;
Kategori

Ekonomi

( 40554 )

Strategi Ketat Jaga Likuiditas Ekonomi

23 Nov 2024

Bank-bank di Indonesia tengah mempersiapkan strategi untuk menghadapi tekanan likuiditas yang semakin kompleks, di tengah upaya Bank Indonesia (BI) untuk mengoptimalkan Sekuritas Rupiah BI (SRBI) guna menarik modal asing dan memperkuat rupiah. Kebijakan SRBI yang menawarkan bunga tinggi membuat bank-bank harus bersaing dalam menarik dana pihak ketiga (DPK) dan mempertahankan suku bunga simpanan yang kompetitif. Hal ini juga berdampak pada ketidakmampuan bank untuk menurunkan suku bunga kredit dalam waktu dekat.

Beberapa bank, seperti PT Bank Negara Indonesia (BNI) dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk., berfokus pada penyelarasan pertumbuhan kredit dengan DPK dan menjaga likuiditas dengan memanfaatkan instrumen treasury. Di sisi lain, PT Bank Central Asia (BCA) mengandalkan dana murah (CASA) untuk mendukung ekspansi kredit yang sehat.

Sementara itu, bank asing seperti Citibank Indonesia memilih strategi wait and see karena ketidakpastian yang disebabkan oleh proteksionisme AS. Pengamat perbankan menekankan pentingnya bank dalam menciptakan daya tarik nasabah selain hanya mengandalkan bunga tinggi, untuk memastikan kecukupan likuiditas dalam mendukung ekspansi kredit.

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, menyatakan bahwa BI tetap optimistis dengan stabilitas rupiah, yang didukung oleh kebijakan BI, inflasi yang rendah, dan prospek pertumbuhan ekonomi yang baik.



Janji Besar Presiden Prabowo untuk Investasi RI

23 Nov 2024

Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, mengungkapkan hasil positif dari lawatan perdananya ke luar negeri, yang termasuk kunjungan ke Inggris pada 21 November 2024. Dalam pertemuan dengan Wakil Perdana Menteri Inggris, Angela Rayner, Prabowo berhasil mengamankan komitmen investasi total sebesar US$18,5 miliar, yang menunjukkan kepercayaan global terhadap perekonomian Indonesia. Komitmen tersebut mencakup investasi dari British Petroleum (BP) senilai US$7 miliar dan perusahaan lainnya senilai US$1,5 miliar. Selain itu, Presiden Prabowo juga menghadiri CEO Roundtable Forum di London yang melibatkan 19 pemimpin perusahaan besar, membahas peluang investasi di sektor-sektor strategis seperti energi, infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan.

Pentingnya stabilitas politik dan ekonomi Indonesia menjadi salah satu faktor utama yang meningkatkan minat investor. Di sela-sela pertemuan tersebut, Prabowo juga berhasil mendapatkan dukungan internasional untuk program Makan Bergizi (MBG) Indonesia, yang mendapat perhatian dan dukungan dari negara-negara seperti China, Amerika Serikat, Brasil, Prancis, dan Inggris. Program MBG bertujuan menyediakan makanan bergizi untuk anak-anak sekolah dan ibu hamil, dengan anggaran harian yang sangat besar, yang sebagian besar akan digunakan untuk belanja produk pertanian dan peternakan lokal.

Keberhasilan Prabowo dalam menarik komitmen investasi dan dukungan internasional ini memperlihatkan optimisme terhadap masa depan ekonomi Indonesia dan menegaskan pentingnya kerjasama global dalam mencapai tujuan pembangunan nasional.


Akhir Tahun Jadi Harapan Pasar Otomotif

23 Nov 2024

Pameran otomotif Gaikindo Jakarta Auto Week (GJAW) 2024 yang resmi dibuka oleh Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita di ICE BSD City, Tangerang, pada 22 November 2024, menjadi harapan utama untuk memulihkan industri otomotif Indonesia yang sedang tertekan sepanjang tahun 2024. Agus Gumiwang optimistis bahwa GJAW 2024 akan membantu menggeliatkan kembali penjualan industri otomotif dan mencatatkan angka penjualan yang lebih tinggi, meskipun target penjualan tahunan Indonesia sudah direvisi turun menjadi 850.000 unit dari target awal 1,1 juta unit.

Pemerintah juga sedang mempersiapkan insentif untuk mendukung pemulihan pasar otomotif. Pameran ini mengusung skala yang lebih besar dengan partisipasi lebih banyak merek dan peluncuran berbagai model baru, termasuk kendaraan listrik. Program promo agresif dan diskon menarik diharapkan dapat meningkatkan daya beli masyarakat, terutama setelah penurunan suku bunga acuan dan kenaikan PPN pada tahun depan.

GJAW 2024 menargetkan penjualan sekitar 6.000 unit mobil, lebih tinggi dari tahun lalu yang tercatat sekitar 5.000 unit. Pameran ini juga menjadi momentum penting bagi merek-merek besar seperti Toyota, Mitsubishi, Suzuki, dan Chery untuk memperkenalkan model-model terbaru mereka. Selain itu, para pakar otomotif juga menyebutkan bahwa keberhasilan GJAW 2024 akan sangat dipengaruhi oleh strategi pemasaran, daya tarik produk baru, serta kondisi ekonomi Indonesia secara keseluruhan.


Inovasi Vendor Teknologi Hadapi Pasar Kompetitif

23 Nov 2024

Perusahaan sosial atau social enterprise semakin menjadi motor penggerak ekonomi dan pelopor perubahan sosial yang signifikan, terutama di tingkat lokal. Berdasarkan laporan The Global State of Social Enterprise dari World Economic Forum, terdapat sekitar 10 juta perusahaan sosial di dunia yang menghasilkan pendapatan hingga US$2 triliun per tahun dan menciptakan hampir 200 juta lapangan kerja, dengan separuh di antaranya dipimpin oleh perempuan.

Di Indonesia, beberapa brand lokal seperti Liberty Society dan Dama Kara menunjukkan bagaimana social enterprise dapat mengatasi tantangan sosial dan lingkungan dengan solusi inovatif. Tamara Gondo, pendiri Liberty Society, mengubah limbah korporat seperti plastik dan tekstil menjadi produk merchandise dengan memberdayakan perempuan prasejahtera. Melalui pelatihan keterampilan dan pemberdayaan ekonomi, Liberty Society bertujuan untuk menghubungkan satu juta konsumen dengan seribu perempuan prasejahtera untuk memberikan kebebasan finansial.

Sementara itu, Nurdini Prihastiti dan Bheben Oscar, pendiri Dama Kara, mendirikan bisnis batik lokal yang bukan hanya fokus pada keuntungan, tetapi juga memberdayakan komunitas difabel dan menciptakan lapangan kerja di masa pandemi Covid-19. Mereka bahkan mendirikan Dama Kara Foundation untuk menyediakan ruang terapi bagi anak-anak autis dan mewujudkan karya seni mereka dalam produk batik, dengan royalti yang diberikan kepada para seniman.

Di sisi lain, Riadlul Muminin atau Ryan, pendiri Hijmuku, mengembangkan bisnis helm anak dengan memanfaatkan potensi lokal, memberdayakan masyarakat desa di sekitar usahanya. Dengan tujuan untuk meningkatkan keselamatan anak-anak saat berkendara, Ryan berhasil mengembangkan produksi helm anak yang aman dan nyaman, melibatkan lebih dari 200 keluarga sebagai mitra dalam proses produksi.

Kesimpulannya, social enterprise di Indonesia tidak hanya menciptakan peluang ekonomi, tetapi juga membangun ekosistem bisnis yang inklusif dan berkelanjutan. Tokoh-tokoh seperti Tamara Gondo, Nurdini Prihastiti, Bheben Oscar, dan Riadlul Muminin menunjukkan bagaimana bisnis dapat berperan besar dalam pemberdayaan masyarakat dan menghadirkan perubahan sosial yang positif.


Janji Investasi Jumbo untuk Ekonomi Nasional

23 Nov 2024
Lawatan Presiden Prabowo Subianto ke berbagai negara menghasilkan komitmen investasi bernilai besar, mencapai total US$ 18,5 miliar (sekitar Rp 293,59 triliun). Komitmen tersebut didapat dari kunjungan ke China (US$ 10 miliar) dan Inggris (US$ 8,5 miliar). Investasi terbesar di Inggris berasal dari pengembangan Lapangan Gas Tangguh oleh BP senilai US$ 7 miliar, dengan sisanya dialokasikan untuk proyek transisi energi.

Presiden Prabowo menekankan bahwa pencapaian ini menunjukkan kepercayaan global terhadap stabilitas ekonomi dan politik Indonesia. Upaya untuk menciptakan tata kelola pemerintahan yang bersih dan efisien disebut sebagai daya tarik utama bagi investor. Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Roeslani, menambahkan bahwa transisi pemerintahan yang damai turut meningkatkan kepercayaan investor, sehingga penting untuk menindaklanjuti komitmen ini melalui pertemuan lanjutan.

Namun, Bhima Yudhistira Adhinegara, Direktur Celios, mengingatkan bahwa komitmen investasi belum tentu langsung terealisasi. Proses transisi energi, misalnya, memerlukan persiapan teknis, mekanisme pendanaan, serta mitra lokal. Bhima menyarankan pembentukan satuan tugas lintas kementerian untuk memastikan regulasi, perizinan, insentif, dan penyediaan lahan mendukung realisasi investasi.

Kesuksesan lawatan ini dianggap sebagai awal positif bagi pemerintahan Prabowo dalam menarik perhatian investor global. Namun, tantangan utama adalah memastikan bahwa komitmen ini dapat diwujudkan menjadi investasi nyata yang berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi nasional. Seperti yang dikatakan Prabowo, langkah ini penting untuk memperkuat kepercayaan internasional terhadap Indonesia sebagai tujuan investasi strategis.

Melambatnya Peredaran Uang, Tanda Konsumsi Melemah

23 Nov 2024
Perlambatan pertumbuhan likuiditas ekonomi Indonesia di akhir tahun 2024 menjadi lampu kuning bagi pemerintah dan Bank Indonesia (BI). Data BI menunjukkan, jumlah uang beredar (M2) pada Oktober 2024 mencapai Rp 9.078,6 triliun, tumbuh 6,7% year-on-year (yoy). Namun, pertumbuhan ini melambat dibandingkan bulan sebelumnya, yang mencatatkan pertumbuhan 7,2% yoy. Menurut Ramdan Denny Prakoso, Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, penurunan ini dipengaruhi oleh pertumbuhan kredit yang stabil (10,4% yoy) dan kontraksi tagihan bersih kepada pemerintah pusat sebesar 0,1% yoy.

Kepala Ekonom Bank Permata, Josua Pardede, mengingatkan bahwa perlambatan ini bisa menurunkan konsumsi, investasi, dan pertumbuhan ekonomi jika sektor riil tidak mampu menyerap likuiditas. Ia juga menyoroti risiko tekanan likuiditas perbankan jika dana pihak ketiga (DPK) tumbuh lebih lambat dari kredit, yang dapat mengganggu efisiensi intermediasi perbankan.

Awalil Rizky, Ekonom Senior Bright Institute, menambahkan bahwa pertumbuhan M2 sepanjang 2024 diperkirakan hanya bertahan di kisaran 7% yoy, jauh di bawah pertumbuhan pada 2020-2022. Ia juga mencatat bahwa kredit UMKM tumbuh lebih lambat dibanding kredit korporasi, sementara simpanan nasabah besar (di atas Rp 1 miliar) mendominasi pertumbuhan DPK.

Ke depan, Awalil menyarankan pemerintah, BI, dan OJK untuk mendorong aliran likuiditas ke sektor riil dan masyarakat bawah, terutama melalui peningkatan kredit UMKM. Langkah ini penting untuk menjaga stabilitas ekonomi, meningkatkan konsumsi, dan mendukung pertumbuhan yang inklusif di tengah tekanan likuiditas yang mengering.

Bisnis Lahan Industri Targetkan Untung Besar

23 Nov 2024
PT Bumi Citra Permai Tbk (BCIP) terus menggenjot bisnis kaveling industri dan pergudangan untuk memanfaatkan tingginya permintaan properti di berbagai sektor. Handry Soesanto, Direktur Keuangan BCIP, mengungkapkan bahwa strategi pengembangan ini berfokus pada lahan kaveling dan gudang yang mendukung industri kecil dan menengah (IKM). BCIP merupakan pengelola Millennium Industrial Estate di Kabupaten Tangerang, yang menjadi kawasan strategis untuk berbagai industri, termasuk pusat data dan mobil listrik.

Menurut laporan kinerja hingga kuartal III-2024, BCIP mencatat peningkatan pendapatan bersih sebesar 2,98% menjadi Rp 84,37 miliar. Namun, laba bersih mengalami penurunan tipis dari Rp 18,75 miliar menjadi Rp 17,77 miliar, akibat kenaikan beban operasional dan beban bunga utang. Kontribusi pendapatan terbesar berasal dari penjualan Kaveling Siap Bangun (Kasiba), yang meningkat dari tiga unit pada tahun lalu menjadi empat unit, dengan pendapatan mencapai Rp 67 miliar.

Meskipun demikian, penjualan gudang dan ruko turun tajam, dari tujuh unit menjadi satu unit dengan pendapatan hanya Rp 4 miliar. Pendapatan tambahan berasal dari anak perusahaan, PT Milwater Pratama Mandiri, yang mengelola sistem penyediaan air bersih, namun kontribusinya juga menurun dari Rp 13,48 miliar menjadi Rp 12,26 miliar.

Handry optimistis target pendapatan bersih BCIP tahun 2024 sebesar Rp 110 miliar—tumbuh 17% dibandingkan 2023—akan tercapai. BCIP juga memiliki cadangan tanah pengembangan seluas 279.428 meter persegi dan 24 unit gudang serta ruko dalam pembangunan untuk mendukung ekspansi bisnis. Kendati ada tantangan, BCIP tetap yakin akan prospek permintaan lahan industri, terutama dari sektor pusat data, kendaraan listrik, dan ekonomi digital.

Pembiayaan Multiguna Semarak Jelang Akhir Tahun

23 Nov 2024
Meskipun sektor otomotif mengalami kelesuan, pembiayaan multiguna oleh perusahaan multifinance tetap tumbuh hingga Oktober 2024.

Adira Finance, melalui produk Solusi Dana, mencatat peningkatan pembiayaan sebesar 12% secara tahunan dengan total penyaluran Rp 7,4 triliun. Sylvanus Gani, Chief Financial Officer Adira Finance, menyatakan bahwa peningkatan ini didukung oleh perluasan akses ke segmen masyarakat yang belum terjangkau perbankan. Ia optimis prospek pembiayaan multiguna akan terus berkembang karena kebutuhan masyarakat, baik konsumtif maupun produktif, semakin meningkat.

CIMB Niaga Auto Finance (CNAF) mencatat kenaikan pembiayaan multiguna sebesar 16% yoy menjadi Rp 7,66 triliun. Ristiawan Suherman, Presiden Direktur CNAF, menyebut segmen mobil bekas memberikan kontribusi signifikan dengan pertumbuhan 64% mencapai Rp 4,87 triliun. Ia optimistis bahwa pertumbuhan ekonomi yang membaik akan mendorong agresivitas industri pembiayaan pada 2025.

WOM Finance mencatat peningkatan 2,3% yoy dengan total pembiayaan multiguna Rp 3,7 triliun. Menurut Cincin Lisa, Direktur Keuangan WOM Finance, segmen ini tetap diminati karena didukung oleh ekonomi yang stabil.

BFI Finance juga melaporkan pertumbuhan piutang pembiayaan multiguna sebesar 5,1% yoy menjadi Rp 4,37 triliun. Dian Fahmi, Corporate Communication Head BFI Finance, menegaskan bahwa pembiayaan multiguna di perusahaan ini difokuskan pada konsumsi barang dan jasa, bukan untuk aktivitas produktif.

Multifinance memandang segmen pembiayaan multiguna sebagai peluang strategis, dengan kontribusi signifikan terhadap total pendapatan masing-masing perusahaan.

Harga Tiket Mahal Mengancam Pertumbuhan Industri

22 Nov 2024

Maskapai penerbangan nasional sedang menghadapi tantangan besar dalam mengelola kinerja mereka di tengah kebijakan pemerintah yang berupaya menurunkan harga tiket pesawat, terutama selama periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025. Beberapa kebijakan pemerintah, seperti pemangkasan biaya tambahan penerbangan (surcharge) dan pemangkasan 50% biaya pelayanan jasa penumpang pesawat (PJP2U) atau airport tax, bertujuan untuk menekan harga tiket agar lebih terjangkau bagi masyarakat. Namun, kebijakan ini menimbulkan kekhawatiran bagi maskapai yang masih mengalami kerugian akibat tingginya biaya operasional yang tidak sebanding dengan pendapatan.

Tokoh-tokoh dalam industri penerbangan seperti Direktur Utama Pelita Air Service, Dendy Kurniawan, menyatakan harapannya agar mekanisme penurunan harga tiket dapat menguntungkan semua pihak, baik maskapai maupun penumpang. Senada dengan itu, Direktur Garuda Indonesia, Wamildan Tsani, menegaskan pentingnya perhitungan yang cermat agar penurunan harga tidak merugikan maskapai, yang sudah mencatatkan kerugian cukup besar. Maskapai lain, seperti AirAsia Indonesia, juga berharap pemerintah menurunkan komponen biaya seperti bahan bakar dan pajak, agar harga tiket dapat lebih terjangkau tanpa membebani maskapai lebih lanjut.

Ketua Umum INACA, Denon Prawiraatmadja, mengingatkan bahwa meskipun pemerintah berusaha menurunkan harga tiket, maskapai masih menghadapi tantangan besar dalam mengelola kerugian karena biaya operasional yang tinggi. Beberapa maskapai, seperti Sriwijaya, optimis dapat menghadapi tantangan tersebut dengan efisiensi operasional, namun hal ini tetap memerlukan waktu dan adaptasi.

Pemerintah, melalui Kementerian Pariwisata dan Kemenhub, memberikan sinyal kuat terkait penurunan harga tiket pesawat, dengan tujuan mendukung sektor pariwisata dan mobilitas masyarakat selama liburan. Namun, para pemangku kepentingan juga memperingatkan bahwa kebijakan ini harus dijalankan dengan hati-hati agar tidak mengorbankan kualitas layanan dan keberlanjutan operasional maskapai.

Secara keseluruhan, meskipun ada niat baik dari pemerintah untuk menurunkan harga tiket, maskapai penerbangan nasional perlu menghitung dengan cermat dampak dari kebijakan ini terhadap keuangan mereka, karena mereka masih menghadapi kerugian besar dan tantangan biaya yang tinggi.



Industri Petrokimia sebagai Penopang Vital Ekonomi Dasar

22 Nov 2024

Industri petrokimia Indonesia menghadapi sejumlah tantangan, namun juga memiliki potensi besar untuk berkembang. Fajar Budiono, Sekretaris Jenderal Asosiasi Olefin, Aromatik, dan Plastik Indonesia (Inaplas), menyoroti rendahnya tingkat utilisasi industri petrokimia hulu yang hanya sekitar 60%-70%, disebabkan oleh mahalnya bahan baku domestik dan tingginya biaya produksi. Oleh karena itu, Inaplas mendesak pemerintah untuk mengambil langkah tegas dalam melindungi industri ini, salah satunya melalui pengendalian impor dan insentif untuk mengurangi harga bahan baku domestik.

Henry Chevalier, Sekretaris Jenderal Asosiasi Industri Plastik Hilir Indonesia (Aphindo), juga mengusulkan pembebasan pajak untuk bahan baku plastik agar industri hilir bisa bersaing dengan produk impor yang lebih murah. Di sisi pemerintah, Susila Brata dari Kementerian Keuangan menyebutkan bahwa pemerintah telah menerapkan kebijakan untuk melindungi industri petrokimia domestik melalui peraturan mengenai bea masuk, sementara Wiwik Pudjiastuti dari Kementerian Perindustrian menekankan pentingnya neraca komoditas untuk menyeimbangkan pasokan dan permintaan.

Selain itu, Eko Harjanto dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menyatakan bahwa dukungan terhadap industri petrokimia akan terus difokuskan, baik dari sisi insentif maupun percepatan proses perizinan, yang sering menjadi kendala terbesar bagi pelaku industri. Dengan adanya kebijakan yang mendukung dan optimalisasi investasi, sektor petrokimia Indonesia diharapkan dapat memanfaatkan potensi pasar yang besar, baik di dalam negeri maupun untuk ekspor.