;

Fed Bisa Roketkan Inflasi

Yoga 26 Aug 2022 Kompas

Inflasi di AS sampai Kamis (25/8) melejit terlalu jauh meninggalkan tingkat suku bunga inti Bank Sentral AS. Inflasi juga lebih tinggi dari suku riil di pasar. Jika The Fed atau Bank Sentral AS tetap lamban menyadari dan lambat menaikkan suku bunga, inflasi tinggi akan sulit diturunkan bahkan akan bertahan lama. Efeknya dampak inflatoar ke seluruh dunia mengingat USD adalah alat utama transaksi global.

Profesor ekonomi Stanford University, John Taylor, Selasa (23/8) kepada televise Bloomberg mengatakan, suku bunga inti di AS minimal harus di level 5 %. Suku bunga The Fed di level tersebut diperlukan mengingat inflasi di negara itu sudah mencapai 8,5 % pada Juli 2022. The Fed sejauh ini masih mematok suku bunga inti pada kisaran 2,25-2,50 % dan memberi kisaran kenaikan suku bunga hingga level 3,8 %. Target The Fed itu dianggap tak cukup kuat untuk menurunkan inflasi.

Gubernur The Fed Jerome Powell menyadari inflasi harus diperangi dan suku bunga harus dinaikkan. Namun, Powell tampak khawatir jika suku bunga dipatok terlalu tinggi, kehidupan rakyat akan terpukul karena resesi. Ia berharap pasar mengarahkan inflasi pada penurunan. Bagi dunia, efek gonjang-ganjing inflasi di AS ini bagai pisau bermata dua. Jika inflasi dibiarkan tinggi, hal itu akan menyebabkan inflasi impor bagi negara seperti Indonesia. AS masih merupakan negara eksportir kedua terbesar di dunia dengan nilai 1,75 triliun USD. Di sisi lain, inflasi harus diredam untuk mencegah inflasi spiral global. (Yoga)


EKONOMI HIJAU, Kontribusi ke Lingkungan Masih Kurang

Yoga 26 Aug 2022 Kompas

Penerapan ekonomi hijau dinilai berkontribusi dalam memperbaiki pilar ekonomi dan sosial, tetapi masih kurang pada sisi lingkungan. Diperlukan dukungan kebijakan lingkungan yang lebih ambisius untuk mengoptimalkan manfaatnya. Direktur Lingkungan Hidup Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional / Bappenas Medrilzam mengemukakan, performa ekonomi hijau Indonesia 2011-2020 telah direkam.

”Tren performa ekonomi hijau ini membaik tetapi hanya untuk indeks komposit ekonomi dan sosial. Sementara pilar lingkungan memiliki indeks komposit terendah,” ujar Medrilzam dalam diskusi Think Climate Indonesia (TCI) Forum di Jakarta, Kamis (25/8). Rendahnya indeks komposit dari pilar lingkungan mayoritas karena porsi energi baru terbarukan (EBT) minim dan persentase lahan gambut terdegradasi tinggi. Berdasarkan data Kementerian ESDMl, bauran EBT pada 2021 baru mencapai 11,5 %. (Yoga)


KENDARAAN LISTRIK Komponen Lokal Menjadi Tantangan Pengembangan

Yoga 26 Aug 2022 Kompas

Percepatan pemakaian kendaraan listrik di Indonesia merupakan sebuah keniscayaan di tengah kebutuhan bahan bakar minyak yang semakin tinggi dan mahal. Oleh karena itu, konversi kendaraan berbahan bakar minyak ke tenaga listrik harus terus didorong. Tantangannya terletak pada pemenuhan tingkat kandungan dalam negeri. Sekjen Dewan Energi Nasional (DEN) Djoko Siswanto mengatakan, dalam upaya mengurangi emisi, pemerintah menargetkan pengadaan sepeda motor listrik sebesar 2,1 juta unit pada tahun 2025. DEN sebetulnya telah mengirimkan surat kepada Presiden Jokowi agar produsen sepeda motor berbasis BBM saat ini membuat peta jalan.

”Mereka seharusnya sudah mulai memproduksi motor listrik. Target kita tahun ini 100.000 unit, tetapi sekarang baru mencapai 20.000 unit. Kita harus mempercepat ini dan (seharusnya) sudah mulai menghentikan produksi motor yang menggunakan BBM,” kata Djoko dalam acara ”Pemanfaatan Motor Listrik dan Peningkatan Kemampuan Produksi Motor Listrik Nasional” di Kawasan Industri Branta Mulia, Desa Tarikolot, Citeureup, Bogor, Jabar, Kamis (25/8). Kepala Pusat Riset Konversi dan Konservasi Energi BRIN Cuk Supriyadi mengaku optimistis dengan keberhasilan sosialisasi, terutama keunggulan kendaraan listrik, target 100.000 unit akan tercapai. BRIN lebih menekankan tingkat kandungan dalam negeri(TKDN) kendaraan listrik. Tahun 2019-2023, syarat minimal TKDN kendaraan roda 2 mencapai 40 %. (Yoga)


E-DAGANG, Lokapasar Perlu Ambil Bagian Pelatihan Talenta

Yoga 26 Aug 2022 Kompas

Perdagangan secara elektronik atau e-dagang telah menjadi subsektor ekonomi digital yang telah menjadi keseharian. Subsektor ini pun kian butuh tenaga kerja andal di semua rantai bisnisnya. Perusahaan penyedia platform lokapasar, seperti Lazada Indonesia, pun ikut mengupayakan program membantu peningkatan mutu tenaga kerja di e-dagang. Executive Director Lazada Indonesia Ferry Kusnowo, Kamis (25/8) di Jakarta, dalam rangka acara ”Kompas G20 Program Sapa Sosok Bersama Lazada”, menuturkan, selama pandemi, mobilitas sosial dibatasi karena pandemi Covid-19, belanja daring menjadi pilihan utama. Pedagang yang sebelum pandemi menggantungkan kanal luring, akhirnya memutuskan membuka penjualan daring. Di Lazada Indonesia, jumlah mitra penjual naik tiga kali lipat selama dua tahun pembatasan sosial pandemi Covid-19.

Lazada Indonesia membantu mendukung mitra penjual, terutama dari kalangan UMKM, naik kelas dengan adanya e-dagang. Dengan program utama bernama AKAR Digital Indonesia yang bekerja sama dengan pemerintah kota, kabupaten, dan provinsi. Lazada juga mempunyai Lazada University yang memberikan akses belajar jarak jauh bagi UMKM. Ditambah lagi, Lazada Club, komunitasnya para mitra penjual Lazada Indonesia di 30 kabupaten dan kota. Di Lazada Club, semua mitra penjual bisa saling belajar pemasaran digital. Dari sisi pendidikan, Lazada  telah ikut program Kampus Merdeka yang digagas Kemendikbudristek. Jadi, mahasiswa bisa ikut program magang di Lazada, sehingga setelah lulus, mereka siap menghadapi industri digital. Kurir pun diberi pelatihan agar pelayanan kepada konsumen lebih baik. (Yoga)


Anggaran Infrastruktur IKN Rp 5,1 Triliun

Yoga 26 Aug 2022 Kompas

Pemerintah mengalokasikan tambahan anggaran Rp 5,1 triliun untuk mendukung infrastruktur dasar pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. ”Pekerja konstruksi IKN kami tempatkan di tower-tower rusun yang kami bangun. Jadi, tidak lagi mendirikan rumah bedeng yang membuat kumuh,” kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam rapat kerja dengan Komisi V DPR, Kamis (25/8), di Jakarta. (Yoga)

Mengejar Nilai Tambah dengan Minyak Merah

Yoga 26 Aug 2022 Kompas

Permintaan Presiden Jokowi saat meninjau proses penelitian minyak makan merah di Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) di Medan, Sumut, Kamis (7/7), amat jelas. Presiden meminta secara khusus agar koperasi di sejumlah daerah membangun pabrik minyak makan merah. Selain sebagai alternative pencegahan tengkes dan gizi buruk, upaya hilirisasi itu diharapkan mendongkrak nilai tambah sekaligus kesejahteraan petani kelapa sawit. Minyak makan merah merupakan produk turunan kelapa sawit. Produk ini bisa dimanfaatkan untuk menggoreng layaknya minyak goreng atau dikonsumsi langsung sebagai minyak makan. Kandungan beta karoten, vitamin A, fitonutrien, dan asam lemaknya dinilai strategis mengatasi stunting. Selain itu, bisa dimanfaatkan sebagai bahan aktif kosmetik dan farmasi.

Pada perhelatan ”Indonesia Retail Summit 2022”, Senin (15/8) Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menyatakan, proses uji coba pengembangan minyak makan merah sedang berjalan dan ditargetkan rampung pada Januari 2023. Guna menyiapkan pasar minyak merah sekaligus meningkatkan kapasitas kelembagaan, memberikan pendampingan, dan konsultasi, sejumlah lembaga menjalin kerja sama. Kemitraan itu melibatkan PPKS, Dinas Koperasi dan UKM Sumut, Koperasi Produsen Sawit, serta Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia. (Yoga)


Kebijakan BBM Jangan Beratkan Pertamina

Yuniati Turjandini 26 Aug 2022 Investor Daily (H)

JAKARTA, ID – Kebijakan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jangan sampai memberatkan PT Pertamina (Persero) sebagai BUMN yang ditugasi pemerintah untuk menjalankan pelayanan publik (public service obligation/PSO). Jika keuangan Pertamina tergerus, produksi dan distribusi BBM akan terganggu, bahkan bisa terjadi kelangkaan BBM di seantero negeri. Jika itu terjadi, inflasi akan membubung tinggi yang berujung pada gejolak sosial dan instabilitas keamanan. Hal itu diungkapkan Ketua Komisi VII DPR Sugeng  Suparwoto dan anggota Dewan Energi Nasional (DEN) Eri Purnomohadi kepada Investor Daily secara terpisah di Jakarta, Kamis (25/8). “Bantuan sosialnya diminta untuk diperdalam, anggarannya dari mana, programnya seperti apa,” ujar Airlangga usai bertemu Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (25/8). “Kalau ada yang mengatakan jangan cabut subsidi, kami tidak mencabut subsidi, duitnya sudah Rp 502 triliun habis. Pertanyaannya ini mau nambah atau nggak. Kalau mau nambah dari mana?!” tandas Sri Mulyani Indrawati dalam Rapat Kerja dengan Komite IV DPD pada Kamis (25/8).

Kolaborasi BRI, Garuda, dan Lion, Tekan Harga Tiket Pesawat

Yuniati Turjandini 26 Aug 2022 Investor Daily (H)

Presiden Joko Widodo telah menekankan perlunya penyesuaian harga tiket penerbangan di tanah air dengan melakukan berbagai langkah proaktif sehingga lebih terjangkau oleh masyarakat pengguna moda transportasi udara. Demi memenuhi amanat Presiden tersebut, Garuda Indonesia, Lion Air Group, dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk berkolaborasi di bawah koordinasi Kementerian Perhubungan dan Kementerian BUMN RI. Kolaborasi ini diwujudkan melalui Program Terbang Hemat Bersama Kartu BNI 2022 yang diluncurkan di Jakarta, Kamis (25 Agustus 2022). Program ini membuka peluang bagi pengguna moda transportasi udara untuk mendapatkan tiket penerbangan yang lebih terjangkau. 

Peluncuran Program Terbang Hemat Bersama Kartu BNI 2022 disaksikan langsung oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Wakil Menteri II BUMN Kartika Wirjoatmodjo, Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra, Owner Lion Air Group Rusdi Kirana, Presiden Direktur Lion Group Capt. Daniel Putut Kuncoro Adi, Direktur Utama Lion Air Rudy Lumingkewas, dan Direktur Utama BNI Royke Tumilaar. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengapresiasi kolaborasi yang dilakukan oleh sejumlah maskapai dengan sektor perbankan. (Yetede)

Gapki Minta Kebijakan SE Sawit Gratis Berlaku Hingga Oktober

Yuniati Turjandini 26 Aug 2022 Investor Daily (H)

JAKARTA, ID – Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) meminta pemerintah memperpanjang masa pemberlakuan kebijakan penghapusan pungutan ekspor (PE) sawit, setidaknya hingga akhir Oktober 2022. Hal itu diperlukan untuk menormalisasi harga tandan buah segar (TBS) di seluruh sentra sawit menjadi di atas Rp 2.000 per kilogram (kg). Sesuai aturan, ketentuan PE sawit gratis itu akan berakhir pada 31 Agustus 2022. Sekjen Gapki Eddy Martono mengatakan, salah satu alasan Gapki meminta perpanjangan PE sawit gratis kepada pemerintah adalah agar harga TBS petani tidak anjlok lagi begitu PE kembali diberlakukan secara normal. Apalagi, saat ini, harga CPO di pasar internasional ju ga masih tinggi, yakni sekitar US$ 1.100 per ton. “Alasan kami (minta perpanjangan penghapusan PE sawit) adalah karena harga CPO di pasar internasional masih sekitar US$ 1.100 per ton. Di sisi lain, harga TBS petani saat ini sedang mulai naik di harga sekitar Rp 2.000-an per kg. Jangan sampai begitu diberlakukan PE, harga TBS petani turun lagi,” ungkap Eddy saat dikonfirmasi Investor Daily dari Jakarta, Kamis (25/8). (Yetede)

Sektor ILMATE Tumbuh 6,65% di Kuartal II-2022

Yuniati Turjandini 26 Aug 2022 Investor Daily (H)

JAKARTA – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mencatat, pertumbuhan sektor industri logam, mesin, alat transportasi, dan elektronika (ILMATE) pada kuartal II-2022 mencapai sebesar 6,65%. Kinerja ini melampaui pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai 5,44% pada periode yang sama. Sekretaris Direktorat Jenderal ILMATE Kemenperin M Arifin menerangkan, torehan gemilang tersebut sekaligus menunjukkan bahwa sektor ILMATE berperan penting pada pembentukan PDB nasional. “Dilihat dari kontribusinya, sektor ILMATE memegang peranan sebesar 3,87% terhadap perekonomian nasional, dan 24,17% terhadap industri pengolahan nonmigas,” kata Arifin di Jakarta, Kamis (25/8/2022). PDB sektor ILMATE merupakan gabungan dari sektor industri logam dasar (21,7%), industri barang dari logam, komputer, barang elektronik, optik, dan peralatan listrik (36,1%), industri mesin dan perlengkapan YTDL (7,1%), serta industri alat angkutan (35,1%). Sementara itu, subsektor ILMATE yang mengalami pertumbuhan PDB terbesar pada kuartal II-2022, yakni industri logam dasar dengan mencapai 15,79% (year on year/yoy. (Yetede)

Pilihan Editor