;

Akuisisi Fiber Optik 6.012 km Mitratel Perkuat Ekosistem Tower

Yuniati Turjandini 23 Dec 2022 Investor Daily (H)

JAKARTA, ID – Emiten menara Grup Telkom, PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) baru saja menuntaskan transaksi akta jual beli (AJB) fiber optik sepanjang 6.012 km senilai Rp 603 miliar. Aksi borong aset ini akan memperkuat ekosistem bisnis tower perseroan. Di tahun depan kontribusi revenue yang diperoleh dari fiber optik diprediksi mencapai hingga 10%. Direktur Investasi sekaligus Sekretaris Perusahaan Mitratel, Hendra Purnama, menyampaikan bahwa akuisisi fiber optik merupakan bagian dari rencana perseroan dalam mengembangkan ekosistem tower, agar perseroan tidak mengandalkan pendapatan dari bisnis tower semata. “Kita mulai masuk agresif industri fiber optik di kuartal I-2022. Kita targetkan di tahun ini bisa mengoperasikan sekitar 15.000 km yang terdiri atas 9.000 km hasil membangun dan 6.000 km dari akuisisi ini. Kita melihat kesempatan dan kebetulan kita mendapatkan penawaran yang baik sehingga kita melakukan akuisisi,” ucap Hendra dalam mini conference, Kamis (22/12/2022). (Yetede)

Melesat 162%, Transaksi TEI Capai Rp 248 Triliun

Yuniati Turjandini 23 Dec 2022 Investor Daily (H)

JAKARTA, ID – Nilai transaksi pameran dagang terbesar di Indonesia, Trade Expo Indonesia (TEI) ke 37 mencapai US$ 15,83 miliar atau setara Rp 246,64 triliun, melonjak 162% dibanding event serupa tahun lalu US$ 6,06 miliar. Capaian tersebut berasal dari transaksi produk sebesar US$ 15,28 miliar, investasi US$ 551,50 juta, dan remitansi jasa US$ 843,20 ribu. Penyelenggaraan TEI ke 37 digelar secara hybrid, yaitu pameran offline pada 19-23 Oktober 2022 dan secara online dari 19 Oktober hingga 19 Desember 2022. “Ini kebahagiaan di tengah ekonomi dunia yang melambat, bahkan ada yang mengatakan resesi. Target transaksi US$ 10 miliar, ternyata tembus lebih dari US$ 15 miliar. Ini capaian luar biasa,” kata Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan (Zulhas) pada acara konferensi pers TEI 2022 di Jakarta, Kamis (22/12/2022). Berdasarkan besaran nilai transaksi produk, terdapat lima negara dengan jumlah transaksi tertinggi. Negara tersebut yakni Tiongkok dengan nilai transaksi sebesar US$ 10,78 miliar, India US$ 1,5 miliar, Jepang US$ 843,96 juta, Mesir US$ 492,04 juta, dan Filipina US$ 343,22 juta. (Yetede)

PTBA Kembangkan Biomassa Untuk Cofiring PLTU di Sumsel

Yuniati Turjandini 23 Dec 2022 Investor Daily (H)

JAKARTA, ID – PT Bukit Asam Tbk (PTBA) meluncurkan pilot project Kemitraan Pengusahaan Biomassa pada program cofiring PLTU Mulut Tambang di Sumatera Selatan. Pilot project ini merupakan kerja bersama pemerintah, BUMN, swasta, akademisi, dan asosiasi dalam menyusun suatu model kebijakan yang memungkinkan kolaborasi sektor pertambangan dan kehutanan. Proyek ini melibatkan Kementerian Koordinator Bidang Ke maritiman dan Investasi (Kemenko Marves), Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI), serta Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI). Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan Lingkungan dan Kehutanan Kemenko Marves, Nani Hendiarti, mengatakan bahwa cofiring PLTU merupakan aksi nyata untuk menekan emisi.“Cofiring menjadi hal yang sangat penting. Pekerjaan rumah berikutnya adalah bagaimana program ini bisa berkelanjutan, maka harus melibatkan masyarakat. Ini sangat bagus untuk kita dorong agar bisa dilakukan di sektor pertambangan,” tegasnya.   (Yetede)

Sambut Nataru BI Siapkan Uang Tunai Rp 117,7 Triliun

Yuniati Turjandini 23 Dec 2022 Investor Daily (H)

JAKARTA, ID – Bank Indonesia (BI) telah menyiapkan kebutuhan uang tunai menjelang perayaan Hari Natal dan Tahun Baru 2023 (Nataru) sebesar Rp 117,7 triliun. Uang kas yang disiapkan tersebut meningkat 5,8% dibandingkan dengan realisasi tahun lalu. "Jumlah tersebut telah mempertimbangkan perkiraan mobilitas masyarakat yang semakin meningkat, belanja pemerintah dan bantuan sosial tunai, Juga rata-rata kenaikan outflow beberapa tahun terakhir yang mencapai 4,8%,” kata Deputi Gubernur BI Aida S. Budiman dalam konferensi pers secara virtual, Kamis (22/12/2022). BI memastikan kelancaran sistem pembayaran, tercermin dari minggu kedua Desember ini, perbankan sudah menarik Rp 54,77 triliun, atau 47% dari uang yang disediakan BI. Selain itu, BI juga menyediakan akses uang tersebut kepada masyarakat, dengan memberikan layanan kas di seluruh kantor perwakilan BI. Lalu ada juga kas keliling ritel 55 kali di 47 titik layanan. BI melakukan monitoring pelayanan di wilayah yang merayakan natal dan tahun baru termasuk daerah wisata. (Yetede)

BI Ekonomi Tahun Depan Melambat

Yuniati Turjandini 23 Dec 2022 Investor Daily (H)

JAKARTA, ID – Bank Indonesia (BI) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi global tahun ini tembus 3% secara year on year (yoy), namun akan menurun pada tahun depan di level 2,6%. Perlambatan pertumbuhan ekonomi global tidak lepas dari masih  meningkatnya ketidakpastian global dan adanya potensi resesi di sejumlah negara. Perlambatan ekonomi global dipengaruhi oleh fragmentasi ekonomi, perdagangan hingga investasi akibat ketegangan geopolitik yang berlanjut dan pengetatan kebijakan moneter yang agresif di negara maju,” kata Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo dalam jumpa pers hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI, Kamis (22/12/2022). Ia mengatakan hingga Desember, hasil asesmen BI menunjukkan kondisi ekonomi global masih akan diliputi meningkatnya ketidakpastian. Alhasil hal itu akan berdampak pada sisi perlambatan ekonomi tahun 2023. “Ekonomi global 2023 melambat, sebagaimana perkiraan risiko resesi global di beberapa negara AS dan Eropa sehingga ekonomi global turun menjadi
2,6% di tahun 2023,” tegas dia.

Emiten Batu Bara Tebar Dividen Interim Rp 25 Triliun

Yuniati Turjandini 23 Dec 2022 Investor Daily (H)

JAKARTA, ID – Sebanyak empat emiten batu bara membagikan dividen interim tahun buku 2022 sebesar Rp 25,7 triliun, seiring berkibarnya kinerja keuangan. Mereka adalah PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO), PT Bayan Resources Tbk (BYAN), PT Baramulti Suksessarana Tbk (BSSR), dan PT Harum Energy Tbk (HRUM). Kamis (22/12/2022), Adaro Energy mengumumkan pembayaran dividen interim sebesar US$ 500 juta atau sekitar Rp 7,7 triliun dengan kurs rupiah Rp 15.500 per dolar AS. Dengan patokan kurs sama, dividen interim per saham Adaro mencapai Rp 248. Perseroan akan menggunakan kurs tengah rupiah Bank Indonesia (BI) pada 3 Januari 2023 sebagai patokan konversi pembagian dividen interim. Sebelumnya, Bayan membagikan dividen interim tahun buku 2022 sebesar US$ 1 miliar atau sekitar Rp 15,5 triliun, setara US$ 0,03 per saham, Harum Energy Rp 1 triliun, dan Baramulti US$ 97 juta atau sekitar Rp 1,5 triliun. (Yetede)

Insentif, Bukan Subsidi Kendaraan, Listrik

Yuniati Turjandini 23 Dec 2022 Tempo

PEMERINTAH sebaiknya mengkaji kembali rencana memberikan subsidi langsung pembelian kendaraan listrik yang kabarnya akan dimulai pada 2023. Tanpa skema yang jelas dan pengawasan yang ketat, pemberian subsidi hanya akan menjadi jalan pintas yang rawan penyelewengan atau salah sasaran. Meski belum resmi menjadi kebijakan, rencana pengucuran subsidi pembelian kendaraan listrik telah diumbar pemerintah. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasamita, disela kunjungannya ke Brussel, Belgia, dua pekan lalu, menyampaikan bahwa subsidi akan diberikan kepada pembelian mobil listrik sebesar Rp 80 juta. Adapun pembeli sepeda motor listrik akan menerima subsidi Rp 8 juta. Ketimbang memberikan subsidi langsung, pemerintah sebaiknya memperbanyak insentif untuk pengembangan ekosistem kendaraan listrik, demi mempercepat transformasi ke pengguna energi ramah lingkungan. Indonesia tidak perlu ragu mencontoh sejumlah negara yang telah mengeluarkan pelbagai insentif untuk mendorong percepatan pertumbuhan ekosistem kendaraan listrik sejak beberapa tahun lalu. (Yetede)

Tak Gentar Melarang Ekspor Mineral Mentah

Yuniati Turjandini 23 Dec 2022 Tempo

Presiden Joko Widodo mengumumkan lanjutan larangan ekspor mineral mentah dari dalam negeri. Setelah melarang ekspor nikel sejak 1 Januari 2020, yang kemudian menuai gugatan di Organisasi Pedagang Dunia (WTO), Indonesia bersiap menerapkan larangan ekspor bauksit mentah, termasuk yang sudah dicuci, atau bauksit bersih, mulai Juni 2023. Larangan ekspor tersebut akan diikuti dengan penghiliran bauksit ke produk olahan dengan nilai yang lebih mahal, dengan harapan ada pembukaan lapangan kerja dan peningkatan penerimaan devisa. "Dari industrialisasi bauksit didalam negeri ini, kami perkirakan pendapatan negara meningkat dari Rp 21 triliun menjadi kurang lebih Rp 62 triliun," kata Jokowi, Rabu lalu. Bahkan Jokowi mengaku siap menghadapi gugatan berbagai negara atas larangan ekspor tersebut. (Yetede)

Antara Pengendalian Pasokan dan Isu Resesi Global

Hairul Rizal 23 Dec 2022 Kontan (H)

Harga komoditas logam industri akan kian terpuruk di tahun depan. Pasalnya, potensi resesi Amerika Serikat (AS) terbuka lebar. Sejatinya pelemahan harga di komoditas logam industri sudah terjadi di sepanjang tahun ini. Cuma nikel yang tren harganya relatif kuat. Sejatinya faktor utama pelemahan harga komoditas logam industri adalah faktor eksternal. Tapi Indonesia, sebagai salah satu produsen komoditas logam industri, melakukan beberapa upaya untuk mengendalikan pasokan. Efeknya memang bisa membantu harga komoditas logam industri bergerak naik. Tapi sulit memastikan kebijakan larangan ekspor kali ini akan menaikkan harga komoditas. Masalah utama saat ini adalah potensi resesi global di tahun depan. Jika benar terjadi, bullish harga komoditas bakal sulit berlanjut. Saat ini, sumber dari kecemasan pasar adalah kondisi ekonomi global, terutama AS. Ada pergeseran kecemasan dari inflasi menjadi resesi, juga dari masalah gangguan supply chain menjadi isu over supply. Kondisi ini juga dimaknai dengan lesunya permintaan.

Nilai Aset Saham Kresna Life Tak Bisa Menutupi Kewajiban ke Nasabah

Hairul Rizal 23 Dec 2022 Kontan (H)

Nasib PT Asuransi Jiwa Kresna (Kresna Life) di ujung tubir. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan menentukan nasib Kresna Life pasca perusahaan menyerahkan Rencana Penyehatan Keuangan (RPK)  akhir bulan ini. Dari RPK ini,  OJK akan melihat rencana Kresna Life menyelamatkan perusahaan. Beberapa poin dalam RPK diungkapkan kuasa hukum nasabah Kresna Life Benny Wulur yang ikut dalam diskusi bersama manajemen Kresna Life dan OJK. "Intinya, Kresna Life bertekad menyelesaikan permasalahan dengan pemegang polis, baik dengan  swap saham maupun dengan aset," ujar Benny kepada KONTAN, Kamis (22/12). Sumber KONTAN menyebut, pemegang saham pengendali Kresna Life ingin menjual saham-saham itu di harga terbaik agar bisa menyelesaikan masalah. Mengacu kepemilikan dan harga saham kemarin, dana yang bisa didapat Kresna Life dari menjual saham sekitar Rp 1,2 triliun, jauh dari kewajiban Kresna Life yang sekitar Rp 5 triliun.

Pilihan Editor