Posisi Unrealized Loss Perbankan AS Sekitar US$ 620 Miliar
Runtuhnya Silicon Valley Bank (SVB) menimbulkan kewaspadaan industri perbankan nasional untuk menjaga kepercayaan para investor dan nasabahnya. Federal Deposit Insurance Corporation (FDIC) menyebutkan bahwa bank-bank di AS mengalami kerugian yang belum direalisasi (unrealized loss) sebesar US$ 620 miliar atau aset yang harganya turun tetapi belum dijual pada akhir 2022. Dirut PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) Royke Tumilaar mengatakan, dinamika pasar keuangan ekstrim telah terjadi sejak 2008 yakni subprime mortgage dan terus berlanjut krisis pada 2011, 2013, 2015, 2018, 2020, dan saat ini di mana suku bunga naik secara agresif. Hal itu disebabkan negara-negara mengalami inflasi cukup tinggi, sehingga bank sentral menaikkan suku bunganya.
Seperti The Fed yang menaikkan bunga 475 basis poin (bps) ke level 5%. Hal tersebut untuk menekan inflasi yang pada Juni tahun lalu berada di level 9%. Langkah The Fed pun diikuti BI yang juga mengerek suku bunga acuan menjadi 5,75% saat ini. “Kenaikan bunga ini juga berdampak sangat negatif bagi para investor surat berharga jangka panjang. Berdasarkan data FDIC, saat ini unrealized loss perbankan di AS kurang lebih US$ 620 miliar. Sebagian besar perbankan menilai ini masih manageable karena punya modal kuat, namun bagi beberapa bank bisa menggerus modal, salah satunya SVB,” urai Royke secara virtual, Kamis (6/4). (Yetede)
Ekonomi Tumbuh 5,7% Pemerintah Butuh Investasi Rp 7,374,4 T
Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas menyatakan, pemerintah membutuhkan investasi Rp 7.138,7 triliun sampai Rp 7.374,4 triliun untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi di kisaran 5,3% sampai 5,7% pada 2024 “Untuk mencapai sasaran pertumbuhan ekonomi tahun 2024 dibutuhkan investasi Rp 7.138,7 triliun sampai Rp 7.374,4 triliun yang berasal dari investasi pemerintah, BUMN, dan swasta,” kata Menteri PPN/ Kepala Bappenas Suharso Monoarfa dalam Rakor Pembangunan Pusat 2023 pada Kamis (6/4).
Bila dirinci, kebutuhan investasi sebesar Rp 7.138,7 triliun sampai Rp 7.374,4 triliun terbagi dalam tiga kelompok. Pertama, investasi pemerintah di kisaran Rp 369,4 triliun sampai Rp 447,8 triliun (5,2% sampai 6,1%). Kedua, investasi BUMN dengan kisaran Rp 411,1 triliun sampai Rp 433,3 triliun (5,8% sampai 5,9%). Ketiga, investasi masyarakat/swasta dengan kisaran Rp 6.358,2 triliun sampai Rp 6.493,2 triliun (88,1% sampai 89,1%). (Yetede)
Laporan Tenaga Kerja AS Indikasi Tekanan Inflasi Mereda
Perusahaan-perusahaan swasta di AS menambah 236.000 lapangan kerja pada Maret 2023. Angka yang solid itu menunjukkan bahwa ekonomi AS juga tetap kuat meskipun The Federal Reserve (The Fed) telah menaikkan suku bunga acuan sembilan kali sejak Maret tahun lalu untuk menjinakkan laju inflasi. Laporan Depnaker AS pada Jumat (07/04) itu menunjukkan tingkat pengangguran turun menjadi 3,5% karena meningkatnya angka partisipasi kerja. Pada saat yang sama, beberapa rincian dari laporan itu meningkatkan peluang bahwa tekanan inflasi akan mereda. Dan The Fed dapat segera memutuskan untuk menghentikan siklus kenaikan suku bunga.
Upah rata-rata per jam naik 4,2% secara tahunan. Tapi turun tajam dari kenaikan tahunan 4,6% pada Februari 2023. Secara bulanan, upah naik 0,3% dari Februari hingga Maret, naik tipis dari kenaikan 0,2% dari Januari hingga Februari. Tetapi angka-angka itu menandai perlambatan kenaikan upah rata-rata pada bulan-bulan terakhir 2022. Indikasi lain yang mungkin meyakinkan perjuangan The Fed dalam melawan inflasi adalah 480.000 orang mulai mencari pekerjaan di sepanjang Maret 2023. (Yetede)
Kuartal IV, Jasa Marga Rampungkan Penawaran 35% Saham Transjawa
PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) menargetkan aksi penggalangan dana (equity fundraising) untuk anak usaha, PT Jasamarga Transjawa Tollroad (JTT), tuntas pada kuartal IV-2023. Saham JTT dieksekusi melalui penawaran umum terbatas (private placement) kepada mitra-mitra strategis. Dirut Jasa Marga Subakti Syukur menjelaskan bahwa saat ini prosesnya sedang dalam tahap non-deal roadshow kepada para investor. “Kita targetkan selesai di kuartal IV tahun ini,” jawab Subakti kepada media di Kementerian BUMN, Kamis (6/4).
Total saham yang akan dilepas dalam aksi penawaran ini sebanyak 35% yang terdiri dari 25% kepemilikan Jasa Marga di JTT dan 10% saham milik JTT. “Jadi Jasa Marga punya saham di JTT, kita akan lepas sebanyak 25% dan JTT lepas 10%,” imbuh dia. Dengan target penyelesaian pada kuartal IV, Subakti memastikan, prosesnya tidak akan terganggu meskipun berhadapan dengan pemilu. Sebab bagaimanapun, proyek tetap harus terus berlangsung. (Yetede)
Jokowi: Impor Beras untuk Hadapi El Nino
Presiden Jokowi menegaskan, alokasi impor 2 juta ton beras yang penugasannya diberikan kepada Perum Bulog untuk stok cadangan beras pemerintah (CBP), disiapkan untuk menghadapi musim kering panjang (El Nino) pada semester II-2023. Impor mulai dilakukan saat ini karena Indonesia tidak ingin terlambat mengambil keputusan yang berujung pada sulitnya mendapatkan pasokan dari negara produsen beras. Pemerintah tetap mengupayakan kedatangan beras impor tersebut dilakukan bertahap sesuai kebutuhan agar tidak sampai mengganggu harga gabah petani di dalam negeri.
“Itu (alokasi impor beras 2 juta ton) untuk cadangan Bulog. Karena kemungkinan akan ada El Nino, kering panjang, sehingga Bulog dan Badan Pangan mempersiapkan diri memperkuat cadangan berasnya,” ujar Jokowi. BMKG memprediksikan, El Nino dengan besaran 50-60% terjadi di Tanah Air pada semester II-2023. Demikian disampaikan Presiden Jokowi usai tanam padi bersama petani di Kawasan Daulat Pangan Serikat Petani Indonesia (SPI), Desa Senori, Kecamatan Merakurak, Tuban, Jatim, Kamis (06/04/), seperti dilansir dari kanal media sosial Sekretariat Kabinet, Jumat (07/04). (Yetede)
Bersiap Menghadapi Lonjakan Transaksi
Perbankan nasional memastikan kesiapan infrastruktur pembayaran digital agar prima selama masa libur Ramadan dan Idul Fitri tahun ini. Investasi khusus pun disisihkan untuk memperbarui sistem, meningkatkan kapasitas, serta melakukan perawatan mesin anjungan tunai mandiri (ATM) dan peranti transaksi EDC (electronic data capture) yang tersebar di mitra mereka. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, misalnya, menjadikan kanal pembayaran daring sebagai tumpuan pelayanan transaksi nasabah, termasuk melalui aplikasi mobile Livin’ by Mandiri. Sekretaris Perusahaan Bank Mandiri, Rudi As Aturridha, menuturkan bahwa antisipasi dilakukan karena transaksi pada periode Ramadan dan Idul Fitri kali ini diprediksi melonjak dibanding pada tahun lalu, seiring dengan keputusan pemerintah mencabut kebijakan pembatasan kegiatan sosial dan ekonomi.
“Kami telah melakukan perawatan preventif untuk sekitar 3.300 mesin ATM dan 37.200 alat EDC yang berlokasi di tempat istirahat jalan tol, bandara, stasiun, terminal, pelabuhan, pusat belanja, hotel, SPBU, dan tempat wisata,” ujarnya, kemarin. Berbagai layanan pendukung aktivitas nasabah, seperti pembayaran tagihan bulanan, pengisian dompet elektronik, tarik tunai tanpa kartu, serta pembayaran dengan kode quick response (QR), dipastikan dapat berfungsi dengan prima. Bank Mandiri juga menyiapkan stok Rp 49,6 triliun untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan uang tunai masyarakat, khususnya pada 29 Maret hingga 26 April 2023. Alokasi ini naik 7,9 persen dari periode yang sama tahun lalu, dan sebagian besar akan digunakan untuk kebutuhan pengisian mesin ATM yang diprediksi sekitar Rp 16,5 triliun per hari selama periode tersebut. “Kami mengoptimalkan pengisian 13.068 mesin ATM di seluruh Indonesia sejak akhir bulan lalu hingga saat libur Lebaran nanti,” ucapnya. (Yetede)
Adu Layanan Keuangan Saat Ramadan
Pemain dompet digital Tanah Air beradu menyediakan layanan keuangan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat saat momen Ramadan dan Idul Fitri. Seperti yang dilakukan oleh platform dompet digital DANA Indonesia yang memanfaatkan peningkatan aktivitas belanja masyarakat, khususnya pada bahan kebutuhan pokok, makanan, serta produk fashion. Head of Marketing DANA Indonesia, Lim Wimawan Kusuma, menuturkan, pada tahun ini, tercatat kenaikan transaksi signifikan, bahkan sejak awal Ramadan, yaitu hingga dua kali lipat jika dibanding pada periode yang sama tahun lalu. “Peningkatan transaksi 122 % pada 12 hari pertama Ramadan, diikuti kenaikan jumlah pengguna transaksi harian yang mencapai 103 %,” ujarnya, kemarin.
Lim berujar, terdapat lima fitur yang menjadi populer selama Ramadan dan diprediksi terus berlanjut hingga Idul Fitri mendatang. Pertama adalah fitur kirim uang, pembayaran dengan kode quick response (QR), belanja di e-commerce, pembelian pulsa dan data, hingga pembelian produk investasi dan keuangan. Tak hanya peningkatan jumlah pengguna dan transaksi, DANA juga mencatatkan pertumbuhan jumlah mitra, yaitu 45 persen dibanding pada Ramadan 2022. Kemitraan baru terus digenjot dan tersebar di seluruh wilayah Indonesia, termasuk menggandeng mitra raksasa, seperti Alfamart serta MAP Group. “Transaksi langsung di merchant offline juga naik 60 persen. Kami akan terus memberikan layanan dan fitur yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang aman, cepat, serta nyaman.” (Yetede)
Teknologi Menggerus Duit Miliarder
Kehidupan mewah dan glamor berakhir bagi banyak orang kaya di dunia. Tahun kedua berturut-turut, jumlah miliarder di seluruh dunia menurun dari 2.668 pada tahun 2022 menjadi 2.640 tahun ini. Total kekayaan para miliarder dunia itu juga turun sebesar US$ 500 miliar menjadi US$12,2 triliun. Ekonomi dunia lesu akibat resesi dan inflasi tinggi.
Hampir separuh miliarder di planet ini lebih "miskin" daripada setahun sebelumnya. Sebanyak 254 orang telah kehilangan status miliarder mereka. Salah satunya Sam Bankman Fried, pendiri pertukaran mata uang kripto FTX yang menyebabkan limbung industri kripto akibat tuduhan fraud yang telah merugikan ribuan investor hingga miliaran dollar Amerika Serikat (AS).
Sementara peraih keuntungan terbesar selama 12 bulan terakhir di dalamnya ada peritel Spanyol Amancio Ortega dengan kekayaan yang bertambah US$ 17,7 miliar. Bos e-commerce Pinduoduo China Colin Zheng Huang dengan kekayaan yang bertambah US$ 18,9 miliar. Juga taipan batubara asal Indonesia, pemilik Bayan Resources, Low Tuck Kwong dengan kekayaan yang naik US$ 21,8 miliar.
Namun tidak ada yang memiliki tahun yang lebih baik daripada Bernard Arnault. Bos LVMH yang memiliki merek barang mewah seperti Louis Vuitton, Christian Dior, dan Tiffany. Ia, di tahun ini pertama kali menduduki peringkat nomor wahid dalam daftar miliarder dunia.
Roda Ekonomi Berputar Kencang Berkat Ramadan
Momentum Ramadan dan Lebaran menjadi pendorong utama naiknya belanja masyarakat. Harapannya, konsumsi rumah tangga pun meningkat sehingga roda ekonomi berputar lebih kencang di kuartal kedua tahun ini.
Sejauh ini meningkatnya belanja masyarakat terindikasi dari data Mandiri Spending Index (MSI) yang dirilis Mandiri Institute. Indeks Nilai Belanja masyarakat per 26 Maret 2023 tercatat 136,4. Angka tersebut meningkat dari akhir bulan sebelumnya yang di kisaran 125. Indeks tersebut juga tumbuh 4,2% secara tahunan (year-on-year/yoy).
Head of Mandiri Institute Teguh Yudo Wicaksono mengungkapkan, kenaikan indeks belanja masyarakat menggambarkan konsumsi rumah tangga yang akan melaju kencang pada kuartal II-2023. Bahkan, ada kemungkinan pertumbuhan konsumsi rumah tangga kuartal II-2023 lebih tinggi dibanding periode yang sama pada tahun lalu, yang pada saat itu tercatat tumbuh 5,51% yoy.
Sejalan dengan MSI, berdasarkan Survei Konsumen yang dilakukan Bank Indonesia (BI) pada bulan Maret lalu, konsumen lebih optimistis terhadap kondisi ekonomi saat ini. Hal itu terindikasi dari naiknya Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) sebesar 0,3 poin ke level 112,4, terutama opitimisme terhadap penghasilan saat ini dan ketersediaan lapangan kerja.
Ekonom Bank Danamon Irman Faiz optimistis, pertumbuhan konsumsi rumah tangga kuartal II-2023 lebih tinggi dari periode sama tahun sebelumnya. Hal tersebut kata dia, salah satunya didorong oleh momen Ramadan yang mengungkit aktivitas belanja.
Risiko Pasar Ikut Pengaruhi Modal Bank
Langkah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkuat perbankan tanah air sejalan pelajaran dari krisis perbankan di Amerika Serikat. Regulator merilis SE OJK nomor 23/SEOJK.03/2022 mengenai perhitungan risiko aset tertimbang menurut risiko (ATMR) risiko pasar guna menerapkan standar Basel III Reform.
Lewat beleid itu, perbankan harus menghitung ATMR risiko pasar. Hitungan itu akan berpengaruh terhadap Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM) alias capital adequacy ratio (CAR) mulai Januari 2024 mendatang.
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae menyatakan, ketentuan perbankan termasuk permodalan dapat disesuaikan, mempertimbangkan dinamika dan perkembangan domestik dan global.
Direktur Utama Bank BJB, Yuddy Renaldi mengakui perhitungan baru menggunakan standar Basel III untuk ATMR untuk risiko pasar diimplementasikan mulai 2024. Sedangkan sejak 2023 ini, dimulai untuk risiko operasional dan kredit.
Sedangkan Sekretaris Perusahaan Bank Rakyat Indonesia (BRI), Aestika Oryza Gunarto menyatakan, beleid terbaru ini tidak akan memberikan dampak signifikan terhadap perhitungan CAR BRI. Ia mengklaim, eksposur risiko pasar relatif kecil untuk BRI.









