;

Urgensi Jaksa Agung Bukan dari Partai Politik

Urgensi Jaksa Agung Bukan dari Partai Politik
Posisi Jaksa Agung tiga kali diisi figur yang awalnya berlatar belakang kader partai politik, yaitu Baharuddin Lopa, Marzuki Darusman, dan Muhammad Prasetyo. Lopa merupakan kader Partai Persatuan Pembangunan, Marzuki kader Partai Golkar, dan Prasetyo kader Partai NasDem, sebelum ketiganya dipilih oleh presiden sebagai Jaksa Agung. Sepak terjang ketiganya sebagai Jaksa Agung berbeda jauh. Meski menjabat cukup singkat, Lopa membongkar berbagai kasus korupsi besar, termasuk penyelidikan kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI).

Marzuki juga membongkar kasus BLBI yang menyeret Gubernur Bank Indonesia saat itu, Syahril Sabirin, serta patgulipat para pemegang hak pengusahaan hutan (HPH).  Di era Prasetyo, Kejaksaan Agung menjadi sorotan. Posisi Prasetyo sebagai Jaksa Agung diduga menjadi alat untuk menekan kepala daerah di luar Partai NasDem menjelang Pemilu 2019. Sejumlah kasus dugaan korupsi juga jalan di tempat pada era mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat ini. Posisi jabatan Jaksa Agung kembali menjadi sorotan menjelang transisi pemerintahan dari Joko Widodo ke Prabowo Subianto. Saat ini Prabowo dan Gibran Rakabuming Raka, sebagai presiden dan wakil presiden pemenang Pemilu 2024, mulai membahas komposisi kabinetnya mendatang. (Yetede)
Tags :
#Nasional #Varia
Download Aplikasi Labirin :