Sosial, Budaya, dan Demografi
( 10113 )Sumber Air Produsen Beras Dekati Titik Kritis
Dampak kekeringan panjang akibat El Nino mulai terlihat di beberapa waduk dan bendungan di sejumlah daerah produsen beras. Persediaan air mendekati titik kritis. Kendati masih dapat dimanfaatkan, kondisi sumber-sumber air itu mengancam pasokan air musim tanam padi tahun depan. Untuk menjaga stok air waduk atau bendungan tersebut, pengairan areal sawah diatur bergiliran. Perum Jasa Tirta II, BUMN pengelola Waduk Jatiluhur, bahkan telah merencanakan pembuatan hujan buatan guna menambah air waduk tersebut. Pada hari Selasa-Jumat, (12-15/9/2023), tim Kompas memantau Waduk Jatiluhur di Purwakarta dan Bendung Rentang di Majalengka, Jabar, serta Waduk Kedungombo di Boyolali dan Bendung Klambu di Grobogan, Jateng. Ketinggian dan debit air waduk dan bendung itu telah berkurang. Khusus di Bendung Klambu, aliran irigasi setempat baru dibuka pada 15 September 2023 untuk musim tanam (MT) I. Di Waduk Jatiluhur, tinggi muka air jauh di bawah garis pembatas. Endapan lumpur yang mengering dan bebatuan besar di tepi waduk terlihat begitu jelas, namun air irigasi untuk sejumlah sawah tetap dialirkan.
Air di wilayah pinggiran Waduk Kedungombo, tepatnya di Desa Klewor, Kemusu, Kabupaten Boyolali, juga sudah surut. Petani memanfaatkan lahan waduk yang surut untuk menanam padi dan jagung. Sementara di Bendung Rentang yang mendapatkan pasokan air dari Waduk Jatigede, air irigasi masih digelontorkan meski debitnya tak sebesar keadaan normal. Bendung itu menyalurkan air ke 37 kecamatan di Kabupaten Majalengka, Cirebon, dan Indramayu di lahan seluas 87.840 hektar. Korlap Unit Pengelola Irigasi Bendung Rentang Dadi Supriadi mengatakan, penyaluran air ke sawah bergantung pada kebutuhan petani dan kondisi Waduk Jatigede. Saat ini, volume air di waduk 480 juta meter kubik atau hanya 49,68 % dari kondisi normal, yakni 980 juta meter kubik. Selain karena berkurangnya curah hujan sebagai dampak El Nino, penyusutan volume Waduk Jatigede juga akibat mengeringnya sungai yang menyuplai air ke waduk. ”Ketersediaan air di Jatigede itu cukup untuk tiga bulan (sampai Desember),” kata Dadi. Meskipun pasokan air masihcukup untuk MT I pada Desember 2023, Dadi mengimbau petani untuk menghemat air dan mematuhi pola gilir air. Apalagi, pada November 2023, jaringan irigasi akan dikeringkan selama sebulan guna mengecek kondisi saluran dan pengisian air waduk. (Yoga)
Secuil Kebahagiaan Petani Kakao
Merujuk data International Cocoa Organization (ICCO), pada 2021-2022 Indonesia menjadi negara ketujuh penghasil kakao di dunia setelah Pantai Gading, Ghana, Ekuador, Kamerun, Nigeria, dan Brasil, namun setiap tahun produksinya menurun, berdasar laporan BPS pada 2022 produksi kakao nasional 667.300 ton, turun 3 % dibanding tahun sebelumnya 688.200 ton. Faktor usia pohon kakao yang semakin tua menjadi salah satu penyebab turunnya produksi tersebut. Hal ini dialami Muh Aris (55), petani kakao di Kabupaten Soppeng, Sulsel. Dengan lahan 1 hektar, produksi kakao kebun Aris terus menurun setiap tahunnya, dari 1,5 ton per tahun menjadi 500 kg per tahun. ”Usianya sudah lebih dari 25 tahun sehingga produksinya menurun. Baru dalam beberapa waktu terakhir produksi meningkat ketika semua pohon kakao disambung samping dan sambung pucuk. Sekarang sudah bisa memproduksi 1 ton dalam setahun,” katanya saat dihubungi dari Jakarta, Sabtu (16/9).
Sambung samping merupakan teknik menyambungkan batang atas dari tanaman induk unggul ke batang bawah tanam kakao yang memiliki produktivitas rendah. Sementara itu, sambung pucuk menyambungkan batang bawah dan batang atas agar produksi lebih dipercepat. Dengan cara ini, tanaman akan berproduksi hanya dalam jangka waktu dua tahun, Kedua teknik itu baru diketahui Aris melalui program pelatihan yang diberikan oleh Cargill. Bukan hanya Aris, 25.000 petani juga menerima pelatihan serupa untuk mendorong produktivitas mereka. Selain dibekali pelatihan untuk meningkatkan produksi kakao, Aris juga diberi bekal melakukan pembibitan yang turut memberikan penghasilan tambahan dan menambah kebunnya menjadi 2 hektar. Alhasil, pendapatan Aris mencapai lebih dari Rp 6 juta per bulan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan istri dan dua anaknya. (Yoga)
The Fed Kemungkinan Tidak Menaikkan Suku Bunga
NEW-YORK,ID- Para analis di Goldman Sach menyampaikan laporan pada Sabtu (16/09/2023) bahwa The Federal Reserve (The Fed) kemungkinan tidak akan menaikkan tingkat suku bunga dalam pertemuan dua hari, pada 31 Oktober 2023. Mereka juga memprediksi bank sentral Amerika Serikat (The Fed) kemungkinan tidak akan menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi di pertemuan kebijakan terkait ringkasan proyeksi ekonomi minggu depan. "Kami mengira, pada November terjadi penyeimbangan kembali pada pasar tenaga kerja. Berita inflasi yang lebih baik dan kemungkinan terjadi pertumbuhan di kuartal IV mendatang bakal meyakinkan lebih banyak partisipasi bahwa Komite pasar terbuka Federal (FOMC) dapat membatalkan kenaikan suku bunga tahun ini," demikian disampaikan para pakar strategi bank AS dalam laporan, yang dilansir Reuters. Disaat para pelaku pasar mencoba mengukur lintasan kebijakan moneter The Fed, beberapa investor besar, termasuk J.P. Morgan Asset Management dan Janus Henderson Investors, menungkapkan bahwa bank sentral AS kemungkinan besar akan menaikkan suku bunga, serta mengikuti siklus pengetatan kebijakan moneter paling agresif dalam beberapa dekade terakhir. (Yetede)
Pindah Tongkrongan Membangun Jaringan
Di atas kertas, membangun jejaring merupakan tugas yang relatif sederhana. Berbaurlah dengan para profesional sambil menikmati segelas minuman dalam suatu acara dan peluangmu untuk mendapatkan peran yang didambakan atau membangun karier impian akan meningkat. Sebelum masa pandemi Covid-19, saat bersiap-siap untuk berjejaring, kamu ada kemungkinan akan masuk ke suatu tempat sambil berpikir, “Tersenyumlah. Ingat kalimat perkenalan yang sudah kamu siapkan. Jika semuanya gagal, bicarakan tentang cuaca.”
Namun sekarang, setelah pandemi berlalu, opsi bekerja tidak harus dari kantor menjadi mungkin. Banyak dari kita yang dihadapkan pada kesulitan berbeda: bagaimana membangun jejaring sambil bekerja dari jarak jauh. Seraya bekerja dari rumah, dengan anak-anak yang meminta dibuatkan teh atau hewan peliharaan yang menginjak keyboard, kita secara kolektif menjadi Robert Kelly, ilmuwan politik yang berbasis di Busan, Korea Selatan. Video Kelly menjadi viral pada 2017 ketika anak-anaknya mengganggu wawancara langsung yang dia lakukan di stasiun televisi dan istrinya harus berusaha mengeluarkan anak-anak itu dari kantor Kelly.
Meskipun sulit untuk bertemu dengan orang-orang dalam situasi seperti itu, penelitian menunjukkan bahwa menghadapi tantangan ini merupakan hal yang layak dilakukan. Menurut sebuah survei daring, jejaring menyumbangkan hingga 85 persen dari seluruh lowongan yang terisi. Jejaring juga dapat membuahkan kenaikan gaji yang besar, sebagaimana dibuktikan oleh cerita terkini tentang bagaimana seorang karyawan mendapatkan kenaikan gaji 24 ribu pound sterling atau sekitar Rp 460 juta hanya melalui jejaring yang dibangun. (Yetede)
MISI EKSEKUTIF MUDA DI PERUBAHAN IKLIM
Dampak perubahan iklim menjadi perhatian utama para eksekutif bisnis. Para pemimpin korporasi, mengawal langsung berbagai inisiatif menuju transisi bisnis berkelanjutan. Tak sedikit strategi bisnis itu dipimpin oleh anak-anak muda. Mereka diberi kepercayaan penuh melakukan inovasi dan terobosan guna menciptakan nilai tambah bisnis yang berpihak pada kelestarian lingkungan.
Gelagat Positif di Bursa Saham
Setelah mencatatkan beragam pencapaian yang menggembirakan pada pekan lalu, indeks harga saham gabungan atau IHSG diyakini bakal terus mempertahankan tren positif ke depan. Terlebih, Bursa Efek Indonesia (BEI) tengah menyiapkan IDX New Listing Information untuk makin meningkatkan akses informasi dan merangsang gairah investasi di pasar modal. Pencapaian pertumbuhan di sejumlah indikator perdagangan pekan lalu tentu menjadi gelagat yang baik di lantai bursa. Kinerja indeks komposit memang masih relatif berfluktuasi kendati beberapa kali menyentuh level psikologis di angka 7.000-an. Catatan saja, IHSG mengalami penguatan 0,84% dalam sepekan dari 6.924,78 ke level 6.982,79. Kapitalisasi pasar turut mengalami peningkatan 1,03% menjadi Rp10.339 triliun dari Rp10.233 triliun pada pekan sebelumnya. Pertumbuhan tertinggi selama sepekan terjadi pada rata-rata volume transaksi, yaitu sebesar 56,84% menjadi 29,18 miliar lembar saham dari 18,61 miliar saham pada sepekan yang lalu. Di sisi lain, rata-rata nilai transaksi harian ikut terkatrol. Data BEI mencatat, rata-rata transaksi harian melonjak 34,9% menjadi sebesar Rp13,44 triliun, dari Rp9,96 triliun pada pekan sebelumnya. Rata-rata frekuensi transaksi harian di bursa pekan lalu pun menguat 5,46% dari 1,12 juta kali menjadi 1,18 juta kali transaksi. Pergerakan indeks komposit pekan lalu dipengaruhi oleh sentimen global, terutama dari pemulihan ekonomi China yang berasal dari rilis produksi industri yang naik 4,5% dan penjualan ritel yang tumbuh 4,6% pada periode Agustus 2023. Pekan ini, agenda kedua bank sentral itu kembali menjadi sorotan pelaku pasar. The Fed mengadakan pertemuan Federal Open Market Committee pada 19—20 September 2023, sedangkan jadwal Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia berlangsung pada 20—21 September 2023. Jika The Fed dan Bank Indonesia tetap mempertahankan tingkat suku bunga acuannya, hal itu bisa memberikan dorongan positif ke pasar saham. Jika suku bunga naik, ini berpotensi memicu ketidakpastian dan tekanan jual sejenak.
Pengaturan Asuransi Kredit
Tiga tahun terakhir ini industri asuransi kredit global terkonsentrasi dan didominasi tiga perusahaan pemain asuransi kredit global, di antaranya Allianz Trade, Atradius dan Coface, yang semuanya adalah perusahaan asuransi negara Eropa. Ketiga perusahaan itu juga beroperasi di Indonesia melalui kemitraan dengan perusahaan asuransi lokal. Laporan IFG Progress menyatakan bahwa perkembangan asuransi kredit global tumbuh relatif cukup tinggi sepanjang 2017—2019, tetapi pada 2020 terkontraksi sebesar -16% YoY akibat dampak pandemi Covid-19 seiring dengan meningkatnya risiko akibat dari ketidakpastian kondisi perekonomian yang kemudian berdampak pada semakin sulitnya perusahaan untuk membayar premi dalam mengasuransikan aktivitas kreditnya. Kondisi tersebut juga menunjukkan bahwa asuransi kredit sebagai subsektor asuransi yang erat kaitannya dengan kondisi makroekonomi juga menjadi salah satu subsektor ekonomi yang terdampak pandemi.
Kalau melihat data 10 tahun kinerja asuransi kredit di Indonesia, 5 tahun terakhir menunjukkan kontribusi premi yang cukup besar, dengan penetrasi yang tumbuh cukup massif, namun result bisnisnya terlihat mengalami tren penurunan. Sebagai sektor yang berperan dalam mengelola dan memitigasi risiko di sektor keuangan, serta mayoritas kepemilikan saham di industri asuransi kredit merupakan lembaga jasa keuangan lainnya, maka sangat dibutuhkan dukungan kebijakan sektor keuangan serta kerangka regulasi yang solid guna meningkatkan pengawasan industri asuransi kredit.
Perusahaan asuransi perlu melakukan seleksi dan pengelolaan risiko agar dapat mengukur dan memilih risiko yang dapat ditanggung sesuai dengan risk appetitenya.Nature dari Asuransi Kredit adalah pertanggungan yang menjamin risiko kerugian kreditur atas tidak terbayarkannya sisa pinjaman debitur berdasarkan perjanjian pemberian pinjaman dari kreditur ke debitur.
Nilai pertanggungan asuransi kredit paling tinggi adalah sebesar outstanding kredit debitur. Periode asuransi adalah satu tahun dapat diperpanjang sampai dengan jatuh tempo kredit. Penetapan premi harus mempertimbangkan profil risiko dari masing-masing objek asuransi agar besaran premi sesuai dengan risiko pada objek asuransi tersebut.
PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN : KRISIS IKLIM INTAI BISNIS
Isu perubahan iklim saat ini tengah menjadi perhatian global, baik kalangan pemimpin negara dan para pelaku bisnis. Sejumlah aspek yang menyangkut transisi energi, ketahanan pangan, kesehatan, ketersediaan hunian layak, dan lainnya, diusung untuk mendukung keberlanjutan. Kalangan pemimpin bisnis global memberi perhatian serius terhadap isu perubahan iklim. Survei yang dilakukan oleh Pricewaterhouse Coopers (PwC), memberi gambaran terhadap strategi bisnis para eksekutif dalam mengelola isu-isu perubahan iklim. Survei yang dilakukan oleh PwC itu menjangkau 4.410 CEO global yang mayoritas merupakan pemimpin bisnis dengan pendapatan tahunan di atas US$100 juta. Dalam kajian yang dirilis pada akhir 2022, mayoritas CEO global tengah menyiapkan strategi dalam berbagai isu perubahan iklim, seperti pengurangan emisi karbon, inovasi terhadap produk-produk ramah lingkungan serta dapat didaur ulang, dan lain sebagainya. Menurut kalangan pemimpin bisnis global itu, perubahan iklim berdampak pada sejumlah aktivitas bisnis mulai dari rantai pasok, struktur biaya, dan aset fisik. Dari tiga hal tersebut, struktur biaya memiliki dampak paling merata baik dari skala sedang hingga kompleks akibat perubahan iklim. Para pemimpin bisnis di Indonesia, terutama dari eksekutif muda dan pewaris usaha, turut mencermati isu perubahan iklim sebagai strategi dalam mengelola bisnis ke depan dengan melakukan berbagai inovasi. PT Blue Bird Tbk., korporasi yang bergerak di layanan transportasi terlihat sangat serius dalam upaya menekan emisi karbon lewat serangkaian uji coba kendaraan berbasis baterai (electric vehicle) sebagai armada layanan ke konsumen.Menurut Wakil Direktur Utama Blue Bird (BIRD) Sigit Djokosoetono, pihaknya telah melakukan terobosan dalam uji coba penggunaan kendaraan listrik dalam kurun 4 tahun terakhir. Selain berencana melakukan pengadaan jangka panjang, katanya, sejumlah inisiatif pengurangan emisi karbon mulai dilakukan dari peluncuran panel surya sebagai penyuplai energi, penambahan charging station, serta penambahan jumlah armada berbahan bakar compressed natural gas (CNG).
Kelompok bisnis Bakrie Group juga cukup aktif dalam melakukan inisiasi perubahan iklim, utamanya dengan inisiatif awal di bisnis-bisnis utama yang dijalankan grup bisnis. Menurut Direktur Utama PT Bakrie Power yang juga CEO Helio Synar Energi, Ronald Nehemia Sinaga, sasaran dari transisi energi dimulai dari tiga titik, yaitu electric mobility, renewable energy, dan sustainable housing. “Kami percaya kalau tiga ini bisa terjadi, semua dalam grup akan terbawa untuk ikut menjadi lebih hijau,” katanya kepada Bisnis, Jumat (15/9). Sementara itu, Wakil Direktur Utama PT TBS Energi Utama Tbk. (TOBA) Pandu Patria Sjahrir menyatakan pengembangan energi ramah lingkungan menjadi triple bottom line TBS Energi Utama yang mengedepankan people, planet, dan profit. Hal itu sejalan dengan semangat mengedepankan isu-isu perubahan iklim dalam tata kelola korporasi ke depan. Pandu bercerita salah satu yang akan terus diperbesar kapasitasnya di sektor kelistrikan adalah pembangkit listrik berbasis energi baru terbarukan (EBT). Langkah itu juga sejalan dengan rencana PT PLN (Persero) yang memperbesar porsi pembangkit listrik berbasis EBT. Pandu yang juga menjabat sebagai Komisaris CarbonX menilai bursa perdagangan karbon memiliki mekanisme seperti halnya perdagangan saham dengan menghitung jenis karbon yang dihasilkan per tahun dari sejumlah perusahaan. Harganya akan ditentukan melalui pihak yang dipercaya melakukan verifikasi. Dalam ajang Indonesia Sustainability Forum (ISF) yang berlangsung di sela-sela Konferesni Tingkat Tinggi (KTT) Asean di Jakarta awal bulan ini, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut B. Pandjaitan menyatakan krisis iklim dan kerusakan lingkungan merupakan pekerjaan bersama seluruh negara-negara di dunia. Dia menyampaikan bahwa setiap negara memiliki peran sendiri dalam mengatasi krisis iklim melalui upaya dekarbonisasi. Setiap negara, kata Luhut, harus menyadari kenyataan bahwa mereka memiliki kapasitas, kompatibilitas, dan batasan berbeda untuk mengurangi emisi gas rumah kaca.
Bahas Bersama Solusi Terbaik
Komnas HAM mengunjungi sejumlah lokasi terdampak bentrokan penolakan relokasi warga Pulau Rempang. Komnas HAM menyatakan akan membantu mencoba membahas bersama solusi terbaik antara pemerintah pusat dan pemda dalam hal ini Pemprov Kepri serta Badan Pengusahaan Batam. Komisioner Komnas HAM Prabianto Mukti Wibowo, Sabtu (16/9) mengatakan, kunjungan Komnas HAM ke sejumlah lokasi di Pulau Rempang, bagian dari kegiatan pramediasi sebelumnya bersama BP Batam, Pemprov Kepri, dan Polda Kepri. Lokasi pertama yang dikunjungi adalah Jembatan Barelang IV yang sempat diblokade warga serta SD 24 Galang dan SMP 22 Batam. Bentrokan terjadi di lokasi tersebut pada 7 September dan berujung dengan tembakan gas air mata. ”Pihak sekolah menjelaskan, kejadian pada 7 September cukup mencekam. Ada beberapa siswa yang terimbas gas air mata sehingga mereka mengalami luka,” kata Prabianto.
Prabianto menjelaskan, polisi sudah memberikan trauma healing terhadap siswa yang terluka dan menjadi korban bentrokan. ”Kami belum tahu dampak jangka panjangnya. Di permukaan mungkin mereka (siswa) sudah cukup gembira, tetapi tidak tahu juga kelanjutan nantinya. Trauma healing perlu di- lanjutkan,” ujarnya. Rombongan Komnas HAM juga mengunjungi kampung-kampung tua Melayu yang menjadi prioritas relokasi di Kelurahan Sembulang, Kecamatan Galang, Pulau Rempang. Prabianto mengatakan, warga tetap menolak relokasi. Mereka juga meminta perlindungan ke Komnas HAM untuk tetap bisa bertahan di lokasi yang mereka tinggali. Selain itu, Komnas HAM juga mengunjungi kampung-kampung tua lainnya, seperti Dapur 6 dan Pantai Melayu. Warga menolak relokasi meskipun mereka tidak menolak proyek strategis nasional Rempang Eco City. ”Dalam beberapa pertemuan dengan BP Batam dan pemprov, kami tetap merekomendasikan untuk tidak merelokasi warga. Jadi, yang diubah itu mestinya rencana lokasi pembangunan pabriknya yang sudah jadi komitmen dengan investor,” kata Prabianto. (Yoga)
Penduduk AS Kian Menua, Peluang Pekerja Migran
Masalah semakin menuanya penduduk tidak hanya menjadi momok di negara-negara maju di Asia Timur. AS juga mengalami situasi serupa. Di satu sisi, ini merupakan bukti positif kemajuan teknologi dan pelayanan kesehatan, tetapi, di sisi lain mendatangkan pertanyaan mengenai produktivitas bangsa ketika penduduknya lebih banyak yang lanjut usia. Juga ada pertanyaan mengenai siapa yang akan merawat mereka semua. Berbagai penelitian nasional dan lembaga independen di AS mengatakan bahwa angka kelahiran di ”Negeri Paman Sam” kian menurun. Data terakhir dikeluarkan oleh Badan Sensus Nasional AS tahun 2018, yang diperbarui pada Oktober 2019 mengatakan bahwa per tahun 2060, satu dari empat penduduk AS berumur 65 tahun ke atas. Diperkirakan juga jumlah warga yang berusia satu abad mengisi setidaknya 500.000 orang dari total populasi. Bahkan, di beberapa negara bagian, umur rata-rata penduduknya adalah 73 tahun. Sebagian dari mereka tinggal sendiri karena anak-anak sudah pergi merantau ke tempat lain. Usia rata-rata penduduk secara nasional adalah 38,8 tahun.
”Penduduk semakin jarang memiliki anak karena sistem ekonomi dan sosial mengakibatkan biaya pengasuhan anak tinggi sekali,” kata Philip Cohen, sosiolog dari Universitas Maryland. Bagi para warga lanjut usia (lansia) ini, tekanan ekonomi juga menjadi persoalan besar. Perekonomian AS turun 3 % akibat pandemi Covid-19. Presiden Dewan Nasional tentang Penuaan (NCOA) Ramsey Alwin dalam pernyataan pada laman resmi organisasi tersebut mengungkapkan bahwa 14 % warga AS berumur 65 tahun ke atas hidup dalam kemiskinan. Persoalannya, AS mengalami kekurangan tenaga kerja. Statistik menyebutkan bahwa di negara tersebut ada 10 juta lowongan pekerjaan. Lembaga kajian kesejahteraan social AS, Niskanen Centre, mengeluarkan data yang dikutip majalah Time edisi 9 September 2023. Dikatakan bahwa 87 % panti jompo kekurangan tenaga ahli, 25 % pekerjaan domestik, seperti mengasuh anak dan mengurus rumah tangga, dilakukan oleh pekerja migran. Khusus untuk perawatan warga lansia, statistik pekerja migrannya adalah 19 %. ”Ini kesempatan yang baik untuk mendatangkan pekerja migran, tetapi khusus untuk mereka yang profesional di bidangnya. Mereka datang ke AS sudah dilengkapi dengan ijazah dan sertifikat bukti kecakapan kerja,” kata Wakil Direktur Bidang Kebijakan Migran Niskanen Centre Kristie de Pena kepada Time. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









