;
Kategori

Ekonomi

( 40814 )

Bank Pelat Merah Mendapat Berkah dari Bisnis Valas

01 Feb 2019
Perbankan pelat merah menikmati kenaikan pendapatan berbasis komisi alias fee based income sepanjang tahun lalu. Salah satu penopang terbesar adalah peningkatan transaksi valuta asing (valas). Dengan wajibnya devisa hasil ekspor masuk ke Indonesia, bisnis valas bank ke depan bakal cerah.

Penerimaan Negara Sektor Tambang, Memburu Royalti Batu Bara

01 Feb 2019
Royalti perusahaan tambang batu bara skala besar bakal dinaikkan menjadi 15%, dari sebelumnya 13,5%. Penyesuaian royalti tersebut akan meningkatkan penerimaan negara hingga US$500 juta atau sekitar Rp7 triliun per tahun. Perubahan tarif royalti rencananya akan diakomodasi dalam rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) yang mengatur mengenai perlakuan perpajakan dan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) terhadap pertambangan batu bara. RPP tersebut sudah dibahas oleh pemerintah sejak tahun lalu. Dalam RPP juga diatur mengenai penyesuaian PPh Badan dari yang berlaku saat ini sebesar 45% menjadi 25%, dan akan bersifat prevailing. Selain itu, diatur PPN yang juga berlaku secara prevailing, dan pungutan 10% dari laba bersih.
Head of Tax Division PT Adaro Energy Tbk. Juli Seventa Tarigan mengatakan rencana implementasi PP tersebut akan menambah beban perusahaan tambang, di tengah biaya produksi tambang batu bara yang terus menggunung. Terkait dengan royalti, rencana tersebut dinilai perlu dikaji ulang. Dan diusulkan tarif royalti itu dilakukan bertahap. Jika harga sedang booming, silakan dipajaki, windfall royalty tax itu akan lebih fair. Sebab, kalau harga rendah dipajaki, hal itu akan menjadi fixed cost saja. Head of Corporate Communication Adaro Energy Febriati Nadira menambahkan pemerintah perlu memperhitungkan waktu penaikan royalti. Kenaikan tarif royalti batu bara seyogianya baru dikenakan dalam kondisi harga batu bara yang tinggi. Harga batu bara acuan (HBA) saat ini cenderung stagnan dan belum berhasil keluar dari tren penurunan yang dialami sejak kuartal IV/2018.

Pengguna Domain .id Tembus 281 Ribu

01 Feb 2019
Dalam laporan tahunan Pandi, total pengguna domain .id di Indonesia telah mencapai 271.193. Sedangkan pengguna domai .id di luar negeri mencapai 10.234. Pengguna diluar tanah air domain .id, telah digunakan oleh berbagai situs antara lain di Amerika Serikat, Singapura, Australia, dan Jepang. Ini menunjukkan bahwa domain .id telah mendunia.

IAFMI Dorong Pelaku Bisnis Migas Terapkan E-Commerce

01 Feb 2019
Ikatan Ahli Fasilitas Produksi Minyak dan Gas Bumi Indonesia (IAFMI) mendorong pelaku industri hulu migas masuk ke platform digital (e-commerce). Diperkirakan akan ada efisiensi sebesar 20%, karena akan menghilangkan biaya trader sebagai perantara. IAFMI telah menandatangani MoU pengembangan platform marketplace bisnis digital di industri migas dengan PT gazEgaz Pasifik International padal forum CEO Talk ke-5 IAFMI. Platform ini diharapkan dapat diluncurkan tahun ini untuk bisa dimanfaatkan sekitar 600 anggota IAFMI.

APP Serah Terima Apartemen Mahasiswa

01 Feb 2019
Awal 2019, PT Adhi Persada Properti (APP) berencana melakukan serah terima unit apartemen mahasiswa yang digarapnya di sejumlah kota. Tren hunian vertikal di sekitar kampus dinilai sebagai ceruk pasar yang menjanjikan. Sejumlah proyek apartemen mahasiswa APP yang diserahterimakan kepada konsumen tahun ini adalah Grand Taman Melati margonda 2 tower 3, Depok sebanyak 939 unit. Lalu, Taman Melati Sinduadi, Yogyakarta sebanyak 898 unit dan Taman Melati MERR Surabaya sebanyak 1.130 unit.

Penanaman Modal : Obral Insentif Tak Pacu Investasi

31 Jan 2019
Kendati pemerintah telah mengobral berbagai kemudahan dan insentif untuk menggaet investasi asing masuk, pertumbuhan investasi selama 2018 melambat dibandingkan dengan 2017 dan hanya mencapai 94,3% dari target yang dipatok. Data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menunjukan secara total realisasi investasi selama 2018 mencapai Rp 721,3 triliun. PMDN tercatat sebesar Rp 328,6 triliun (tumbuh 25,3%) dan PMA Rp 392,7 triliun (-8,8%). Transisi perizinan ke sistem OSS (Online Single Submission) juga mempengaruhi tren perlambatan investasi tahun ini. Menurut Kepala BKPM Thomas T Lembong untuk meningkatkan kinerja investasi tahun ini, pemerintah sepertinya harus lebih agresif dalam memikat investor asing melalui paket insentif. Apalagi negari jiran lainnya juga agresif menggaet investor asing. Hal senada diungkapkan oleh ekonom CORE M.Faisal, penurunan investasi juga disebabkan oleh melambatnya pertumbuhan ekonomi diberbagai negara dan secara tidak langsung berpengaruh di Indonesia. Ekonom Indef Bhima Yudhistira Adhinegara menambahkan koreksi investasi juga tak lepas dari persoalan domestik sendiri, yakni insentif yang kurang tajam, tarik ukur perizinan pusat dan daerah, maju mundur keputusan soal perluasan DNI serta rendahnya kualitas infrastruktur di kawasan industri. Sementara itu, Wakil Ketua Umum Kadin Johny Darmawan menilai penurunan PMA lebih disebabkan oleh masih banyaknya hambatan dari dalam negeri ketimbang luar negeri.

Industri Digital, Usaha Rintisan Teknologi Berkembang Pesat

31 Jan 2019
Perkembangan usaha rintisan bidang teknologi di Indonesia dinilai berkembang pesat. Ada kecenderungan anak-anak muda memilih terjun menjadi wirausaha yang memberikan solusi digital di beragam sektor. Potensi perkembangan teknologi finansial di Indonesia juga dinilai terbuka lebar. Sesuai data Bank Dunia, setiap tahun ada sekitar Rp 1.000 triliun permohonan kredit dari pelaku usaha kecil dang menengah di Indonesia tidak dapat dipenuhi oleh lembaga keuangan yang ada. Sehingga peluan ini digarap oleh oleh para pelaku usaha pinjam-meminjam uang antarpihak berbasis teknologi (peer to peer lending) yang tahun lalu menyalurkan sekitar Rp 22 triliun.

Membaca Sinyal Pembuka Bank Sentral Amerika

30 Jan 2019
The Fed akan mengadakan rapat perdana di 2019. Rapat ini penting lantaran pasar ingin melihat arah kebijakan moneter The Fed, terutama terkait suku bunga. Sejauh ini, analis yakin The Fed akan menahan suku bunga di kisaran 2,25%-2,50%. Jika benar The Fed tidak menaikkan bunga, saham sektor keuangan menarik dikoleksi. Bukan tidak mungkin, investor asing akan kembali memburu saham big caps. Dengan begitu, peluang IHSG menyentuh level 7.000 semakin besar. Pergerakan IHSG juga akan didukung pengumuman laporan keuangan emiten. Analis menilai, rata-rata kinerja emiten tahun 2018 masih positif dan fundamental masih oke.
Meski demikian, jelang pengumuman rapat Federal Open Market Committee (FOMC), asing menunjukkan gelagat mengurangi risiko di bursa Indonesia. Sepekan terakhir, akhir tiga kali mencetak jual bersih (net sell). Jika The Fed mempertahankan suku bunga, keadaan akan kembali normal dan pasar kembali bergairah. Tapi arah pasar bisa berbalik jika The Fed memberi pandangan hawkish atau bahkan menaikkan suku bunga. Capital outflow terutama akan terjadi di saham-saham big caps.
Tapi kenaikan Fed fund rate tak selamanya buruk. Jika The Fed menaikkan suku bunga, hal itu menjadi cerminan bahwa ekonomi global sedang membaik. Sektor-sektor yang berbasis ekonomi global, seperti emiten komoditas dan emiten berorientasi ekspor dapat menjadi pilihan investor.

Awas, Rasio Kredit Bermasalah Fintech Melejit

30 Jan 2019
Belum selesai urusan perusahaan tekfin tak berizin, industri tekfin menghadapi masalah lonjakan rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL). Per akhir tahun 2018, OJK mencatat rasio NPL tekfin naik menjadi 1,45% dari periode yang sama 2017 sebesar 0,99%. Ketua Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) menyebutkan kenaikan ini juga didorong jumlah penyaluran pinjaman tumbuh signifikan. Merujuk data OJK, penyaluran pinjaman tekfin lending tahun lalu mencapai Rp 22,67 triliun, naik sekitar 784% year on year.Ketua AFPI menilai kenaikan NPL wajar dan masih di bawah rata-rata industri jasa keuangan.
Direktur Pengaturan, Perizinan, dan Pengawasan Fintech OJK mengatakan bahwa fintech lending sangat bergantung pada mesin kecerdasan (artificial inteligent). Seiring bertambahnya jumlah transaksi, diharapkan kemampuan teknologi ini dalam membaca perilaku pinjam-meminjam akan semakin tepat. Dengan demikian, risiko kredit macet akan turun pada kisaran 1%.
Meski begitu, pemantauan OJK dan kewajiban perusahaan untuk memberikan laporan bulanan dapat melecut perusahaan tekfin lending agar selalu menjaga resio kredit tetap aman.