DAMPAK HARGA BATU BARA : ‘Honeymoon’ Alat Berat Sudah Berakhir
Lesunya harga batu bara di pasar global menambah tekanan dari minimnya serapan anggaran pemerintah pada proyek infrastruktur dan tahun politik terhadap penjualan alat berat di Tanah Air.Perhimpunan Agen Tunggal Alat Berat Indonesia (PAABI) mencatat penurunan penjualan alat berat pada kuartal III/2023 mencapai 11% secara tahunan.Ketua Umum PAABI Etot Listyono mengatakan, turunnya penjualan alat berat disebabkan permintaan yang melemah di sektor konstruksi dan pertambangan, khususnya batu bara dan nikel.“Kalau akhir September 2023 itu dari data yang masuk market sizenya 14.000-an unit. Jadi memang ada penurunan sekitar 11% dibandingkan dengan tahun lalu,” katanya kepada Bisnis, Kamis (26/10).
Hal tersebut menambah beban dari sektor pertambangan, di mana harga batu bara yang cenderung melemah, sehingga banyak pelanggan wait and see untuk melihat perkembangan ke depannya.Meski mengalami penurunan, Etot menilai penurunan penjualan alat berat tahun ini terbilang wajar setelah industri menikmati masa ‘honeymoon’ pada 2 tahun belakangan.
“Demand terus meningkat sampai dengan 2022. Artinya, kalau kami hitung hingga kuartal III/2023, Agustus tahun ini sudah terjadi penurunan. Jadi honeymoonnya itu hampir 2 tahun lebih,” jelasnya.Adapun, produksi alat berat di Indonesia pada kuartal III/2023 mengalami penurunan sekitar 3,16% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.
INDUSTRI OTOMOTIF : PENJUALAN LCGC TETAP BERGAIRAH
Sejumlah pelaku industri otomotif menjaga penjualan segmen mobil murah dan ramah lingkungan tetap bergairah, di tengah tren suku bunga pembiayaan yang relatif tinggi.
Marketing Director PT Toyota-Astra Motor (TAM) Anton Jimmi Suwandy mengatakan bahwa Toyota tetap menjaga kontribusi penjualan segmen mobil murah dan ramah lingkungan atau low cost green car (LCGC) sekitar 20% hingga akhir tahun ini.“[Penjualan] tergantung tren market juga ya. Harapannya bisa tetap mempertahankan persentase kontribusinya,” ujarnya kepada Bisnis, Kamis (26/10).Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia menunjukkan (Gaikindo) menunjukkan penjualan secara wholesales LGCG Toyota mencapai 49.838 unit sepanjang Januari-September 2023 atau naik 5,15% secara year-on-year (YoY) daripada periode yang sama 2022 sebanyak 47.397 unit.Pencapaian penjualan itu terdiri atas model Agya dan Calya berkontribusi sekitar 20,22% dari total penjualan Toyota yang mencapai 246.382 secara wholesales sepanjang Januari-September 2023.
Sales Marketing and After Sales Director PT Honda Prospect Motor (HPM) Yusak Billy mengatakan bahwa segmen LCGC Honda masih menarik bagi konsumen.
Dia menegaskan segmen LCGC merupakan salah satu yang paling diminati oleh para konsumen Indonesia. Segmen itu lebih menyasar para konsumen yang ingin memiliki kendaraan pertamanya atau firstcar buyer.“Harga yang lebih terjangkau dan hemat bahan bakar membuat segmen mobil ini paling diminati sekarang,” tuturnya.
Yusak mengatakan penurunan penjualan secara bulanan masih dalam batas wajar, dan bahkan segmen ini disebut masih stabil. “Setiap bulan bisa saja naik dan turun. [Perubahan] masih dalam batas normal,” ujarnya.Dia hanya mengkhawatirkan adanya pengetatan dari lembaga pembiayaan yang dapat berdampak terhadap penjualan pada segmen LCGC. Dia menyebut naiknya kredit bermasalah alias non-performing loan (NPL) menjadi pemicu keringnya saluran kredit kendaraan bermotor.
Dari data Gaikindo, penjualan mobil segmen LCGC tetap didominasi dua merek milik PT Astra International Tbk. (ASII) yaitu Daihatsu dan Toyota.
Mobil LCGC merupakan salah satu program pemerintah yang diatur melalui Permenperin 36/2021 tentang Kendaraan Bermotor Roda Empat Emisi Karbon Rendah. Dalam beleid tersebut tertuang Kendaraan Bermotor Hemat Energi dan Harga Terjangkau (KBH2) atau LCGC merupakan kendaraan dengan besaran harga jual paling tinggi Rp135 juta.
Terumbu Karang Bontang Datangkan Ketenangan hingga Cuan
Yusta (36), warga Kelurahan
Bontang Kuala, Kecamatan Bontang Utara, Kota Bontang, Kaltim, memperlihatkan daftar berisi 17 orang di
telepon genggamnya, semuanya warga Bontang Kuala yang pernah dan masih aktif
melakukan pengeboman terumbu karang. ”Sebanyak 12 orang di antaranya sudah
bergabung dengan kami. Masih ada lima lagi yang tengah dibujuk untuk meninggalkan
bom dan racun ikan,” kata Yusta, kini sebagai Ketua Kelompok Konservasi Terumbu
Karang Bontang Kuala (Karaka), Sabtu (21/10). Anggota Karaka, semua warga
Bontang Kuala yang aktif merawat terumbu karang di Tobok Batang. Letaknya di Selat
Makassar, berjarak 2 kilometer dari rumah mereka. Sebelum membentuk Karaka, semua
anggota mencari ikan dengan bom. Aktivitas yang dilakukan secara turun-temurun
itu belakangan membuat mereka berhadapan dengan hukum karena merusak ekosistem
laut. Setelah paham bom menghancurkan masa depan, mereka berubah.
Mereka merasakan sendiri
kerusakan terumbu karang akibat bom, sejalan dengan semakin sulitnya nelayan
mencari ikan. Tak jarang nelayan Bontang harus melaut hingga Kutai Timur,
sekitar 1 jam dari Bontang, atau setara 20 liter solar. Untuk menghemat ongkos,
mereka menginap dan meninggalkan keluarga ketimbang pergi-pulang. ”Jauh-jauh
melaut hanya dapat Rp 2 juta per minggu. Sampai di rumah, setelah dipotong ongkos
solar dan makan, tinggal Rp 200.000,” katanya. ”Konservasi terumbu karang
menjadi jembatan mengerjakan berbagai hal baru. Kami ingin terus belajar agar
semakin banyak membuka peluang baru berkelanjutan,” katanya. Salah satu anggota
Karaka, Said Ahmad Rafi (33), merasakan kegiatan pelestarian terumbu karang
sebagai terapi lepas dari trauma. Saat masih mengebom ikan, hidupnya tidak
tenang karena khawatir ditangkap aparat. Kini, ia aktif mengonservasi terumbu
karang dan menjadi pencari lobster. ”Semoga (terumbu karang yang dikonservasi)
bisa menjadi rumah bagi ikan. Bila makin banyak ikan, yang untung nelayan
juga,” katanya. (Yoga)
Kinerja APBN Jadi Bekal
Beberapa tahun terakhir,
kondisi perekonomian global kerap kali diliputi ketidakpastian. Negara-negara
saling memengaruhi, misalnya akibat hubungan dagang. Dalam tiga bulan terakhir
2023, risiko dan ketidakpastian global kembali meningkat. Mengutip laman Kemenkeu,
Menkeu Sri Mulyani mengingatkan, kondisi itu bisa merembes ke dalam negeri. Hal
ini berisiko memengaruhi sejumlah hal, antara lain nilai tukar, inflasi, dan
pertumbuhan ekonomi. ”Kita menjaga stabilitas ekonomi melalui berbagai alat kebijakan
dan instrumen yang kita miliki,” kata Sri Mulyani dalam jumpa pers APBN Kinerja
dan Fakta, Rabu (25/10). Nilai tukar, misalnya, berdasarkan kurs Jakarta
Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) pada 26 Oktober 2023, sebesar Rp 15.933 per
dollar AS. Nilai tukar tidak hanya di atas kertas, tetapi juga bisa memengaruhi
sektor riil.
Sebab, ada kegiatan ekonomi
yang memerlukan dollar AS sehingga pelemahan rupiah bisa memukul sektor
tersebut. Misalnya, industri yang memerlukan bahan baku/penolong impor akan
memerlukan rupiah lebih banyak untuk memenuhi kebutuhannya. Kondisi akan lebih
berat jika produksinya dijual di dalam negeri atau pendapatannya dalam rupiah. Pukulan
pelemahan nilai tukar rupiah juga akan dirasakan melalui impor pangan dan
minyak. Impor pangan, seperti beras, diperlukan untuk mengatasi produksi yang
turun akibat El Nino. Sementara itu, Indonesia adalah importir minyak yang
mesti mengimpor minyak untuk memenuhi kebutuhan di dalam negeri. Mengutip laman
Kemenkeu, per September 2023, pendapatan negara Rp 2.035,6 triliun dan
realisasi belanja negara Rp 1.967,9 triliun. Dengan demikian, APBN 2023 surplus
Rp 67,7 triliun atau 0,32 % PDB per September 2023. Dalam UU No 28 Tahun 2022
tentang APBN Tahun 2023, defisit ditargetkan Rp 598,2 triliun atau kurang dari
3 % PDB. Pemerintah optimistis defisit APBN tahun ini sesuai target, ditopang
kinerja APBN 2023 yang dinilai baik dan sesuai dengan rencana. (Yoga)
Gotong Royong Percepat Penanganan Tengkes
Wapres Ma’ruf Amin menyatakan pemerintah memprogramkan percepatan penurunan tengkes (stunting) lima tahun terakhir sejak 2018. Berbagai upaya ditempuh, mulai dari penajaman, perbaikan cakupan dan mutu intervensi spesifik, hingga perbaikan sistem pendataan dan pelaporan. Pemerintah memastikan keterlibatan lembaga nonpemerintah seperti dunia usaha, perguruan tinggi, dan organisasi profesi. Selain itu, perlu keterlibatan lembaga filantropi, mitra pembangunan, dan lembaga swadaya masyarakat. ”Saya mengapresiasi Kadin dan kelompok Kompas Gramedia atas komitmennya terlibat mempercepat penurunan stunting (tengkes),” ujar Wapres, saat pencanangan gerakan Bersama Entaskan Stunting (Beres) kerja sama Kadin Indonesia dengan Kompas Gramedia di Studio Kompas TV, Jakarta, Kamis (26/10).
Menurut Wapres, program yang dilakukan mesti melengkapi program pemerintah. Koordinasi intensif dengan kementerian, lembaga teknis, dan pemerintah daerah diperlukan untuk menghindari tumpang tindih antarprogram. Selain itu, program harus dilaksanakan di lokasi prioritas tinggi prevalensi tengkes atau gagal tumbuh kembang karena kurang gizi agar dapat membantu menurunkan prevalensi secara signifikan dan tepat sasaran. Program berupa aksi nyata menyasar kelompok prioritas sehingga manfaatnya dirasakan langsung kelompok tersebut. Selain itu, ”Tempatkan penerima manfaat dan pelaku sebagai pelaku utama pelaksanaan program agar muncul rasa memiliki dan kebanggaan dari masyarakat,” kata Wapres. Wapres menegaskan, mulai tampak penurunan prevalensi tengkes melalui program yang dijalankan selama ini. ”Prevalensi stunting bisa diturunkan sebesar 9,2 % dalam empat tahun, setara 2,6 juta anak yang dientaskan dari stunting,” katanya. (Yoga)
Subsidi Energi Bisa Membengkak
Berdasarkan kalkulasi Kemenkeu, kenaikan harga minyak mentah dunia masih berada dalam koridor skenario APBN. Namun, pemerintah tetap mengantisipasi agar kombinasi antara tren kenaikan harga minyak dunia dan depresiasi nilai tukar rupiah tidak membebani keuangan negara. Berdasarkan data Trading Economics, harga minyak global mulai pertengahan tahun ini kembali merangkak naik. Pada awal September, harga minyak mentah jenis Brent meningkat hingga lebih dari 90 USD per barel. Per 25 Oktober 2023, harganya 89 dollar AS per barel.
Dirjen Anggaran Kemenkeu Isa Rachmatarwata mengatakan, kenaikan harga minyak mentah dunia, dampak dari ketegangan geopolitik di Timur Tengah, masih berada dalam estimasi skenario harga minyak mentah Indonesia (Indonesia Crude Price/ICP). ”Sampai saat ini pergerakan harga minyak masih berada dalam koridor asumsi ekonomi makro. Mudah-mudahan nilai minyak dunia tidak melonjak terlalu tinggi,” ujar Isa di Jakarta, Kamis (26/10). Harga minyak mentah Indonesia hingga September 2023 yang digunakan pemerintah secara rata-rata masih 77,7 USD per barel, jauh lebih rendah dari asumsi APBN 2023 yang mencapai 90 USD per barel. Karena itu, dari sisi ini, Kemenkeu, menurut dia, belum melihat akan terjadi lonjakan subsidi dan kompensasi BBM. ”Tapi, kalau kita tidak kendalikan, lebih kemungkinan akan ada di atas (alokasi). Jadi, kemungkinan kenaikan subsidi dan kompensasi terutama karena depresiasi rupiah. Itu yang perlu kita waspadai,” ucap Isa. (Yoga)
Dunia Baru: Ekonomi Kawan atau Lawan
Mekanisme pasar sebagai
rezim yang berlaku selama ini di bawah bayang-bayang menguatnya fragmentasi.
Kini ”rezim kawan atau lawan” mulai mendikte perekonomian. Fragmentasi sebagai ”pandemi”
mulai muncul ke permukaan sejak 2020. Ini, misalnya, terdokumentasikan
eksplisit dalam pidato yang dikemukakan Presiden Sidang Majelis Umum PBB Ke-74
Tijjani Muhammad Bande di New York, AS, 10 Juni 2020. Dalam pidato berjudul ”Multilateralisme
di Dunia yang Terfragmentasi”, Bande menyatakan, dunia semakin terpolarisasi.
”Ketegangan dan konflik geopolitik terus memengaruhi berbagai belahan dunia,”
katanya. Perang Ukraina-Rusia yang meletup pada Februari 2022 dan terus berkepanjangan
menjadi tangga eskalasi fragmentasi dunia. Demikian pula dengan perang hegemoni
antara AS dan China.
”Dunia terfragmentasi. Dulu,
kalau bicara misalnya perdagangan dan investasi, mekanisme pasar yang berlaku. Tapi,
sekarang tidak lagi,” kata pengajar di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas
Katolik Indonesia Atma Jaya Jakarta, Agustinus Prasetyantoko, di ruang
kerjanya, di Jakarta, Kamis (26/10). Dalam mekanisme pasar, investasi akan
mencari lokasi aman dan paling menguntungkan. Perdagangan juga akan terjadi
dalam kemitraan yang paling menguntungkan. Namun, dengan menguatnya
fragmentasi, faktor geopolitik mendikte investasi dan perdagangan. Ini,
misalnya, terjadi ketika sejumlah perusahaan hengkang dari suatu negara karena
persoalan geopolitik. Semua negara juga cenderung protektif. (Yoga)
Nilai Tukar Rupiah Kembali Tertekan
Reklamasi Jadi Bagian Perencanaan Tambang
Digitalisasi Dorong Ekonomi Syariah
Teknologi digital dinilai
akan menjadi penggerak utama ekonomi keuangan syariah nasional di kancah
global. Sebagai bentuk adaptasi ekonomi keuangan syariah atas perkembangan
teknologi, pemerintah meluncurkan aplikasi Satu Wakaf Indonesia. Hal ini
mengemuka dalam pembukaan Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) ke-10 tahun
2023 di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Kamis (26/10). Hadir dalam
acara tersebut, antara lain, Wapres Ma’ruf Amin, Gubernur BI Perry Warjiyo,
serta Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki. Wapres Amin menuturkan, penerapan
teknologi dan digitalisasi menjadi prasyarat bagi kesuksesan semua sector potensial.
Teknologi transversal, yang merujuk pada teknologi yang dapat diterapkan secara
lintas sektor, dinilai akan menjadi penggerak utama pertumbuhan global di masa
depan.
Tanpa inisiatif strategis
untuk mempercepat implementasi teknologi transversal, Indonesia diperkirakan
tidak akan optimal dalam pencapaian target pertumbuhan ekonomi pada 2045. ”Saya
juga meyakini ekonomi dan keuangan syariah sebagai potensi luar biasa yang
dimiliki Indonesia untuk menerbangkan ekonomi nasional,” kata Wapres Amin saat
memberikan sambutan. Pada perhelatan ISEF kali ini, Wapres Amin menyampaikan
sejumlah pesan kepada semua pegiat ekonomi syariah. Pertama, meningkatkan dan
memperluas pemanfaatan digitalisasi dan inovasi digital sebagai penggerak utama
akselerasi pengembangan ekonomi syariah yang akan meningkatkan efisiensi dan
produktivitas industri halal. Kedua, Wapres meminta peningkatan literasi dan inklusi
ekonomi serta keuangan syariah setidaknya mencapai 50 %. Hal ini dinilai akan berkorelasi
dengan meluasnya pangsa pasar ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia. Ketiga,
menjaga dan mengawal bersama konsistensi dan keberlanjutan program ekonomi dan
keuangan syariah hingga masa mendatang. (Yoga)









