Ekonomi
( 40554 )Strategi Ketat Jaga Likuiditas Ekonomi
Bank-bank di Indonesia tengah mempersiapkan strategi untuk menghadapi tekanan likuiditas yang semakin kompleks, di tengah upaya Bank Indonesia (BI) untuk mengoptimalkan Sekuritas Rupiah BI (SRBI) guna menarik modal asing dan memperkuat rupiah. Kebijakan SRBI yang menawarkan bunga tinggi membuat bank-bank harus bersaing dalam menarik dana pihak ketiga (DPK) dan mempertahankan suku bunga simpanan yang kompetitif. Hal ini juga berdampak pada ketidakmampuan bank untuk menurunkan suku bunga kredit dalam waktu dekat.
Beberapa bank, seperti PT Bank Negara Indonesia (BNI) dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk., berfokus pada penyelarasan pertumbuhan kredit dengan DPK dan menjaga likuiditas dengan memanfaatkan instrumen treasury. Di sisi lain, PT Bank Central Asia (BCA) mengandalkan dana murah (CASA) untuk mendukung ekspansi kredit yang sehat.
Sementara itu, bank asing seperti Citibank Indonesia memilih strategi wait and see karena ketidakpastian yang disebabkan oleh proteksionisme AS. Pengamat perbankan menekankan pentingnya bank dalam menciptakan daya tarik nasabah selain hanya mengandalkan bunga tinggi, untuk memastikan kecukupan likuiditas dalam mendukung ekspansi kredit.
Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, menyatakan bahwa BI tetap optimistis dengan stabilitas rupiah, yang didukung oleh kebijakan BI, inflasi yang rendah, dan prospek pertumbuhan ekonomi yang baik.
Janji Besar Presiden Prabowo untuk Investasi RI
Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, mengungkapkan hasil positif dari lawatan perdananya ke luar negeri, yang termasuk kunjungan ke Inggris pada 21 November 2024. Dalam pertemuan dengan Wakil Perdana Menteri Inggris, Angela Rayner, Prabowo berhasil mengamankan komitmen investasi total sebesar US$18,5 miliar, yang menunjukkan kepercayaan global terhadap perekonomian Indonesia. Komitmen tersebut mencakup investasi dari British Petroleum (BP) senilai US$7 miliar dan perusahaan lainnya senilai US$1,5 miliar. Selain itu, Presiden Prabowo juga menghadiri CEO Roundtable Forum di London yang melibatkan 19 pemimpin perusahaan besar, membahas peluang investasi di sektor-sektor strategis seperti energi, infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan.
Pentingnya stabilitas politik dan ekonomi Indonesia menjadi salah satu faktor utama yang meningkatkan minat investor. Di sela-sela pertemuan tersebut, Prabowo juga berhasil mendapatkan dukungan internasional untuk program Makan Bergizi (MBG) Indonesia, yang mendapat perhatian dan dukungan dari negara-negara seperti China, Amerika Serikat, Brasil, Prancis, dan Inggris. Program MBG bertujuan menyediakan makanan bergizi untuk anak-anak sekolah dan ibu hamil, dengan anggaran harian yang sangat besar, yang sebagian besar akan digunakan untuk belanja produk pertanian dan peternakan lokal.
Keberhasilan Prabowo dalam menarik komitmen investasi dan dukungan internasional ini memperlihatkan optimisme terhadap masa depan ekonomi Indonesia dan menegaskan pentingnya kerjasama global dalam mencapai tujuan pembangunan nasional.
Akhir Tahun Jadi Harapan Pasar Otomotif
Pameran otomotif Gaikindo Jakarta Auto Week (GJAW) 2024 yang resmi dibuka oleh Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita di ICE BSD City, Tangerang, pada 22 November 2024, menjadi harapan utama untuk memulihkan industri otomotif Indonesia yang sedang tertekan sepanjang tahun 2024. Agus Gumiwang optimistis bahwa GJAW 2024 akan membantu menggeliatkan kembali penjualan industri otomotif dan mencatatkan angka penjualan yang lebih tinggi, meskipun target penjualan tahunan Indonesia sudah direvisi turun menjadi 850.000 unit dari target awal 1,1 juta unit.
Pemerintah juga sedang mempersiapkan insentif untuk mendukung pemulihan pasar otomotif. Pameran ini mengusung skala yang lebih besar dengan partisipasi lebih banyak merek dan peluncuran berbagai model baru, termasuk kendaraan listrik. Program promo agresif dan diskon menarik diharapkan dapat meningkatkan daya beli masyarakat, terutama setelah penurunan suku bunga acuan dan kenaikan PPN pada tahun depan.
GJAW 2024 menargetkan penjualan sekitar 6.000 unit mobil, lebih tinggi dari tahun lalu yang tercatat sekitar 5.000 unit. Pameran ini juga menjadi momentum penting bagi merek-merek besar seperti Toyota, Mitsubishi, Suzuki, dan Chery untuk memperkenalkan model-model terbaru mereka. Selain itu, para pakar otomotif juga menyebutkan bahwa keberhasilan GJAW 2024 akan sangat dipengaruhi oleh strategi pemasaran, daya tarik produk baru, serta kondisi ekonomi Indonesia secara keseluruhan.
Inovasi Vendor Teknologi Hadapi Pasar Kompetitif
Perusahaan sosial atau social enterprise semakin menjadi motor penggerak ekonomi dan pelopor perubahan sosial yang signifikan, terutama di tingkat lokal. Berdasarkan laporan The Global State of Social Enterprise dari World Economic Forum, terdapat sekitar 10 juta perusahaan sosial di dunia yang menghasilkan pendapatan hingga US$2 triliun per tahun dan menciptakan hampir 200 juta lapangan kerja, dengan separuh di antaranya dipimpin oleh perempuan.
Di Indonesia, beberapa brand lokal seperti Liberty Society dan Dama Kara menunjukkan bagaimana social enterprise dapat mengatasi tantangan sosial dan lingkungan dengan solusi inovatif. Tamara Gondo, pendiri Liberty Society, mengubah limbah korporat seperti plastik dan tekstil menjadi produk merchandise dengan memberdayakan perempuan prasejahtera. Melalui pelatihan keterampilan dan pemberdayaan ekonomi, Liberty Society bertujuan untuk menghubungkan satu juta konsumen dengan seribu perempuan prasejahtera untuk memberikan kebebasan finansial.
Sementara itu, Nurdini Prihastiti dan Bheben Oscar, pendiri Dama Kara, mendirikan bisnis batik lokal yang bukan hanya fokus pada keuntungan, tetapi juga memberdayakan komunitas difabel dan menciptakan lapangan kerja di masa pandemi Covid-19. Mereka bahkan mendirikan Dama Kara Foundation untuk menyediakan ruang terapi bagi anak-anak autis dan mewujudkan karya seni mereka dalam produk batik, dengan royalti yang diberikan kepada para seniman.
Di sisi lain, Riadlul Muminin atau Ryan, pendiri Hijmuku, mengembangkan bisnis helm anak dengan memanfaatkan potensi lokal, memberdayakan masyarakat desa di sekitar usahanya. Dengan tujuan untuk meningkatkan keselamatan anak-anak saat berkendara, Ryan berhasil mengembangkan produksi helm anak yang aman dan nyaman, melibatkan lebih dari 200 keluarga sebagai mitra dalam proses produksi.
Kesimpulannya, social enterprise di Indonesia tidak hanya menciptakan peluang ekonomi, tetapi juga membangun ekosistem bisnis yang inklusif dan berkelanjutan. Tokoh-tokoh seperti Tamara Gondo, Nurdini Prihastiti, Bheben Oscar, dan Riadlul Muminin menunjukkan bagaimana bisnis dapat berperan besar dalam pemberdayaan masyarakat dan menghadirkan perubahan sosial yang positif.
Janji Investasi Jumbo untuk Ekonomi Nasional
Melambatnya Peredaran Uang, Tanda Konsumsi Melemah
Bisnis Lahan Industri Targetkan Untung Besar
Pembiayaan Multiguna Semarak Jelang Akhir Tahun
Harga Tiket Mahal Mengancam Pertumbuhan Industri
Maskapai penerbangan nasional sedang menghadapi tantangan besar dalam mengelola kinerja mereka di tengah kebijakan pemerintah yang berupaya menurunkan harga tiket pesawat, terutama selama periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025. Beberapa kebijakan pemerintah, seperti pemangkasan biaya tambahan penerbangan (surcharge) dan pemangkasan 50% biaya pelayanan jasa penumpang pesawat (PJP2U) atau airport tax, bertujuan untuk menekan harga tiket agar lebih terjangkau bagi masyarakat. Namun, kebijakan ini menimbulkan kekhawatiran bagi maskapai yang masih mengalami kerugian akibat tingginya biaya operasional yang tidak sebanding dengan pendapatan.
Tokoh-tokoh dalam industri penerbangan seperti Direktur Utama Pelita Air Service, Dendy Kurniawan, menyatakan harapannya agar mekanisme penurunan harga tiket dapat menguntungkan semua pihak, baik maskapai maupun penumpang. Senada dengan itu, Direktur Garuda Indonesia, Wamildan Tsani, menegaskan pentingnya perhitungan yang cermat agar penurunan harga tidak merugikan maskapai, yang sudah mencatatkan kerugian cukup besar. Maskapai lain, seperti AirAsia Indonesia, juga berharap pemerintah menurunkan komponen biaya seperti bahan bakar dan pajak, agar harga tiket dapat lebih terjangkau tanpa membebani maskapai lebih lanjut.
Ketua Umum INACA, Denon Prawiraatmadja, mengingatkan bahwa meskipun pemerintah berusaha menurunkan harga tiket, maskapai masih menghadapi tantangan besar dalam mengelola kerugian karena biaya operasional yang tinggi. Beberapa maskapai, seperti Sriwijaya, optimis dapat menghadapi tantangan tersebut dengan efisiensi operasional, namun hal ini tetap memerlukan waktu dan adaptasi.
Pemerintah, melalui Kementerian Pariwisata dan Kemenhub, memberikan sinyal kuat terkait penurunan harga tiket pesawat, dengan tujuan mendukung sektor pariwisata dan mobilitas masyarakat selama liburan. Namun, para pemangku kepentingan juga memperingatkan bahwa kebijakan ini harus dijalankan dengan hati-hati agar tidak mengorbankan kualitas layanan dan keberlanjutan operasional maskapai.
Secara keseluruhan, meskipun ada niat baik dari pemerintah untuk menurunkan harga tiket, maskapai penerbangan nasional perlu menghitung dengan cermat dampak dari kebijakan ini terhadap keuangan mereka, karena mereka masih menghadapi kerugian besar dan tantangan biaya yang tinggi.
Industri Petrokimia sebagai Penopang Vital Ekonomi Dasar
Industri petrokimia Indonesia menghadapi sejumlah tantangan, namun juga memiliki potensi besar untuk berkembang. Fajar Budiono, Sekretaris Jenderal Asosiasi Olefin, Aromatik, dan Plastik Indonesia (Inaplas), menyoroti rendahnya tingkat utilisasi industri petrokimia hulu yang hanya sekitar 60%-70%, disebabkan oleh mahalnya bahan baku domestik dan tingginya biaya produksi. Oleh karena itu, Inaplas mendesak pemerintah untuk mengambil langkah tegas dalam melindungi industri ini, salah satunya melalui pengendalian impor dan insentif untuk mengurangi harga bahan baku domestik.
Henry Chevalier, Sekretaris Jenderal Asosiasi Industri Plastik Hilir Indonesia (Aphindo), juga mengusulkan pembebasan pajak untuk bahan baku plastik agar industri hilir bisa bersaing dengan produk impor yang lebih murah. Di sisi pemerintah, Susila Brata dari Kementerian Keuangan menyebutkan bahwa pemerintah telah menerapkan kebijakan untuk melindungi industri petrokimia domestik melalui peraturan mengenai bea masuk, sementara Wiwik Pudjiastuti dari Kementerian Perindustrian menekankan pentingnya neraca komoditas untuk menyeimbangkan pasokan dan permintaan.
Selain itu, Eko Harjanto dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menyatakan bahwa dukungan terhadap industri petrokimia akan terus difokuskan, baik dari sisi insentif maupun percepatan proses perizinan, yang sering menjadi kendala terbesar bagi pelaku industri. Dengan adanya kebijakan yang mendukung dan optimalisasi investasi, sektor petrokimia Indonesia diharapkan dapat memanfaatkan potensi pasar yang besar, baik di dalam negeri maupun untuk ekspor.
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









