Menggaet Investasi Minerba
Angin optimisme terhadap investasi di subsektor mineral dan batu bara atau minerba terus berembus di tengah penguatan harga komoditas energi ini. Tren positif tersebut didukung oleh pencapaian target investasi pada 2022 sebesar US$5,69 miliar atau melampaui target senilai US$5,01 miliar dan US$4,3 miliar pada 2021. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat realisasi penerimaan negara bukan pajak (PNBP) mencapai Rp183,35 triliun atau melampaui target sebesar Rp101,84 triliun. Komoditas batu bara ini menyumbang 80% dari nilai royalti PNBP. Capaian investasi yang melebihi target tersebut tidak dapat dilepaskan dari iklim investasi yang kian kondusif. Selain itu, para pemangku kepentingan sangat gencar melakukan promosi sejumlah proyek potensial secara virtual kepada investor asing. Beberapa negara yang menjadi tujuan promosi a.l. Amerika Serikat, Kanada, dan Australia. Tren positif ini membuat pemerintah turut mengawal kebutuhan batu bara untuk pemenuhan kepentingan dalam negeri. Sementara itu, langkah untuk mempertahankan dan meningkatkan investasi khususnya di komoditas mineral dan batu bara pada tahun ini ditopang dengan rencana produksi dan pemanfaatan, termasuk rencana pembangunan smelter yang diharapkan dapat kembali berjalan normal pascapandemi Covid-19. Upaya menggiring investasi yang lebih besar di sektor energi dibarengi pemerintah dengan menjaga tata kelola di sektor minerba. Adapun dari sisi efisiensi dan harga, batu bara masih menjadi sumber energi yang murah dibandingkan dengan energi lainnya seperti sektor minyak dan gas maupun energi baru terbarukan. Bahkan sekitar 41% dari total bahan bakar energi masih didominasi oleh batu bara. Dari sektor hulu minyak dan gas, misalnya, negeri ini memiliki 128 cekungan, di mana sebanyak 74 belum tersentuh kegiatan eksplorasi.
PEMANGKASAN JUMLAH BANDARA INTERNASIONAL : MOMENTUM PENATAAN LAYANAN
Pemerintah berencana memangkas jumlah bandara internasional dari 32 unit menjadi 15 unit bandara. Banyaknya rute luar negeri dan kedatangan warga negara asing, perlu menjadi pertimbangan dalam kerangka kerja pemangkasan jumlah bandara tersebut. Sekretaris Jenderal Indonesia National Air Carriers Association (INACA) Bayu Sutanto mengatakan bahwa kedua syarat itu perlu dipenuhi sebelum pemerintah menetapkan ulang jumlah bandara internasional. Saat ini, menurutnya, menjadi momentum tepat guna mengkaji ulang jumlah bandara internasional di Indonesia. Dia menjelaskan bandara internasional didefinisikan sebagai bandara yang mempunyai fasilitas CIQ (Custom, Immigration, Quarantine), terminal internasional dan rute internasional. Saat ini, Indonesia memiliki sebanyak 32 bandara internasional kendati tidak semua bandara itu memiliki rute internasional baik untuk penerbangan reguler maupun sewa. Berkaca dari Surat Edaran No. 22/2022 tentang Protokol Kesehatan Perjalanan Luar Negeri pada Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) terdapat 16 bandara internasional yang dijadikan pintu masuk penumpang internasional ke Indonesia. Menurut Bayu, peraturan tersebut tentunya sudah sesuai dengan statistik kedatangan dan keberangkatan pada masing-masing bandara tersebut. Sementara itu, juru bicara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Adita Irawati menyatakan regulator masih membahas rencana pengurangan jumlah bandara internasional. Menurutnya, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara tengah melakukan kajian lebih dalam untuk penataan bandara internasional di Indonesia.
Sebaliknya, pemerhati penerbangan dari Jaringan Penerbangan Indonesia (Japri) Gerry Soejatman menuturkan pengurangan bandara internasional menjadi 15 unit mencukupi dalam jangka pendek. Namun, dia menilai 15 bandara internasional akan kurang dari kebutuhan dalam jangka panjang. “Rencana 15 bandara internasional ini cukup balance dan angka yang masih masuk akal untuk sekarang,” katanya, Senin (6/2). Sebelumnya, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan rencana pengurangan jumlah bandara internasional dikemukakan dalam sebuah rapat yang membahas industri pariwisata bersama dengan Presiden Joko Widodo. Dalam rapat tersebut, pemerintah telah sepakat untuk mengurangi jumlah bandara internasional menjadi sekitar 14 hingga 15 bandar udara sebagai pintu masuk penerbangan internasional. "Kemarin kita rapat mengenai industri pariwisata dan bagaimana implikasi dengan pertumbuhan ekonomi. Di situ Pak Menhub (Budi Karya Sumadi) ada kesepakatan kita akan membuka untuk bandara internasional itu 14-15 saja," kata Erick pekan lalu.
BATERAI KENDARAAN LISTRIK : LG Energy Solution Undur Diri
Mimpi Indonesia untuk menjadi salah satu pemain utama baterai kendaraan listrik terancam buyar setelah LG Energy Solution diketahui menarik minatnya untuk berinvestasi pada penghiliran bijih nikel hingga pabrikan baterai listrik bersama Indonesia Battery Corporation.LG Energy Solution disebutkan tidak tertarik untuk berinvestasi hingga tingkat pabrikan baterai listrik seperti yang ditawarkan dalam perjanjian usaha patungan tersebut. Perusahaan asal Korea Selatan itu disebut-sebut membatasi investasinya pada tahap pembangunan smelter bijih nikel lewat rekanan konsorsium mereka Huayou Holding.“Kami dapat informasi dari PT Aneka Tambang Tbk. [Antam] bahwa LG itu masih belum jelas statusnya, tapi LG mendorong anggota konsorsiumnya Huayou untuk melanjutkan diskusi dan negosiasi,” kata Direktur Utama MIND ID Hendi Prio Santoso saat rapat dengar pendapat dengan Komisi VII DPR, Senin (6/2).
Katanya, rekanan konsorsium LG itu tidak memiliki keahlian, serta pengalaman untuk pabrikan baterai kendaraan listrik. Portofolio Huayou lebih banyak pada pengembangan smelter.
PEMULIHAN PARIWISATA : Antisipasi PHRI Hadapi Ancaman Resesi
Pelaku usaha yang tergabung dalam Perhimpunan Hotel Restoran Indonesia (PHRI) optimistis pemulihan ekonomi di sektor pariwisata akan terus membaik. Kendati, mereka mewaspadai ancaman resesi di negara maju. Hal tersebut terungkap dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) PHRI di Hotel Novotel Pekanbaru, Senin (6/2). Ketua Umum PHRI Hariyadi B. Sukamdani mengungkapkan bahwa potensi pertumbuhan sektor pariwisata makin membaik.
Namun demikian, imbuhnya, pelaku usaha juga diimbau untuk mewaspadai adanya resesi di negara maju yang harapannya tidak berdampak besar pada Indonesia. Senada, Ketua PHRI Riau Nofrizal mengungkapkan, geliat sektor pariwisata, khususnya perhotelan di Riau kian meningkat, termasuk berjamurnya homestay di Pekanbaru.
Dia berharap Pemerintah Riau dapat mempermudah proses investasi di bidang pariwisata, khususnya dalam hal perizininan pembangunan usaha di sektor tersebut.
Sementara itu, Kepala Bidang Pemberdayaan Pariwisata Dinas Pariwisata Provinsi Riau Safitri Handayani berharap pelaku-pelaku usaha pariwisata dapat meningkatkan profesionalitas dan kompetensi untuk mendukung pemulihan ekonomi di sektor ini.
Presiden Minta Bank Membiayai Hilirisasi
JAKARTA, ID — Presiden Joko Widodo meminta perbankan mempermudah pengucuran kredit bagi industri yang mengolah berbagai komoditas mineral, migas, perkebunan, hingga perikanan. Hilirisasi dan industrialisasi merupakan rute yang harus dilewati Indonesia agar bisa menjadi negara maju. Dengan mengubah produk primer menjadi barang setengah jadi dan barang jadi, nilai tambah hingga US$ 715 miliar, setara Rp 10.754 triliun dan lapangan kerja bagi 9,6 juta orang dapat digapai dalam waktu dekat. Hilirisasi solusi penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi agar Indonesia melompat menjadi negara maju. “Saya minta agar hilirisasi diberikan dukungan, betul-betul konkret, karena masih saya dengar yang mau bikin smelter saja kesulitan mencari pendanaan. Dukungan itu betul-betul harus diberikan, tetapi juga dengan kalkulasi dan kehati-hatian yang tinggi,” kata Kepala Negara pada Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan 2023, di Jakarta, Senin (06/02/2023). Saat ini, hilirisasi nikel sudah memberikan hasil konkret. Nilai tambah hilirisasi nikel melompat menjadi US$ 30 miliar dari sebelumnya hanya US$ 1,1 miliar. (Yetede)
RI Masuk Upper Middle Income
JAKARTA, ID — Indonesia kembali masuk upper middle income country setelah Badan Pusat Statistik (BPS), Senin (06/02/2023), mengumumkan produk domestik bruto (PDB) per kapita Indonesia pada akhir 2022 sebesar US$ 4.783,9 atau Rp 71 juta, naik sekitar 10% dari tahun sebelumnya. Sedang PDB atas dasar harga berlaku mencapai Rp 19.588,4 triliun atau US$ 1,3 triliun. Seperti diungkapkan sejumlah pejabat pemerintah beberapa pekan terakhir, ekonomi Indonesia tahun 2022 tumbuh 5,31%, jauh di atas per tumbuhan ekonomi 2021 yang sebesar 3,70%. Namun, pada akhir tahun lalu, sejumlah lembaga keuangan internasional memperkirakan laju pertumbuhan Indonesia di bawah 5%. Dengan laju pertumbuhan 5,31%, Pulau Jawa memberikan kontriubusi 56,48% terhadap PDB Indonesia. Laju pertumbuhan ekonomi Sumatra 4,69% dan pangsa terhadap PDB nasional 22,04%. PDB Jawa dan Sumatera 78,52% terhadap PDB nasional. (Yetede)
Saham Pelat Merah Tidak Selalu Rapornya Merah
Daftar emiten BUMN di bursa saham bakal bertambah. Bila tak ada aral melintang, Pertamina Geothermal Energy (PGE) mengincar bisa mencatatkan saham di bursa 24 Februari nanti.
Analis Pilarmas Investindo Sekuritas Desy Israhyanti menilai saham PGE cukup menarik. Selain kinerja keuangannya tumbuh, "Kami melihat prospek bisnisnya juga menarik dalam jangka menengah dan panjang," kata dia, kemarin.
Namun santer terdengar pelaku pasar meragukan prospek saham pelat merah ini. Apalagi, perusahaan pelat merah yang IPO dua tahun terakhir harganya kini jatuh ke bawah harga IPO.
Di antara emiten BUMN, BBRI mencetak imbal hasil tertinggi, 5.328,57% setelah IPO. Selain BBRI, BMRI, PTBA dan TLKM juga memberi
return
ribuan persen.
Research Analyst
Infovesta Kapital Advisori, Arjun Ajwani mengatakan, mayoritas emiten BUMN masih punya daya tarik. Persepsi investor masih cenderung menilai kinerja emiten BUMN bisa stabil dengan potensi
return
positif untuk jangka panjang. "Ekspektasinya tingkat
return
lebih konsisten dan terjamin dibandingkan swasta," ujar Arjun, Minggu (5/2).
Beban Utang Bengkak Pasca Burden Sharing
Ketidakpastian global tak hanya mempengaruhi laju ekonomi Indonesia, tapi juga Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Terutama, dari sisi beban bunga utang.
Beban bunga utang berisiko membengkak sejalan dengan peningkatan suku bunga global. Sementara pemerintah tak lagi punya bantalan, lantaran pembelian surat berharga negara (SBN) di pasar perdana oleh Bank Indonesia (BI) melalui mekanisme berbagi beban alias burden sharing berakhir tahun lalu.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati pada Selasa (31/1) pekan lalu menyebut, estimasi penghematan bunga utang dari burden sharing selama tiga tahun sejak 2020 hingga 2022, sekitar Rp 29 triliun hingga Rp 30 triliun. Adapun selama periode tersebut, pembelian SBN di pasar perdana oleh BI mencapai kisaran Rp 1.104,85 triliun.
Sepanjang tahun 2022, realisasi pembayaran bunga utang pemerintah mencapai Rp 386,34 triliun. Pembayaran bunga utang itu memang tak terealisasi sepenuhnya, melainkan 95,19% dari pagu. Sementara dalam APBN 2023, pemerintah mengalokasikan pembayaran bunga utang sebesar Rp 441,4 triliun. Jumlah itu naik 14,25% dibanding realisasi tahun 2022.
Ekonom Center of Reform on Economics (Core) Indonesia Yusuf Rendy mengatakan, bunga utang ke depan akan ditentukan oleh kebutuhan pembiayaan tahun-tahun mendatang setelah burden sharing selesai. Namun, berbagai faktor juga turut menentukan, terutama kondisi ekonomi global.
Inflasi Melandai, Sektor Teknologi Melaju
Sejak awal tahun ini, saham sektor teknologi cenderung bergerak menguat. Beberapa saham sektor teknologi juga menjadi saham pendorong Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sejak awal tahun 2023.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), indeks sektor teknologi mencetak pertumbuhan 12,92% sejak awal tahun atau
year to date
(ytd). Kinerja ini mengungguli
return
IHSG yang hanya naik 0,89% ytd. Analis Reliance Sekuritas Lukman Hakim mengatakan, prospek saham teknologi terdorong oleh tingkat inflasi global yang melandai dan sehingga, kenaikan suku bunga kemungkinan tidak akan seagresif tahun lalu.
Associate Director of Research and Investment
Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus menilai, prospek sektor teknologi tahun ini akan lebih baik jika dibandingkan dengan tahun 2022 lalu. Hitungan Nico, jarak atau spread inflasi dengan tingkat suku bunga The Fed berpotensi di bawah 1%-1,5% pada bulan Juli-Agustus 2023 mendatang.
Aliran Modal Asing Masuk RI Rp 44,47 Triliun
Pasar keuangan dalam negeri kembali menerima aliran modal asing pada pekan pertama bulan Februari tahun ini. Bank Indonesia (BI) mencatat: nonresiden di pasar keuangan domestik melakukan beli neto (
net buy
) Rp 4,96 triliun periode 30 Januari hingga 2 Februari 2023. Masuknya arus modal asing itu terutama terjadi di pasar surat berharga negara (SBN). Sementara di pasar saham, masih tercatat arus modal keluar. "Beli neto Rp 5,42 triliun di pasar surat berharga negara (SBN) dan jual neto Rp 0,46 triliun di pasar saham," terang Direktur Eksekutif, Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono, Jumat (3/2).
Seiring masuknya modal asing ke pasar keuangan domestik, risiko investasi di Indonesia terpantau menurun. Hal itu terlihat dari premi
credit default swap
(CDS) lima tahun yang turun ke 75,81 basis poin (bps) per 2 Februari 2023 dari sebelumnya 80,90 bps per 27 Januari 2023 lalu.
Dengan demikian, selama tahun 2023, yakni sejak awal tahun hingga 2 Februari lalu, BI mencatat nonresiden beli neto sebesar Rp 44,47 triliun.









