Jokowi: Impor Beras untuk Hadapi El Nino
Presiden Jokowi menegaskan, alokasi impor 2 juta ton beras yang penugasannya diberikan kepada Perum Bulog untuk stok cadangan beras pemerintah (CBP), disiapkan untuk menghadapi musim kering panjang (El Nino) pada semester II-2023. Impor mulai dilakukan saat ini karena Indonesia tidak ingin terlambat mengambil keputusan yang berujung pada sulitnya mendapatkan pasokan dari negara produsen beras. Pemerintah tetap mengupayakan kedatangan beras impor tersebut dilakukan bertahap sesuai kebutuhan agar tidak sampai mengganggu harga gabah petani di dalam negeri.
“Itu (alokasi impor beras 2 juta ton) untuk cadangan Bulog. Karena kemungkinan akan ada El Nino, kering panjang, sehingga Bulog dan Badan Pangan mempersiapkan diri memperkuat cadangan berasnya,” ujar Jokowi. BMKG memprediksikan, El Nino dengan besaran 50-60% terjadi di Tanah Air pada semester II-2023. Demikian disampaikan Presiden Jokowi usai tanam padi bersama petani di Kawasan Daulat Pangan Serikat Petani Indonesia (SPI), Desa Senori, Kecamatan Merakurak, Tuban, Jatim, Kamis (06/04/), seperti dilansir dari kanal media sosial Sekretariat Kabinet, Jumat (07/04). (Yetede)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023