;

Indonesia Kembali ke Kelas Menengah Atas

Yoga 04 Jul 2023 Kompas

Indonesia kembali masuk kelompok negara berpendapatan menengah atas (upper middle-income) menurut data yang dirilis Bank Dunia pada 1 Juli 2023. Pendapatan nasional bruto per kapita Indonesia naik dari 4.170 dollar AS (2021) menjadi 4.580 dollar AS pada 2022. Menurut Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan, Febrio Kacaribu, Senin (3/7/2023), pemulihan ekonomi yang kuat menempatkan RI kembali sebagai kelas menengah atas. (Yoga)

Harga Daging Ayam Tinggi

Yoga 04 Jul 2023 Kompas

Harga daging ayam ras broiler di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, pada hari Senin (3/7/2023) masih bertahan tinggi, yakni pada kisaran Rp 50.000 per kilogram. Sejumlah pedagang menilai kenaikan harga didorong oleh kenaikan biaya produksi yang naik seiring dengan naiknya harga pakan dan bibit ayam. (Yoga)

RI-JEPANG, Kontribusi pada Rantai Pasok, Kepercayaan pada SDM Lokal

Yoga 04 Jul 2023 Kompas

Keberadaan perusahaan-perusahaan manufaktur asal Jepang dinilai menjadi salah satu pendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia. Selain terkait proses alih teknologi dan pengetahuan, eksistensinya dianggap turut mengembangkan perusahaan dalam negeri. Apalagi regulasi mendorong peningkatan komponen dalam negeri. PT Sharp Electronics Indonesia (SEID), di bawah Sharp Corporation di Jepang, misalnya, bermitra dengan PT Yasonta saat hadir di Indonesia tahun 1970. SEID berkembang meraih pangsa pasar Indonesia, khususnya pada alat-alat elektronik, seperti televisi, lemari es, mesin cuci, dan penyejuk ruangan (AC). Setelah pabrik televisi, lemari es, dan mesin cuci di KIIC, Kabupaten Karawang, Jabar, Sharp mengoperasikan pabrik AC sejak April 2023.

”Kami melihat pasar yang luas (di Indonesia) dan juga sebagai adaptasi terhadap kebijakan pemerintah yang mengarah ke produksi lokal dan mengurangi impor,” kata National Sales Senior GM SEID Andry Adi Utomo, di Jakarta, Jumat (23/6).  Andry menambahkan, rantai pasok produksi melibatkan perusahaan yang ada di Indonesia kendati sebagian di antaranya terafiliasi dengan perusahaan asal Jepang. Tak dimungkiri, tingginya nasionalisme membuat SEID memprioritaskan perusahaan-perusahaan Jepang. Tapi, jika harganya tak kompetitif, SEID memilih perusahaan asal negara lain. ”Untuk produksi AC, sekarang sudah 50 % lebih komponen (berasal) dari dalam negeri. Kami sedang mencari kompresor buatan lokal. Sebab, saat ini masih impor, seperti dari Malayasia, Thailand, dan China. Kalau ada pabrik kompresor di Indonesia, TKDN (tingkat komponen dalam negeri) AC akan meningkat,” ujarnya.

Dalam perkembangannya, sumber daya manusia (SDM) Indonesia semakin banyak di SEID, sementara SDM Jepang berkurang. Saat ini, karyawan SEID sekitar 3.000 orang, hampir semuanya warga Indonesia. Ekspatriatnya hanya lima orang. ”Artinya, mereka (Jepang) sudah percaya dengan SDM Indonesia. Memang ekspatriat awalnya banyak, setelah berkembang, ada efisiensi biaya. Ternyata dipegang (SDM) lokal pun bisa, bahkan membaik. Sejak 2015, ekspatriat berkurang banyak,” ujarnya. Meski demikian, kata Andry, pengawasan mutu tetap dijaga. Audit pun dilakukan Sharp Corporation setiap tahun dan prosedur standar operasi dipantau agar tetap sesuai dengan standar internasional Jepang. (Yoga)


Pertamina Cek Kelangkaan Elpiji 3 Kilogram

Yoga 04 Jul 2023 Kompas

 Elpiji 3 kilogram di sejumlah wilayah Sulawesi Selatan langka. Harganya pun naik dari sebelumnya Rp 18.500 menjadi Rp 30.000 per tabung. Area Manager Communication, Relation, dan CSR Pertamina Regional Sulawesi Fahrougi Andriani Sumampouw mengatakan, menjelang libur panjang pekan lalu, stok telah ditambah. ”Kami masih mengecek di mana letak persoalan hingga terjadi kelangkaan,” katanya, Senin (3/7/2023). (Yoga)

Butuh Intervensi Agar Kredit Tak Cekak

Yuniati Turjandini 04 Jul 2023 Investor Daily (H)

JAKARTA,ID-Bidang usaha perikanan  dan kelautan mutlak mendapatkan dukungan dan intervensi dari pemerintah agar porsi kucuran kredit perbankan ke sektor tersebut tak terkunci di bawah 1%. Dukungan dan intervensi itu dibutuhkan untuk  menyingkirkan sejumlah tantangan seperti skala bisnis sektor perikanan yang masih kecil sehingga perbankan enggan untuk  mendanai. Tantangan lain adalah infrastruktur sektor perikanan dan kelautan, seperti kapal, storage, dan tempat pelelangan ikan, yang masih terbatas. Selanjutnya sumber daya manusia (SDM) berkualitas yang terbatas dan kontinuitas  produksi relatif tidak stabil dikarenakan tergantung dengan kondisi dan cuaca/alam. Selain itu, mayoritas nelayan merupakan  nelayan kecil (unbankable) yang meliputi 99% dari total armada tangkap saat ini. "Secara bisnis, sektor perikanan  juga memiliki beberapa 'PR' yang perlu diselesaikan. Kami melihat, dukungan pemerintah masih sangat dibutuhkan untuk menciptakan ketertarikan industri keuangan pada sektor ini, khususnya untuk penyediaan  infrastruktur yang layak," ujar Chief Economics PT Bank Mandiri (persero) Tbk Andry Asmoro kepada Investor Daily, Senin (03/07/2023). (Yetede)

Segera IPO, Market Cap PHE Tembus Rp 300 Triliun

Yuniati Turjandini 04 Jul 2023 Investor Daily (H)

JAKARTA,ID-PT Pertamina Hulu Energi (PHE) memiliki kapitalisasi  pasar (market cap) hingga US$ 20 miliar atau setara Rp 300,5 triliun. Anak usaha PT Pertamina (Persero) ini berencana mengeksekusi penawaran umum perdana (Initial puclic offering/IPO) saham paling lambat tahun depan. Menurut Wakil Menteri BUMN 1, Pahala N Mansury, Kementerian BUMN masih terus mencermati perkembangan pasar dalam dua pekan kedepan. Soalnya, penggalangan dana publik akan bergantung pada selera investor di pasar ekuitas. "Kalau memang ada timing-nya, kami akan lihat dalam satu sampai dua bulan ini. Tapi ini tergantung pasar ekuitas  seperti apa. Kalau misalnya enggak, maka kita akan tunda dan dilihat tahun depan," kata Pahala di sela jumpa pers rencana penyelenggaraan seminar CFA Society Indonesia di Jakarta, Senin (3/7/2023). Pahala menuturkan, dokumentasi registrasi pertama dan kedua untuk IPO PHE sudah didafttarkan ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Adapun untuk registrasi selanjutnya, Kementrian BUMN dan perseroan masih melihat perkembangan pasar. (Yetede)

Ekonomi Biru, Mesin Baru Pertumbuhan Asean

Yuniati Turjandini 04 Jul 2023 Investor Daily (H)

JAKARTA,ID-Ekonomi biru berpotensi menjadi mesin baru pertumbuhan di kawasan Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (Asean). Lautan di kawasan Asean disebut menyumbang 2,5% dari permukaan seluruh lautan. Didalam kawasan Asean saja, lautan (water area) mencakup sebanyak 66% dari total luas keseluruhan (lautan). Kendati produk domestik bruto (PDB) keseluruhan Asean tumbuh 10,3% selama periode 2016-2021, pemanfaatan ekonomi biru sebagai sumber  kemakmuran baru dilakukan dalam rangka mendongkrak ekonomi sehingga negara-anggota Asean yang masih menyandang status pendapatan menengah ke bawah. Pada 2021, ada lima negara Asean yang berpenghasilan menengah ke bawah, yaitu Kamboja, Laos, Myanmar, Filipina, dan Vietnam. Selain itu, ada tiga negara Asean yang tergolong berpenghasilan menengah ke atas, yakni Indonesia, malaysia, dan Thailand yang masih terjebak status pendapatan menengah selama 13 tahun. Demikian disampaikan Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa dalam acar Asean Bule Economy Forum 2023 di tanjung Pandan, Kepulauan bangka Belitung, Senin (3/7/2023). "Asean membutuhkan mesin pertumbuhan baru untuk meningkatkan kemakmuran kesejahteraan rakyat," kata dia. (Yetede)

Harga Rumah di Singapura Turun Juga

Yuniati Turjandini 04 Jul 2023 Investor Daily (H)

JAKARTA,ID-Harga rumah pribadi di Singapura dilaporkan turun untuk kali pertama  dalam tiga tahun terakhir pada kuartal II-2023. Kondisi ini menunjukkan pasar sedang melemah akibat pembatasan terbaru oleh pemerintah yang menyasar sektor properti. Menurut prediksi singkat yang dirilis otoritas Pengembangan Kota (Urban Redevelopment Authority (URA), nilai properti pribadi turun 0,4% dari tiga bulan sebelumnya, yang sempat naik 3,3%. "Ini adalah penurunan kuartalan pertama harga sejak kuartal 1-2020 karena momentum harga mereda di semua segmen pasar," kata URA, yang dikutip CNA pada Senin (03/07/2023). Momentum harga yang akhirnya mereda disebabkan penaikan  pasar properti di Singapura berlawanan dengan perlambatan global dari London di Inggris hingga Shanghai di Tiongkok. Untuk menjaga harga apartemen, pemerintah Singapura kemudian melipatgandakan bea materai (additional buyer's stamp duty/ABSD) bagi para pembeli asing pada April 2023 menjadi 60%. Ini adalah yang tertinggi diantara pasar-pasar utama. Pihak berwenang juga menaikkan  pungutan untuk para pembeli rumah kedua. "Kami akan terus mengawasi pasar properti, dan menyesuaikan kebijakan kami jika diperlukan," ujar menteri Pembangunan Nasional Singapura Desmon Lee. (Yetede)

Raksasa Minyak Makin Agresif Berburu Cadangan Minyak

Yuniati Turjandini 04 Jul 2023 Investor Daily (H)

LONDON,ID,-Perusahaan-perusahaan raksasa minyak dan gas dunia dilaporkan mengintensifkan  perburuan cadangan baru karena bertaruh bahwa permintaan  akan terus naik dalam jangka panjang, faktor pendorong lain adalah mereka menginvestasikan kembali sebagian dari rekor laba dari lonjakan harga BBM yang dipicu oleh perang di Ukraina. Kebangkitan eksplorasi migas-terutama di Eropa- mencerminkan komitmen baru terhadap minyak  dan gas setelah Shell dan BP kembali berikrar untuk mengurangi produksi dan berinvestasi dalam energi terbarukan sebagai bagian dari transisi energi. Namun mereka juga harus merespon tekanan dari mayoritas investor untuk memaksimalkan keuntungan dari minyak dan gas. Daripada  berinvestasi di bisnis energi terbarukan yang marginnya lebih rendah. Akan tetapi, dipenuhinya tekanan itu berlawanan dengan protes dari minoritas investor aktivis yang ingin perusahaan minyak lebih dekat dengan upaya global untuk mengurangi perubahan iklim. Minat baru akan cadangan dan produksi migas merupakan perubahan haluan  180 derajat bagi BP. Karena perusahaan ini telah memecat sebagian besar staf dari unit ekplorasinya tiga tahun lalu. (Yetede)

Permintaan Meningkat, Kepercayaan Manufaktur Melesat

Yuniati Turjandini 04 Jul 2023 Investor Daily (H)

JAKARTA,ID-Kepercayaan diri pelaku usaha menufaktur kembali meningkat  seiring makin menggeliatnya permintaan baru setelah liburan panjang di dalam negeri. Optimisme dunia usaha tersebut, tercermin dari indeks manajer penjualan (Purchasing Managers' Indeks/PMI) Manufaktur Indonesia dari S&P Global yang naik signifikan pada Juni 2023 ke level 52,5 dibanding bulan sebelumnya 50,3.  PMI atau indeks manufaktur dirilis oleh S&P Global setiap awal bulan, merupakan hasil survei beberapa menejer pembelian  di perusahaan manufaktur Indonesia. PMI diatas 50 menunjukkan manufaktur tengah ekspansif, sedangkan dibawah 50 menujukkan  manufaktur mengalami kontraksi Indeks yang dirilis setiap bulan tersebut memberikan gambaran tentang kinerja industri pengolahan pada suatu negara, yang berasal dari pertanyaan  seputar jumlah produksi, permintaan baru, ketenagakerjaan, inventori, dan waktu pengiriman. "Ini kabar bagus. Kami sangat berharap akan kondisi yang positif ini bisa bertahan, dan bahkan semakin kuat kedepannya agar kinerja industri manufaktur dan spill overnya ke sektor ekonomi lain bisa lebih  maksimal, juga  kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi kita  secara keseluruhan," kata Ketua Umum Asosiasi  Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta W Kamdani kepada Investor Daily, Senin (03/07/2023). (Yetede)

Pilihan Editor