OJK Luncurkan Peta Jalan Perasuransian 2023-2027
Beras Literan hingga Harga Bawang Putih
Harga pangan, seperti beras, gula pasir, dan bawang putih, masih tinggi hingga pekan ketiga Oktober 2023. Di balik kenaikan harga itu, pemerintah menjumpai beras literan dijual seharga beras 1 kg dan dugaan permainan harga bawang impor. Hal itu mengemuka dalam Rapat Pengendalian Inflasi Daerah yang digelar Kemendagri secara hibrida di Jakarta, Senin (23/10) yang dihadiri perwakilan pemda, BPS, Bapanas, Kemendag, Perum Bulog, Kementan, dan Satgas Pangan Polri. BPS menyebutkan, tiga komoditas pangan yang harganya terus naik dan masih tinggi hingga pekan ketiga Oktober 2023 adalah beras, gula pasir, dan cabai rawit. Beras medium, misalnya, harga rata-rata nasionalnya Rp 13.852 per kg, lebih tinggi dari harga eceran tertinggi (HET) beras medium yang ditetapkan pemerintah berdasarkan zonasi, yakni Rp 10.900 per kg-Rp 11.800 per kg.
Kenaikan harga beras itu terjadi di 283 kabupaten/kota dan 141 daerah di antaranya naik cukup signifikan. Daerah dengan harga beras medium tertinggi adalah Papua, yaitu Rp 17.483 per kg. Adapun daerah dengan harga beras terendah adalah Jawa, yaitu Rp 12.734 per kg. Bapanas menyebutkan, pemerintah sebenarnya telah menambah stok beras Bulog dengan beras impor dan menggelontorkan beras melalui berbagai program. Namun, harga beras masih relatif tinggi dan lambat turun akibat harga gabah kering panen (GKP) petani masih tinggi, juga lantaran banyak pedagang menjual beras secara literan seharga beras 1 kg. Mencuat juga dugaan permainan harga bawang putih impor yang terindikasi dari realisasi impor dan stok bawang impor tahun ini cukup, tetapi harga bawang putih masih tinggi. (Yoga)
Warga Tolak Pajak Ojek dan Toko Daring
Suplemen Daya dari Ladang Apung
Kebutuhan listrik kawasan industri di Jawa Barat yang tinggi pada siang hari membutuhkan tambahan pasokan daya untuk mendukung PLTA Cirata. Upaya penambahan tersebut dikembangkan PLN melalui pembangunan PLTS terapung di Waduk Cirata, Purwakarta, Jawa Barat, yang berkapasitas 192 megawatt peak (MWp). Pembangunan pembangkit listrik yang berbasis energi bersih seiring mewujudkan target net zero emissions (NZE) pada 2060. PLTS Terapung Cirata sudah dicanangkan pada 2012, tetapi saat itu teknologi belum memadai. PLTS ini mulai dirintis melalui kerja sama Presiden Jokowi dan UEA pada 2017. Konstruksi dimulai pada 2021 dan selesai pada September 2023. Proyek ini akan diresmikan pada November 2023. (Yoga)









