;

SIMPANAN NASABAH : BISNIS WEALTH PERBANKAN TUMBUH

Hairul Rizal 27 Aug 2022 Bisnis Indonesia

Bisnis pengelolaan keuangan di perbankan masih mencatatkan pertumbuhan di tengah tingkat suku bunga simpanan berjangka yang masih relatif rendah. Tren itu juga sejalan dengan makin berkembangnya kebutuhan nasabah terhadap pengembangan aset investasi. Jika mencermati pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) di perbankan hingga Juli 2022, masih mencatat pertumbuhan 8,4% year-on-year(YoY). Dari angka pertumbuhan itu, kelompok simpanan berjangka yakni deposito masih mengalami kontraksi 0,3%.Kendati besaran kontraksi menyusut dibandingkan dengan posisi Juni 2022 sebesar 1%, bank masih cenderung untuk ‘melepas’ dana-dana mahal. Dana itu bisa saja masuk ke sejumlah instrumen investasi seperti obligasi, surat berharga, reksa dana, properti, dan lain sebagainya. Salah satu bank yang mencetak pertumbuhan dana kelolaan untuk produk investasi yakni PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Menurut Direktur Bisnis Konsumer BRI Handayani, perseroan senantiasa memperkuat strategi dan mengedukasi terkait pentingnya pengelolaan keuangan kepada seluruh lapisan masyarakat.

Kenaikan Harga Telur Imbas Harga Tinggi Jagung Internasional

Yuniati Turjandini 27 Aug 2022 Investor Daily (H)

JAKARTA, ID – Kenaikan harga telur yang terjadi selama hampir sepekan ini, salah satunya, disebabkan oleh tingginya harga jagung internasional. Pasalnya, jagung merupakan bahan utama pakan ternak. Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Azizah Fauzi menerangkan, kebutuhan jagung untuk pakan ternak masih membutuhkan  impor karena pasokan domestik belum mencukupi kebutuhan ini. Sayangnya impor jagung pakan ternak masih restriktif karena hanya terbuka untuk BUMN dengan API-U. Berdasarkan data Food Monitor yang dihimpun CIPS dari United States Department of Agriculture (USDA), rata-rata produksi jagung Indonesia 2015-2020 hanya mencapai 11,5 juta ton. Sementara tingkat konsumsi tahunannya diperkirakan melebihi 12 juta ton. Selisih antara produksi domestik dan kebutuhan ini dipenuhi dengan impor. “Ketersediaan dan harga sebuah komoditas tidak hanya bergantung pada kuantitas produksi. Beberapa faktor lain yang mempengaruhi ketersediaan dan harga jagung antara lain produksi jagung yang tidak stabil sepanjang tahun,” ucap dia dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Jumat (26/8). (Yetede)

Krisis Biaya Hidup di Inggris Semakin Parah

Yuniati Turjandini 27 Aug 2022 Investor Daily (H)

LONDON, ID – Golongan rumah tangga di Inggris saat ini dihadapkan pada kenaikan tagihan listrik dan gas sebanyak 80% pada Jumat (26/8). Krisis biaya hidup ini semakin buruk pada saat Inggris tak lama lagi memasuki musim dingin. Regulator Kantor Pasar Gas dan Listrik The Office of Gas and Electricity Markets (Ofgem) mengatakan, batas atas harga energinya – untuk menetapkan harga konsumen tanpa kesepakatan tetap dengan pemasok – akan naik mulai 1 Oktober, dari 1.971 poundsterling saat ini menjadi rerata 3.549 pounds (US$ 4.197) per tahun. Kondisi lebih parah diprediksi terjadi pada Januari tahun depan karena Ofgem melanjutkan pembaruan batasannya, dimana tagihan energi rata-rata diperkirakan mencapai 5.000 pounds atau lebih. Ofgem pun menuding penyebab kenaikan batas harganya dikarenakan lonjakan harga gas grosir global pasca pencabutan pembatasan terkait pandemi Covid-19 dan pembatasan pasokan dari Rusia. “Semua orang akan mendapat masalah,” tutur Diane Skidmore (72 tahun), yang tinggal di panti sosial di London selatan dan berpenghasilan 600 pounds sebulan.  (Yetede)

Pemerintah Tetapkan Distribusi BBM Bersubsidi Harus Sesuai Qouta

Yuniati Turjandini 27 Aug 2022 Investor Daily (H)

JAKARTA, ID – Pemerintah menetapkan bahwa penyaluran bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi hingga akhir tahun, sesuai kuota yang telah ditetapkan. Mengingat hingga saat ini realisasi penyalurannya telah capai 80%, pilihannya adalah penyesuaian harga atau kebijakan pembatasan distribusi. Tanpa ada upaya konkret maka kuota tidak akan cukup hingga akhir tahun,” kata Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif di Jakarta, Jumat (26/8). Arifin mengatakan, kuota BBM yang terserap sudah mencapai 80 persen. Tercatat realisasi penyaluran Solar subsidi hingga akhir Juli mencapai 9,9 juta kilo liter (KL) dengan volume yang ditetapkan tahun ini sebanyak 14,9 juta KL. Sedangkan penyerapan Pertalite hingga akhir Juli mencapai 16,8 juta KL dengan kuota yang ditetapkan 23 juta KL. Arifin mengungkapkan pihaknya sudah mengusulkan penambahan kuota BBM sebesar 6 juta KL untuk Pertalite dan 2 juta KL untuk Solar. (Yetede)

Laba Bersih PTPN V Tembus 1,3 Triliun

Yuniati Turjandini 27 Aug 2022 Investor Daily

PEKANBARU, ID – PT Perkebunan Nusantara V (PTPN V) berhasil mencatatkan laba bersih Rp 1,3 triliun untuk tahun buku 2021. Capaian itu merupakan laba tertinggi sepanjang sejarah perusahaan milik negara tersebut berdiri. “Alhamdulillah, buah dari perbaikan yang digesa selama tiga tahun terakhir dapat membawa perusahaan membukukan laba bersih Rp 1,3 triliun. Tertinggi sepanjang sejarah perusahaan berdiri,” kata CEO PTPN V Jatmiko Santosa di Pekanbaru, Riau, kemarin. Dia menyebutkan, angka Rp 1,3 triliun tersebut menyumbang hampir sepertiga dari total laba setelah pajak induk usaha PTPN V yaitu Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) atau PTPN Group pada 2021 sebesar Rp 4,6 triliun, atau melonjak 312,81% dari laba PTPN V tahun sebelumnya. Konsistensi tren positif tersebut tetap berlanjut tahun ini. Pada semester I-2022, PTPN V mencatatkan laba bersih sebesar Rp 781 miliar (unaudited). Angka tersebut meningkat 158% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2021. Jatmiko optimistis tahun ini kinerja perusahaan akan lebih baik meski korporasi mengalami pasang surut harga komoditas utamanya yaitu minyak sawit mentah (CPO). “Insya Allah 2022 lebih baik. Dengan dukungan penuh pemegang saham serta dengan sumber daya terbaik, ruang perbaikan serta selalu terbuka, tahun ini kita optimis melampaui capaian 2021," tutur dia. (Yetede)

Meroket Hingga Akhir Tahun

Yuniati Turjandini 27 Aug 2022 Tempo (H)

Tingkat inflasi pangan diproyeksikan terus meroket hingga akhir tahun. Kepala Ekonom PT Bank Permata Tbk Josua Pardede, mengungkapkan bahwa inflasi pangan pada penutup 2022 bisa menembus level 10-11% secara tahunan (yar on year) Proyeksi ini meningkat jauh di atas realisasi inflasi pangan  2021 yang hanya 3,2%. Adapun inflasi pangan per Juli 2022 sudah mencapai 11,5%. "Untuk komoditas pangan yang sudah masuk katagori barang bergejolak diperkirakan inflasi mulai melambat seiring dengan musim panen pada Agustus-September, tapi berpeluang meningkat kembali menjelang akhir tahun." ujar Josua kemarin. Josua mencontohkan, harga cabai akhir tahun berpotensi naik dipengaruhi oleh dampak musim hujan yang menyebabkan cabai mudah busuk dan mengganggu suplai secara umum. "Pemerintah perlu melakukan intervensi  dari segi distribusi untuk memastikan harga tetap stabil," ujarnya.  (Yetede)

Membendung Lonjakan Harga Pangan

Yuniati Turjandini 27 Aug 2022 Tempo (H)

Jakarta- Upaya pengendalian harga bahan pangan menjadi fokus pemerintah hingga akhir  tahun ini. Tren kenaikan sejumlah harga pangan diprediksi masih berlanjut. Beberapa komoditas yang perlu diwaspadai adalah telur ayam ras, cabai merah, dan bawang merah. Badan Pangan Nasional berusaha mengantisipasi  ancaman melambungnya harga komoditas pangan yang diakibatkan oleh faktor cuaca, yaitu ancaman La Nina, serta tren musiman peningkatan permintaan menjelang akhir tahun. Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 66 Tahun 2021 tentang Badan Pangan Nasional, harga acuan pangan pokok ke depan akan diregulasi  oleh Badan Pangan. Proses pengkajian harga pangan dilakukan bersama oleh Badan Pangan Nasional dan Kementerian Perdagangan, setalah meminta masukan peternak dan petani selaku produsen utama. "Langkah selanjutnya akan kami optimalkan adalah operasi pasar bekerja sama dengan Kementerian Perdagangan," kata Kepala Badan Pangan Nasional, Arief Prasetyo Adi. (Yetede)

Cuma Cukup Beli Bumbu

Yuniati Turjandini 27 Aug 2022 Tempo (H)

Jakarta- Kenaikan harga pangan yang simultan membuat dampak inflasi mulai terasa. Pengeluaran belanja harian dirasa terus meningkat, terutama oleh para ibu rumah tangga. Rosmaida Tampubolon, warga Jakarta, mengatakan perlu mengeluarkan uang lebih untuk kebutuhan dapurnya. "Beberapa bulan lalu, uang seratus ribu rupiah masih bisa membeli bahan bumbu, cabai, tomat, bawang, sekaligus daging, dan ikan," ujarnya kepada Tempo, kemarin. Dalam beberapa waktu terakhir, perempuan berusia 69 tahun ini melanjutkan, jumlah uang yang sama hanya bisa ia belikan bumbu. Per kemarin, berdasarkan situs web Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional, harga sejumlah komoditas bergerak naik. Diantaranya adalah minyak goreng bermerek yang naik Rp 500 menjadi Rp22.050 per kilogram dari hari sebelumnya. Gula pasir lokal juga naik tipis Rp50 menjadi Rp14.550 per kg. (Yetede)

Kayu Penopang dari Limbah Kayu dan Plastik

Yuniati Turjandini 27 Aug 2022 Tempo (H)

Sekilas pandang, instalasi kayu di dinding, lantai, dan perabotan di area presentasi Group Hyundai Motors Indonesia dalam pameran Gaikindo Indonesia Internasional Auto Show (GIIAS) 2022 tampak normal. Namun, siapa sangka, gerai seluas 45 meter persegi di Hall 1A Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City itu dipasangi matrial serupa kayu yang terbuat dari sekam padi dan sampah plastik. DInamai "Sustainability Area", konsep ramah lingkungan itu ditampilkan Hyundai bersama Plana- salah satu entitas pengusung ekonomi daur ulang. Co-founder Plana, Juan Apriliano Chandra, mengatakan ide produksi Plana Wood- nama material kreasi perusahaannya-sudah muncul sejak 2015. "Kami ingin sesuatu yang baru, karena plastik sebenarnya sangat eco-frendly. Lalu ayah dan paman saya mengembangkannya formula matrial Plana Wood," ujar Juan saat bertemu Tempo di pabrik Plana di kawasan Legok, Kabupaten Tangerang, kemarin. (Yetede)

Pebisnis Ancang-Ancang Menaikkan Harga Barang

Hairul Rizal 26 Aug 2022 Kontan (H)

Spekulasi atas kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) terus bergulir. Demi meredam gejolak di pasar, para pelaku usaha membutuhkan kepastian pemerintah ihwal kebijakan harga Pertalite dan Solar subsidi. Maklum, wacana kenaikan harga BBM yang terus bergulir tapi tak kunjung diputuskan pemerintah, berpotensi menyulut spekulasi untuk menaikkan harga barang. Ketidakpastian beleid BBM juga menyulitkan kalangan pengusaha untuk menyusun agenda bisnis mereka. Sejauh ini, sejumlah pelaku bisnis, mulai dari transportasi, distribusi, logistik, manufaktur hingga ritel, mengantisipasi kemungkinan kenaikan harga BBM. Sektor ritel, misalnya, sudah mulai terdampak rencana kenaikan harga BBM.

Pilihan Editor