;
Kategori

Ekonomi

( 40460 )

BEI Menempati Peringkat ke-7

13 Aug 2024
PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menempati peringkat ke-7 secara global untuk jumlah perusahaan yang tercatat berdasarkan EY Global IPO Trends pada kuartal II 2024, dan jumlah IPO tertinggi, diantara negara Asean sejak 2018. Dan di tahun depan, jumlah emiten yang tercatat di BEI diyakini bisa menembus 1.000 emiten. "Secara global, BEI tertinggal dari Bursa Nasional India (National Stock Exchange of India), yang mencatatkan pertumbuhan 4,7% YTD pada Juni 2024," kata Direktur Utama BEI Iman Rachman. Iman mengatakan, BEI berhasil menjadi bursa dengan pertumbuhan perusahaan  tercatat dia Asean, mencapai 2,66% YTD. Meskipun total jumlah perusahaan tercatat di BEI masih berada di bawah Bursa  Malaysia yang telah menembus angka 1.000 perusahaan, pertumbuhan BEI menjadi yang paling pesat di antara negara-negara Asean lainnya. (Yetede)

OJK Telah Mengeluarkan RPOJK UMKM

13 Aug 2024
OJK telah mengeluarkan Rancangan Peraturan OJK Mikro Kecil dan Menengah (RPOJK UMKM) dan tidak lama lagi akan diterbitkan menjadi POJK RPOJK tersebut tidak memuat kewajiban terkait porsi kredit UMKM 30% terhadap total kredit. Saat ini, RPOJK UMKM dalam tahap analis hasil penerimaan masukan dan tanggapan terhadap draft RPOJK dari stakeholder dan masyarakat. Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae mengatakan, adapun beberapa hal diatur dalam rancangan ketentuan ini mengenai penyusunan skema khusus untuk menyaluran atau pembiayaan kepada UMKM, pemanfaatan dukungan perangkat penilaian kredit, serta evaluasi berkala terhadap suku bunga kredit/marjin pembiayaan UMKM. Selain itu, diatur pula jasa keuangan (LPK) untuk melakukan edukasi dan literasi keuangan bagi pelaku UMKM, serta pengembangan kompetensi SDM internal LJK untuk mendukung pemberian akses pembiayaan UMKM. (Yetede)

Pulihnya Harga Batu Bara

13 Aug 2024
PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) dan PT Bukit Asam Tbk (PTBA) berpeluang membalikkan kinerja yang kurang menggembirakan pada paruh pertama 2024, seiring ekpektasi pulihnya harga batu bara di semester dua ini.  Pada September sampai Desember 2024, harga batu bara Newcastle diperkirakan naik di US$ 150,50-154,90 per ton, dibandingkan harga rata-rata Juli-Agustus 2024 yang sebesar US$ 138,75 per ton. Peluang emas itu tampaknya tidak akan di sa-siakan ADRO dan PTA untuk biaya mengejar pertumbuhan lebih baik dalam enam bulan terkahir 2024. "Kedua emiten batu bara papan atas ini mengaku akan tetap fokus untuk mempertajam keunggulan operasional dan responsif terhadap perubahan kondisi global di sisa tahun ini. Terlebih, mengingat kinerja keduanya di semester I-2024 yang kurang memuaskan. Laba Adaro pada tahun lalu terpangkas 34,16% secara yoy menjadi US$ 1,64 miliar, begitupun dengan laba OTBA yang longsor 51,42% menjadi Rp6,1 triliun. (Yetede)

PT Penggadaian Membukukan Penjualan Rp 2,2 triliun

13 Aug 2024

PT Penggadaian Membukukan Penjualan Rp 2,2 triliun atas dua jenis sukuk terbarunya  selama masa book building pada 23 juli hingga 6 Agustus 2024, sejauh melebihi target  yang hanya Rp 1,5 triliun. Kedua intrusmen  investasi tersebut berupa sukuk mudahrabah Berkelanjutan III Tahap II dan Sukuk Mudharabah Berwawasan Sosiala Berkelanjutan Tahap I dan Tahap II. "Saya ucapkan terima kasih kepada masyarakat atas dukungan dan keprcayaan yang diberikan. Saya juga menghargai partisipasi aktif dari investor  dan masyarakat atas pencapaian  yang luar biasa ini," kata Direktur Keuangan dan Perencaaan Strategis Penggadaian Ferdian Timur Satyagraha. Ferdian mengatakan, peluncuran kedua jenis suku tersebut merupakan wujud konsistensi perusahaan dalam menjalankan prinsip Environment Social, and Governance (ESG) sekaligus memberikan peluang  investasi yang sesuai dengan prinsip syariah dan kontribusi positif terhadap masyarakat. (Yetede)

Reshuffle Kabinet di Akhir Pemerintahan

13 Aug 2024
SEBULAN setelah merombak kabinetnya, Presiden Joko Widodo dikabarkan akan kembali mengganti sejumlah anggota kabinetnya. Reshuffle kabinet tersebut kabarnya digelar pekan ini. Tiga narasumber Tempo dari partai pendukung pemerintahan Jokowi serta seorang pejabat di Istana Negara bercerita dalam perombakan kali ini, politikus Partai NasDem dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan yang akan dikeluarkan dari Kabinet Indonesia Maju. Keduanya adalah Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar serta Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Hamonangan Laoly. Siti Nurbaya dikeluarkan dari kabinet karena dianggap kurang kooperatif, terutama dalam urusan memperlancar pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. Adapun Yasonna diganti karena mengesahkan perubahan kepengurusan DPP PDI Perjuangan tanpa memberi tahu terlebih dahulu Presiden Jokowi. (Yetede)

Tantangan untuk Meningkatkan Pasar Modal

13 Aug 2024

Otoritas pasar modal Indonesia menghadapi tantangan besar untuk mencapai target jangka panjang yang telah ditetapkan oleh pemerintah, baik saat ini maupun di masa mendatang, di bawah pemerintahan baru. Tantangan ini semakin berat dengan adanya perubahan lanskap investasi yang dipengaruhi oleh kondisi ekonomi global dan domestik, serta geopolitik.

Salah satu target ambisius adalah kapitalisasi pasar yang diharapkan mencapai Rp15.000 triliun pada tahun 2027, sementara saat ini baru mencapai Rp12.302 triliun. Irvan Susandy, Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI, optimistis bahwa target yang lebih tinggi yaitu Rp22.000 triliun, seperti yang diinginkan oleh tim presiden terpilih Prabowo Subianto, dapat dicapai dengan memacu perusahaan besar untuk melakukan initial public offering (IPO).

Mahendra Siregar, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), menekankan bahwa pasar modal telah menjadi motor perekonomian nasional, dengan penghimpunan dana yang signifikan. Namun, pelaku pasar dan pengamat seperti Nafan Aji Gusta dan Budi Frensidy menekankan pentingnya perlindungan investor dan transparansi dalam perdagangan saham untuk mendukung pertumbuhan pasar modal yang berkelanjutan.

Pergerakan Fluktuatif Sektor Manufaktur

13 Aug 2024

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengkhawatirkan penurunan produktivitas manufaktur nasional yang terlihat dalam beberapa bulan terakhir, yang disoroti dalam Rapat Sidang Kabinet Perdana di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara pada Senin, 12 Agustus 2024. Berdasarkan Purchasing Manager's Index (PMI) manufaktur Indonesia pada Juli 2024, indeks ini turun ke level 49,3, menunjukkan kontraksi setelah 34 bulan berturut-turut mengalami ekspansi.

Penurunan ini sebagian besar disebabkan oleh penurunan permintaan domestik, peningkatan biaya impor bahan baku, serta masuknya produk impor yang membanjiri pasar domestik. Meskipun Indonesia memiliki potensi besar sebagai destinasi investasi manufaktur dengan lokasi strategis dan sumber daya alam yang melimpah, pemerintah dihadapkan pada tantangan untuk menjaga stabilitas dan pertumbuhan industri manufaktur.

Presiden Jokowi menekankan pentingnya penggunaan produk dan bahan baku lokal, serta perlindungan terhadap industri dalam negeri. Untuk mengatasi tantangan ini, diperlukan kolaborasi erat dan koordinasi antar-kementerian untuk memastikan kebijakan yang saling mendukung dan tidak tumpang-tindih. Dengan kebijakan yang tepat dan pro-industri dalam negeri, PMI manufaktur Indonesia diharapkan dapat kembali ke posisi ekspansi.

Strategi Meningkatkan Daya Saing Manufaktur

13 Aug 2024

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyoroti kondisi manufaktur nasional yang mengalami kontraksi, sebagaimana terlihat dari Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur Indonesia yang turun ke level 49,3 pada Juli 2024, menandakan penurunan pertama dalam hampir tiga tahun terakhir. Dalam rapat di Istana Garuda pada 12 Agustus 2024, Jokowi meminta jajarannya untuk menyelidiki penyebab utama dari penurunan ini, termasuk melemahnya permintaan domestik, tingginya biaya impor bahan baku, dan serbuan produk impor.

Sejumlah tokoh dari berbagai sektor, seperti Ketua Umum Apindo Shinta W. Kamdani dan Ketua Umum API Jemmy Kartiwa, mengusulkan langkah-langkah konkret untuk mengatasi masalah ini, termasuk penegakan hukum terhadap impor ilegal, pengendalian harga predatory, dan kemudahan akses bahan baku bagi industri. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita tetap optimis bahwa dengan kebijakan pro-bisnis yang tepat, seperti ketersediaan bahan baku dan harga gas industri yang kompetitif, kinerja manufaktur nasional bisa bangkit kembali.

Kenaikan Rasio Utang Perbesar Risiko Ekonomi

13 Aug 2024

Dana Moneter Internasional (IMF) mengingatkan kemungkinan lonjakan utang di era pemerintahan presiden terpilih Prabowo Subianto. Dengan berbagai program populis yang akan dijalankan, rasio utang pemerintah bisa naik signifikan. Dalam 2024 Article IV Consultation edisi Agustus 2024, IMF mengimbau pemerintah dalam lima tahun ke depan mengelola belanja dengan baik. Sebab, belanja yang lebih tinggi bisa membuat defisit fiskal mencapai batas maksimal sebesar 3% dari produk domestik bruto (PDB) dalam lima tahun ke depan. Akibatnya, tren utang akan naik bertahap. Bahkan, berisiko menembus 41% PDB pada 2029, melampaui level saat pandemi Covid-19 pada 2021 sebesar 40,7% PDB. "Meskipun angka ini berada di bawah batas maksimum utang PDB sebesar 60%, hal ini membawa risiko signifikan berupa potensi pelanggaran batas atas defisit 3% PDB," jelas IMF dalam laporan tersebut. Adapun Kementerian Keuangan (Kemkeu) memperkirakan defisit anggaran tahun ini sebesar Rp 609,7 triliun, setara 2,70% PDB.

Angka itu melebar dari target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2024 sebesar Rp 522,8 triliun atau 2,29% PDB. Sementara itu, posisi utang pemerintah per akhir Juni 2024 sebesar Rp 8.444,87 triliun setara 39,13% PDB. Dengan penarikan utang yang masih akan dilakukan hingga akhir tahun, kemungkinan posisi sekaligus rasio utang pemerintah meningkat. Ekonom Universitas Paramadina Jakarta, Wijayanto Samirin memperkirakan, rasio utang pemerintah bahkan bisa melonjak hingga 41% PDB pada 2026 apabila pemerintah tidak berhati-hati, dan terus melakukan financial engineering dengan melempar pekerjaan dan proyek besar ke BUMN yang dibiayai dengan penyertaan modal negara (PMN) hingga penjaminan utang. Ia melihat, rasio utang pemerintah juga akan semakin parah mengingat rasio pajak belum akan naik dalam tiga tahun ke depan. Ini merupakan buntut dari perlambatan ekonomi, beban bayar utang yang besar, dan insentif pajak berlebih yang dilakukan dalam beberapa tahun terakhir. Anggota Dewan Pakar Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, Dradjad Wibowo memastikan visi dan misi alias program yang sudah dirancang telah mempertimbangkan perlambatan ekonomi. Bahkan, menurut dia, TKN telah melakukan simulasi anggaran dengan risiko perlambatan ekonomi tersebut.

Bursa Efek Indonesia Pasang Target Ambisius

13 Aug 2024

Ambisi Presiden terpilih Prabowo Subianto dan wakilnya Gibran Rakabuming Raka untuk mencapai nilai kapitalisasi pasar saham sebesar Rp 22.000 triliun di tahun 2027 disambut dengan keyakinan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI). Tapi nampaknya perlu kerja keras buat mencapai target itu.  Sebelumnya, Tim Ekonomi Prabowo-Gibran pernah mengungkapkan optimisme nya bisa mencapai target tersebut di tahun 2027. Angka ini sebenarnya melampaui target yang dicanangkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Berdasarkan peta jalan ( roadmap ), OJK hanya mematok kapitalisasi pasar BEI bisa mencapai Rp 15.000 triliun di tahun 2027. Direktur Utama BEI, Iman Rachman mengatakan, pihaknya optimistis bisa mencapai target tersebut. Tapi, untuk mencapainya BEI membutuhkan bantuan dari berbagai pihak. "Kami perlu suplai yang besar, yaitu initial public offering (IPO). Kami perlu dukungan dari anak usaha Badan Usaha Milik Negara (BUMN) atau perusahaan yang cukup besar," katanya setelah konferensi pers peringatan HUT Pasar Modal ke 47 Tahun, Senin (12/8).  Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa Efek Indonesia, Irvan Susandy mengatakan, dalam pipeline , BEI sudah telah mengantongi dua rencana IPO dari perusahaan dengan aset berskala jumbo alias perusahaan mercusuar ( lighthouse company ). Pengamat Pasar Modal Indonesia dari Universitas Indonesia Budi Frensidy menilai, target Rp 22.000 triliun nampak terlalu besar untuk digapai. Kecuali, BEI bisa mendungang perusahaan asing untuk IPO.