Sosial, Budaya, dan Demografi
( 10113 )Pro-Kontra Starlink di RI
Layanan internet berbasis satelit orbit rendah, Starlink, resmi diperjualbelikan di pasar ritel Indonesia. Miliarder Elon Musk selaku pemilik usaha, secara tertulis, mengumumkan di X pada 19 Mei 2024 bersamaan dengan kunjungannya ke Forum Air Sedunia di Bali, Indonesia. ”Honored to launch @starlink in Indonesia!” Tidak lama setelah pengumuman resmi peluncuran Starlink di pasar ritel Indonesia itu, pro-kontra di kalangan pelaku industri telekomunikasi dan warganet mengemuka, menyangkut berbagai topik, dari topik ketepatan fungsi Starlink, potensi jaringan internet mandiri RT/RW Net ilegal, hingga isu ancaman kedaulatan negara.
Ketua Bidang Rekumtel Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel) Johny Siswadi, Rabu (22/5) di Jakarta, berpendapat, layanan internet berbasis satelit orbit rendah yang ditawarkan Starlink cocok untuk masyarakat dan lembaga layanan publik di wilayah terpencil yang susah dapat sambungan kabel jaringan telekomunikasi. Misalnya, wilayah yang masuk kategori pelayanan universal atau universal service obligation (USO). ”Kalau hanya mengandalkan penyedia jasa internet (ISP) terestrial (kabel), pembangunan akses internet seluruhnya akan lambat ,” ujarnya.
Johny menilai, harga pemasangan dan berlangganan Starlink terlalu tinggi bagi masyarakat di wilayah terpencil. Harga perangkat instalasi Rp 7,8 juta, pengiriman dan handling Rp 345.000, serta harga jasa per bulan sebesar Rp 750.000. Keberadaan Starlink versus operator telekomunikasi seluler memiliki level kondisi yang berbeda, baik dari sisi harga maupun kualitas layanan. Satelit Starlink dapat menjadi komplementer bagi operator telekomunikasi seluler yang ingin memperluas layanan. ”Starlink dapat dijadikan ’pemancar langit’ yang menjangkau wilayah pelanggan dengan cepat,” katanya.
Ketua Umum Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) Muhammad Arif Angga mengatakan, Starlink diharapkan dapat memperluas jangkauan layanan internet berkualitas dan terjangkau di daerah-daerah yang sebelumnya sulit terhubung sehingga memberikan kontribusi positif bagi pembangunan ekonomi daerah. Karena itu, APJII mendorong Starlink bekerja sama dengan para ISP lokal supaya sama-sama tumbuh bisnisnya. Dorongan ini akhirnya terwujud lewat nota kesepahaman APJII dengan PT Starlink Services Indonesia, badan hukum Starlink di Indonesia. (Yoga)
Antre BBM di Rote
Antrean kendaraan terlihat mengular di stasiun pengisian bahan bakar untuk umum (SPBU) di Pulau Rote, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur, Rabu (22/5/2024). Sejumlah pengemudi telah mengantre hampir 24 jam untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM). Setiap mobil dibatasi hanya dapat membeli maksimal 20 liter untuk bahan bakar jenis pertalite. (Yoga)
Pemda Didorong Manfaatkan Insentif Air Bersih
Cakupan air bersih di Jakarta baru 67 %. Di banyak daerah lain di Indonesia, kasus serupa di Jakarta, bahkan lebih buruk, juga terjadi. Untuk mendorong pemda makin gencar membangun dan meningkatkan kualitas layanan air bersih di wilayahnya, pemerintah pusat berencana memberi insentif tambahan sebesar Rp 10 miliar. Di Jakarta, dengan cakupan layanan masih di bawah 70 %, banyak warga yang belum terlayani air bersih. ”Ini harus menjadi perhatian serius,” ujar anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PKS, Suhud Alynudin, Rabu (22/5). Perumda PAM Jaya diminta memprioritaskan peningkatan cakupan layanan air bersih di 2024.
Menurut Suhud, banyak hal yang harus segera dibenahi agar cakupan layanan air bersih bisa mencapai 100 %, di antaranya, koordinasi lintas sektor untuk mengatasi kendala tersumbatnya jalur pipa yang menyebabkan pekerjaan teknis PAM Jaya terhambat. Percepatan pembangunan reservoir komunal atau tendon air ukuran besar untuk mengatasi krisis air dinilai diperlukan. Prioritas utama Pemprov DKI Jakarta adalah mengurangi kebocoran dari pipa air yang rusak. Non-water revenue (NRW) atau produksi air yang hilang karena kebocoran atau kerusakan pipa di Jakarta pada 2020 mencapai 45,7 % atau 280 juta meter kubik, di atas rata-rata NRW nasional, yaitu 37 %. Jika kebocoran dapat dikurangi separuhnya, akan tersedia 140 juta meter kubik air untuk konsumsi harian. (Yoga)
Bambang Surya Atmaja, Penggerak Wisata Curug Cipeuteuy
Bambang Surya Atmaja (32) pulang kampung mengembangkan wisata Curug Cipeuteuy di Bantaragung, Kabupaten Majalengka, Jabar. Sejumlah wisatawan bersantai di gazebo sekitar Curug Cipeuteuy, Senin (22/4). Beberapa orang berendam di kolam dekat air terjun setinggi 12 meter. Ada yang berfoto di jembatan berlatar belakang pepohonan pinus atau piknik di tempat yang tersedia. Tak jauh dari air terjun, berdiri mushala, kamar mandi, serta warung. Semua tertata rapi. Selain menikmati dingin curug, wisatawan dapat menapaki jalur untuk jalan kaki atau berkemah di area bumi perkemahan. Sejumlah fasilitas di destinasi wisata itu berasal dari desain Bambang Surya Atmaja, pengelola Curug Cipeuteuy bagian pengembangan. Tamatan MTSN, setara SMP ini tak punya latar belakang pendidikan teknik arsitektur atau mengikuti les serupa.
”Semuanya saya desain di komputer. Saya belajar otodidak,” ucap Ibenk, sapaannya. Keadaan membuatnya harus memahami soal desain arsitektur. Pembangunan curug yang dirintis tahun 2009 itu adalah swadaya warga. Mereka menyumbang uang, tenaga, dan keahlian. Saat itu, ayahnya, Sukyadi, dan sejumlah warga yang tergabung dalam Masyarakat Pariwisata Gunung Ciremai (MPGC) menginisiasi pengembangan Curug Cipeuteuy. Bersama Balai Taman Nasional Gunung Ciremai, mereka menyulap semak belukar menjadi tempat wisata air terjun. Pengembangan wisata di sini tak lepas dari ditetapkannya Ciremai sebagai taman nasional. Konsekuensinya, warga tidak lagi boleh seenaknya menanam dan mengambil sesuatu dari gunung setinggi 3.078 meter di atas permukaan laut tersebut.
Curug Cipeuteuy termasuk zona pemanfaatan untuk wisata. ”Cipeuteuy ini alamnya bagus, tetapi sarananya kurang. Akhirnya, saya coba desain gambar untuk pembangunan fasilitas,” ucapnya. Tanpa upah, ia merancang sejumlah prasarana di area itu. Modalnya, latihan desain di laptop yang ia beli dari hasil merantau di negeri orang. Karena keterbatasan biaya, pengembangan destinasi itu belum maksimal. Akses menuju kawasan di 700 mdpl itu masih sempit dan rusak. Sempat merantau, pada 2014, ia meneguhkan diri untuk mengembangkan wisata desa. Ibenk mengerjakan apa saja. Dari menjaga pos tiket, memarkir, menguras kolam, hingga mendesain gazebo serta titik untuk swafoto. Ia juga aktif mengajak anak muda membantu pengembangan Curug Cipeuteuy. ”Dari situ, pengunjung mulai banyak yang datang,” ucapnya. Ibenk pula yang menginisiasi konsep outbound dan kegiatan perkemahan di desanya, hasilnya cukup memuaskan. Rombongan sekolah hingga beberapa perusahaan menikmati fasilitas baru tersebut.
Saat ini, rata-rata 2.000-3.000 orang mengunjungi destinasi itu setiap bulan. Sebelum pandemi Covid-19 tahun 2020, jumlahnya bisa 4.000 wisatawan per bulan. Dengan tiket Rp 15.000 per orang, pemasukan mencapai Rp 45 juta per bulan, belum termasuk biaya parkir. Selain operasional pariwisata, dana itu juga digunakan untuk membantu guru mengaji, masjid, hingga kebutuhan masyarakat. Curug Cipeuteuy juga berkontribusi untuk pendapatan desa dan PNBP. Ibenk turut berperan dalam penyelamatan lingkungan. ”Setiap tahun, kami menanam 500 sampai 1.000 bibit tanaman endemik Ciremai, di wilayah kritis,” katanya. Pohon itu seperti picung (Pangium edule) dan salam (Syzygium polyanthum). Tidak hanya alam, ia juga memberikan pilihan bagi warga, terutama anak muda, untuk memanfaatkan potensi desa. Ibenk tidak ingin generasi penerus di Bantaragung merantau ke kota hingga luar negeri yang risikonya lebih besar. (Yoga)
Prabowo Siap Antisipasi Kebocoran Program Makan Siang Gratis
Presiden terpilih periode 2024-2029, Prabowo Subianto menegaskan akan mengeksekusi program makan siang dan susu gratis untuk anak-anak sekolah secara efisiensi dan tanpa kebocoran. Prabowo memastikan akan mengambil berbagai langkah untuk mencegah terjadinya kebocoran dalam pelaksanaan program tersebut. Menurut Prabowo, kebocoran tidak boleh terjadi karena yang dirugikan adalah bangsa dan negara serta masyarakat. "Masalahnya, ini sudah lama saya bicarakan, sebagai anak bangsa kita sadar banyak terjadi kebocoran di negara kita.
Sekarang, bagaimana kiat membuat skema dengan efisien dan baik, tanpa ada kebocoran sampai ke anak-anak kita," kata Prabowo. Selain itu, kata Prabowo, pembagian susu gratis kepada anak-anak di seluruh Indonesia juga akan dijalankan sesuai tipilogi masing-masing daerah. Dia mencontohkan Pulau Moa di Maluku Barat Daya, yang kerap memproduksi susu kerbau, sehingga tidak sulit untuk mendapatkan susu bagi anak-anak di wilayah tersebut. (Yetede)
Industri Rumput Laut Butuh Deregulasi
Urgensi Jaksa Agung Bukan dari Partai Politik
Menggairahkan Bursa Karbon
Sudah lebih dari enam bulan sejak peluncuran bursa karbon, namun bursa ini belum memperlihatkan perannya dalam membantu mencapai target penurunan emisi karbon nasional. Kesimpulan ini terlihat dari sepinya transaksi di bursa karbon yang berakibat tidak terjadinya proses pembentukan harga. Keberadaan bursa karbon seharusnya tidak hanya memenuhi formalitas sebatas cheklist kelengkapan terkait perangkat dalam mencapai tercapai penurunan karbon nasional.
Bursa karbon memiliki peran strategis dalam mendorong pelaku usaha (terutama pada sektor penghasil emisi karbon kelas berat) untuk menurunkan emisi gas rumah kaca (GRK) yang dihasilkan dari aktivitas operasinya. Peran strategis tersebut dapat terpenuhi jika bursa karbon yang aktif terbentuk. Logika pembentukan bursa karbon sangatlah sederhana dan mudah dipahami. Masalah perubahan iklim yang saat ini terjadi merupakan bentuk kondisi eksternalitas. Secara sederhana eksternalitas terjadi saat pihak yang melakukan tindakan negatif tidak menanggung konsekuensi secara langsung dampak negatif dari tindakannya. (Yetede)
Jokowi: Orang Tua Hanya Bisa Mendoakan
Pengangguran Kalangan Gen Z Ancam Penerimaan Pajak
Tingginya jumlah pengangguran dari kalangan muda dikhawatirkan akan memberikan dampak penurunan penerimaan pajak. Di sisi lain, masalah tersebut juga tidak terlepas dari belum sesuainya kompetensi tenaga kerja dengan industri yang ada di Tanah Air. Berdasarkan Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Agustus 2023 tercatat ada juta orang dengan rentang usia 15-24 tahun tidak bersekolah, tidak kerja, dan tidak sedang mengikuti pelatihan. "Memang generasi ini generasi yang beda, mereka suka pakai handphone dan bekerja dari sana.
Sementara itu, sektor ekonomi kita belum siap untuk memberikan pekerjaan yang seperti 'permanen' tetapi bekerja dari rumah." kata Tim Asisten Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Raden Pardede. Raden mengungkapkan, untuk menyerap tenaga kerja maka sektor ekonomi harus diperkuat dengan teknologi. Langkah tersebut dilakukan agar industri bisa menyesuaikan dengan langkah generasi muda saat ini yang kerap menjalankan gaya bekerja secara remote atau tanpa harus ke kantor. (Yetede)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









