;

Utang dan Keuntungan Latari Penjualan Bayi

Yoga 22 Jul 2022 Kompas

AM (51) mendekam dalam tahanan Polres Pelabuhan Tanjung Priok, Jakut, karena menjual keponakannya sendiri yang berusia 8 bulan via media sosial. Kasus perdagangan bayi yang masih berulang ini sudah dalam pengawasan KPAI, Kamis (21/7). AM menjual keponakannya lantaran orangtua si bayi yang juga adiknya sendiri belum melunasi utang Rp 11 juta. Orangtua si bayi tak mampu membayar utang karena sang ayah masih melaut dan baru mendarat 3-6 bulan lagi.

Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Putu Kholis Aryana menuturkan, AM menagih utang sambil mengancam bakal mengusir ibu si bayi dari kontrakan dan melaporkan ke polisi. Kedua ancaman itu membuat sang ibu mengikuti inisiatif tersangka. ”Bayi dijual melalui Facebook dan Whatsapp senilai Rp 30 juta. Selain untuk melunasi utang, juga untuk keuntungan pribadi tersangka,” katanya. Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Priok menelusuri unggahan penjualan si bayi. Obrolan dengan pelaku berlanjut ke Whatsapp hingga tercapai kesepakatan. Polisi yang menyamar mendatangi pelaku di salah satu hotel di Pademangan, Jakut. AM dibekuk dan terancam pidana 15 tahun penjara.

Perdagangan bayi, khususnya di Ibu Kota, masih berulang. Gara-gara harus membayar utang, misalnya Santi (24, bukan nama sebenarnya), warga Kampung Beting Remaja, Tugu Utara, Koja, Jakut, nekat menawarkan bayi yang masih di dalam kandungannya sebesar Rp 1 juta. Uang ini akan dipakai untuk membayar utang Rp 550.000 dan sisanya untuk ongkos persalinan (Kompas, 15 Februari 2010). Lantaran tidak bisa membayar kontrakan, pemilik rumah menahan sertifikat juru mudi kapal milik suami Santi, Anto (29, bukan nama sebenarnya). Akibatnya, Anto tidak bisa bekerja sebagai juru mudi kapal penarik tongkang. (Yoga)


Berharap Dari Temuan Rekaman CCTV

Yuniati Turjandini 22 Jul 2022 Tempo(H)

Pengusutan terhadap  kematian Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat perlahan menuju titik terang. Kemarin, tim khusus Markas Besar Kepolisian RI menyatakan telah menemukan alat penyimpanan data alias dekoder CCTV di lingkungan rumah Inspektur  Jenderal Ferdy Sambo, tempat Brigadir Yosua meninggal pada Jumat, 8 Juli lalu. Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Markas Besar Polri, Inspektur Jenderal Dedi Prasetyo, menyatakan laboratorium forensik sedang menguji dekoder CCTV yang sebelumnya dipasang di RT 05 RW 01 Kompleks Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan. "CCTV ini sedang didalami oleh tim khusus yang nanti akan dibuka apabila seluruh rangkaian proses penyidikan sudah selesai," kata Dedi, Kamis, 21 Juli 2022. Dedi enggan memaparkan detail  dekoder CCTV yang dimaksud. Dia juga menolak menjelaskan apakah tim khusus juga memeriksa ulang CCTV di rumah Ferdy Sambo, yang sebelumnya disebut tidak berfungsi sejak dua pekan sebelum insiden tembak menembak antara Brigadir Yosua dan Bahayangkara Dua Richard Eliezer Pudinghang Mumiu (E Bharada). (Yetede)

Positif Bagi Bursa, Negatif Bagi Rupiah

Yoga 22 Jul 2022 Kontan (H)

BI memilih tetap mempertahankan BI 7-day-RR di level 3,5 % selama 18 bulan berturut-turut, saat banyak negara mengerek suku bunga untuk mengatasi inflasi. Diluar dugaan, pasar saham merespon positif kebijakan ini. Kepala Riset Jasa Utama Capital Sekuritas Cheril Tanuwijaya mengatakan, respon positif ini tercermin dari koreksi IHSG yang tipis, Kamis (21/7) IHSG terkoreksi 0,15 % ke level 6.864,13. Investor asing juga masih mencatatkan net buy Rp 540 miliar.

Namun di pasar valuta, keputusan BI tersebut berdampak negatif bagi nilai tukar rupiah. Kepala Ekonom BCA David Sumual meyakini nilai tukar rupiah akan kembali melemah. Penyebabnya selisih suku bunga USD dan Rupiah semakin tipis. Analis Monex Investindo Faisyal juga melihat investor akan menjauhi Rupiah. “Bukan tidak mungkin Rupiah melemah ke Rp 15.200-Rp 15.500 per USD,” ujar Faisyal. (Yoga)


Semester I-2022, Penjualan Semen INTP Menurun 3%

Yoga 22 Jul 2022 Kontan

PT Indocement Tunggal Prakasa Tbk (INTP) membukukan volume penjualan semen 7,4 juta ton sepanjang 6 bulan pertama tahun ini, turun 3 % dari periode yang sama tahun lalu. Direktur dan Sekretaris INTP Antonio Marcos (21/7) mengatakan, merosotnya penjualan ini disebabkan pelemahan pangsa pasar di Jateng akibat melambatnya pembangunan di provinsi tersebut. “Secara umum pertumbuhan semen di Jateng mengalami kontraksi hampir 8 %,” ujar Marcos. (Yoga)


Harga Gas Alam Masih Bisa Menguat ke 9 USD per Mmbtu

Yoga 22 Jul 2022 Kontan

Harga gas alam mulai menanjak lagi. Rabu (20/7) harga gas alam menyentuh USD 8 per metric million british thermal unit (mmbtu), meski kemarin turun menjadi USD 7,76 per mmbtu. “Kenaikan harga gas alam sangat tergantung pada apa rencana Putin ke depan,” kata Lukman Leong, Analis DCFX Futures. Yang terbaru, Rusia memperingatkan pipa Nord Stream ke Jerman tidak akan beroperasi pada kapasitas penuh setelah pekerjaan pemeliharaan. Ketidakpastian pasokan Rusia mendorong harga gas alam semakin mahal. Hitungan dia, di jangka pendek harga gas alam bisa mencapai rekor USD 9,5 – USD 10 per mmbtu, tapi jelang akhir tahun, harga akan turun di kisaran USD 6,5 per mmbtu. (Yoga)


Dilema BI tahan Bunga

Yoga 22 Jul 2022 Bisnis Indonesia (H)

Melalui Rapat Dewan Gubernur (PDG), Kamis (21/7) BI memutuskan untuk mempertahankan BI 7-Day Reverse REPO Rate (BI7DDR) sebesar 3.5 % yang artinya sudah 18 bulan BI menahan suku bunga acuan di level yang sama, bahkan saat bank sentral di sejumlah negara lain menaikkan suku bunga acuan mereka. Keputusan tersebut menuai apresiasi sejumlah kalangan yang menilai langkah BI berdampak positif bagi pertumbuhan ekonomi nasional. Kendati demikian, menahan suku bunga acuan beresiko melemahkan nilai tukar rupiah lantaran peluang keluarnya investor dari pasar modal Indonesia. Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, keputusan menahan suku bunga acuan mempertimbangkan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang lebih lambat dari perkiraan sebelumnya. (Yoga)


Branding Produk UMKM

Yoga 22 Jul 2022 Bisnis Indonesia

Transformasi Mal Sarinah yang menjadi etalase produk UMKM dengan kualitas bagus dan harga mahal menjadi peluang UMKM untuk naik kelas. Namun hal yang tidak kalah penting adalah branding. Branding tidak hanya menjadi kewajiban pemilik usaha, tetapi juga perlu peran negara sebagai pemangku kepentingan. (Yoga) 

Berharap Pada Sisa Semester

Yoga 22 Jul 2022 Bisnis Indonesia

Penjualan sepeda motor di dalam negeri masih tertahan kendati sudah tak terdampak langsung pandemi Covid-19. Salah satu pemicunya adalah kekosongan pasokan semikonduktor. Tipisnya pasokan semikonduktor atau mikrocip berpengaruh ke industri kendaraan bermotor roda dua di tanah air. Buktinya penjualan domestik sepeda motor pada Juni  2022 tidak seperti bulan lainnya yang berada di atas  360.000 unit. Berdasar data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (ASI), angka penjualan sepeda motor sepanjang bulan lalu hanya 296.334 unit, anjlok 30,8 % dibandingkan bulan yang sama 2021.

GM Corporate Communication PT Astra Honda Motor (AHM) Ahmad Muhibbuddin mengatakan, permintaan sepeda motor yang tinggi pada Juni 2022 tak dibarengi produksi, akibatnya penjualan sepanjang semester I/2022 merosot dibandingkan tahun lalu. “Mudah-mudahan memasuki awal semester II/2022 problem pasokan semikonduktor berkurang dan produksi membaik,” jelasnya. Kendala tipisnya pasokan semikonduktor dialami juga Yamaha, Manager PR Yamaha Indonesia Motor Manufacturing Anton Widiyantoro menyatakan, perusahaan juga mengalami kendala yang sama seperti industri lain. Idiyantoro menyatakan, perusahaan juga mengalami kendala yang sama seperti industri lain. (Yoga)


Grup Salim Kucurkan Dividen

Yoga 22 Jul 2022 Bisnis Indonesia

Emiten perkebunan Grup Salim, PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP) menetapkan dividen tunai sebesar Rp 13 per saham atau 20 % laba bersih tahun buku 2021 yang tercatat sebesar Rp. 984,41 miliar. Keputusan itu disepakati rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) yang digelar Kamis (21/7). Total dividen yang dibagikan SIMP sekitar Rp 196,88 miliar. Pembagian dividen tunai sebesar Rp 13 per saham akan dibayarkan tanggal 23 Agustus 2022,’ tulis Dirut SIMP Mark Wakeford dalam keterangan resmi, Kamis (21/7). (Yoga)


Danau Kaolin, Pesona Bekas Tambang di Bangka Tengah

Yoga 21 Jul 2022 Kompas (H)

Selasa (19/7), suasana tempat wisata Danau Kaolin tampak sepi. Hanya ada dua kelompok orang yang beraktivitas. Satu kelompok di antaranya membuat video klip kegiatan sekolah. Namun, di akhir pekan atau hari libur lainnya, tempat itu dipadati wisatawan. Pemandangan hamparan air dan lingkungan sekitarnya menjadi oase penyejuk bagi jiwa-jiwa penat serta lokasi tepat bagi pemburu foto-foto apik. Danau Kaolin adalah sebutan umum bagi kulong/kolong atau cekungan bekas tambang yang kemudian  menjadi penampungan air di Desa Nibung.

Menurut warga setempat, lahan danau itu semula dikelola sebuah perusahaan tambang timah. Setelah perusahaan berhenti beroperasi, lahan dikembalikan kepada pemerintah dan oleh warga desa diminta dikelola desa. Keindahan Danau Kaolin sudah dikenal wisatawan setempat dan luar daerah. Pengunjung pada akhir pekan bisa mencapai 1.000 orang per hari. Mereka akan menikmati suasana danau dengan warna toska dan kehijauan nan indah. Pengelola tempat wisata juga menyediakan perahu wisata sehingga pengunjung bisa berperahu di danau tersebut.

”Sejak 2016, lahan ini sudah menjadi milik desa. Desa mengajukan permohonan untuk memperoleh lahan seluas 7,5 ha tersebut, hingga lahan ini menjadi milik desa,” kata Juni, perangkat Desa Nibung sekaligus pengelola tempat wisata itu. Kini, tempat wisata itu dikelola BUMDes Nibung Jaya Abadi. Secara bertahap,  desa berusaha mengelola tempat wisata itu dengan baik, termasuk menjaga kelestarian lingkungan di sana. Awalnya pengunjung tidak dikenai tarif retribusi per orang, hanya per kendaraan yang datang. Ternyata dengan sistem itu pemasukan ke desa tidak maksimal. Akhirnya desa mengenakan retribusi masuk Rp 2.000 per orang. Hal itu tertuang dalam Peraturan Desa Nomor 5 Tahun 2019. ”Hasilnya kini lumayan, dalam sebulan kami bisa mendapatkan Rp 20 juta. Uang itu dibagi antara  BUMDes dan desa,” kata Juni. (Yoga)


Pilihan Editor