angka 6,2 %, sedangkan perkiraan pertumbuhan ekonomi hanya 3,3 %. Bahkan Bank Dunia memberikan perkiraan lebih rendah, yaitu 2,9 %. Gap domestik dan dunia dengan gap angka inflasi dibandingkan angka pertumbuhan ekonomi yang besar itu, wajar Bank Dunia menyebut istilah stagflasi. Yang memprihatinkan, lebarnya gap angka inflasi dengan angka pertumbuhan ekonomi itu banyak terjadi di negara-negara maju, karena ini akan menghambat laju pemulihan ekonomi dunia. Dalam kondisi normal, negara-negara maju biasanya dijadikan tumpuan pasar produk-produk dari negara berkembang. Dengan kondisi stagflasi, tentu akan mengurangi atau malah menutup peluang ekspor tersebut.

Pilihan instrumen untuk menjinakkan inflasi sangat terbatas, diantaranya menaikkan suku bunga. Penyebabnya, inflasi saat ini disebabkan negatifnya penawaran agregat (aggregate supply), sebagai dampak dari terganggunya rantai pasok akibat pandemi, ditambah perang dagang AS- China, dan sekarang ditambah lagi perang Rusia-Ukraina. Selain itu, juga terjadi negative suplai tenaga kerja, karena pilihan pensiun dini sebagai dampak pandemi, semakin menuanya tenaga kerja, dan resistansi terhadap tenaga kerja migran. Indonesia sebagai pemegang presidensi G20 pada 2022 dengan slogan Recover Together, Recover Stronger dituntut bisa mendorong kerja sama dan kerja bersama untuk mewujudkan slogan tersebut. (Yoga)


Pilihan Editor