Kategori
Ekonomi
( 40554 )Efek Ekonomi China Senggol Asia
08 Feb 2019
Perekonomian China yang melambat bakal memberi dampak cukup signifikan ke pasar global. Riset DBS Group menyebutkan pasar global akan kembali terpengaruh, terutama perdagangan komoditas dan barang-barang konsumsi. Perlambatan ekonomi China juga berpengaruh terhadap negara-negara Asia, seperti Indonesia, India, Thailand dan Filipina.
Untuk Indonesia, pertumbuhan PDB akan stabil di kisaran 5,1% year on year karena didukung peningkatan konsumsi dan investasi. Selain itu, pengeluaran lembaga nirlaba kemungkinan tetap akan ada karena terpengaruh pemilihan umum.
Di India, bank sentral memutuskan menurunkan suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin (bps). Sedangkan Bank of Thailand, selama tiga bulan berturut-turut mengalami tekanan inflasi, karena mata uang menguat, harga minyak rendah dan tidak ada peningkatan transportasi. Di Filipina, inflasi diperkirakan turun di kisaran 4,7% karena harga minyak telah jatuh.
Untuk Indonesia, pertumbuhan PDB akan stabil di kisaran 5,1% year on year karena didukung peningkatan konsumsi dan investasi. Selain itu, pengeluaran lembaga nirlaba kemungkinan tetap akan ada karena terpengaruh pemilihan umum.
Di India, bank sentral memutuskan menurunkan suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin (bps). Sedangkan Bank of Thailand, selama tiga bulan berturut-turut mengalami tekanan inflasi, karena mata uang menguat, harga minyak rendah dan tidak ada peningkatan transportasi. Di Filipina, inflasi diperkirakan turun di kisaran 4,7% karena harga minyak telah jatuh.
Pemerintah Tetapkan Formula Harga Avtur
08 Feb 2019
Harga avtur sempat menjadi polemik karena dianggap sebagai biang kerok naiknya tarif pesawat. Belakangan, pemerintah menerbitkan formula harga untuk avtur. Wakil Menteri ESDM mengatakan aturan tersebut diterbitkan agar harga BBM untuk pesawat terbang lebih kompetitif. Namun dia membantah jika aturan tersebut terbit karena harga tiket pesawat yang mahal. Pasalnya, formula harga tidak hanya berlaku untuk avtur, tetapi juga jenis BBM umum lainnya seperti RON 90 dan RON 92.
Pemerintah menetapkan batas atas margin bagi badan usaha yang menyalurkan avtur sebesar 10%. Formulai ini berlaku sejak penetapan 1 Februari 2019. Sejauh ini, Pertamina belum mau berkomentar dengan aturan baru ini.
Pemerintah menetapkan batas atas margin bagi badan usaha yang menyalurkan avtur sebesar 10%. Formulai ini berlaku sejak penetapan 1 Februari 2019. Sejauh ini, Pertamina belum mau berkomentar dengan aturan baru ini.
PT SI Kuasai 55,8% Pangsa Pasar Semen di Indonesia
08 Feb 2019
Menteri Perindustrian Airlangga Hartanto menyambut baik langkah PT Semen Indonesia (PT SI) yang sudah menyelesaikan akuisisi 80,6% saham PT Holcim Indonesia Tbk senilai US$ 917 juta (Rp 12,8 Triliun), yang semula dikuasai perusahaan asal Swiss. Ekspansi ini akan memperkuat BUMN semen di pasar dalam negeri, dengan pangsa pasar diperkirakan melonjak dari 40,8% menjadi 55,8%.
Bali Bersiap Tutup Operasi Taksi Online
08 Feb 2019
Operasional taksi berbasis aplikasi online di Pulau Bali kemungkinan segera ditutup setelah pemda setempat didemo oleh para sopir pariwisata yang bekerja secara konvensional. Gubernur Bali berjanji untuk melakukan penutupan operasional angkutan sewa khusus setelah Pemilu 2019. Hal ini dikarenakan sopir taksi konvensional tidak ingin dibuatkan aplikasi, mereka hanya menginginkan gubernur melakukan penutupan operasinal taksi berbasis aplikasi online. Sopir taksi konvensional di Bali mengalami penurunan pendapatan hingga 90% dari rata-rata biasanya. Adapun dalam sehari mereka mengaku hanya mendapatkan upah senilai Rp 50.000 sampai Rp 70.000 dengan jumlah penumpang antara satudua orang saja.
Kunjungan Wisman Bisa Tumbuh 12%
08 Feb 2019
Jumlah kedatangan wisatawan mancanegara ke Indonesia diproyeksikan bertumbuh sekitar 10%-12% sepanjang tahun ini, dari realisasi tahun lalu sebanyak 15,81 juta kunjungan. Ekonom Indef Bhima Yudhistira mengestimasikan pertumbuhan kunjungan wisman pada 2019 mengalami perlambatan yakni hanya 11,5% hingga 12% dibandingkan dengan pertumbuhan wisman pada 2018 sebesar 12,58%. Ada beberapa faktor yang menyebabkan pertumbuhan kunjungan wisman melambat pada tahun ini, yaitu : bencana alam, pemilu serentak, volatilitas kurs, dan kondisi pelemahan ekonomi global.
Sementara itu, Policy Analyst dari Indonesia services Dialogue Muhammad Syarif Hidayatullah pun berpendapat, kunjungan wisman pada tahun ini tak sepesat pada tahun lalu karena pariwisata Indonesia masih kalah bersaing dibandingkan negara-negara dikawasan Asean. Berdasarkan survei World Economic Forum, Indonesia kalah dari Thailand dalam hal kebersihan dan kesehatan, sumber daya manusia, teknologi dan infrastruktur transportasinya (seperti : bandara).
Sementara itu, Policy Analyst dari Indonesia services Dialogue Muhammad Syarif Hidayatullah pun berpendapat, kunjungan wisman pada tahun ini tak sepesat pada tahun lalu karena pariwisata Indonesia masih kalah bersaing dibandingkan negara-negara dikawasan Asean. Berdasarkan survei World Economic Forum, Indonesia kalah dari Thailand dalam hal kebersihan dan kesehatan, sumber daya manusia, teknologi dan infrastruktur transportasinya (seperti : bandara).
Indonesia Berkutat di Level Berpendapatan Menengah
07 Feb 2019
BPS melaporkan, pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2018 tumbuh 5,17% lebih tinggi dari 2017 yang cuma 5,07%. PDB mencapai Rp 14.837,4 triliun, artinya pendapatan per kapita penduduk sebesar US$ 3.927 atau Rp 56 juta. Jika menggunakan patokan Bank Dunia, Indonesia sudah masuk ke negara berpenghasilan menengah atas.
Kepala BPS menjelaskan konsumsi rumah tangga tetap menjadi jawara penyokong ekonomi. Konsumsi tumbuh 5,05% berkontribusi sampai 55,74% atas PDB. Disusul investasi yang naik 6,67% dengan kontribusi 32,29% terhadap PDB. Laju investasi yang lebih besar diharapkan memutar lebih kencang ekonomi karena akan bisa menciptakan lapangan kerja dan mengungkit daya beli.
Meskipun demikian, Wakil Ketua Kadin melihat pertumbuhan ekonomi 5,17% belum cukup untuk memangkas angka kemiskinan, pengangguran, dan ketimpangan. Ekonom Center of Reform on Economic mengingatkan agar Indonesia tidak terjebak dalam pertumbuhan di level 5%, karena Indonesia hanya akan berkutat di kelompok negara dengan pendapatan menengah (middle income trap).
Kepala BPS menjelaskan konsumsi rumah tangga tetap menjadi jawara penyokong ekonomi. Konsumsi tumbuh 5,05% berkontribusi sampai 55,74% atas PDB. Disusul investasi yang naik 6,67% dengan kontribusi 32,29% terhadap PDB. Laju investasi yang lebih besar diharapkan memutar lebih kencang ekonomi karena akan bisa menciptakan lapangan kerja dan mengungkit daya beli.
Meskipun demikian, Wakil Ketua Kadin melihat pertumbuhan ekonomi 5,17% belum cukup untuk memangkas angka kemiskinan, pengangguran, dan ketimpangan. Ekonom Center of Reform on Economic mengingatkan agar Indonesia tidak terjebak dalam pertumbuhan di level 5%, karena Indonesia hanya akan berkutat di kelompok negara dengan pendapatan menengah (middle income trap).
Giliran Perang Mata Uang
07 Feb 2019
Studi terbaru yang dirilis Konferensi PBB tentang Perdagangan dan Pembangunan (UNCTAD) menyebutkan, kenaikan tarif antara AS dan China akan memiliki dampak yang tak terhindarkan terhadap ekonomi global. Salah satu yang kini disoroti adalah potensi perang mata uang. Perang mata uang terjadi ketika negara dengan sengaja mendepresiasi nilai mata uang domestik mereka untuk merangsang ekonomi. Tanda-tanda tersebut mulai tampak. Kini, posisi dollar AS terhadap hampir semua mata uang utama dunia sedang turun. Begitu juga dengan kurs yuan China, melemah nyaris terhadap semua mata uang utama dunia.
Sementara seorang tresuri bank Eropa di Singapura mengatakan perang mata uang masih jauh. Dollar AS masih relatif kuat karena kekawatiran perang dagang global.
Sementara seorang tresuri bank Eropa di Singapura mengatakan perang mata uang masih jauh. Dollar AS masih relatif kuat karena kekawatiran perang dagang global.
Pemanfaatan Insentif Pajak, Pemerintah Perlu Lebih Agresif
07 Feb 2019
Pemerintah perlu mendorong minat investor untuk memanfaatkan fasilitas fiskal libur pajak atau tax holiday. Sejak relaksasi kebijakan libur pajak tahun lalu, jumlah investasi yang dimanfaatkan oleh pelaku usaha hanya sebesar Rp150 triliun, meskipun bila dibandingkan dengan penerapan kebijakan serupa sebelumnya angka ini menunjukan perbaikan. Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong menyebut, peluang untuk meningkatkan investasi sebenarnya masih cukup besar, hanya saja pemerintah perlu kebijakan yang lebih agresif dalam mendorong para pelaku usaha supaya tertarik dengan insentif yang ditawarkan. Dengan tingkat kompetisi yang cukup ketat dan insentif fiskal yang dimiliki saat ini, pemerintah perlu bekerja keras untuk menggaet investor global. Apalagi kecenderungan awal tahun ini, pelaksanaan insentif fiskal ini sudah menunjukan adanya penurunan minat. Kebijakan baru sangat diperlukan untuk menstimulus minat para investor. Adapun, Thomas menjelaskan bahwa salah satu kebijakan yang akan diterapkan adalah super deduction tax. Saat ini rencana pemberian insentif fiskal ini sedang dimatangkan oleh pemerintah. Sebagai informasi, super deduction tax berbeda dengan tax holiday dan tax allowance, di mana perusahaan mendapatkan insentif langsung berupa pemotongan PPh badan. Dalam super deduction tax, pemerintah memberikan wewenang kepada perusahaan dalam menentukan sebuah biaya kegiatan lebih tinggi dari yang seharusnya, sehingga perusahaan dapat menikmati pajak yang lebih rendah dari yang seharusnya.
Asperindo Mengancam Hentikan Kiriman Udara
07 Feb 2019
Pengusaha jasa pengiriman mengeluhkan kenaikan tarif surat muatan udara (SMU) yang ditetapkan maskapai penerbangan tahun lalu hingga awal tahun ini. Besaran tarif bervariasi, mulai 70% hingga 352% tergantung daerah tujuan dan maskapai penerbangan. Kondisi ini mendorong sejumlah pelaku usaha jasa pengiriman ikut menyesuaikan tarif pelayanan.
Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres, Pos dan Logistik Indonesia (Asperindo) mengatakan, pihaknya telah menyampaikan keluhan itu ke beberapa pihak yang berwenang. Namun hingga kini belum mendapatkan respons positif. Asperindo mengancam akan menghentikan pengiriman kargo udara jika hingga beberapa waktu belum ada solusi.
Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres, Pos dan Logistik Indonesia (Asperindo) mengatakan, pihaknya telah menyampaikan keluhan itu ke beberapa pihak yang berwenang. Namun hingga kini belum mendapatkan respons positif. Asperindo mengancam akan menghentikan pengiriman kargo udara jika hingga beberapa waktu belum ada solusi.
Ketegangan Perdagangan Bilateral, RI ‘Mengalah’ pada Tuntutan Filipina
07 Feb 2019
Indonesia menindaklanjuti ancaman restriksi dagang dari Filipina dengan berjanji membuka keran impor yang lebih besar untuk produk hortikultura dari negara beribu kota Manila itu. Pemerintah Filipina sebelumnya merasa keberatan dengan kebijakan Indonesia terkait dengan pembatasan impor bawang merah, dan regulasi-regulasi kesehatan yang dianggap menghambat penjualan tembakau Filipina di pasar Nusantara. Sebagai balasan, negara yang dipimpin Presiden Rodrigo Duterte itu meretaliasi dengan menerapkan special safeguards (SSG) terhadap produk kopi
instan dan berencana mengenakan tarif masuk serta pembatasan impor crude palm oil/CPO dari Indonesia. Indonesia mengalami
kerugian akibat pengenaan SSG tersebut, yaitu sekitar Rp225 miliar sejak Agustus 2018. Namun, Indonesia masih meraup surplus sekitar US$7 miliar dalam neraca perdagangan bilateral dengan Filipina pada 2018. Namun, dengan catatan, Indonesia juga tetap minta mereka mencabut SSG terhadap produk kopi instan Indonesia. Saat ini otoritas perdagangan tengah mengidentifikasi beberapa jenis produk hortikultura Filipina yang dapat ditingkatkan impornya oleh Indonesia. Misalnya, pisang cavendish dan bawang bombay. Otoritas perdagangan mendapat arahan untuk lebih ‘menghibur’ Filipina, sehingga ketimpangan neraca perdagangan itu menipis. Namun, pemerintah harus berhati-hati dalam membuka akses komoditas hortikultura dari Filipina. Pasalnya, Indonesia memiliki produksi pisang cavendish yang juga cukup besar untuk kebutuhan domestik.
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









